Blog

  • Sony Setop Produksi Game PlayStation Fisik Mulai 2028

    Sony Setop Produksi Game PlayStation Fisik Mulai 2028

    JBNews.id — Sony secara resmi mengumumkan akan menghentikan produksi disk fisik untuk semua game PlayStation baru pada Januari 2028. Keputusan ini menandai akhir era media fisik di ekosistem PlayStation dan mempercepat transisi menuju distribusi digital penuh.

    Dalam pengumuman resminya, Sony menyatakan langkah ini merupakan adaptasi terhadap tren konsumsi game terkini. “Ini adalah arah alami bagi Sony Interactive Entertainment untuk beradaptasi dengan tren konsumen karena preferensi umum terhadap media digital jauh melampaui disk fisik,” tulis Sony, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (2/7/2026).

    Data keuangan Sony untuk kuartal keempat tahun fiskal 2025 memperkuat alasan tersebut. Penjualan game digital kini menyumbang 85% dari seluruh penjualan software game di PS4 dan PS5, sementara penjualan game fisik hanya 15%. Angka ini menunjukkan pergeseran fundamental dalam perilaku konsumen.

    Kebijakan ini tidak akan berdampak pada game fisik yang sudah dirilis atau yang direncanakan rilis sebelum Januari 2028. Namun, pengumuman ini menjadi pukulan besar bagi kolektor media fisik dan pasar game bekas. Setelah 2028, semua game baru PlayStation hanya akan tersedia secara digital melalui PlayStation Store dan peritel lainnya.

    Dampak pada Industri Game

    Keputusan Sony diumumkan hanya beberapa hari setelah Rockstar Games mengonfirmasi bahwa Grand Theft Auto 6 hanya akan tersedia dalam versi digital. Gamer yang membeli GTA 6 edisi fisik hanya akan menemukan kode download di dalam kemasannya, bukan disk game fisik. Langkah ini memperkuat sinyal bahwa era game fisik akan segera berakhir.

    Selain itu, Sony juga mengumumkan penutupan PlayStation Store di PlayStation 3 di negara-negara tertentu mulai tahun ini, dan akan diikuti penutupan global untuk PS3 dan PS Vita mulai tahun depan. Setelah toko online ditutup, gamer tidak bisa membeli game atau konten baru di platform tersebut. Sony menjamin game dan konten yang sudah dibeli sebelumnya masih bisa diunduh dalam beberapa waktu ke depan.

    Bagi para kolektor dan penggemar game fisik, keputusan ini tentu mengecewakan. Game fisik, mulai dari cartridge hingga disk, telah menjadi bagian penting dari budaya game selama puluhan tahun. Namun, Sony menegaskan transisi ini diperlukan untuk menyelaraskan diri dengan preferensi mayoritas komunitas gamer.

    Implikasi bagi Konsumen dan Pasar

    Keputusan Sony ini membawa implikasi luas bagi para gamer. Pertama, konsumen yang masih menginginkan game fisik harus segera membeli judul favorit mereka sebelum 2028. Kedua, pasar game bekas yang selama ini menjadi alternatif murah bagi sebagian gamer akan kehilangan pasokan baru.

    Di sisi lain, transisi ke digital memberikan keuntungan seperti kemudahan akses, tidak perlu menyimpan disk fisik, serta update dan patch yang lebih cepat. Namun, gamer juga harus siap dengan ketergantungan penuh pada infrastruktur internet dan layanan PlayStation Store.

    Keputusan Sony ini juga menjadi sinyal bagi industri game global. Dengan pangsa pasar yang besar, langkah Sony bisa mendorong produsen konsol lain untuk mengikuti jejak serupa. Era game fisik perlahan tapi pasti akan berakhir, digantikan oleh ekosistem digital yang lebih efisien namun juga lebih rentan terhadap masalah akses dan kepemilikan.

    Bagi para kolektor, game fisik PlayStation yang sudah dirilis sebelum 2028 akan menjadi barang langka dan bernilai tinggi di masa depan. Sementara itu, gamer yang lebih memilih kepraktisan digital bisa menikmati kemudahan tanpa harus khawatir kehilangan atau merusak disk.

    Dengan keputusan ini, Sony menegaskan komitmennya terhadap masa depan digital gaming. Langkah ini juga sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengintegrasikan layanan digital seperti PlayStation Plus dan PlayStation Store sebagai tulang punggung bisnis game mereka.

    Apakah keputusan ini akan diikuti oleh produsen konsol lain? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti: industri game sedang mengalami transformasi besar-besaran, dan Sony menjadi salah satu pionir dalam perubahan ini.

    Bagi gamer di Indonesia, keputusan ini juga berarti pentingnya koneksi internet yang stabil untuk menikmati game di masa depan. Dengan semakin dominannya distribusi digital, infrastruktur internet menjadi faktor krusial dalam pengalaman bermain game.

    Sony juga mengingatkan bahwa game dan konten yang sudah dibeli sebelumnya di PS3 dan PS Vita masih bisa diunduh dalam beberapa waktu ke depan. Namun, setelah penutupan global toko online tersebut, akses ke konten baru akan terbatas.

    Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disk fisik pada 2028 menandai akhir sebuah era. Namun, bagi industri game, ini adalah awal dari babak baru yang lebih digital, lebih terintegrasi, dan lebih terhubung.

    Para gamer yang ingin tetap memiliki koleksi fisik disarankan untuk segera membeli game favorit mereka sebelum tenggat waktu tersebut. Sementara itu, masa depan gaming jelas mengarah ke digital, dan Sony siap memimpin transisi ini.

    Dengan semua perubahan ini, satu hal yang pasti: cara kita membeli, memiliki, dan memainkan game tidak akan pernah sama lagi. Era digital telah tiba, dan Sony menjadi salah satu aktor utama yang mendorong perubahan ini.

  • Amazon Leo Siap Saingi Starlink dengan 396 Satelit

    Amazon Leo Siap Saingi Starlink dengan 396 Satelit

    JBNews.id — Amazon resmi mengumumkan bahwa konstelasi satelit internet Project Leo kini memiliki 396 unit di orbit rendah Bumi, jumlah yang dinilai cukup untuk memulai layanan komersial pada pertengahan 2026. Langkah ini menempatkan Amazon sebagai pesaing langsung Starlink milik SpaceX di pasar internet satelit global.

    Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari media sosial, Chris Weber, Wakil Presiden Bisnis dan Produk Amazon Leo, menegaskan bahwa jumlah satelit yang beroperasi saat ini telah memenuhi syarat untuk mendukung layanan berkelanjutan di lintang awal. “Enough to support continuous service across initial latitudes,” ujar Weber.

