Blog

  • Tyranno X Motor Listrik Jarak Tempuh 160 Km Rp32,8 Juta

    Tyranno X Motor Listrik Jarak Tempuh 160 Km Rp32,8 Juta

    JBNews.id — PT Indomobil eMotor Internasional resmi meluncurkan motor listrik terbaru Tyranno X di Jakarta Fair 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu. Motor ini diklaim memiliki jarak tempuh hingga 160 kilometer dalam sekali pengisian daya pada mode eco riding, menjadikannya pilihan baru di segmen kendaraan listrik roda dua Indonesia.

    CEO PT Indomobil eMotor, Pius Wirawan, mengatakan Tyranno X merupakan varian terbaru dari model sebelumnya dengan kapasitas motor lebih besar dan baterai yang mampu mendukung jarak tempuh lebih jauh. “Jadi, ada dua varian Tyranno, Tyranno yang biasa dan Tyranno X. Tyranno biasa akan tetap dijual dengan baterai 2,5 kW, tetap jaraknya 110 km, kalau yang ini (Tyranno X), versi jarak tempuh lebih jauh, 160 km,” kata Pius dalam keterangan resmi.

    Tyranno X dibekali motor listrik berkekuatan 3 kW yang menghasilkan torsi 180 Nm. Tenaga tersebut disuplai baterai lithium berkapasitas 3,456 kWh (72V 48Ah) yang dipadukan dengan charger 15A. Kombinasi ini memungkinkan motor melaju dengan kecepatan maksimum hingga 80 kilometer per jam.

    Dari sisi desain, Tyranno X mengusung karakter adventure dengan ground clearance 170 mm yang memberikan ruang lebih saat melintasi jalan tidak rata, polisi tidur, maupun medan semi-offroad ringan. Indomobil eMotor memosisikan model ini sebagai kendaraan listrik yang dapat digunakan untuk mobilitas perkotaan sekaligus mendukung aktivitas luar ruang ringan.

    Secara dimensi, motor ini memiliki ukuran panjang 1.940 mm, lebar 785 mm, dan tinggi 1.283 mm dengan wheelbase 1.375 mm. Bobotnya tercatat 125,6 kilogram, sementara tinggi jok mencapai 755 mm. Untuk menunjang kenyamanan dan stabilitas berkendara, Tyranno X menggunakan suspensi depan telescopic fork dan suspensi belakang dual adjustable gas shock absorber.

    Pada sektor kaki-kaki, motor ini dibekali ban all terrain (segala medan) berukuran 110/70-13 di depan dan 120/70-12 di belakang. Kombinasi ban dan sistem suspensi tersebut dirancang untuk memberikan kemampuan adaptasi yang lebih baik di berbagai kondisi permukaan jalan.

    Harga dan Varian Warna Tyranno X

    Motor listrik Tyranno X dipasarkan dengan harga Rp32,8 juta on the road (OTR) Jakarta. Harga tersebut menjadikannya kompetitif di segmen motor listrik adventure dengan jarak tempuh jauh. Tersedia dalam enam pilihan warna, yakni Charcoal Black, Mineral Blue, Lava Red, Desert Yellow, Ash Grey, dan Moss Green.

    Pius mengatakan, perusahaan akan mulai mengirimkan unit Tyranno X ke garasi konsumen mulai Agustus tahun ini. “Kita mungkin akan mulai delivery (pengiriman) nanti di akhir Agustus atau awal bulan September,” kata dia.

    Dengan jarak tempuh 160 km, motor listrik ini cocok untuk pengguna harian yang membutuhkan mobilitas tinggi di perkotaan sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan luar kota ringan. Kapasitas baterai yang besar juga menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan daya tahan baterai optimal.

    Indomobil eMotor sebelumnya telah merilis Tyranno biasa dengan baterai 2,5 kW dan jarak tempuh 110 km. Dengan hadirnya Tyranno X, perusahaan memperluas pilihan konsumen di segmen motor listrik adventure. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tren kendaraan listrik, Anda dapat membaca artikel tentang Xiaomi 17T Pro yang juga menjadi sorotan di sektor teknologi.

