Category: Otomotif

  • Komunitas Moge MBI Gelar HUT ke-7 dan Kampanye ‘No Sirine, No Strobo’

    Komunitas Moge MBI Gelar HUT ke-7 dan Kampanye ‘No Sirine, No Strobo’

    Telset.id – Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta merayakan hari jadinya yang ke-7 pada 12 April 2026 di Jakarta, dengan menggelar acara silaturahmi ratusan biker dan menegaskan komitmen kampanye keselamatan ‘No Sirine, No Strobo’.

    Acara yang bertema “7 Years of Passion and Ride” ini dihadiri oleh ratusan anggota dari berbagai komunitas motor besar, seperti Police Owners Group (POG), Harley Owners Group (H.O.G.) Anak Elang Jakarta Chapter, HOGERS Indonesia, dan Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI). Ketua MBI DKI Jakarta, Don Alwiciano, menyatakan acara ini sebagai wujud syukur atas persaudaraan yang terjalin.

    Anniversary komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta yang ke-7 pada tanggal 12 April 2026, di Jakarta

    “MBI DKI Jakarta telah menjalani persaudaraan dalam klub dan dengan penggemar motor kubikasi besar selama tujuh tahun,” kata Don Alwiciano dalam keterangan resmi. Acara ini juga bertepatan dengan momentum halal bihalal usai Ramadan, yang dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antarpecinta motor besar di Indonesia.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan rolling thunder yang diikuti lebih dari 100 biker dari kawasan Asia Afrika menuju lokasi acara di Gatot Subroto. Kegiatan berlangsung tertib dengan MBI DKI Jakarta bertindak sebagai road captain. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan MBI, Bambang Soesatyo.

    Fokus pada Keselamatan dan Kekompakan

    Selain sebagai perayaan, momentum ini digunakan untuk memperkuat komitmen terhadap keselamatan berkendara. Don Alwiciano menegaskan, salah satu kegiatan rutin MBI DKI Jakarta adalah safety riding course untuk seluruh anggota. “Kami ingin terus mengobarkan semangat saling menghormati antara sesama pengguna jalan, serta disiplin dan taat berlalu lintas, salah satunya dengan menerapkan no sirene, no strobo,” tegasnya.

    Kampanye ‘No Sirine, No Strobo’ menjadi pesan penting komunitas untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan saling menghargai. Langkah ini menunjukkan bahwa komunitas motor besar tak hanya berfokus pada hobi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial di jalan raya.

    Anniversary komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta yang ke-7 pada tanggal 12 April 2026, di Jakarta

    Christophorus Widiatmono, selaku Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua MBI DKI Jakarta, menyebut kekompakan sebagai kunci sukses acara. “Kegiatan ini adalah bukti bahwa rasa persaudaraan dan saling menghargai dapat menjadi dasar kerja sama yang kuat dan saling menularkan hal yang baik ke depannya,” ujarnya.

    Ekspansi dan Rencana Ke Depan

    Sebagai informasi, MBI kini telah memiliki lebih dari 18 chapter di seluruh Indonesia, dengan keanggotaan yang semakin beragam termasuk dari kalangan generasi muda. Don Alwiciano menyampaikan terima kasih atas kehadiran ratusan biker yang telah menyempatkan diri, menjadikan acara sebagai wadah silaturahmi yang efektif.

    Ke depan, MBI DKI Jakarta berencana untuk terus menggelar berbagai kegiatan positif. Rencana tersebut mencakup aktivitas touring hingga olahraga bersama, sejalan dengan visi untuk memupuk persaudaraan dan budaya berkendara yang aman di kalangan pengguna motor besar.

  • Kecelakaan Maut Truk di Probolinggo Dipicu Uji KIR Kedaluwarsa Sejak 2023

    Kecelakaan Maut Truk di Probolinggo Dipicu Uji KIR Kedaluwarsa Sejak 2023

    Telset.id – Sebuah truk trailer dengan uji KIR kedaluwarsa sejak 2023 menjadi penyebab kecelakaan beruntun maut di Probolinggo, Jawa Timur, yang menewaskan empat orang. Kecelakaan terjadi Sabtu (18/4/2026) malam akibat rem blong.

    Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, mengonfirmasi truk trailer Nissan kontainer bernomor polisi B-9625-UEJ mengalami gagal rem saat melintasi jalan menurun. Kendaraan itu menabrak lima kendaraan lain yang sedang berhenti di perlintasan kereta api di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan.