    Amazon menargetkan layanan komersial pertama dapat dinikmati pengguna pada pertengahan 2026. Meski demikian, perusahaan memperingatkan bahwa kualitas layanan pada tahap awal kemungkinan masih jauh dari sempurna, mengingat pengalaman serupa yang pernah dialami Starlink saat pertama kali meluncur.

    Perbandingan dengan Starlink

    SpaceX meluncurkan layanan “Better than nothing beta” pada 2020 dengan hampir 900 satelit di orbit rendah Bumi. Saat itu, layanan hanya menjangkau sebagian kecil pengguna di Amerika Serikat bagian utara dan Kanada. Pengguna awal mengeluhkan gangguan koneksi yang sering terjadi serta sensitivitas tinggi terhadap hambatan fisik.

    Kecepatan internet yang ditawarkan Starlink saat itu berkisar antara 50 Mbps hingga 150 Mbps, dengan latensi 20 ms hingga 40 ms. Baru pada 2022, cakupan dan performa layanan meningkat secara signifikan setelah SpaceX meluncurkan ribuan satelit tambahan.

    Saat ini, SpaceX telah mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit Starlink yang menyediakan konektivitas internet di darat, laut, dan udara di lebih dari 160 negara. Performa Starlink kini mencapai kecepatan unduh median 200 Mbps, unggah 10 Mbps hingga 40 Mbps, dan latensi sekitar 25 ms. Namun, kecepatan tersebut sangat bergantung pada jenis antena, level layanan yang dibayar, waktu penggunaan, dan lokasi pengguna.

    Tantangan Amazon Leo

    Amazon masih tertinggal jauh dari SpaceX dalam hal jumlah satelit. Perusahaan berencana meluncurkan total 3.232 satelit Leo, namun realisasinya masih terhambat oleh berbagai kendala. Salah satu faktor utama adalah keterlambatan roket New Glenn milik Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, yang belum beroperasi secara reguler.

    Dengan hanya 396 satelit yang beroperasi, Amazon diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai performa Starlink. Pengguna awal Amazon Leo diingatkan untuk bersiap menghadapi gangguan layanan dan keterbatasan cakupan, serupa dengan pengalaman pengguna awal Starlink pada 2020.

    Dalam situasi ini, Amazon juga tengah menghadapi berbagai tantangan internal. Perusahaan baru-baru ini mendapat denda dari FTC senilai Rp36 miliar terkait kasus pencurian identitas. Selain itu, Amazon juga menghentikan produksi film OpenAI sementara Google menginvestasikan Rp1,2 triliun di A24.

    Prospek dan Implikasi

    Meskipun Amazon Leo masih dalam tahap awal, langkah ini menandai dimulainya persaingan serius di pasar internet satelit. Starlink telah membuktikan bahwa model bisnis ini dapat berhasil, terutama di daerah terpencil yang tidak terjangkau infrastruktur internet konvensional.

    Bagi konsumen, kehadiran Amazon Leo berpotensi menekan harga layanan internet satelit dalam jangka panjang. Namun, dalam waktu dekat, pilihan utama masih jatuh pada Starlink yang memiliki jaringan jauh lebih matang dan cakupan global yang luas.

    Amazon sendiri masih harus menyelesaikan berbagai masalah internal, termasuk investigasi terhadap karyawan yang mendukung moratorium data center serta laporan intimidasi dari tiga karyawan di Seattle. Isu-isu ini menambah kompleksitas operasional perusahaan di tengah upayanya mengejar ketertinggalan di sektor antariksa.

    Dengan target komersial mid-2026, Amazon Leo masih memiliki waktu untuk meningkatkan jumlah satelit dan memperbaiki kualitas layanan. Namun, tanpa roket New Glenn yang andal, target tersebut bisa kembali mundur, mengingat ketergantungan Amazon pada kemampuan peluncuran Blue Origin.

  • Truk Listrik Murah AS Hadir Berkat Baterai LFP China

    Truk Listrik Murah AS Hadir Berkat Baterai LFP China

    JBNews.id — Truk listrik termurah dan terbaru di Amerika Serikat akhirnya resmi meluncur. Harganya di bawah US$25.000 untuk varian dasar. Kendaraan ini merupakan produk dari Slate, sebuah perusahaan rintisan otomotif yang berbasis di Michigan. Yang menarik, harga murah tersebut dicapai berkat penggunaan baterai lithium iron phosphate (LFP), sebuah teknologi yang ditemukan di AS namun disempurnakan di China.

    Slate awalnya tidak berfokus pada baterai LFP. Pada tahun 2022, Kongres AS mengesahkan undang-undang iklim yang memberikan kredit pajak hingga US$7.500 bagi pembeli kendaraan listrik (EV). Untuk memenuhi syarat kredit penuh, produsen harus menggunakan baterai yang dirakit di AS dan dibuat dari material yang berasal dari AS dan sekutunya. Aturan ini melarang material dari China, yang disebut sebagai “foreign entities of concern.” Hal ini membuat penggunaan baterai LFP menjadi problematik saat itu.

    Namun, situasi berubah drastis setelah kredit pajak tersebut dicabut. Musim panas lalu, Kongres yang dikuasai Partai Republik memenuhi janji kampanye Presiden Donald Trump untuk mengakhiri mandat kendaraan listrik dengan menghapus kredit pajak. Langkah ini membuka pintu bagi Slate dan perusahaan lain untuk kembali melirik baterai LFP. Produsen tidak lagi khawatir kehilangan kredit pajak karena kandungan asing pada baterai mereka.

    Keputusan Slate untuk beralih ke baterai LFP tidak lepas dari dominasi China dalam rantai pasok kimia baterai ini. Saat ini, 97,8 persen produksi katoda LFP terjadi di China, menurut data Benchmark Mineral Intelligence. Produsen China seperti BYD dan CATL telah membangun rantai pasok yang kuat, mulai dari pertambangan hingga manufaktur. Kebijakan Trump yang menghapus kredit pajak justru memperkuat posisi teknologi China di pasar EV AS.

    Slate berencana menggunakan baterai yang diproduksi oleh Gotion, anak perusahaan China yang berbasis di AS. Baterai tersebut akan diproduksi di Illinois. Meskipun dirakit di AS, baterai ini tidak akan memenuhi ambang batas untuk kredit pajak yang sudah dicabut. Perusahaan mengklaim truk listriknya memiliki jarak tempuh 205 mil per pengisian daya, naik dari janji awal 150 mil. “Baterai untuk Slate Truck harus memenuhi target daya tahan, keandalan, dan keterjangkauan,” kata Jeff Jablansky, juru bicara Slate.

