Author: Redaksi

  • Rumah Tangga Dede Sunandar Terancam Kandas Usai Dugaan KDRT

    Rumah Tangga Dede Sunandar Terancam Kandas Usai Dugaan KDRT

    Jbnews.id – Rumah tangga komedian Dede Sunandar dan Karen Hertatum terancam kandas setelah heboh kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mencuat ke publik pada awal pekan ini. Pasangan yang telah menikah selama 12 tahun itu disebut sepakat untuk berpisah usai pengakuan Karen di sebuah podcast.

    Kasus ini bermula dari pernyataan Karen Hertatum dalam acara C8 Podcast bersama Dilan Janiyar. Di hadapan publik, ibu tiga anak itu mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban KDRT dan juga menuding adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Dede Sunandar.

    Dalam podcast tersebut, Karen Hertatum menceritakan secara rinci kekerasan yang pernah dialaminya. “Di situ aku dihajar habis-habisan. Sudah kayak aku tuh kayak sudah bukan manusia, dijambak, ditarik, aku dihajar,” ujar Karen dengan berderai air mata, sebagaimana dilihat pada Senin (18/5/2026).

    Menanggapi pengakuan istrinya, Dede Sunandar telah mengakui kesalahannya. Pihaknya juga sudah menyampaikan permintaan maaf dan mengembalikan Karen Hertatum kepada keluarganya. Langkah ini menjadi indikasi awal bahwa rumah tangga yang telah dibina sejak 2014 tersebut tidak dapat dipertahankan.

    Dede Sunandar dan Karen Hertatum menikah pada tahun 2014. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga orang anak. Kini, dengan adanya kesepakatan pisah, masa depan anak-anak mereka pun menjadi perhatian publik.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari kedua belah pihak mengenai proses hukum atau mekanisme perceraian yang akan ditempuh. Publik pun menanti perkembangan selanjutnya dari kasus yang mengguncang jagat hiburan Tanah Air ini.

  • Kasus Viral Pelajar Sukabumi Dianiaya Mandek 7 Bulan

    Kasus Viral Pelajar Sukabumi Dianiaya Mandek 7 Bulan

    Jbnews.id – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar SMK di Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang videonya viral di media sosial, belum menunjukkan titik terang setelah tujuh bulan berlalu sejak laporan polisi dibuat. Ibu korban, Erah, mempertanyakan kinerja aparat kepolisian yang dinilai lamban dalam menindaklanjuti kasus yang menimpa anaknya, Aji Yansum Ashar.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 19 November 2025. Aji, seorang siswa kelas 10 SMKN 1 Surade asal Desa Cikangkung, diduga ditampar dan dipukul oleh seorang pria dewasa yang belum diketahui identitasnya. Insiden bermula saat korban tengah dalam perjalanan pulang sekolah menggunakan sepeda motor. Saat melewati jalan berlubang yang tergenang air, ban motornya secara tidak sengaja mencipratkan air ke arah pelaku.

    Pelaku yang diduga emosi langsung bereaksi dengan menendang sepeda motor korban, lalu memukul wajah dan dada Aji. Akibatnya, korban mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke tempat pengobatan. Kejadian ini terekam dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang kemudian viral di Facebook dan aplikasi perpesanan. Dalam video tersebut, tampak korban memegangi pipinya yang diduga menjadi sasaran pukulan, sementara seorang ibu berusaha melerai pertikaian tersebut.

    Laporan Polisi Tak Kunjung Jelas

    Erah, ibu korban, menyatakan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polres Sukabumi segera setelah kejadian. Namun, hingga Jumat, 15 Mei 2026, tidak ada perkembangan berarti dalam penanganan kasus tersebut. “Sampai sekarang belum jelas tindak lanjutnya di Polres Sukabumi. Udah 7 bulan belum ada kelanjutannya, bukti-bukti udah diserahkan kepada kepolisian, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujar Erah kepada Tribunjabar.id.