    Pengecekan status uji berkala melalui aplikasi Mitra Darat Kementerian Perhubungan membuktikan truk tersebut tidak memiliki sertifikat uji KIR aktif. Masa berlaku uji terakhir, yang dilakukan 28 April 2023, telah habis pada 28 Oktober 2023.

    Kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalur Selatan arah Lumajang menuju Probolinggo, tepatnya di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Proses evakuasi seluru

    Korban jiwa dalam insiden tersebut adalah pengemudi dan tiga penumpang Toyota Vios Limo bernopol AG-1644-EG yang meninggal di tempat kejadian. Kendaraan lain yang tertabrak adalah Pickup Daihatsu Granmax P-8361-GL, Pickup N-8387-YH, Toyota Hi-Ace P-7022-QB, dan Truck Tractor Head Hino T-9698-TA.

    Sistem Pengawasan dan Faktor Manusia

    Erreza Hardian, praktisi keselamatan dan anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI), menyoroti kegagalan sistem pengawasan. Menurutnya, ada sistem aman yang tidak berjalan, terutama terkait perawatan kendaraan dan penanganan darurat pengemudi.

    “Kenapa sampai perawatan tidak terjadi, KIR sudah mati padahal mereka bekerja tidak secara personal ada korporasi atau perusahaan?” kata Reza. Ia menegaskan insiden serupa kerap terjadi karena kombinasi masalah teknis dan human error.

    Hardian menambahkan, keterampilan emergency handling saat rem blong belum diajarkan secara formal di Indonesia. IMI berencana turun langsung memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada pengemudi kendaraan besar untuk meningkatkan pengetahuan dan etika berkendara.

    Advokasi juga dilakukan untuk menyempurnakan kurikulum sekolah mengemudi, baik untuk motor maupun kendaraan besar, sebagai bagian dari pilar Sistem Aman dalam keselamatan jalan raya.

  • Biaya Isi Penuh Tangki Pajero-Fortuner Tembus Rp 2 Juta

    Biaya Isi Penuh Tangki Pajero-Fortuner Tembus Rp 2 Juta

    Telset.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diesel non-subsidi memaksa pemilik Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport mengeluarkan biaya hingga Rp 2,04 juta untuk mengisi penuh tangki mobil mereka. Penyesuaian harga oleh Pertamina dan BP membuat Pertamina Dex dan BP Ultimate Diesel dijual di atas Rp 23.600 per liter.

    Berdasarkan data resmi dari laman mypertamina.id, harga Dexlite terkini adalah Rp 23.600 per liter, naik Rp 9.400 dari bulan sebelumnya. Sementara Pertamina Dex dijual Rp 23.900 per liter, meningkat dari harga lama Rp 14.500. BP juga menaikkan harga Ultimate Diesel menjadi Rp 25.560 per liter dari sebelumnya Rp 14.620.

    Kenaikan drastis ini langsung berdampak pada biaya operasional kendaraan diesel tangguh seperti Fortuner dan Pajero Sport. Kedua SUV ini memiliki kapasitas tangki bahan bakar yang besar, sehingga kenaikan per liter berimplikasi signifikan pada total pengeluaran.

    Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x2 A/T

    Rincian Biaya Full Tank Fortuner dan Pajero Sport

    Spesifikasi resmi menunjukkan perbedaan kapasitas tangki antara kedua mobil. Toyota Fortuner memiliki tangki berkapasitas 80 liter, lebih besar dari Pajero Sport yang berkapasitas 68 liter. Perbedaan ini membuat biaya pengisian dari kondisi kosong untuk Fortuner lebih tinggi.

    Mengacu pada rekomendasi bahan bakar dalam buku panduan untuk model Euro4, kedua mobil diesel ini disarankan menggunakan BBM dengan kandungan sulfur 50 ppm atau kurang, seperti Pertamina Dex atau BP Ultimate Diesel.

    Berikut perhitungan biaya isi penuh tangki dari kondisi kosong:

    • Toyota Fortuner (80 liter): Dengan Pertamina Dex (Rp 23.900/liter), biayanya Rp 1.912.000. Jika menggunakan BP Ultimate Diesel (Rp 25.560/liter), biaya melonjak menjadi Rp 2.044.800.
    • Mitsubishi Pajero Sport (68 liter): Mengisi dengan Pertamina Dex membutuhkan dana Rp 1.625.200. Sementara dengan BP Ultimate Diesel, pengeluaran mencapai Rp 1.738.080.