    Produsen mobil lain juga telah beralih ke baterai LFP untuk varian yang lebih terjangkau. Tesla Model 3 dan Model Y dengan jarak tempuh standar 250 mil menggunakan baterai ini. Mustang Mach-E varian standar juga demikian. Chevrolet Bolt yang diperbarui akan menggunakan LFP untuk sisa produksinya, dengan jarak tempuh 260 mil. Ford bahkan mengatakan akan mengimpor baterai LFP dari China sambil menyiapkan lini produksi dalam negeri. Truk listrik kecil Ford yang diproduksi oleh tim “skunkworks” di California akan menggunakan LFP juga.

    Produksi LFP di AS Mulai Tumbuh

    Produksi LFP di AS memang sudah berjalan, meskipun masih jauh tertinggal dari dominasi China. Lima dari delapan fasilitas manufaktur LG Energy Solution (LGES) di Amerika Utara sedang atau akan segera memproduksi LFP. LGES memperkirakan akan memproduksi 50 gigawatt-jam kapasitas LFP tahun ini, lebih dari tiga kali lipat output tahun lalu. Namun, sebagian besar baterai LFP yang diproduksi di AS tidak akan digunakan untuk kendaraan listrik, melainkan untuk sistem penyimpanan energi (energy storage systems).

    Baterai LFP dinilai lebih cocok untuk penyimpanan stasioner daripada mobil. Baterai ini stabil, aman, dan tahan lama, serta bobotnya yang lebih berat tidak menjadi masalah besar. Dalam setahun terakhir, LGES, GM, Ford, dan Samsung semuanya mengatakan bahwa mereka mengalihkan lini produksi baterai LFP yang semula untuk EV menjadi untuk penyimpanan energi. Langkah ini memungkinkan mereka menjaga arus kas di tengah penjualan EV yang menurun. “Strategi baterai GM berfokus pada penurunan biaya, peningkatan performa, dan membangun rantai pasok yang lebih lokal dan tangguh,” kata Shane Levy, juru bicara GM.

    Tantangan Jangka Panjang

    Dalam jangka panjang, produksi LFP dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan pada China. Namun, Bob Lee, presiden LG Energy Solution di Amerika Utara, mengatakan AS masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Produsen harus berkomitmen miliaran dolar untuk membangun fasilitas baru dan mengembangkan tenaga kerja terampil. “Kadang-kadang bagian logam sederhana, bagian stamping—Anda tidak memiliki semua manufaktur di tempat kami berada, jadi kami harus mengimpor barang-barang ini,” katanya.

    Elemen terpenting untuk memastikan produsen AS berkembang mungkin bukan kembalinya kredit pajak, melainkan kepastian bahwa kebijakan tidak akan berubah secara liar dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. “Bahkan jika Anda memiliki kebijakan yang tidak begitu ramah, jika sudah ditetapkan dan stabil, Anda masih bisa berinvestasi dan merencanakannya,” kata Lee. “Saat ini, itu sulit dilakukan.”

    Implikasinya jelas: meskipun konsumen AS tidak bisa membeli EV buatan China secara langsung, semakin banyak mobil bertenaga listrik di jalan raya yang akan menggunakan teknologi China di balik kapnya. Ketergantungan pada teknologi China ini menjadi ironi di tengah kebijakan proteksionis yang diusung pemerintahan Trump.

  • Realme P4 Series Resmi di RI, HP Gaming Baterai 8000 mAh

    Realme P4 Series Resmi di RI, HP Gaming Baterai 8000 mAh

    JBNews.id — Realme resmi meluncurkan Realme P4 Series di Indonesia pada Kamis, 2 Juli 2026. Seri ini terdiri dari Realme P4x dan Realme P4 Lite yang sama-sama mengusung baterai jumbo, layar 120Hz, serta fitur gaming untuk pengguna yang menginginkan smartphone tahan lama dengan harga terjangkau.

    Realme P4x hadir dengan baterai 8.000 mAh, sementara Realme P4 Lite mengandalkan baterai 7.000 mAh. Keduanya dipasarkan secara online dengan harga mulai Rp 1,7 jutaan dan mulai dijual pada 7 Juli 2026. Langkah ini menegaskan strategi Realme untuk menguasai segmen gaming entry-level di Indonesia.

    “Melalui Realme P4 Series, kami ingin menghadirkan HP gaming yang benar-benar mampu menemani anak muda bermain lebih lama tanpa khawatir baterai cepat habis. Realme berkomitmen menghadirkan inovasi baterai berkapasitas besar yang semakin terjangkau untuk smartphone gaming entry-level,” kata Public Relations Lead Realme Indonesia, Krisva Angnieszca.

    Gaming Lebih Lama dengan Baterai Titan, Ini Pengalaman Main di realme P4x

    Realme menyebut seri P4 dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin sering bermain game mobile, menonton video, hingga melakukan multitasking sepanjang hari. Fokus utamanya adalah daya tahan baterai, performa stabil, dan harga yang kompetitif. Sebelumnya, Realme telah mengumumkan rencana peluncuran seri ini melalui artikel Fitur Terbaru yang mengonfirmasi kehadiran baterai 8.000 mAh.

    Spesifikasi Realme P4x

    Realme P4x menjadi model tertinggi dalam seri ini. Ponsel ini mengusung baterai 8.000 mAh Titan Battery yang dipadukan dengan pengisian cepat 45W Fast Charge, fitur Bypass Charging, dan Reverse Charging 6W. Realme mengklaim teknologi Bionic Repair Technology memungkinkan kesehatan baterai tetap terjaga hingga tujuh tahun atau lebih dari 1.600 siklus pengisian daya.

    Perangkat ini juga berhasil mencatat Rekor MURI setelah digunakan bermain game MOBA lebih dari 10 jam nonstop dan masih menyisakan daya baterai. Untuk dapur pacu, Realme P4x menggunakan chipset UNISOC T7250 dengan RAM dinamis hingga 24 GB dan penyimpanan hingga 256 GB. Layarnya mengusung panel 120Hz Ultra Smooth Display yang dikombinasikan dengan sistem pendingin 10.000 mm² Graphite Cooling System untuk menjaga suhu tetap stabil saat bermain game.