    Keluarga korban merasa kecewa dan frustrasi dengan lambannya proses hukum. Mereka menilai bahwa kasus yang telah viral dan mendapat perhatian publik seharusnya mendapat prioritas penanganan. Erah menambahkan bahwa kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas tidak seharusnya menjadi penghalang untuk mendapatkan keadilan. “Walaupun suami saya tukang rongsok, walaupun saya orang miskin, orang kampung, berhak keadilan,” tegasnya.

    Dalam situasi yang serupa, beberapa kasus di Jawa Barat juga menunjukkan pentingnya penanganan cepat oleh aparat. Misalnya, DPRD Bandung Desak Anggaran Bantuan Hukum Berbasis Data untuk memastikan akses keadilan bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, DPRD Bandung Desak Anggaran Bantuan Hukum Berbasis Data Riil juga menjadi sorotan agar pendataan lebih akurat.

    Kronologi Kejadian dan Dampak pada Korban

    Menurut penuturan Erah, kronologi kejadian berawal saat Aji pulang sekolah dalam kondisi cuaca hujan. “Awalnya, anak saya pulang dari sekolah. Kan musim hujan, di jalan kan ada jeglongan (lubang) kecil, berpapasan sama pelaku. Terus anak saya sampai di motornya ditendang, mukanya dipukul, dadanya ditonjok. Kan waktu itu anak saya kesakitan sampai ke dia napasnya juga sesak gitu,” jelas Erah.

    Dampak fisik yang dialami Aji cukup serius. Ia mengalami sesak napas akibat pukulan di dada dan harus mendapatkan perawatan medis. Secara psikologis, kejadian ini juga meninggalkan trauma. Aji diketahui menjadi lebih pendiam dan tidak banyak bercerita mengenai kejadian tersebut. Hal ini menambah kekhawatiran keluarga akan kondisi mental anaknya.

    Video yang viral di media sosial menunjukkan betapa brutalnya tindakan pelaku. Dalam rekaman, terlihat seorang pria berkemeja dengan marah-marah dan memukul korban yang masih mengenakan seragam olahraga sekolah. Seorang ibu yang ada di lokasi berusaha melerai, namun pelaku tetap melanjutkan aksinya. Video ini kemudian menyebar luas dan memicu kemarahan publik.

    Erah berharap dengan viralnya kasus ini, pihak kepolisian, khususnya Polres Sukabumi, segera bergerak. Ia juga meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Kapolda dan Presiden Prabowo untuk mengawal kasus ini. “Harapannya mudah-mudahan dari Kapolres dan Bapak KDM, Kapolda, mudah-mudahan dan Bapak Presiden Prabowo, mudah-mudahan masalah anak saya cepat terselesaikan,” ucap Erah penuh harap.

    Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan lambannya proses hukum di Indonesia, terutama untuk kasus-kasus yang melibatkan masyarakat kecil. Di sisi lain, aparat kepolisian juga tengah menangani berbagai kasus lain, seperti Anggota Polisi Ditodong Senjata Saat Kejar Pelaku Curanmor yang menunjukkan tantangan dalam penegakan hukum.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Sukabumi mengenai perkembangan kasus tersebut. Keluarga korban berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan pelaku dapat diproses secara hukum. Mereka juga mengingatkan bahwa keadilan tidak boleh dipandang dari status sosial atau ekonomi seseorang.

  • Ahmad Dhani Tak Dilibatkan Persiapan Pernikahan El Rumi

    Ahmad Dhani Tak Dilibatkan Persiapan Pernikahan El Rumi

    Jbnews.id – Ahmad Dhani mengaku tidak dilibatkan dalam proses persiapan pernikahan putranya, Jalaluddin El Rumi, dengan Syifa Hadju yang rencananya digelar 26 April 2026. Pengakuan pentolan Dewa 19 itu disampaikan langsung kepada media di kediamannya, Kamis (16/4).

    Dhani secara terbuka menyatakan perannya hanya diminta untuk menyumbang. Ia mengungkapkan ketidaktahuannya mengenai detail konsep acara hingga prosesi pernikahan.

