Telkom Gelar RUPST Minta Restu Buyback Rp4 Triliun

Gedung Telkom Indonesia dengan logo perusahaan di depan

JBNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (8/6/2026) dengan agenda utama meminta persetujuan buyback saham senilai maksimal Rp4 triliun dan perubahan susunan pengurus perseroan.

Berdasarkan materi pemanggilan RUPST, aksi korporasi buyback tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya memberikan dukungan terhadap harga saham TLKM yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan seiring sentimen pasar dan rotasi investasi di sektor teknologi serta telekomunikasi.

Selain buyback, Telkom memasukkan agenda perubahan susunan pengurus perseroan yang mencakup jajaran direksi maupun komisaris. Perubahan ini menjadi salah satu agenda yang paling dinanti pemegang saham mengingat Telkom saat ini tengah menjalankan berbagai inisiatif strategis, mulai dari optimalisasi bisnis data center, pengembangan infrastruktur digital, hingga restrukturisasi anak usaha.

Silmy Karim yang menjabat sebagai Komisaris Telkom kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan pemerasan dan pungli di lingkungan Ditjen Imigrasi, Kementerian Keuangan. Terkait hal ini, SVP Corporate Secretary Telkom Indonesia, Jati Widagdo, mengatakan pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus tersebut.

“Perseroan selalu menjunjung asas praduga tak bersalah dan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku,” ungkap Jati dikutip dari detikfinance.

Telkom Indonesia juga menyatakan sepenuhnya menghormati proses hukum yang berjalan. Dalam RUPST kali ini, pemegang saham akan memberikan persetujuan atas seluruh agenda yang diajukan, termasuk buyback dan perubahan pengurus.

Aksi buyback senilai Rp4 triliun ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa manajemen percaya pada fundamental perusahaan jangka panjang. Telkom saat ini tengah mempercepat berbagai inisiatif strategis seperti layanan internet bisnis dan monitoring jaringan industri.

Di tengah tekanan harga saham TLKM, buyback menjadi instrumen untuk menstabilkan harga dan memberikan imbal hasil langsung kepada pemegang saham yang tidak menjual sahamnya. Perseroan juga terus mengembangkan bisnis data center melalui ekspansi NeutraDC di Batam, serta meluncurkan inisiatif AIcosystem untuk menggarap peluang kecerdasan buatan di industri.

Perubahan susunan pengurus menjadi krusial karena Telkom saat ini tengah menjalankan transformasi besar-besaran. Perombakan di jajaran direksi dan komisaris diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis digital. Kondisi ini juga menjadi perhatian para pemegang saham yang ingin memastikan tata kelola perusahaan berjalan baik.

Dengan buyback Rp4 triliun dan perubahan pengurus, RUPST Telkom 2026 menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan ke depan. Pemegang saham diharapkan memberikan restu agar langkah-langkah ini dapat segera dieksekusi untuk memperkuat posisi Telkom di tengah persaingan industri telekomunikasi dan digital yang semakin ketat.

Telkom juga terus berupaya mempertemukan regulator dan industri dalam membangun kedaulatan digital Indonesia. Inisiatif-inisiatif strategis ini membutuhkan dukungan penuh dari pemegang saham melalui RUPST.

Implikasinya, pemegang saham yang tidak ikut serta dalam buyback akan mendapatkan manfaat dari berkurangnya jumlah saham beredar, yang berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS). Sementara itu, perubahan pengurus diharapkan membawa penyegaran dalam strategi perusahaan, terutama dalam menghadapi tantangan industri telekomunikasi yang terus berubah.