Trump Teken Perintah Eksekutif AI Voluntary Framework

Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif tentang kerangka kerja sukarela AI

JBNews.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menciptakan kerangka kerja sukarela bagi perusahaan AI untuk berbagi model frontier mereka dengan pemerintah federal sebelum dirilis ke publik. Langkah ini bertujuan untuk mendorong inovasi yang aman dan memperkuat keamanan siber infrastruktur kritis.

Perintah tersebut menyatakan bahwa industri AI AS berhasil sebagian karena menolak menghambat inovasi dengan regulasi yang terlalu membebani. Namun, perintah itu juga mengakui bahwa kemampuan AI baru memiliki risiko keamanan. Oleh karena itu, beberapa badan federal diminta untuk menyusun kerangka kerja guna menilai kemampuan siber canggih dari model AI sebelum dirilis ke publik. Perusahaan memiliki kebebasan untuk memilih apakah akan membagikan model mereka dengan pemerintah sebelum rilis, tetapi bisa mendapatkan perlindungan kerahasiaan tertentu jika melakukannya.

Perintah ini juga mewajibkan pemerintah federal untuk menyiapkan pertahanan siber untuk AI, terutama untuk infrastruktur kritis. Langkah ini muncul setelah Trump menunda penandatanganan perintah eksekutif yang direncanakan sebelumnya karena khawatir dapat menghalangi persaingan dengan China. Versi sebelumnya memungkinkan perusahaan AI untuk berbagi model secara sukarela 14 hingga 90 hari sebelum rilis, sementara versi saat ini meminta perusahaan untuk berbagi model hingga 30 hari sebelum rilis publik.

Google, Microsoft, dan xAI telah setuju bulan lalu untuk memungkinkan tinjauan pra-rilis oleh Pusat Standar dan Inovasi AI (CAISI) Departemen Perdagangan. OpenAI dan Anthropic sebelumnya telah setuju untuk berbagi model mereka dengan CAISI pada tahun 2024 di bawah Presiden Joe Biden sebagai bagian dari dorongan Biden untuk pengaman AI. Namun, hingga baru-baru ini, pemerintahan Trump mengecilkan masalah keamanan dan mengambil pendekatan lepas tangan di bawah mantan ketua AI Gedung Putih David Sacks.

Perubahan Sikap Pemerintahan Trump

Perintah eksekutif yang ditandatangani Selasa secara eksplisit menyatakan bahwa perintah ini tidak boleh dianggap sebagai bentuk lisensi wajib atau prapersetujuan. Meskipun demikian, langkah ini mencerminkan kesediaan pemerintahan Trump untuk menerapkan pengawasan terhadap perusahaan AI. Salah satu faktor yang mendorong perubahan ini mungkin adalah peluncuran terbatas model Mythos milik Anthropic pada bulan April. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa model itu telah menandai ribuan kerentanan tingkat tinggi, termasuk di setiap sistem operasi utama dan peramban web.

Mythos juga tampaknya membuka peluang untuk mencairkan ketegangan antara Anthropic dan pemerintahan, setelah pertempuran hukum dengan Pentagon atas penggunaan AI untuk senjata otonom mematikan dan pengawasan massal. Perintah yang baru ditandatangani ini telah mendapat pujian bahkan dari kelompok yang sebelumnya menentang pembatasan undang-undang AI negara bagian.

“Gedung Putih resmi terpengaruh oleh Mythos,” kata Presiden Americans for Responsible Innovation Brad Carson dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa perintah itu menunjukkan pemerintahan Trump menganggap serius kerentanan AI. CEO Alliance for Secure AI Brendan Steinhauser mengatakan kelompoknya senang melihat pemerintahan Trump menganggap serius risiko model-model ini. Baik Steinhauser maupun Carson mendesak Kongres untuk mengkodifikasikan perlindungan wajib.

Kebijakan baru ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan pemerintahan Trump terhadap AI. Sebelumnya, administrasi Trump lebih fokus pada inovasi tanpa hambatan. Namun, dengan adanya model AI yang semakin canggih seperti Mythos, risiko keamanan siber menjadi perhatian utama. Perintah eksekutif ini diharapkan dapat menyeimbangkan antara inovasi dan keamanan.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa pemerintah AS serius dalam mengelola risiko AI. Dengan kerangka kerja sukarela, perusahaan AI dapat berpartisipasi tanpa merasa terbebani oleh regulasi yang ketat. Perlindungan kerahasiaan yang ditawarkan juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan untuk berbagi model mereka dengan pemerintah.

Perintah eksekutif ini juga menekankan pentingnya pertahanan siber untuk infrastruktur kritis. Dengan AI yang semakin terintegrasi ke dalam berbagai sektor, perlindungan terhadap serangan siber menjadi semakin penting. Pemerintah federal akan bekerja sama dengan perusahaan AI untuk memastikan bahwa model-model AI aman dari ancaman siber.

Reaksi dari industri AI terhadap perintah ini umumnya positif. Banyak perusahaan melihat langkah ini sebagai langkah maju dalam menciptakan ekosistem AI yang lebih aman dan bertanggung jawab. Namun, beberapa kelompok advokasi mendesak Kongres untuk mengambil langkah lebih lanjut dengan memberlakukan perlindungan wajib.

Dengan ditandatanganinya perintah eksekutif ini, masa depan regulasi AI di AS masih terus berkembang. Pemerintahan Trump tampaknya berusaha untuk menemukan keseimbangan antara mendorong inovasi dan melindungi keamanan nasional. Langkah ini juga dapat menjadi preseden bagi negara-negara lain dalam mengatur AI.

Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti karena dapat mempengaruhi kebijakan AI global. Indonesia sendiri sedang mengembangkan regulasi AI sendiri, dan langkah AS dapat menjadi referensi. Selain itu, perusahaan teknologi global yang beroperasi di Indonesia juga akan terpengaruh oleh kebijakan ini.

Secara keseluruhan, perintah eksekutif Trump ini merupakan langkah penting dalam regulasi AI. Dengan pendekatan sukarela namun dengan pengawasan yang lebih ketat, pemerintah AS berusaha untuk memastikan bahwa AI dikembangkan dan digunakan secara bertanggung jawab. Dampak dari kebijakan ini masih akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.

Implikasi faktual dari kebijakan ini bagi pembaca adalah bahwa industri AI global akan semakin diatur, meskipun secara sukarela. Perusahaan AI harus siap untuk berbagi model mereka dengan pemerintah jika ingin beroperasi di AS. Hal ini juga dapat mendorong transparansi yang lebih besar dalam pengembangan AI.