    “Saya gak dilibati, El cuma minta saya nyumbang doang, beneran saya aja gak tahu kapan tanggalnya,” tutur Dhani seperti dikutip dalam keterangannya.

    Ketika ditanya lebih lanjut, ayah kandung El Rumi ini juga mengaku tidak mengetahui lokasi pasti resepsi pernikahan. Informasi yang ia pekal hanya kota pelaksanaannya.

    “Setahu saya akan di Jakarta dan Bali, tapi gak tahu dimana,” pungkas Dhani sebelum bergegas meninggalkan lokasi.

    Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju telah menjadi perbincangan publik. Rencana awal menyebut acara akan digelar di sebuah hotel mewah di Jakarta pada akhir April 2026.

    Pengakuan Dhani ini menyiratkan adanya dinamika dalam keluarga terkait penyelenggaraan hajatan besar tersebut. Pernyataannya yang singkat dan langsung menjadi sorotan utama berbagai pemberitaan.

  • Fadly Alberto Klaim Ucapan Rasis Picu Tendangan Kungfu di EPA U-20

    Fadly Alberto Klaim Ucapan Rasis Picu Tendangan Kungfu di EPA U-20

    Jbnews.id – Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, mengaku mendapat ucapan rasis yang memancing emosi sebelum melancarkan tendangan kungfu ke pemain Dewa United dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Klub membenarkan pengakuan pemain eks Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 tersebut, meski tidak membenarkan aksinya.

    Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pandu, menyatakan pihaknya telah menerima pengakuan langsung dari Fadly Alberto, yang akrab disapa Beto, terkait dugaan insiden tersebut. Yongky menegaskan bahwa ofisial tim tidak terlibat dalam keributan yang terjadi, meski narasi yang beredar juga menyebut keterlibatan staf pelatih.

    “Ada pengakuan dari pemain terkait dugaan ucapan rasis yang memancing emosi. Dari pengakuan Beto (Fadly Alberto) sendiri, dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Dia dikatakan, mohon maaf, ‘hitam’ atau apa segala macam,” kata Yongky, dikutip dari detikJateng.

    Pemain muda Bhayangkara FC, Fadly Alberto.

    Yongky menjelaskan bahwa ucapan tersebut yang kemudian memicu luapan emosi Fadly Alberto. Namun, ia juga menyebut bahwa pemain Dewa United terlebih dahulu melakukan tendangan serupa sebelum aksi Fadly terjadi. “Sehingga dia merasa emosi dan meluapkan emosinya itu ke salah satu pemain di video viral itu. Tapi sebelum itu, pemain Dewa pun juga melakukan tendangan seperti yang dilakukan Beto,” ujarnya menambahkan.

    Insiden yang terekam video dan menjadi viral itu menunjukkan Fadly Alberto melancarkan tendangan keras ke arah pemain Dewa United U-20. Korban terlihat mengalami luka di wajah berdasarkan foto yang beredar. Aksi ini berpotensi mendatangkan sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI terhadap pemain berusia muda tersebut.

    Pihak Bhayangkara FC secara tegas menyatakan tidak membenarkan tindakan pemainnya. Yongky menekankan bahwa level EPA U-20 adalah ajang pembinaan yang seharusnya diisi dengan nilai-nilai positif. “Sekali lagi kami tidak membenarkan tindakan pemain kami. Itu jelas tidak baik, apalagi ini level pembinaan,” ucapnya.

    Klub saat ini sedang melakukan evaluasi internal, khususnya terhadap Fadly Alberto. Proses pendalaman alasan di balik aksi pemain yang dibina dari usia dini itu sedang dilakukan. “Kami tanya kenapa kamu seperti ini, kami ajak diskusi. Kami tetap akan memberikan pembinaan secara khusus, bagaimanapun juga itu pemain kami yang kami bina dari usia dini,” jelas Yongky.

    Bhayangkara FC berjanji akan terus mengupayakan penerapan nilai-nilai pembinaan sepakbola yang positif. Insiden ini dinilai mencoreng nama baik klub di tengah komitmen mereka terhadap pengembangan pemain muda. Sanksi disipliner dari PSSI menjadi konsekuensi nyata yang dihadapi Fadly Alberto atas aksinya di lapangan.