    Realme P4 Series

    Fitur AI Gaming Partner melalui Game Space menghadirkan beberapa optimasi seperti Ultra Boost, Network Optimization, Cleanup Acceleration, Do Not Disturb, dan Game Manager. Dari sisi ketahanan, Realme P4x telah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H, ArmorShell Protection, dan IP64. Ponsel ini juga mendukung Wet Hand Touch 2.0 dan Speaker Dust Ejection.

    Realme P4x menjalankan Realme UI berbasis Android 16 dengan sejumlah fitur AI seperti AI Eraser, AI Clear Face, AI Outdoor Mode, dan AI Image Matting.

    Spesifikasi Realme P4 Lite

    Realme P4 Lite hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau. Smartphone ini mengandalkan baterai 7.000 mAh Titan Battery yang diklaim mampu digunakan bermain Mobile Legends hingga lebih dari delapan jam. Dalam sekali pengisian, perangkat ini juga diklaim dapat digunakan untuk panggilan suara hingga sekitar 50 jam. Pengisian daya didukung teknologi 15W Fast Charging dan Reverse Charging 6W.

    Realme P4 Series

    Realme P4 Lite ditenagai chipset UNISOC T7250 dengan Dynamic RAM hingga 12 GB dan kapasitas penyimpanan hingga 256 GB. Pada sektor layar, perangkat ini memakai panel 6,8 inci HD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan mencapai 900 nits. Sama seperti model P4x, Realme P4 Lite juga dibekali sistem pendingin 10.000 mm² Graphite Cooling System dan AI Gaming Partner.

    Untuk ketahanan, perangkat ini memiliki Military-Grade Shock Resistance, ArmorShell Protection, dan sertifikasi IP64. Realme turut menyematkan fitur AI seperti AI Outdoor Mode, Mini Capsule, AI Eraser, AI Clear Face, dan AI Image Matting. Ponsel ini menjalankan Realme UI berbasis Android 16 dan tersedia dalam pilihan warna Titan Grey serta Pulse Purple.

    Harga Realme P4 Series di Indonesia

    Berikut harga Realme P4 Series saat flash sale:

    Realme P4x

    • 4GB+128GB: Rp 2.299.000
    • 4GB+256GB: Rp 2.799.000
    • 6GB+128GB: Rp 3.099.000

    Realme P4 Lite

    • 4GB+64GB: Rp 1.749.000
    • 4GB+128GB: Rp 2.199.000
    • 4GB+256GB: Rp 2.599.000

    Flash sale digelar mulai 7 Juli 2026 pukul 00.00 WIB melalui Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Akulaku. Realme juga memberikan cashback hingga Rp 250 ribu, cicilan 0%, dan Limited Gift Box selama persediaan masih tersedia. Seluruh varian akan tersedia lebih luas mulai 14 Juli 2026.

    Dengan harga mulai Rp 1,7 jutaan, Realme P4 Lite menjadi pilihan menarik bagi pengguna dengan Harga Terbaru yang kompetitif di segmen entry-level. Sementara itu, Realme P4x menawarkan kapasitas baterai terbesar di kelasnya dengan harga di bawah Rp 3,1 juta.

    Implikasi dari peluncuran ini jelas: Realme ingin mendominasi segmen gaming entry-level dengan kombinasi baterai besar dan harga terjangkau. Bagi konsumen yang mencari smartphone tahan lama untuk bermain game tanpa harus merogoh kocek dalam, Realme P4 Series menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.

  • Celah AirDrop dan Quick Share Ancam Miliaran Pengguna

    Celah AirDrop dan Quick Share Ancam Miliaran Pengguna

    JBNews.id — Peneliti keamanan di CISPA Helmholtz Center for Information Security menemukan celah kritis pada fitur AirDrop (Apple) dan Quick Share (Android). Kerentanan ini berpotensi mengganggu layanan miliaran pengguna smartphone di seluruh dunia, hanya dengan memanfaatkan laptop dan koneksi Wi-Fi.

    Temuan ini mengungkap bahwa eksploitasi dapat dilakukan dari jarak 10 hingga 30 meter dari target. Untuk perangkat Apple, bug menyerang daemon latar belakang yang mengontrol AirDrop, AirPlay, Handoff, Universal Clipboard, dan Continuity Camera. Satu permintaan dengan format salah sudah cukup untuk membuat sistem crash. Jika diulang setiap beberapa detik, hacker dapat menyandera ekosistem Apple korban dan membuat fitur-fitur tersebut offline secara permanen.

    Sementara itu, tim peneliti juga menguji Quick Share pada Samsung Galaxy S23 Ultra dan klien untuk Windows. Mereka menemukan celah yang memungkinkan peretas melewati tahap otentikasi penting, serta bug kerusakan memori di sistem operasi Windows.

    Dampak dan Risiko bagi Pengguna

    Meskipun mengkhawatirkan, celah keamanan ini tidak dirancang untuk mencuri data pribadi. Hacker tidak serta merta dapat mengambil foto atau dokumen pengguna. Dampak utamanya adalah gangguan layanan—pengguna tidak dapat mengirimkan file menggunakan AirDrop atau Quick Share saat serangan berlangsung. Informasi ini dikutip dari Android Authority pada Kamis (2/7/2026).

    Kabar baiknya, Apple telah merilis update yang memperbaiki satu dari tiga bug AirDrop yang ditemukan. Google juga sudah memperbaiki celah pada klien Windows. Masalah lainnya masih dalam tahap perbaikan atau koordinasi dengan pihak terkait.

    Untuk melindungi diri, pengguna disarankan segera mengubah pengaturan visibilitas. Jangan atur Quick Share atau AirDrop ke mode ‘Semua Orang’. Sebaiknya ubah ke opsi ‘Hanya Kontak’ melalui menu pengaturan masing-masing perangkat.

    Kasus ini mengingatkan bahwa fitur praktis sekalipun bisa menjadi pintu masuk serangan. Untuk konteks lebih luas, Anda bisa membaca temuan serupa pada Celah Tiket Festival yang diungkap oleh AI Claude, atau eksploitasi terhadap iPhone Lawas yang tidak bisa ditambal.

    Implikasinya jelas: pengguna Android dan iPhone harus lebih waspada terhadap pengaturan privasi. Langkah sederhana seperti membatasi visibilitas ke kontak terpercaya dapat mencegah gangguan yang tidak diinginkan. Sampai semua celah diperbaiki sepenuhnya, kewaspadaan adalah pertahanan terbaik.

    Ilustrasi pengguna smartphone.

  • Komdigi Siapkan Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Internet Kencang

    Komdigi Siapkan Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Internet Kencang

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan tambahan spektrum frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk meningkatkan kualitas serta kecepatan layanan internet di Indonesia. Langkah strategis ini memasuki tahap seleksi pengguna dan menjadi fondasi penting dalam percepatan transformasi digital nasional.