    Spesifikasi Lengkap Tyranno X

    Berikut spesifikasi lengkap motor listrik Tyranno X berdasarkan data resmi dari PT Indomobil eMotor Internasional:

    • Motor: 3 kW, torsi 180 Nm
    • Baterai: Lithium 3,456 kWh (72V 48Ah)
    • Charger: 15A
    • Jarak tempuh: 160 km (mode eco riding)
    • Kecepatan maksimum: 80 km/jam
    • Ground clearance: 170 mm
    • Dimensi: 1.940 x 785 x 1.283 mm
    • Wheelbase: 1.375 mm
    • Bobot: 125,6 kg
    • Tinggi jok: 755 mm
    • Suspensi depan: Telescopic fork
    • Suspensi belakang: Dual adjustable gas shock absorber
    • Ban depan: 110/70-13 (all terrain)
    • Ban belakang: 120/70-12 (all terrain)
    • Harga: Rp32,8 juta OTR Jakarta
    • Warna: Charcoal Black, Mineral Blue, Lava Red, Desert Yellow, Ash Grey, Moss Green
    • Mulai pengiriman: Akhir Agustus atau awal September 2026

    Dengan spesifikasi tersebut, Tyranno X menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari motor listrik dengan jarak tempuh jauh dan kemampuan offroad ringan. Perusahaan menargetkan pengiriman unit ke konsumen pada akhir Agustus atau awal September tahun ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan siber, Anda dapat membaca artikel Cisco Rilis Spesifikasi Open Source.

    Kehadiran Tyranno X di pasar motor listrik Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan yang semakin diminati. Dengan harga Rp32,8 juta, motor ini menawarkan value yang kompetitif dibandingkan model sejenis di pasaran. Bagi Anda yang tertarik dengan teknologi terkini, artikel tentang Nothing Hentikan CMF Phone 2 Pro juga bisa menjadi bacaan menarik.

    Indomobil eMotor berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi di sektor kendaraan listrik. Dengan Tyranno X, perusahaan ingin memberikan solusi mobilitas yang ramah lingkungan, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya energi bersih.

  • Wabah Purba 5.500 Tahun Lalu Tewaskan Pemburu-Pengumpul di Siberia

    Wabah Purba 5.500 Tahun Lalu Tewaskan Pemburu-Pengumpul di Siberia

    JBNews.id — Sekelompok manusia pemburu-pengumpul di Siberia menjadi korban wabah pes mematikan sekitar 5.500 tahun yang lalu. Studi baru mengungkap bahwa ini adalah bukti tertua penyakit pes yang pernah teridentifikasi, menantang asumsi lama tentang asal-usul epidemi dalam sejarah manusia.

    Tim peneliti yang menyelidiki sisa-sisa kerangka dari Zaman Batu berhasil mengidentifikasi DNA kuno dari strain Yersinia pestis yang sebelumnya tidak diketahui. Bakteri inilah yang menjadi penyebab tiga jenis pes: pes paru (pneumonik), pes bubo (bubonik), dan pes septikemik. Menurut studi yang diterbitkan di jurnal Nature, penyakit yang menginfeksi kelompok pemburu-pengumpul ini kemungkinan besar adalah pes paru, yang ditularkan dari marmot liar dan meluluhlantakkan komunitas keluarga di sekitar Danau Baikal.

    “Kami mendapatkan hasil sangat mengejutkan bahwa kami menemukan banyak sekali kasus pes di sini, jauh lebih awal dari yang kami perkirakan,” kata penulis utama studi Ruairidh Macleod, peneliti genomik kuno di University of Oxford.

    Penemuan ini menantang asumsi lama yang menyebut bahwa epidemi besar pertama kali terjadi setelah bangkitnya sektor pertanian. Faktanya, wabah pes sudah menghabisi kelompok pemburu-pengumpul prasejarah ribuan tahun sebelum Maut Hitam (Black Death) melanda Eropa pada abad ke-14.