    Kasus ini menyoroti kembali isu perlakuan tidak sportif dan diskriminasi di level sepakbola usia muda Indonesia. EPA U-20 sebagai kompetisi elite pembinaan diharapkan menjadi wadah penanaman karakter, di samping pengembangan skill teknis pemain.

  • Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Super League

    Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Super League

    Jbnews.id – Persib Bandung berhasil meraih satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United dalam lanjutan Super League di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026) malam WIB. Maung Bandung bangkit dari ketertinggalan dua gol, sementara tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain setelah Alex Martins menerima kartu merah.

    Hasil ini menambah koleksi poin Persib menjadi 65, mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara. Sementara itu, Dewa United tetap di peringkat ketujuh dengan 41 poin.

    Laga dimulai dengan tekanan awal dari Persib. Belum genap satu menit, Ramon Tanque sudah mengancam. Peluang lain datang pada menit ke-13 melalui sundulan Tanque yang masih melambung. Namun, justru Dewa United yang unggul lebih dulu. Alex Martins mencetak gol pertama setelah memanfaatkan umpan dari Alexis Messidoro.

    Persib tampak kesulitan membangun serangan dan kembali kebobolan pada menit ke-61. Ricky Kambuaya menggandakan keunggulan Dewa United menjadi 2-0. Situasi berubah dua menit kemudian ketika Alex Martins, pencetak gol pertama, mendapat kartu merah, memaksa Dewa United bermain dengan sepuluh pemain.

    Kebangkitan Persib di Akhir Laga

    Keunggulan numerik dimanfaatkan Persib untuk bangkit. Tim asuhan Bandung mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-77. Thom Haye maju sebagai eksekutor dan sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

    Tekanan berlanjut dan berbuah gol penyama kedudukan di menit ke-86. Andrew Jung menyambut umpan silang dengan sundulan yang tak bisa dihalau kiper Dewa United, Sonny Stevens. Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan usai.

    Susunan pemain Persib Bandung: Teja Paku Alam; Kakang Rudianto, Julio Cesar, Federico Barba, Eliano Reijnders; Marc Klok, Thom Haye, Adam Alis; Beckham Putra, Berguinho, Ramon Tanque.

    Susunan pemain Dewa United: Sonny Stevens; Johnathan Pereira, Damion Lowe, Brian Fatari, Altariq Ballah; Jaja, Ivar Jenner; Alexis Messidoro, Ricky Kambuaya, Noah Sadaoui; Alex Martins.

    Poin ini menjadi modal penting bagi Persib dalam perburuan gelar juara Super League. Sementara bagi Dewa United, hasil ini merupakan catatan positif meski gagal mempertahankan keunggulan.

  • PMI Banten Jadi Percontohan Sertifikasi Nasional Relawan

    PMI Banten Jadi Percontohan Sertifikasi Nasional Relawan

    Telset.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten ditetapkan sebagai percontohan nasional untuk program sertifikasi kompetensi relawan. Penetapan ini dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada April 2026, menandai langkah standarisasi kualitas relawan kemanusiaan di Indonesia.

    Program sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan setiap relawan PMI memiliki kompetensi standar yang diakui secara nasional. Prosesnya melibatkan asesmen langsung terhadap sejumlah relawan dari berbagai kabupaten/kota di Banten.

    Sejumlah relawan PMI Banten, mengikuti witnesses assesment. (ISTIMEWA)

    Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah. “Kami mendukung penuh program sertifikasi relawan PMI Banten. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kredibilitas relawan dalam penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan,” ujarnya.

    Sekda Banten Deden Apriandhi Hartawan. (ISTIMEWA)

    Pemilihan Banten sebagai pilot project didasarkan pada kapasitas dan kinerja PMI daerah tersebut. Keberhasilan implementasi di Banten diharapkan dapat menjadi model yang akan direplikasi di provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia.