    Bagi operator seluler, frekuensi merupakan aset utama untuk menghadirkan layanan telekomunikasi dan akses internet kepada masyarakat. Tanpa tambahan spektrum, kapasitas jaringan akan semakin terbatas di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital.

    Saat ini, proses seleksi penggunaan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz diikuti oleh tiga operator seluler, yakni Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart. Tambahan spektrum tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan jaringan sekaligus memperbesar kapasitas layanan internet di seluruh Indonesia.

    Ilustrasi pengguna internet.

    Karakteristik Frekuensi 700 MHz: Jangkauan Luas untuk Daerah Terpencil

    Frekuensi 700 MHz dikenal sebagai pita frekuensi rendah yang memiliki jangkauan sinyal lebih luas dan kemampuan penetrasi yang lebih baik ke dalam gedung maupun wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, seperti pegunungan, kawasan hutan, hingga daerah terpencil.

    Karakteristik tersebut menjadikan pita 700 MHz sangat ideal untuk memperluas cakupan layanan internet di wilayah pedesaan, kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta daerah yang hingga kini masih mengalami blank spot. Pemerataan akses internet hingga ke pelosok menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong inklusi digital.

    Dalam proses seleksi, Komdigi membuka alokasi frekuensi 700 MHz pada rentang 703-738 MHz untuk uplink yang dipasangkan dengan 758-793 MHz untuk downlink, dengan total lebar pita mencapai 70 MHz.

    Frekuensi 2,6 GHz: Kapasitas Besar untuk Kawasan Padat Penduduk

    Sementara itu, pita frekuensi 2,6 GHz memiliki karakteristik berbeda. Sebagai frekuensi menengah, spektrum ini menawarkan kapasitas yang lebih besar untuk menampung lonjakan trafik data sehingga sangat cocok digunakan di kawasan perkotaan dengan kepadatan pengguna tinggi.

    Frekuensi tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan internet di kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kampus, kawasan industri, hingga permukiman padat penduduk. Dengan kapasitas yang lebih besar, pengguna dapat menikmati kecepatan internet yang lebih tinggi dan koneksi yang lebih stabil untuk berbagai aktivitas digital.

    Komdigi membuka pemanfaatan pita 2,6 GHz pada rentang 2.500-2.690 MHz dengan total lebar pita mencapai 190 MHz.

    Fondasi Pengembangan Jaringan 4G dan 5G

    Kombinasi kedua pita frekuensi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam pengembangan jaringan 4G dan 5G di Indonesia. Frekuensi 700 MHz akan berperan memperluas jangkauan layanan hingga wilayah yang belum terlayani secara optimal, sementara frekuensi 2,6 GHz akan meningkatkan kapasitas jaringan di daerah dengan kebutuhan data yang tinggi sekaligus mempercepat implementasi layanan 5G.

    Selain mengalokasikan spektrum, Komdigi juga menetapkan sejumlah kewajiban bagi operator yang nantinya memenangkan seleksi. Pemenang diwajibkan membangun layanan 4G/LTE di desa dan kelurahan yang telah ditetapkan pemerintah, serta mengimplementasikan jaringan 5G di sejumlah kota dan kabupaten sesuai target yang ditentukan.

    Di sisi lain, operator pemenang juga harus memenuhi berbagai komitmen finansial, mulai dari pembayaran biaya izin awal (up-front fee), Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio setiap tahun, hingga jaminan pembayaran selama masa izin penggunaan spektrum berlangsung.

    Langkah Komdigi ini menjadi penting mengingat kualitas internet Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah. Dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, kecepatan dan kualitas koneksi internet di Indonesia masih relatif tertinggal, terutama di wilayah luar perkotaan.

    Dengan tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut, pemerintah berharap kualitas layanan internet nasional dapat meningkat secara signifikan, baik dari sisi pemerataan akses maupun peningkatan kecepatan. Langkah ini sekaligus menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital dan memperluas adopsi jaringan 5G di Indonesia.

    Implikasi dari kebijakan ini sangat jelas: masyarakat di daerah terpencil akan mendapatkan akses internet yang lebih merata, sementara pengguna di perkotaan akan menikmati koneksi yang lebih cepat dan stabil. Bagi pelaku bisnis dan industri, peningkatan kualitas internet ini akan membuka peluang baru dalam adopsi layanan digital dan transformasi bisnis.

  • Komdigi Siap Blokir 25 PSE Abai, Termasuk Strava dan Qatar Airways

    Komdigi Siap Blokir 25 PSE Abai, Termasuk Strava dan Qatar Airways

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan peringatan keras kepada 25 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran. Jika tidak segera mendaftar hingga batas waktu 3 Juli 2026, platform seperti Strava hingga Qatar Airways terancam diblokir aksesnya di Indonesia.

    Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arifiyadi, menegaskan bahwa pendaftaran PSE merupakan langkah krusial dalam menciptakan tata kelola ruang digital yang tertib, aman, dan akuntabel.

    “Melalui pendaftaran, pemerintah dapat memastikan penyelenggaraan sistem elektronik berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta memberikan pelindungan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Teguh dalam siaran pers yang dikutip Selasa (2/7/2026).

    Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat. Aturan tersebut mewajibkan seluruh PSE, baik domestik maupun asing, untuk mendaftarkan sistem elektronik yang beroperasi di wilayah Indonesia.

    Sebagai langkah pengawasan, Komdigi telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada 25 PSE pada 26 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 15 merupakan PSE asing dan 10 PSE domestik, dengan total 57 sistem elektronik berupa situs web maupun aplikasi yang belum terdaftar.

    Daftar PSE yang Terancam Diblokir

    Beberapa nama besar masuk dalam daftar tersebut. Dari sektor maskapai penerbangan, terdapat Qatar Airways, Qantas Airways, dan ANA. Sementara dari sektor perhotelan, ada Best Western, Banyan Tree, WorldHotels, The Ascott Limited, serta grup hotel nasional seperti Archipelago International Indonesia, Aryaduta Hotels Group, Hotel Indonesia Group (HIG), dan Tauzia Hotel Management.

    Selain itu, platform olahraga Strava, aplikasi kebugaran AYO: Super Sport Community App, platform pendidikan Kodland dan Stimuler, serta layanan pembelajaran bahasa Engoo juga masuk dalam daftar PSE yang belum mendaftar.

