JBNews.id — Google DeepMind merilis versi terbaru model kecerdasan buatannya, Gemini Robotics 2, yang mampu mengendalikan seluruh bagian tubuh robot humanoid. Pembaruan ini memungkinkan robot melakukan gerakan dari ujung kaki hingga ujung jari, melampaui kemampuan model sebelumnya yang hanya terbatas pada tubuh bagian atas.
Dalam pengumuman pada Kamis (11/6/2026), Google DeepMind menyatakan model anyar ini membuka jalan bagi robot untuk berjalan, membungkuk, meregangkan tubuh, dan memanipulasi objek dengan lebih leluasa. Video demonstrasi yang dibagikan Google menunjukkan robot Apollo 2 buatan Apptronik mampu membungkuk untuk mengambil kaleng penyiram, serta menemukan dan mengambil barang tertentu dari rak.
Baca Juga:
Meskipun Google DeepMind mencatat bahwa robot mereka “masih perlu meningkatkan kecepatan gerakan,” perusahaan menegaskan bahwa pembaruan ini “merupakan langkah penting menuju keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dunia nyata yang lebih kompleks dan memerlukan koordinasi seluruh tubuh.”
Selain kontrol gerakan, Gemini Robotics 2 juga menghadirkan peningkatan ketangkasan. Model ini kini dapat mengendalikan tangan robot dengan lima jari yang lebih kompleks. Kemampuan tersebut memungkinkan robot melakukan tugas rumit seperti menutup kantong Ziploc, mengikat kantong sampah, atau membuka tutup bohlam lampu.
Google DeepMind juga memperbarui Gemini Robotics ER (embodied reasoning), model visi-bahasa yang membantu robot menganalisis lingkungan sekitar, memproses instruksi, dan melakukan tugas multi-langkah. Gemini Robotics ER 2 disebut lebih baik dalam menyelesaikan tugas dalam periode waktu yang lebih panjang dan “kini memahami kapan tugas dimulai dan berakhir.”
Pembaruan ini juga memungkinkan beberapa robot dengan tipe berbeda bekerja sama menyelesaikan tugas. Salah satu video menunjukkan Apollo 2 menginstruksikan robot lengan ganda Google untuk meletakkan peralatan ke dalam tempat sampah saat membersihkan garasi.
Google DeepMind menyebut Gemini Robotics ER 2 sebagai “model robotika paling aman yang pernah dibuat.” Model ini dapat “mendeteksi dengan lebih baik ketika manusia berada di dekatnya, memicu panggilan alat keselamatan, dan menghentikan robot dengan aman jika seseorang mendekat terlalu dekat.”
Sementara itu, Google DeepMind juga menghadirkan peningkatan pada Gemini Robotics On-Device Model, yang dapat berjalan secara lokal di robot tanpa koneksi internet. Model ini kini dapat beradaptasi lebih cepat terhadap bentuk tubuh robot baru, termasuk yang “memiliki bentuk, sensor, dan derajat kebebasan yang sangat berbeda.”
Perkembangan ini menandai lompatan signifikan dalam industri robotika. Fitur Terbaru dari Google ini menunjukkan bagaimana AI generatif mulai terintegrasi secara langsung dengan perangkat keras fisik, membuka peluang baru di sektor manufaktur, logistik, dan layanan.
Namun, di tengah optimisme ini, kekhawatiran tentang dampak AI terhadap pasar tenaga kerja tetap mengemuka. Dalam konteks yang lebih luas, Krisis Media Akibat AI Google menjadi pengingat bahwa setiap terobosan teknologi selalu membawa konsekuensi yang perlu diantisipasi.
Bagi pelaku industri, kemampuan robot untuk bekerja sama dan beradaptasi tanpa koneksi internet merupakan nilai tambah yang signifikan. Ini berarti robot dapat dioperasikan di lingkungan terpencil atau area dengan infrastruktur jaringan yang terbatas. Sementara bagi konsumen, teknologi ini mungkin masih butuh waktu sebelum hadir dalam bentuk produk komersial.
Google DeepMind belum mengungkapkan jadwal komersialisasi atau mitra manufaktur spesifik untuk teknologi ini. Namun, dengan kecepatan pengembangan yang ditunjukkan, bukan tidak mungkin robot humanoid yang sepenuhnya otonom akan menjadi pemandangan umum di pabrik dan gudang dalam beberapa tahun ke depan.