    Dengan status sebagai percontohan, PMI Banten memikul tanggung jawab untuk menyukseskan program yang dapat berdampak pada sistem penanggulangan bencana nasional. Standar kompetensi yang diterapkan mencakup berbagai aspek, termasuk pertolongan pertama, logistik, dan manajemen darurat.

    Implementasi sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan respon dan efektivitas bantuan kemanusiaan, terutama di daerah rawan bencana. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor sosial dan kemanusiaan.

  • 2.074 Pasangan Bercerai di Tangerang Awal 2026

    2.074 Pasangan Bercerai di Tangerang Awal 2026

    Telset.id – Sebanyak 2.074 pasangan di Kota Tangerang resmi bercerai pada periode Januari hingga pertengahan April 2026. Data ini tercatat berdasarkan putusan Pengadilan Agama setempat.

    Angka tersebut menunjukkan dinamika perceraian di wilayah tersebut pada kuartal pertama tahun ini. Proses perceraian tersebut telah mendapatkan kekuatan hukum tetap melalui lembaga peradilan yang berwenang.

    Awal 2026, 2.074 Pasangan Bercerai di Tangerang

    Informasi mengenai perceraian ini menjadi salah satu data sosial yang tercatat di tengah berita lain dari wilayah Tangerang. Pemberitaan lain yang muncul bersamaan meliputi insiden kecelakaan dan pengawasan kebijakan publik.

    Sebagai contoh, sebuah insiden tenggelam terjadi di Danau Ciangir, Legok, yang diduga dipicu oleh kambuhnya penyakit ayan pada korban.

    Diduga Ayan Kambuh, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Ciangir Legok

    Di sisi lain, pemerintah setempat juga aktif melakukan berbagai pengawasan. Satgas Pangan Tangerang, misalnya, memperketat pengawasan harga komoditas menjelang akhir tahun 2025.

    Satgas Pangan Tangerang Perketat Pengawasan Harga Menjelang Akhir Tahun

    Isu banjir juga menjadi perhatian, seperti yang terjadi di kawasan Citra Prima Serpong 2. Kejadian banjir yang berulang ini telah mendorong respons dari Wakil Wali Kota Tangerang Selatan.

    Banjir Citra Prima Serpong 2 Berulang, Ini Kata Wakil Wali Kota Tangsel

    Kesiapsiagaan terhadap bencana juga dijalankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang. Mereka menyiagakan command center operasional 24 jam untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.

    BPBD Tangerang Siagakan Command Center 24 Jam Antisipasi Cuaca Ekstrem

    Data perceraian 2.074 pasangan ini hadir dalam konteks berbagai peristiwa lokal lainnya yang turut diangkat oleh media. Beberapa gambar pendukung lain dari pemberitaan sekitar meliputi dokumentasi insiden dan aktivitas di wilayah tersebut.

    IMG-20260419-WA0031
    IMG-20260419-WA0011
    IMG-20260419-WA0004
    IMG-20260419-WA0003
    IMG_20260419_122009

    Catatan perceraian dari Pengadilan Agama Tangerang ini memberikan gambaran awal mengenai tren sosial di wilayah tersebut pada tahun 2026. Data ini menjadi bagian dari statistik resmi yang tersedia untuk publik.

  • Ayu Aulia Operasi Hidung Pakai Tulang Iga Rp 100 Juta

    Ayu Aulia Operasi Hidung Pakai Tulang Iga Rp 100 Juta

    Telset.id – Artis Ayu Aulia menjalani operasi plastik hidung ketujuh atau kedelapan kalinya dengan metode tulang iga senilai sekitar Rp 100 juta. Prosedur ini dipilih untuk hasil yang lebih tahan lama dan natural, terutama untuk persiapan peran dalam film horor terbarunya.

    Ayu ditemui masih mengenakan perban di hidungnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/4/2026). Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara operasi kali ini dengan prosedur sebelumnya yang menggunakan implan.

    “Kalau yang kemarin itu kan pakai implan, jadi bisa diulang-ulang terus dan aku capek. Kalau pakai tulang iga ini kan lebih long lasting,” ujar Ayu, seperti dikutip dari keterangan resminya.