    Komdigi meminta seluruh PSE yang telah menerima surat pemberitahuan agar segera menyelesaikan proses pendaftaran paling lambat 3 Juli 2026. “Jika sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan PSE belum memenuhi kewajiban pendaftaran, kami akan melakukan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk penyampaian surat peringatan dan penerapan sanksi administratif berupa pemutusan akses layanan (access blocking),” tegas Teguh.

    Ruang Koordinasi bagi PSE Terkendala

    Meski memberikan ancaman pemblokiran, Komdigi tetap membuka ruang koordinasi bagi penyelenggara yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran. PSE yang menghadapi hambatan teknis diminta menyampaikan tanggapan resmi kepada Komdigi dengan menjelaskan kendala yang dialami serta melampirkan bukti pendukung, seperti tangkapan layar, melalui email.

    Komdigi juga mengimbau seluruh PSE Lingkup Privat lainnya yang telah memenuhi kriteria wajib daftar agar segera melakukan registrasi tanpa menunggu surat pemberitahuan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan seluruh platform digital yang beroperasi di Indonesia tunduk pada regulasi yang berlaku.

    Kepatuhan terhadap kewajiban pendaftaran ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan sistem elektronik yang tertib, aman, dan terpercaya di Indonesia. Komdigi terus memperkuat pengawasan terhadap platform digital, termasuk dalam upaya memberantas aktivitas ilegal di ruang digital.

    Pemblokiran akses bukanlah langkah baru bagi Komdigi. Sebelumnya, kementerian ini telah aktif melakukan pengawasan terhadap berbagai platform yang melanggar ketentuan, termasuk dalam menindak modus taruhan bola dan spam judi online.

    Bagi pengguna layanan dari PSE yang terancam diblokir, implikasinya cukup signifikan. Jika pemblokiran benar-benar dilakukan, akses ke aplikasi olahraga seperti Strava, pemesanan hotel melalui jaringan internasional, hingga layanan maskapai penerbangan dapat terganggu. Pengguna disarankan untuk memantau perkembangan regulasi ini dan mencari alternatif layanan jika diperlukan.

    Komdigi menegaskan bahwa langkah ini bukanlah bentuk pembatasan, melainkan upaya untuk memastikan setiap platform digital yang beroperasi di Indonesia mematuhi hukum dan memberikan perlindungan bagi masyarakat. Dengan batas waktu yang semakin dekat, keputusan kini berada di tangan para PSE untuk segera mendaftar atau menghadapi konsekuensinya.

  • Saat ISS Pensiun, Tiangong China Kuasai Orbit Bumi

    Saat ISS Pensiun, Tiangong China Kuasai Orbit Bumi

    JBNews.id — Jika International Space Station (ISS) benar-benar dipensiunkan pada 2030 dan stasiun luar angkasa komersial belum siap beroperasi, stasiun antariksa Tiangong milik China berpotensi menjadi satu-satunya laboratorium berawak permanen di orbit Bumi. Skenario ini mengubah peta kekuatan eksplorasi antariksa global.

    Situasi ini bukan terjadi secara kebetulan. Semuanya berawal lebih dari satu dekade lalu, ketika Amerika Serikat mengesahkan Wolf Amendment pada 2011. Aturan tersebut membatasi kerja sama bilateral antara NASA dan pemerintah China, sehingga praktis menutup peluang China untuk bergabung dalam program ISS.

    Akibatnya, China memilih mengembangkan jalannya sendiri. Alih-alih bergabung dengan ISS, Negeri Tirai Bambu membangun program antariksa berawak secara mandiri yang berpuncak pada peluncuran stasiun antariksa Tiangong. Stasiun modular itu mulai beroperasi pada 2021 dan kini menjadi salah satu dari hanya dua stasiun luar angkasa yang dihuni manusia secara permanen.

    China memang bukan mitra ISS sejak awal, bahkan sebelum Wolf Amendment diberlakukan. Namun, undang-undang tersebut membuat kerja sama langsung antara NASA dan badan antariksa China menjadi jauh lebih sulit secara hukum maupun politik.

    “China tidak pernah menjadi mitra ISS, dan keberatan Amerika Serikat terhadap keterlibatan China sudah muncul sebelum 2011. Namun Wolf Amendment memperkeras pemisahan yang sebelumnya memang sudah mulai terbentuk,” demikian menurut laporan yang dikutip dari SpaceDaily.

    Dengan kata lain, Wolf Amendment bukan satu-satunya alasan lahirnya Tiangong, tetapi menjadi faktor penting yang mempercepat keputusan China membangun stasiun antariksa sendiri.

    Saat ini, ISS masih jauh lebih besar dibanding Tiangong dan melibatkan lima badan antariksa utama, yakni NASA, Roscosmos, ESA, JAXA, dan Canadian Space Agency. Sebaliknya, Tiangong dioperasikan oleh China Manned Space Agency (CMSA) dan memiliki ukuran sekitar sepertiga ISS.

    Namun, garis waktu kedua program mulai bersinggungan. NASA menargetkan ISS pensiun sekitar 2030. Di sisi lain, beberapa perusahaan swasta di Amerika Serikat memang tengah mengembangkan stasiun luar angkasa komersial sebagai penerus ISS, tetapi sebagian besar masih berada dalam tahap pembangunan. Jika proyek-proyek tersebut mengalami keterlambatan, Tiangong berpotensi menjadi satu-satunya stasiun antariksa yang dihuni manusia untuk sementara waktu.

    Meski begitu, para analis menekankan bahwa skenario ini belum tentu terjadi, melainkan bergantung pada kesiapan stasiun komersial pengganti ISS.

    Meski dibangun dan dikelola China, Tiangong tidak sepenuhnya tertutup bagi dunia internasional. Menurut United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), stasiun ini telah membuka peluang bagi eksperimen ilmiah dari berbagai negara. Hingga kini, penelitian dari lebih dari belasan negara telah dipilih untuk dilakukan di Tiangong, termasuk dari Eropa, Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan antariksa kini memasuki babak baru. Jika pada era Perang Dingin kompetisi didominasi Amerika Serikat dan Uni Soviet, kini peta kekuatan mulai bergeser dengan munculnya China sebagai pemain utama.

    Warga Eropa dan berbagai negara lain kini menyaksikan perubahan lanskap geopolitik di luar angkasa. Apabila ISS benar-benar dipensiunkan sesuai jadwal dan stasiun komersial belum siap mengambil alih, Tiangong bukan hanya akan menjadi laboratorium antariksa terbesar yang masih aktif, tetapi juga simbol perubahan keseimbangan kekuatan dalam eksplorasi luar angkasa.

