JBNews.id — Zona Kerja Sama Inovasi Digital Hijau China-Eropa (Baoting) di Provinsi Hainan, China selatan, terus mempercepat pembangunan sektor-sektor utamanya sebagai proyek unggulan peradaban ekologis nasional. Proyek ini dirancang untuk membangun sistem pengembangan industri hijau dan rendah karbon, mendorong ekonomi digital hijau, serta mencapai pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi.
Berdasarkan laporan dari ANTARA pada 5 Juni 2026, dua kawasan utama dalam zona kerja sama ini, yaitu Area Awal Ningyuan dan Kawasan Industri Medis dan Kesehatan Jiamao, menunjukkan progres pembangunan yang lancar. Aktivitas konstruksi terpantau aktif di kedua lokasi tersebut pada 3 Juni 2026 lalu.
Seorang pekerja terlihat memindahkan bahan bangunan di lokasi pembangunan Kawasan Industri Medis dan Kesehatan Jiamao. Sementara itu, di Area Awal Ningyuan, pekerja lain sibuk meratakan semen sebagai bagian dari proses pembangunan infrastruktur. Kegiatan ini menandai komitmen nyata pemerintah China dalam mewujudkan kawasan percontohan hijau yang terintegrasi.

Zona Kerja Sama Inovasi Digital Hijau China-Eropa (Baoting) merupakan salah satu proyek strategis yang mendapatkan mandat langsung dari pemerintah pusat China. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan inovasi digital dengan prinsip-prinsip ekonomi hijau. Kawasan ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan zona industri serupa di seluruh China dan bahkan di kawasan Asia Tenggara.
Pembangunan Kawasan Industri Medis dan Kesehatan Jiamao menjadi sorotan karena sektor kesehatan dan medis merupakan salah satu pilar penting dalam ekonomi hijau. Kawasan ini dirancang untuk memproduksi peralatan medis ramah lingkungan serta mengembangkan riset farmasi berbasis bahan baku alami yang berkelanjutan.
Sementara itu, Area Awal Ningyuan akan menjadi pusat inovasi digital hijau. Kawasan ini akan menampung perusahaan rintisan dan pusat riset yang fokus pada teknologi energi terbarukan, manajemen limbah digital, dan efisiensi sumber daya. Integrasi antara data center hijau dan infrastruktur digital menjadi salah satu prioritas utama di kawasan ini.
Langkah China ini relevan dengan tren global yang menuntut pembangunan ekonomi berkelanjutan. Di sisi lain, beberapa negara seperti Amerika Serikat justru menghadapi resistensi publik terhadap pembangunan infrastruktur digital. Sebuah Survei Terbaru menunjukkan bahwa 7 dari 10 warga AS menolak pembangunan data center di lingkungan mereka karena kekhawatiran dampak lingkungan dan konsumsi energi. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan hijau seperti yang diterapkan di Baoting bisa menjadi solusi untuk mengatasi resistensi serupa.
Pemerintah China menegaskan bahwa zona kerja sama ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang transformasi model pertumbuhan. Dengan menggabungkan inovasi digital dan ekonomi hijau, China berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Data dari ANTARA menyebutkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pembangunan zona percontohan nasional untuk peradaban ekologis di Hainan. Pulau Hainan sendiri telah ditetapkan sebagai provinsi percontohan untuk reformasi ekologis sejak beberapa tahun lalu. Zona Baoting menjadi salah satu ujung tombak dari implementasi kebijakan tersebut.

Keberhasilan pembangunan zona ini juga akan menjadi tolok ukur bagi kerja sama China-Eropa di bidang teknologi hijau. Beberapa perusahaan Eropa dikabarkan telah menyatakan minat untuk berinvestasi di kawasan ini, khususnya di sektor energi surya dan manajemen air pintar.
Dalam konteks yang lebih luas, pembangunan ekonomi hijau di China juga sejalan dengan nilai-nilai yang dianut di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan bahwa Pembangunan Ekonomi harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, termasuk keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Pelajaran dari zona Baoting bisa menjadi referensi bagi Indonesia dalam mengembangkan kawasan industri hijau di masa depan.
Baca Juga:
Kawasan Industri Medis dan Kesehatan Jiamao sendiri memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi alat kesehatan berbasis energi bersih. Dengan dukungan infrastruktur digital yang terintegrasi, kawasan ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik dan emisi karbon secara signifikan.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa pendekatan China ini merupakan langkah maju dalam mengatasi dilema antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Alih-alih memilih salah satu, China mencoba mengintegrasikan keduanya melalui inovasi teknologi.
Pembangunan zona hijau ini juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal. Ribuan tenaga kerja terserap dalam proyek konstruksi dan nantinya akan dibutuhkan tenaga kerja terampil untuk mengoperasikan fasilitas-fasilitas hijau tersebut. Program pelatihan vokasi telah disiapkan oleh pemerintah setempat untuk memenuhi kebutuhan ini.
Dari sisi regulasi, zona kerja sama ini juga menjadi laboratorium bagi kebijakan ekonomi hijau yang lebih progresif. Insentif pajak, kemudahan perizinan, dan standar lingkungan yang ketat diterapkan secara bersamaan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi investasi hijau.
Ke depan, keberhasilan Zona Kerja Sama Inovasi Digital Hijau China-Eropa (Baoting) akan menjadi studi kasus penting bagi negara-negara berkembang yang ingin melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon tanpa mengorbankan pertumbuhan. Indonesia, dengan potensi energi terbarukan yang melimpah, bisa mengambil banyak pelajaran dari proyek ini.
Namun, tantangan tetap ada. Koordinasi antara pemangku kepentingan China dan Eropa, perbedaan standar teknis, serta fluktuasi investasi global menjadi faktor-faktor yang perlu dikelola dengan hati-hati. Meski demikian, progres yang terlihat hingga saat ini memberikan optimisme bahwa proyek ini akan berjalan sesuai rencana.
Dengan selesainya pembangunan infrastruktur dasar di Area Awal Ningyuan dan Kawasan Industri Medis dan Kesehatan Jiamao, zona ini siap memasuki fase operasional. Pemerintah China menargetkan kawasan ini dapat beroperasi penuh dalam dua hingga tiga tahun ke depan, memberikan kontribusi nyata bagi target pengurangan emisi karbon nasional.
Bagi para pelaku bisnis dan investor yang tertarik dengan sektor ekonomi hijau, zona Baoting menawarkan peluang yang unik. Kombinasi antara insentif pemerintah, infrastruktur digital canggih, dan komitmen terhadap keberlanjutan menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi investasi paling menarik di Asia saat ini.