    DNA Kuno Ungkap Wabah Mematikan

    Peneliti mengekstraksi DNA kuno dari gigi 46 individu yang dimakamkan di empat permakaman di sepanjang tepi Sungai Angara, yang mengalir dari Danau Baikal. Hasilnya mengejutkan: bakteri Y. pestis teridentifikasi dalam jumlah besar pada 18 individu. Kasus-kasus ini mencakup dua wabah penyakit berbeda.

    Wabah pertama berlangsung dari sekitar 5.596 hingga 5.341 tahun yang lalu, sementara wabah kedua kemungkinan terjadi antara 5.126 hingga 4.926 tahun lalu. Beberapa makam berisi sisa kerangka sejumlah individu terinfeksi yang dikuburkan di saat bersamaan, mengindikasikan mereka tewas selama wabah yang sama.

    Satu makam merupakan tempat peristirahatan tiga gadis muda yang berkerabat dekat, sementara makam lainnya berisi keponakan dan bibinya. “Pasti ada penyintas yang mengenal orang-orang ini ketika mereka masih hidup, mengetahui identitas mereka, serta mengetahui hubungan biologis mereka, sehingga bisa menguburkan para korban di liang lahad yang sama,” urai Macleod.

    Peneliti menyadari jumlah anak yang tidak wajar tingginya dimakamkan dalam rentang waktu singkat. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, yang memperkuat dugaan bahwa penyebab kematian adalah penyakit mematikan. DNA kuno mengungkap keberadaan gen unik pengode protein yang memicu respons imun masif, yang mungkin menjelaskan mengapa anak-anak paling rentan meninggal akibat wabah ini.

    Pes Mematikan Jauh Sebelum Maut Hitam

    Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa wabah pes telah membinasakan peradaban jauh sebelum terjadinya Maut Hitam, epidemi yang menyapu Eropa abad ke-14 dan menewaskan sekitar 25 juta orang atau setara 25% hingga 33% total populasi Eropa Barat masa itu. Sebagai contoh, wabah pes berulang telah teridentifikasi pada periode antara 5.300 hingga 4.900 tahun lalu pada kelompok petani dari wilayah yang sekarang Skandinavia.

    Namun, apakah galur pes awal ini mematikan atau sekadar menyebabkan penyakit ringan masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Kini, pemeriksaan mendalam terhadap DNA kuno kelompok pemburu-pengumpul di Siberia memberi bukti terbaik bahwa galur pes prasejarah bersifat mematikan dan mengakibatkan kematian massal.

    Pes memainkan peran sangat penting dalam sejarah manusia dan terus menginfeksi hingga hari ini. Namun saat ini, kasus Y. pestis yang terdeteksi lebih awal sudah dapat diobati menggunakan antibiotik. Menurut penulis studi Eske Willerslev, ahli genetika evolusioner University of Copenhagen, memahami bagaimana penyakit ini berevolusi sangatlah penting untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana Y. pestis dapat berubah di masa depan.

    Penemuan ini tidak hanya mengubah pemahaman tentang sejarah penyakit pes, tetapi juga membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang evolusi patogen. Dengan memahami bagaimana bakteri mematikan ini berevolusi selama ribuan tahun, para ilmuwan dapat lebih siap menghadapi potensi wabah di masa depan. Para peneliti kini terus menganalisis temuan planet purba dan artefak prasejarah lainnya untuk mengungkap lebih banyak misteri peradaban kuno.

    Implikasinya jelas: penyakit pes bukanlah fenomena yang muncul bersamaan dengan peradaban agraris, melainkan telah menjadi ancaman bagi manusia jauh sebelumnya. Bagi para pemburu-pengumpul di Siberia 5.500 tahun lalu, wabah ini adalah bencana yang meluluhlantakkan komunitas mereka dalam waktu singkat.