    Dalam skenario lebih realistis dimana masih tersisa 5 liter BBM di dalam tangki, perhitungannya menjadi:

    • Fortuner (butuh 75 liter): Biaya dengan Pertamina Dex adalah Rp 1.792.500. Dengan BP Ultimate Diesel, biaya menjadi Rp 1.917.000.
    • Pajero Sport (butuh 63 liter): Pengisian Pertamina Dex menelan biaya Rp 1.505.700. Untuk BP Ultimate Diesel, diperlukan Rp 1.610.280.

    Spesifikasi Mesin dan Konsumsi BBM

    Mitsubishi Pajero Sport menawarkan dua pilihan mesin diesel. Opsi pertama mesin 2.5L dengan tenaga 136 PS pada 4.000 rpm dan torsi 324 Nm pada 2.000 rpm. Opsi kedua adalah mesin 2.4L bertenaga 181 PS pada 3.500 rpm dan torsi 430 Nm pada 2.500 rpm.

    Sementara Toyota Fortuner memiliki variasi mesin lebih banyak, termasuk diesel dan bensin. Untuk varian diesel, tersedia mesin 2.8L berdaya 203,9 PS pada 3.000-4.000 rpm dan torsi 50,9 kgm pada 1.600-2.800 rpm, serta mesin 2.4L berdaya 149,6 PS pada 3.400 rpm dan torsi 40,8 kgm pada 1.600-2.000 rpm. Ada juga varian bensin 2.7L dengan tenaga 163 PS.

    Kenaikan harga BBM ini terjadi di tengah tren penggunaan kendaraan diesel tangguh di Indonesia. Dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik perorangan, tetapi juga berpotensi memengaruhi biaya logistik dan operasional bisnis yang mengandalkan kendaraan jenis ini.

  • Gaikindo Kritik PPnBM Mobil, 80% Mobil Murah Dipakai Cari Nafkah

    Gaikindo Kritik PPnBM Mobil, 80% Mobil Murah Dipakai Cari Nafkah

    Telset.id – Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyoroti penerapan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada mobil. Ia menyatakan mayoritas mobil yang dibeli masyarakat Indonesia, yaitu 70-80 persen, berharga di bawah Rp 300 juta dan digunakan sebagai alat pencari nafkah, sehingga patut dipertanyakan statusnya sebagai barang mewah.

    Kukuh menyampaikan hal tersebut dalam perbincangan dengan media baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa mobil dengan harga di atas Rp 1 miliar yang memiliki fitur kemewahan jelas pantas dikenai PPnBM. Namun, realitas pasar menunjukkan konsentrasi pembelian justru pada kendaraan berharga terjangkau.

    “Mobil ini masih dianggap barang mewah, makanya dikenakan PPnBM. Ada memang mobil mewah, mobil di atas Rp 1 miliar, itu kan punya kemewahan. Udah harganya Rp 1 miliar, penumpangnya cuma (muat) dua misalkan. Tapi mobil yang banyak dibeli masyarakat kita dari datanya Gaikindo itu adalah 70-80 persen masyarakat kita beli mobil yang harganya di bawah Rp 300 juta,” ungkap Kukuh.

    Car dealer sales/rent car to the customer

    Menurutnya, mobil di bawah Rp 300 juta tersebut tidak lagi sekadar simbol kemewahan, melainkan alat untuk memenuhi kebutuhan mendesak, termasuk bekerja. Banyak dari kendaraan tersebut, seperti yang berada di segmen Low Cost Green Car (LCGC), digunakan sebagai armada taksi online atau ojek berbasis aplikasi.

    “Nah mobil-mobil itu bukan lagi sebuah kemewahan tapi masyarakat itu beli untuk keperluan yang sangat urgent, untuk bekerja, bahkan untuk mencari uang untuk nge-Grab misalkan, taksi online. Jadi pertanyaannya di mana dia mewahnya jadi dikenakan PPnBM?” tutur Kukuh.

    Ia mendorong adanya kajian mendalam untuk memperbaiki kebijakan PPnBM pada sektor otomotif. Kukuh menyarankan agar kategori mobil yang dikenai pajak mewah perlu dirinci lebih jelas, bukan dihapuskan secara keseluruhan. Kebijakan tersebut harus memiliki dasar yang kuat, mengingat masyarakat membutuhkan kendaraan untuk mobilitas dan penghidupan.