    Alasan utama di balik keputusan ini terkait langsung dengan tuntutan pekerjaannya di industri hiburan. Ayu mengungkapkan ada permintaan spesifik dari produser film horor yang akan dibintanginya.

    “Produsernya bilang hidung aku kepanjangan, jadi kita sesuaikan saja sama tuntutan peran,” katanya. Ia menegaskan operasi ini bukan dilatarbelakangi rasa kurang percaya diri, melainkan untuk menunjang penampilan di depan kamera.

    Dari segi biaya, operasi dengan tulang iga memang lebih mahal. Ayu membeberkan kisaran harga prosedur ini antara Rp 70 juta hingga Rp 80 juta, tergantung kasus. Untuk kasusnya sendiri, biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 100 juta.

    Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu 10 hingga 14 hari. Selama masa itu, Ayu harus menjalani sejumlah pantangan, termasuk tidak merokok dan menghindari makanan pedas. Ia mengklaim metode tulang iga memiliki risiko efek samping lebih rendah dibandingkan implan.

    Rencana ke depan, usai pemulihan hidung, Ayu sudah menyiapkan prosedur kecantikan berikutnya: liposuction untuk membentuk otot perut. Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) disebutnya sebagai salah satu pendorong.

    “Mungkin lebih ke-FOMO ya. Sebenarnya aku merasa cantik tanpa operasi, tapi ya namanya perempuan kadang pengin ikut-ikutan,” tutup Ayu.

  • Komunitas Moge MBI Gelar HUT ke-7 dan Kampanye ‘No Sirine, No Strobo’

    Komunitas Moge MBI Gelar HUT ke-7 dan Kampanye ‘No Sirine, No Strobo’

    Telset.id – Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta merayakan hari jadinya yang ke-7 pada 12 April 2026 di Jakarta, dengan menggelar acara silaturahmi ratusan biker dan menegaskan komitmen kampanye keselamatan ‘No Sirine, No Strobo’.

    Acara yang bertema “7 Years of Passion and Ride” ini dihadiri oleh ratusan anggota dari berbagai komunitas motor besar, seperti Police Owners Group (POG), Harley Owners Group (H.O.G.) Anak Elang Jakarta Chapter, HOGERS Indonesia, dan Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI). Ketua MBI DKI Jakarta, Don Alwiciano, menyatakan acara ini sebagai wujud syukur atas persaudaraan yang terjalin.

    Anniversary komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta yang ke-7 pada tanggal 12 April 2026, di Jakarta

    “MBI DKI Jakarta telah menjalani persaudaraan dalam klub dan dengan penggemar motor kubikasi besar selama tujuh tahun,” kata Don Alwiciano dalam keterangan resmi. Acara ini juga bertepatan dengan momentum halal bihalal usai Ramadan, yang dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antarpecinta motor besar di Indonesia.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan rolling thunder yang diikuti lebih dari 100 biker dari kawasan Asia Afrika menuju lokasi acara di Gatot Subroto. Kegiatan berlangsung tertib dengan MBI DKI Jakarta bertindak sebagai road captain. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan MBI, Bambang Soesatyo.

    Fokus pada Keselamatan dan Kekompakan

    Selain sebagai perayaan, momentum ini digunakan untuk memperkuat komitmen terhadap keselamatan berkendara. Don Alwiciano menegaskan, salah satu kegiatan rutin MBI DKI Jakarta adalah safety riding course untuk seluruh anggota. “Kami ingin terus mengobarkan semangat saling menghormati antara sesama pengguna jalan, serta disiplin dan taat berlalu lintas, salah satunya dengan menerapkan no sirene, no strobo,” tegasnya.

    Kampanye ‘No Sirine, No Strobo’ menjadi pesan penting komunitas untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan saling menghargai. Langkah ini menunjukkan bahwa komunitas motor besar tak hanya berfokus pada hobi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial di jalan raya.