    Implikasinya bagi dunia: ketergantungan pada satu negara untuk akses orbit Bumi berawak dapat mengubah dinamika riset ilmiah dan kerja sama internasional. Prancis Terbelah dalam menyikapi isu lingkungan, namun di luar angkasa, persaingan teknologi semakin nyata.

    Bagi Indonesia, perkembangan ini membuka peluang sekaligus tantangan. Akses ke riset antariksa mungkin akan bergantung pada diplomasi dan kerja sama bilateral dengan China jika Tiangong menjadi satu-satunya stasiun berawak yang beroperasi.

  • ChromaLuxe: Teknologi Cetak yang Hidupkan Gambar

    ChromaLuxe: Teknologi Cetak yang Hidupkan Gambar

    JBNews.id — XGraphics, perusahaan jasa percetakan di Jabodetabek, meluncurkan teknologi ChromaLuxe pada ajang XG Connect 2026. Teknologi ini diklaim mampu meredefinisi pengalaman cetak digital menjadi karya seni yang ‘hidup’, tajam, dan imersif.

    Di era modern di mana masyarakat terbiasa mengonsumsi informasi dan visual secara digital dalam hitungan detik, muncul fenomena kejenuhan. Konsumen mulai merindukan pengalaman yang lebih utuh, nyata, dan personal. CEO XGraphics, Harjanto Sudarsono, menjelaskan bahwa konsumen tidak lagi sekadar mencari visual yang memanjakan mata, tetapi juga menginginkan koneksi emosional terhadap sebuah karya.

    “Karya cetak bukan lagi sekadar medium yang tergantikan teknologi, ia berevolusi menjadi simbol dari pengalaman yang lebih intentional dan memanjakan sensori. Dengan kata lain, ia menawarkan sesuatu yang semakin langka, yaitu presence,” ungkap Harjanto, dalam keterangan yang diterima detikINET.

    Tiga Pilar Inovasi ChromaLuxe

    ChromaLuxe merupakan teknologi finishing premium yang memanfaatkan inovasi mesin cetak digital komersial dari raksasa teknologi asal Jepang, Konica Minolta. Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan efek visual dan tekstur yang kaya demi menciptakan pengalaman multisensori yang emosional.

    Terdapat tiga ragam finishing eksklusif yang ditawarkan oleh teknologi ChromaLuxe:

    • ChromaVarnish: Menghadirkan efek kilau (shiny) yang dipadukan dengan tekstur timbul halus (subtle emboss). Varian ini berfungsi untuk menonjolkan elemen spesifik (presence) pada desain agar tampil lebih berkarakter.
    • ChromaFoil: Menggunakan lapisan foil yang memberikan kilau multidimensi. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesan kedalaman, ilusi gerak, dan membuat karya visual terlihat jauh lebih ‘hidup’.
    • ChromaSense: Menambahkan tekstur dan pola fisik secara langsung pada permukaan material cetak. Hasilnya, karya tersebut mampu memberikan sensasi taktil (sentuhan jari) yang nyata untuk memaksimalkan pengalaman multisensori audiens.

    Ketiga varian teknologi di atas dapat dipadukan sekaligus dalam satu proses cetak. Kombinasi ini mampu menghasilkan karya kemasan (packaging), material promosi, hingga merchandise dengan sentuhan luxury yang mustahil direplikasi oleh layar digital.

    ChromaLuxe

    Kolaborasi Seniman Lokal dan Terobosan Tinta Warna

    Untuk membuktikan keistimewaan ChromaLuxe secara langsung, XGraphics menggandeng sederet seniman visual berbakat Indonesia, di antaranya Popo Mangun, Kathrin Honesta, Mahendra Nazar, Misha, dan Rukmunal Hakim. Karya-karya epik mereka dipamerkan di event XG Connect 2026 dengan mengaplikasikan ragam finishing ChromaLuxe, membuktikan bagaimana teknologi ini mampu memperluas batas ekspresi artistik sang kreator.

    Selain ChromaLuxe, acara tahunan yang rutin mempertemukan pelaku industri dan vendor global ini juga memperkenalkan terobosan tinta cetak tingkat lanjut hasil kolaborasi ekosistem bersama merek raksasa seperti Heidelberg dan HP:

    • Tinta CMYK + OVG (Orange, Violet, Green): Inovasi ini memperluas rentang spektrum warna standar, memungkinkan mesin untuk mencetak warna-warna kompleks yang sebelumnya tidak bisa dicapai oleh format CMYK biasa.
    • Tinta CMYK + Neon Pink: Teknologi khusus dari mesin Heidelberg untuk menyuntikkan pigmen neon demi menghasilkan warna yang sangat vibrant dan mencolok, sangat ideal untuk kebutuhan branding modern yang butuh tampil beda.

    Perkembangan teknologi percetakan ini sejalan dengan tren industri kreatif yang semakin membutuhkan hasil cetak berkualitas tinggi. Teknologi seperti Fitur Terbaru di software kreatif juga mendorong permintaan akan output fisik yang mampu menyaingi kualitas digital.

    “Ke depannya mungkin akan semakin banyak bentuk karya seni digital dan virtual, namun pengalaman fisik yang autentik akan semakin dicari. Konsumen akan kembali mencari sesuatu yang memberikan pengalaman lebih, yang hanya dapat dipenuhi oleh karya fisik seperti digital printing,” tutup Harjanto.

    Implikasinya bagi pelaku industri kreatif dan percetakan di Indonesia cukup signifikan. Dengan hadirnya ChromaLuxe, para desainer dan brand kini memiliki opsi untuk menghasilkan karya cetak yang tidak hanya sekadar visual, tetapi juga memberikan pengalaman multisensori yang mampu membedakan mereka di tengah persaingan pasar yang ketat.

    Fenomena spam digital yang marak belakangan ini, seperti Spam Komentar Judol, justru memperkuat argumen bahwa konsumen semakin mencari pengalaman autentik dan bebas gangguan. ChromaLuxe hadir sebagai jawaban atas kerinduan akan kehadiran fisik yang nyata.

  • Meta Perkuat Perlindungan Remaja di Era PP TUNAS

    Meta Perkuat Perlindungan Remaja di Era PP TUNAS

    JBNews.id — Meta menghadirkan serangkaian fitur keamanan baru untuk pengguna remaja di Indonesia, sejalan dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak akan ekosistem digital yang lebih aman bagi kelompok usia muda.

    Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan apresiasi langsung kepada Meta atas kepatuhan dan penyesuaian fitur di platformnya, termasuk Instagram, Facebook, dan Threads. “Hari ini kami memberikan apresiasi kepada Meta yang menaungi Instagram, Facebook, dan Threads karena telah menyelaraskan fitur dan layanan mereka dengan hukum di Indonesia,” ujar Meutya, dikutip dari laman resmi Komdigi, Jumat (19/6/2026).

    Meta telah menetapkan batas usia minimum 16 tahun di seluruh platformnya dan menyesuaikan kebijakan komunitas secara menyeluruh. Kepatuhan ini disampaikan secara resmi melalui perwakilan hukum serta pimpinan kebijakan publik regional Asia Pasifik. “Kepatuhan tersebut sudah kami verifikasi. Ini menunjukkan bahwa penyesuaian bukan persoalan teknis, tetapi soal komitmen platform untuk melindungi anak dan menghormati hukum nasional,” tegas Meutya.

    Langkah Meta ini memperkuat implementasi PP TUNAS yang menjadi kerangka hukum utama perlindungan anak di ruang digital Indonesia. Regulasi ini tidak melarang akses internet, melainkan mewajibkan platform untuk menyediakan pengamanan yang memadai bagi pengguna di bawah umur.

    Fitur Teen Accounts: Perlindungan Bawaan untuk Remaja

    Meta memperkenalkan fitur Teen Accounts (Akun Remaja) di Instagram yang menghadirkan perlindungan aktif secara otomatis. Fitur utama termasuk pengaturan akun privat sebagai default, sehingga hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat unggahan dan berinteraksi dengan akun remaja.

    Meta juga menerapkan kontrol pesan yang lebih ketat. Remaja hanya dapat menerima pesan dari akun yang sudah mereka ikuti atau pernah terhubung sebelumnya. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko interaksi yang tidak diinginkan dari orang asing.

    Selain itu, pengaturan Sensitive Content Control secara otomatis diatur pada tingkat perlindungan tertinggi. Pengaturan ini membantu mengurangi paparan terhadap konten yang berpotensi sensitif atau tidak sesuai usia di berbagai fitur rekomendasi, seperti Explore dan Reels.

    Juru bicara Meta Esther Samboh menjelaskan alasan di balik fitur ini. “Dengan mengaktifkan Sensitive Content Control pada tingkat paling ketat secara otomatis, kami menciptakan jaring pengaman agar pengalaman eksplorasi mereka tetap positif dan aman,” kata Esther.

    Perlindungan lainnya mencakup pembatasan interaksi. Hanya akun yang diikuti remaja yang dapat menandai (tag) atau menyebut (mention) mereka. Fitur anti-perundungan, termasuk Hidden Words, juga diaktifkan secara otomatis.

    Pengingat Batas Waktu dan Mode Istirahat

    Teen Accounts juga dilengkapi fitur yang mendukung kesejahteraan digital. Pengguna remaja akan menerima pengingat setelah menggunakan Instagram atau Threads selama 60 menit dalam sehari. Selain itu, fitur Sleep Mode akan aktif secara otomatis mulai pukul 22.00 hingga 07.00 waktu setempat. Pada periode tersebut, notifikasi akan dibisukan dan pesan langsung akan mendapatkan balasan otomatis.

    Bagi pengguna di bawah usia 16 tahun, beberapa fitur memerlukan persetujuan orang tua, seperti melakukan siaran langsung (Live) di Instagram, menonaktifkan perlindungan terhadap gambar bernuansa nudity di Direct Message, serta mengubah sejumlah pengaturan keamanan bawaan.

    Perlindungan Teknologi Perlu Dibangun Bersama Orang Tua

    Berbagai fitur keamanan yang dihadirkan platform digital dapat membantu mengurangi risiko yang dihadapi remaja di ruang online. Namun, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran orang tua. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan antara orang tua dan anak merupakan salah satu faktor terpenting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat.

    Pendampingan dari orang tua membantu remaja mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memahami risiko di internet, dan mencari dukungan ketika menghadapi tantangan di dunia digital. Karena itu, keamanan digital sebaiknya dipandang sebagai tanggung jawab bersama. Platform digital menyediakan berbagai perlindungan berbasis teknologi, sementara orang tua, sekolah, dan komunitas memiliki peran penting dalam mendampingi remaja memahami dan menjalani pengalaman digital secara sehat dan bertanggung jawab.

    Untuk mendukung peran tersebut, Meta juga menghadirkan Family Center, sebuah pusat informasi yang menyediakan berbagai sumber daya bagi orang tua, mulai dari informasi mengenai Teen Accounts, fitur pengawasan, panduan percakapan keluarga, hingga materi seputar kesejahteraan digital. Family Center dirancang bukan sebagai alat pemantauan semata, melainkan sebagai sarana yang membantu orang tua dan remaja membangun komunikasi yang lebih terbuka mengenai pengalaman mereka di dunia digital.

    Associate Professor Department of Applied Psychology Northeastern University Dr Rachel Rodgers memberikan perspektif akademis. “Meta terus mengembangkan kebijakannya terkait konten yang berpotensi lebih sensitif bagi remaja. Ini merupakan langkah penting untuk menjadikan media sosial sebagai ruang di mana remaja dapat terhubung dan berekspresi dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka,” ujar Dr Rodgers. “Perubahan ini juga menjadi kesempatan baik bagi orang tua untuk berdiskusi dengan anak mengenai cara menyikapi berbagai topik yang menantang di dunia digital,” sambungnya.

    Langkah Meta ini juga sejalan dengan upaya global yang dilakukan platform lain. Sebelumnya, TikTok dan YouTube telah menonaktifkan 4,7 juta akun anak yang tidak sesuai dengan persyaratan usia. Ini menunjukkan tren positif di industri teknologi untuk lebih serius menangani keamanan anak.

    Pada akhirnya, menciptakan pengalaman digital yang lebih aman bagi remaja membutuhkan sinergi dari seluruh pihak. Ketika perlindungan teknologi berjalan beriringan dengan pendampingan dan komunikasi yang baik di rumah, remaja akan memiliki bekal yang lebih kuat untuk tumbuh dan berkembang secara sehat di era digital.

    Pemerintah juga terus mendorong regulasi yang lebih ketat. Salah satu wacana yang masih dibahas adalah kewajiban penggunaan nomor HP untuk verifikasi akun media sosial, yang diyakini dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan siber terhadap anak.

    Bagi orang tua yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang pengaturan keamanan digital untuk anak, Family Center Meta menyediakan panduan lengkap yang dapat diakses kapan saja. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa perlindungan di dunia digital bukan hanya tanggung jawab platform, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.