    “Bukan sekonyong-kong dihilangkan. Silakan dikaji, jadi kita mengambil kebijakan ada dasar yang sangat kuat. Dasarnya itu tadi kan masyarakat perlu kendaraan,” sambungnya.

    Saat ini, tarif PPnBM bervariasi berdasarkan kapasitas mesin dan tingkat emisi gas buang. Untuk mobil LCGC, tarif PPnBM yang dikenakan sebesar 3 persen. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.010/2021.

    Sementara itu, untuk mobil di segmen Low MPV atau Low SUV dengan harga di bawah Rp 400 juta, tarif PPnBM yang berlaku bisa mencapai 15 persen. Perbedaan tarif ini kembali menyoroti kompleksitas penentuan kategori ‘mewah’ pada kendaraan bermotor di Indonesia.

  • Toyota dan CATL Investasi Rp 1,3 Triliun untuk Baterai Hybrid Lokal

    Toyota dan CATL Investasi Rp 1,3 Triliun untuk Baterai Hybrid Lokal

    Jbnews.id – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menginvestasikan Rp 1,3 triliun bersama raksasa baterai China, CATL, untuk memproduksi sel dan modul baterai kendaraan hybrid di pabrik Karawang, dengan produksi komponen dimulai semester kedua 2026.

    Kerja sama strategis ini diumumkan langsung oleh Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, di Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, Senin (20/4/2026). Investasi besar ini bertujuan menghentikan impor komponen baterai utama untuk kendaraan hybrid Toyota yang dijual di Indonesia.

    “Melalui kolaborasi ini, kami akan memperdalam lokalisasi baterai kendaraan hybrid dengan pembuatan komponen sel dan modul baterai yang sejauh ini masih impor. Ke depannya akan diproduksi sendiri oleh talenta Indonesia,” jelas Nandi Julyanto dalam pernyataan resminya.

    Toyota Gandeng CATL Produksi Baterai Mobil Hybrid di Indonesia

    Nandi menegaskan bahwa lokalisasi produksi baterai ini merupakan proses bertahap yang membutuhkan waktu dan kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini bukan hanya untuk meningkatkan kandungan lokal, tetapi juga membangun fondasi ekosistem kendaraan elektrifikasi di dalam negeri.

    Menurut rencana, seluruh proses produksi baterai hybrid, mulai dari pembuatan sel, perakitan modul, hingga packing akhir, akan dikerjakan di fasilitas milik CATL yang terletak di Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut dinyatakan sudah siap secara operasional.

    Dampak Langsung dan Ambisi Ekspor

    Implikasi langsung dari kerja sama ini adalah semua mobil hybrid Toyota yang dipasarkan di Indonesia akan menggunakan baterai produksi dalam negeri. Namun, TMMIN belum dapat memastikan dampak lokalisasi ini terhadap harga jual kendaraan di pasaran.

    Lebih dari itu, Nandi Julyanto mengklaim pencapaian besar dari proyek ini. “TMMIN akan menjadi anak perusahaan Toyota pertama di ASEAN yang akan melakukan ekspor baterai ke pasar global,” ujarnya. Pernyataan ini menandai ambisi Indonesia tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga basis produksi dan ekspor komponen kendaraan elektrifikasi penting.

    Dukungan dari pihak CATL juga disampaikan secara eksplisit. Ni Zheng, Executive President of Japan Business Group CATL, menyambut baik kerja sama strategis ini. “Milestone hari ini hanya permulaan baru. Selanjutnya, CATL dan Toyota akan terus bekerja bersama-sama untuk meningkatkan bisnis kita di Indonesia dan Asia,” kata Zheng dalam kesempatan yang sama.

    Kolaborasi antara pabrikan otomotif tradisional seperti Toyota dengan pemain kunci baterai global seperti CATL mencerminkan percepatan transformasi industri menuju elektrifikasi, dengan Indonesia diposisikan sebagai hub produksi strategis di kawasan Asia Tenggara.

  • Biaya Balik Nama Kendaraan Bekas 2026: Gratis, Tapi Ada Pungutan Lain

    Biaya Balik Nama Kendaraan Bekas 2026: Gratis, Tapi Ada Pungutan Lain

    Telset.id – Pemilik kendaraan bekas kini bisa memperpanjang STNK tanpa KTP pemilik lama hingga akhir 2026, namun diwajibkan balik nama pada tahun depan. Kebijakan sementara dari Korlantas Polri ini memberikan kelonggaran bagi yang terkendala biaya, meski tarif bea balik nama sendiri sudah digratiskan.

    Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, Brigjen Pol Wibowo, menegaskan kebijakan dispensasi KTP lama hanya berlaku untuk tahun 2026. Pemilik yang membayar pajak dengan cara ini wajib mengisi formulir pernyataan dan kesanggupan untuk melakukan balik nama di tahun 2027.

    “Kalau tidak sanggup balik nama di tahun ini, misal karena faktor biaya walau BBN 2 itu gratis, kami berikan kesempatan untuk balik nama di tahun depan atau tahun 2027,” jelas Wibowo seperti dikutip dari CNN Indonesia.

    Ilustrasi STNK

    Proses balik nama mengharuskan pemilik mengurus mutasi keluar di Samsat tempat kendaraan pertama terdaftar, kemudian mutasi masuk dan balik nama di wilayah domisili baru. Meski bea balik nama sebesar 1% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) telah dihapus, beberapa biaya administrasi tetap berlaku.

    Berikut rincian biaya yang diperlukan untuk balik nama kendaraan bekas berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2020:

    • Bea balik nama kendaraan bermotor: Rp 0 (gratis)
    • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen: Besaran mengikuti ketentuan di STNK. Denda berlaku jika ada keterlambatan pembayaran periode sebelumnya.
    • SWDKLLJ: Rp 35.000 (motor) atau Rp 143.000 (mobil non-angkutan umum). Denda juga berlaku untuk keterlambatan.
    • Biaya penerbitan STNK: Rp 100.000 (roda dua/tiga) atau Rp 200.000 (roda empat atau lebih).
    • Biaya penerbitan TNKB: Rp 60.000 (roda dua/tiga) atau Rp 100.000 (roda empat atau lebih).
    • Biaya penerbitan BPKB: Rp 225.000 (motor) atau Rp 375.000 (mobil).

    Untuk kendaraan yang pindah wilayah, dikenakan biaya surat mutasi sebesar Rp 150.000 (motor) atau Rp 250.000 (mobil) berdasarkan ketentuan yang sama.

    Syarat utama balik nama meliputi E-KTP pemilik baru, STNK asli dan fotokopi, SKKP (notis pajak), BPKB asli dan fotokopi, serta bukti alih kepemilikan. Bukti tersebut bisa berupa kwitansi jual beli bermaterai Rp 10.000 atau surat keterangan ahli waris dari notaris untuk kasus warisan.

    Kebijakan ini menjadi angin segar bagi pasar kendaraan bekas, sekaligus upaya pemerintah mendorong kepatuhan administrasi kepemilikan kendaraan secara bertahap.

  • Modifikasi Ban Motor Besar Picu 6 Risiko Keselamatan

    Modifikasi Ban Motor Besar Picu 6 Risiko Keselamatan

    Telset.id – Tren modifikasi motor dengan ban berukuran besar berpotensi mengorbankan aspek keselamatan. Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, mengungkapkan enam dampak teknis kritis, mulai dari tarikan berat hingga jarak pengereman bertambah.

    Wahyu menegaskan, pabrikan merancang setiap komponen, termasuk ukuran ban, dengan perhitungan teknis yang saling berkaitan untuk menjamin performa dan keamanan. “Penggunaan ban tidak sesuai standar bisa berdampak pada banyak aspek,” ujarnya.

    Ilustrasi ban motor besar

    Meski penggantian ban besar tidak sepenuhnya dilarang, Wahyu meminta pertimbangan matang terhadap sejumlah kekurangan. Berikut enam risiko utama berdasarkan penjelasan ahli.

    Pertama, tarikan motor menjadi lebih berat. Ban besar memiliki bidang kontak lebih luas dengan jalan, meningkatkan gaya gesek. Mesin membutuhkan tenaga ekstra untuk menggerakkan roda, sehingga akselerasi terasa lambat.

    Kedua, konsumsi bahan bakar lebih boros. Beban kerja mesin yang meningkat berdampak langsung pada efisiensi. Motor memerlukan energi lebih besar untuk bergerak, sehingga pemakaian BBM menjadi tidak optimal.