    Anniversary komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta yang ke-7 pada tanggal 12 April 2026, di Jakarta

    Christophorus Widiatmono, selaku Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua MBI DKI Jakarta, menyebut kekompakan sebagai kunci sukses acara. “Kegiatan ini adalah bukti bahwa rasa persaudaraan dan saling menghargai dapat menjadi dasar kerja sama yang kuat dan saling menularkan hal yang baik ke depannya,” ujarnya.

    Ekspansi dan Rencana Ke Depan

    Sebagai informasi, MBI kini telah memiliki lebih dari 18 chapter di seluruh Indonesia, dengan keanggotaan yang semakin beragam termasuk dari kalangan generasi muda. Don Alwiciano menyampaikan terima kasih atas kehadiran ratusan biker yang telah menyempatkan diri, menjadikan acara sebagai wadah silaturahmi yang efektif.

    Ke depan, MBI DKI Jakarta berencana untuk terus menggelar berbagai kegiatan positif. Rencana tersebut mencakup aktivitas touring hingga olahraga bersama, sejalan dengan visi untuk memupuk persaudaraan dan budaya berkendara yang aman di kalangan pengguna motor besar.

  • Alyssa Daguise Kenang Momen Jadi One Less Lonely Girl Justin Bieber

    Alyssa Daguise Kenang Momen Jadi One Less Lonely Girl Justin Bieber

    Jbnews.id – Alyssa Daguise kembali mengenang momen langka saat terpilih sebagai “One Less Lonely Girl” dalam konser Justin Bieber di Jakarta tahun 2011. Kenangan itu diunggahnya melalui Instagram Stories pada Senin, 20 April 2026, bersamaan dengan ekspresi keinginannya untuk menyaksikan penampilan Bieber di Coachella.

    Dalam unggahan tersebut, istri dari Al Ghazali itu menuliskan “OLLG for life,” singkatan dari One Less Lonely Girl, sebuah program ikonik dari tur Bieber yang mengajak seorang penggemar ke atas panggung. Unggahan foto kebersamaan dengan Justin Bieber itu membangkitkan nostalgia penggemar di Indonesia.

    Alyssa Daguise

    Alyssa Daguise juga menyampaikan keinginannya untuk menonton Justin Bieber tampil di festival musik Coachella. “Ya Allah pengin teleportasi ke Coachella sekarang juga. (Mba-mba yang di belakang gak usah tenangin diri kalian. Normal kok begitu ajah aman,” tulisnya dalam Instagram Stories yang sama.

    Momen awal yang dikenang Alyssa terjadi pada 2011 silam, ketika Justin Bieber menggelar konser di Sentul Convention Center, Bogor. Saat itu, Alyssa Daguise berkesempatan naik ke atas panggung dan menjadi bagian dari segmen spesial “One Less Lonely Girl” dalam konser tersebut.

    Alyssa Daguise

    Unggahan terbaru ini menunjukkan betapa momen tersebut masih melekat kuat dalam ingatannya, bahkan setelah 15 tahun berlalu. Konsep “One Less Lonely Girl” sendiri merupakan salah satu trademark dari tur Justin Bieber di era awal kariernya, yang selalu dinantikan oleh para penggemar perempuannya di berbagai kota.

    Dengan membagikan momen tersebut di tahun 2026, Alyssa Daguise secara tidak langsung juga mengingatkan publik pada euforia konser Justin Bieber di Indonesia lebih dari satu dekade lalu. Konser tersebut menjadi salah satu ajang hiburan musik internasional besar yang sukses digelar di tanah air.

    Alyssa Daguise

    Ekspresi keinginan Alyssa untuk “teleportasi” ke Coachella juga menyiratkan antusiasmenya terhadap perkembangan karier Justin Bieber yang masih aktif hingga kini. Kehadiran Bieber di panggung Coachella 2026 menjadi pembicaraan di kalangan penggemar global, termasuk di Indonesia.

    Unggahan kenangan ini mendapat perhatian dari pengikut akun media sosial Alyssa Daguise. Sebagai figur publik, ia turut membagikan fragmen pengalaman personal yang terkait dengan sejarah hiburan pop Indonesia.