    Pelajaran dari masa lalu ini relevan hingga kini. Pemahaman tentang sejarah evolusi patogen dapat membantu manusia modern mengantisipasi dan merespons ancaman penyakit menular di masa depan, termasuk kemungkinan munculnya varian baru dari bakteri atau virus yang sudah dikenal.

    Studi ini juga menegaskan pentingnya arkeologi dan genomik kuno dalam mengungkap sejarah penyakit yang selama ini tidak tercatat dalam dokumen tertulis. Dengan teknologi DNA kuno, para ilmuwan kini dapat “membaca” catatan biologis yang ditinggalkan oleh nenek moyang manusia ribuan tahun lalu.

  • Inggris Larang Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2027

    Inggris Larang Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2027

    JBNews.id — Pemerintah Inggris resmi melarang anak-anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial. Kebijakan bersejarah ini diumumkan Perdana Menteri Sir Keir Starmer pada Sabtu (20/6/2026) dan akan berlaku mulai musim semi 2027.

    Langkah ini bertujuan mengembalikan masa kanak-kanak yang dinilai semakin tergerus oleh aktivitas digital. Pemerintah Inggris menilai anak-anak saat ini menghabiskan terlalu banyak waktu menggulir konten digital sehingga mengurangi waktu bermain, belajar, dan berinteraksi secara langsung.

    Platform seperti TikTok, Instagram, Snapchat, Facebook, YouTube, dan X diperkirakan masuk dalam cakupan aturan. Sebaliknya, layanan pesan instan seperti WhatsApp dan Signal tidak termasuk dalam larangan, meski tetap dapat ditinjau di masa mendatang.

    “Kami ingin mengembalikan masa kecil anak-anak,” demikian pesan utama pemerintah Inggris dalam pengumuman resminya.

    Pembatasan Fitur dan Verifikasi Usia

    Selain melarang akses media sosial, pemerintah Inggris juga berencana membatasi sejumlah fitur berisiko tinggi bagi remaja. Fitur yang dimaksud termasuk siaran langsung (livestreaming) serta komunikasi dengan orang asing pada layanan digital dan platform game.

    Pemerintah juga mengkaji pembatasan tambahan seperti jam malam penggunaan platform digital. Pembatasan fitur yang mendorong penggunaan berlebihan, termasuk infinite scrolling dan autoplay, juga masuk dalam rencana.

    Regulator komunikasi Inggris, Ofcom, akan mengembangkan mekanisme verifikasi usia dan memperoleh kewenangan tambahan dalam pengawasan serta penegakan aturan. Pemerintah menegaskan fokus penegakan diarahkan kepada platform digital, bukan kepada anak-anak atau orang tua.

    Dukungan dan Kritik

    Kebijakan ini muncul setelah pemerintah menggelar konsultasi nasional terkait hubungan anak dengan dunia digital. Hasil konsultasi menunjukkan sekitar 90% orang tua mendukung penerapan batas usia minimum untuk mengakses media sosial.

    Meski mendapat dukungan luas dari kelompok orang tua dan pegiat keselamatan anak, kebijakan tersebut menuai kritik. Beberapa perusahaan teknologi menilai larangan total berpotensi mendorong remaja berpindah ke platform yang tidak diatur atau mencari cara menghindari pembatasan.

    Sejumlah pakar dan kelompok anak muda mempertanyakan efektivitas kebijakan. Mereka berpendapat media sosial tidak hanya menghadirkan risiko, tetapi juga memberikan manfaat dalam aspek pendidikan, kreativitas, hingga membangun komunitas sosial bagi remaja.

    Mengikuti Jejak Indonesia dan Australia

    Jika terealisasi, Inggris akan menjadi salah satu negara dengan pembatasan media sosial paling ketat bagi anak-anak. Langkah ini mengikuti kebijakan serupa yang sebelumnya diterapkan Australia.

    Indonesia sendiri telah menerapkan aturan pembatasan akses platform digital berisiko tinggi kepada pengguna berusia di bawah 16 tahun. Regulasi serupa di berbagai negara menunjukkan tren global untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial.