    Ketiga, handling berubah dan kurang presisi. Karakter pengendalian motor bergeser. Setir bisa terasa berat dan kurang responsif, khususnya saat bermanuver atau menikung tajam. Hal ini mengurangi kendali pengemudi.

    Keempat, jarak pengereman berpotensi bertambah. Spesifikasi ban yang tidak sesuai memengaruhi kinerja sistem rem. Distribusi beban yang berubah membuat respons pengereman tidak seoptimal standar, memperpanjang jarak henti.

    Kelima, komponen kaki-kaki lebih cepat aus. Beban tambahan pada suspensi dan komponen lain di bagian kaki membuatnya bekerja ekstra. Potensi keausan dini pada komponen-komponen ini meningkat signifikan.

    Keenam, risiko gesekan dengan bodi motor. Jika tidak diimbangi penyesuaian tepat, ban besar dapat bergesekan dengan spakbor atau bagian bodi lain. Kondisi ini mengganggu kenyamanan dan membahayakan kestabilan berkendara.

    Wahyu Budhi kembali menekankan, saran terbaik adalah menggunakan ukuran ban sesuai standar pabrikan. Langkah ini memastikan seluruh sistem kendaraan berfungsi sebagaimana rancangan awal untuk keselamatan maksimal.

  • Yamaha Nmax Turbo Catat Konsumsi BBM 35 km/liter di Touring 350 km

    Yamaha Nmax Turbo Catat Konsumsi BBM 35 km/liter di Touring 350 km

    Telset.id – Yamaha Nmax Turbo mencatatkan angka konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 35 kilometer per liter dalam sesi test ride jarak jauh sejauh 350 kilometer di Sumatera Utara. Hasil ini diperoleh berdasarkan pantauan pada panel instrumen (MID) selama agenda Maxi Tour Boemi Nusantara 2026.

    Angka efisiensi 35 km/liter tersebut menarik perhatian, mengingat dalam beberapa pengujian lain, skutik bongsor ini dilaporkan mampu mencapai angka hingga 42 km/liter. Perbedaan hasil ini sangat dipengaruhi oleh faktor seperti gaya berkendara, kondisi jalan, dan bobot pengendara.

    Yamaha Nmax Turbo dalam agenda Maxi Tour Boemi Nusantara

    Agenda touring yang bertajuk Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 ini mengambil rute eksplorasi Toba Samosir secara 360 derajat. Rombongan start dari Balige, lalu melalui Tele, Pulau Samosir, Parapat, dan kembali ke titik awal di Balige. Perjalanan panjang ini tidak hanya menampilkan lanskap alam Danau Toba yang ikonik, tetapi juga menyuguhkan kekayaan budaya Batak yang eksotis.

    Karakter jalanan di kawasan Toba-Samosir menjadi arena uji yang menantang bagi Nmax Turbo. Rute didominasi oleh jalur lurus, tanjakan panjang, turunan teknis, serta tikungan berkelok. Kondisi ini dimanfaatkan untuk menjajal berbagai fitur unggulan skutik tersebut.

    Dalam test ride ini, unit Yamaha Nmax Turbo yang digunakan telah dilengkapi dengan sistem Yamaha Electric Continuously Variable Transmission (YECVT). Pengendara lebih sering menggunakan mode Sport yang diakses melalui tombol Y-Shift. Konfigurasi ini menghasilkan akselerasi yang responsif saat menanjak dan efek deselerasi yang lebih kuat saat menikung atau melalui turunan.

    Yamaha Nmax Turbo dalam agenda Maxi Tour Boemi Nusantara

    Data konsumsi BBM 35 km/liter dari perjalanan sejauh 350 km ini memberikan gambaran nyata tentang efisiensi Yamaha Nmax Turbo dalam kondisi touring riil dengan medan variatif. Hasil ini menjadi referensi penting bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi bahan bakar untuk perjalanan jarak jauh.

    Tour Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 sendiri merupakan agenda untuk mengeksplorasi kemampuan sekaligus menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia dengan menggunakan motor maxi. Etape pembuka di Toba Samosir menjadi pembuka untuk rangkaian perjalanan lainnya.

    Dengan karakter jalan yang menantang, pencatatan konsumsi BBM yang dilakukan secara real-time melalui MID memberikan data langsung yang dapat dipertimbangkan oleh calon pengguna. Efisiensi ini menunjukkan keseimbangan antara performa sporty dan kepraktisan untuk penggunaan touring sehari-hari.

