Jbnews.id – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar SMK di Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang videonya viral di media sosial, belum menunjukkan titik terang setelah tujuh bulan berlalu sejak laporan polisi dibuat. Ibu korban, Erah, mempertanyakan kinerja aparat kepolisian yang dinilai lamban dalam menindaklanjuti kasus yang menimpa anaknya, Aji Yansum Ashar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 19 November 2025. Aji, seorang siswa kelas 10 SMKN 1 Surade asal Desa Cikangkung, diduga ditampar dan dipukul oleh seorang pria dewasa yang belum diketahui identitasnya. Insiden bermula saat korban tengah dalam perjalanan pulang sekolah menggunakan sepeda motor. Saat melewati jalan berlubang yang tergenang air, ban motornya secara tidak sengaja mencipratkan air ke arah pelaku.
Pelaku yang diduga emosi langsung bereaksi dengan menendang sepeda motor korban, lalu memukul wajah dan dada Aji. Akibatnya, korban mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke tempat pengobatan. Kejadian ini terekam dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang kemudian viral di Facebook dan aplikasi perpesanan. Dalam video tersebut, tampak korban memegangi pipinya yang diduga menjadi sasaran pukulan, sementara seorang ibu berusaha melerai pertikaian tersebut.
Laporan Polisi Tak Kunjung Jelas
Erah, ibu korban, menyatakan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi segera setelah kejadian. Namun, hingga Jumat, 15 Mei 2026, tidak ada perkembangan berarti dalam penanganan kasus tersebut. “Sampai sekarang belum jelas tindak lanjutnya di Polres Sukabumi. Udah 7 bulan belum ada kelanjutannya, bukti-bukti udah diserahkan kepada kepolisian, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujar Erah kepada Tribunjabar.id.
Keluarga korban merasa kecewa dan frustrasi dengan lambannya proses hukum. Mereka menilai bahwa kasus yang telah viral dan mendapat perhatian publik seharusnya mendapat prioritas penanganan. Erah menambahkan bahwa kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas tidak seharusnya menjadi penghalang untuk mendapatkan keadilan. “Walaupun suami saya tukang rongsok, walaupun saya orang miskin, orang kampung, berhak keadilan,” tegasnya.
Dalam situasi yang serupa, beberapa kasus di Jawa Barat juga menunjukkan pentingnya penanganan cepat oleh aparat. Misalnya, DPRD Bandung Desak Anggaran Bantuan Hukum Berbasis Data untuk memastikan akses keadilan bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, DPRD Bandung Desak Anggaran Bantuan Hukum Berbasis Data Riil juga menjadi sorotan agar pendataan lebih akurat.
Kronologi Kejadian dan Dampak pada Korban
Menurut penuturan Erah, kronologi kejadian berawal saat Aji pulang sekolah dalam kondisi cuaca hujan. “Awalnya, anak saya pulang dari sekolah. Kan musim hujan, di jalan kan ada jeglongan (lubang) kecil, berpapasan sama pelaku. Terus anak saya sampai di motornya ditendang, mukanya dipukul, dadanya ditonjok. Kan waktu itu anak saya kesakitan sampai ke dia napasnya juga sesak gitu,” jelas Erah.
Dampak fisik yang dialami Aji cukup serius. Ia mengalami sesak napas akibat pukulan di dada dan harus mendapatkan perawatan medis. Secara psikologis, kejadian ini juga meninggalkan trauma. Aji diketahui menjadi lebih pendiam dan tidak banyak bercerita mengenai kejadian tersebut. Hal ini menambah kekhawatiran keluarga akan kondisi mental anaknya.
Video yang viral di media sosial menunjukkan betapa brutalnya tindakan pelaku. Dalam rekaman, terlihat seorang pria berkemeja dengan marah-marah dan memukul korban yang masih mengenakan seragam olahraga sekolah. Seorang ibu yang ada di lokasi berusaha melerai, namun pelaku tetap melanjutkan aksinya. Video ini kemudian menyebar luas dan memicu kemarahan publik.
Erah berharap dengan viralnya kasus ini, pihak kepolisian, khususnya Polres Sukabumi, segera bergerak. Ia juga meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Kapolda dan Presiden Prabowo untuk mengawal kasus ini. “Harapannya mudah-mudahan dari Kapolres dan Bapak KDM, Kapolda, mudah-mudahan dan Bapak Presiden Prabowo, mudah-mudahan masalah anak saya cepat terselesaikan,” ucap Erah penuh harap.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan lambannya proses hukum di Indonesia, terutama untuk kasus-kasus yang melibatkan masyarakat kecil. Di sisi lain, aparat kepolisian juga tengah menangani berbagai kasus lain, seperti Anggota Polisi Ditodong Senjata Saat Kejar Pelaku Curanmor yang menunjukkan tantangan dalam penegakan hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Sukabumi mengenai perkembangan kasus tersebut. Keluarga korban berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan pelaku dapat diproses secara hukum. Mereka juga mengingatkan bahwa keadilan tidak boleh dipandang dari status sosial atau ekonomi seseorang.