    Keberagaman medan selama 350 km perjalanan, dari jalan datar Balige, kelokan di sekitar Samosir, hingga tanjakan dan turunan di tepian Danau Toba, mensimulasikan beragam kondisi berkendara yang mungkin dihadapi pengguna di berbagai daerah.

    Informasi ini melengkapi data performa Yamaha Nmax Turbo yang sebelumnya telah beredar, memberikan perspektif baru dari uji riil dalam event berskala nasional. Angka konsumsi BBM tetap menjadi salah satu parameter kunci dalam memilih skutik untuk kebutuhan mobilitas jarak jauh.

  • Beijing Auto Show 2026 Jadi Pameran Otomotif Terbesar di Dunia

    Beijing Auto Show 2026 Jadi Pameran Otomotif Terbesar di Dunia

    Jbnews.id – Beijing Auto Show 2026 resmi menjadi pameran otomotif terbesar di dunia dengan luas area pameran mencapai 380.000 meter persegi. Acara yang berlangsung dari 24 April hingga 3 Mei ini mengalahkan Shanghai Auto Show 2025 (360.000 m²) dan tiga kali lipat lebih besar dari GIIAS 2025 di Indonesia (120.000 m²).

    Pameran ini untuk pertama kalinya mengadopsi format dua lokasi, menggabungkan Pusat Pameran Internasional China (Aula Shunyi) dan Pusat Pameran Internasional Ibu Kota. Total bentangan kedua lokasi tersebut sekitar 1,3 kilometer dari utara ke selatan.

    Jadwal pameran dibagi menjadi tiga fase utama. Tanggal 24-25 April ditetapkan sebagai hari media, dilanjutkan hari pengunjung profesional pada 26-27 April, dan hari publik dari 28 April hingga 3 Mei. Jam kunjungan untuk audiens profesional dan publik sama, yaitu pukul 10:00 hingga 18:00 waktu setempat.

    Skala dan Partisipan Pameran

    Data resmi menunjukkan pameran ini akan menampilkan sekitar 1.451 kendaraan. Dari jumlah tersebut, terdapat 181 peluncuran perdana dunia dan 71 mobil konsep. Sebanyak 17 aula pameran akan digunakan, dengan 13 di antaranya dikhususkan untuk produk massal yang sudah jadi.

    Acara ini menghadirkan beragam produsen mobil global dan domestik. Merek internasional yang hadir antara lain BMW, Mercedes-Benz, Audi, Volkswagen, Toyota, dan Ford. Produsen mobil China seperti FAW Hongqi, Dongfeng Motor, Changan Automobile, Geely, dan Great Wall Motor juga akan mempresentasikan teknologi dan model terbaru mereka.

    Merek-merek baru yang fokus pada teknologi, termasuk Harmony Intelligent Mobility yang didukung Huawei, Nio, Xpeng, Li Auto, Xiaomi, dan Leapmotor, diharapkan memamerkan perkembangan di bidang sistem penggerak baterai listrik, jarak jauh, dan hidrogen.

    Kehadiran BYD dan Sub-Merek

    BYD, bersama dengan sub-mereknya Denza, Yangwang, dan Fangchengbao, diperkirakan akan memamerkan teknologi dan produk baru. Jajaran produk lainnya yang bakal hadir termasuk model Dynasty seperti Great Tang, Han, dan Qin Max, serta model seri Ocean seperti Seal 08 dan Sealion 08.

    Fangchengbao mungkin akan menghadirkan Ti 7 EV dan model seri F bergaya coupe. Yangwang berpotensi menampilkan varian empat tempat duduk U8L. Sementara Denza diperkirakan akan membawa Z9S dan kemungkinan mobil sport seri X. Semua detail model masih menunggu konfirmasi resmi dari masing-masing pabrikan.

    Selain produsen otomotif, pameran ini menampilkan peserta dari 21 negara dan wilayah di seluruh sektor rantai pasokan dan teknologi utama. Fokus pameran adalah pada elektrifikasi, sistem penggerak cerdas, dan arsitektur kendaraan digital, yang mencerminkan transisi industri yang sedang berlangsung.

    Lebih dari 200 konferensi pers dijadwalkan selama acara berlangsung. Partisipan konferensi mencakup para eksekutif, peneliti, pembuat kebijakan, dan media global. Skala event ini menegaskan posisi China sebagai pasar dan pusat inovasi otomotif dunia yang semakin dominan.