    Pemerintah Inggris menargetkan aturan baru mulai diterapkan pada musim semi 2027 setelah melalui proses legislasi dan penyusunan aturan teknis oleh regulator.

    Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube harus segera menyesuaikan sistem verifikasi usia mereka. Ofcom akan mengawasi kepatuhan dan memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi bagi platform yang melanggar.

    Kebijakan ini menjadi preseden penting bagi negara-negara lain yang tengah mempertimbangkan regulasi serupa. Dampaknya terhadap industri teknologi global diperkirakan akan signifikan, mengingat Inggris merupakan salah satu pasar digital terbesar di dunia.

    Bagi para orang tua di Indonesia, perkembangan ini menjadi referensi penting dalam memahami arah kebijakan perlindungan anak di era digital. Regulasi yang ketat di negara maju dapat menjadi acuan bagi penguatan aturan serupa di dalam negeri.

    Pemerintah Inggris menekankan bahwa kebijakan ini dirancang untuk melindungi anak-anak, bukan untuk menghukum mereka. Fokus penegakan tetap pada platform digital yang menyediakan layanan tanpa verifikasi usia yang memadai.

    Dengan mulai berlaku pada 2027, industri teknologi memiliki waktu untuk mempersiapkan sistem kepatuhan. Ofcom akan merilis panduan teknis bagi platform dalam beberapa bulan mendatang.

    Kebijakan larangan media sosial ini menandai perubahan besar dalam pendekatan regulasi digital global. Inggris bergabung dengan Australia dan Indonesia dalam menerapkan pembatasan ketat akses media sosial bagi anak-anak.

    Para pegiat keselamatan anak menyambut baik langkah ini. Mereka berharap kebijakan serupa akan diadopsi lebih banyak negara untuk melindungi generasi muda dari risiko dunia digital.

    Di sisi lain, perusahaan teknologi besar diperkirakan akan melakukan lobi intensif untuk melunakkan aturan. Namun, dengan dukungan 90% orang tua dalam konsultasi nasional, pemerintah Inggris memiliki mandat kuat untuk melanjutkan kebijakan ini.

  • Nvidia Incar Pasar China dengan Chip Vera Terbaru

    Nvidia Incar Pasar China dengan Chip Vera Terbaru

    JBNews.id — Nvidia berupaya keras mengembalikan pangsa pasarnya di China melalui chip prosesor terbaru bernama Vera. Langkah ini diambil setelah pengiriman chip AI H200 ke negara tersebut terhenti selama berbulan-bulan dan pangsa pasar perusahaan menyentuh angka nol.

    CEO Nvidia, Jensen Huang, telah mengonfirmasi bahwa pangsa pasar perusahaannya di China saat ini kosong. Padahal, China merupakan salah satu klien terbesar Nvidia. Kondisi ini mendorong raksasa teknologi tersebut untuk mencari cara memenangkan hati pelanggan di Negeri Tirai Bambu melalui data center AI, yang dinilai sebagai peluang bisnis bernilai miliaran dolar.

    Berdasarkan tiga sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, Nvidia telah memberi tahu kliennya di China bahwa chip Vera berbasis Arm akan tersedia paling cepat Agustus 2026. Pemesanan sudah dapat dilakukan sejak sekarang. Langkah ini menempatkan Nvidia RTX Spark dalam persaingan ketat dengan Intel dan AMD yang telah lama mendominasi pasar prosesor x86.

    Vera menjadi senjata baru Nvidia dengan klaim performa 1,8 kali lebih cepat dari CPU x86. Chip ini menawarkan bandwidth memori empat kali lebih besar dan memberikan peningkatan kinerja hingga 50% dibandingkan CPU rak standar. Keunggulan teknis ini menjadi daya tarik utama bagi calon pembeli di China.

    Reuters melaporkan, beberapa klien di China telah menunjukkan minat pada chip Vera. Salah satu perusahaan cloud di negara itu berencana memesan lebih dari 300 server, di mana masing-masing server berisi dua CPU Vera. Meski begitu, klien tersebut ingin melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum memutuskan pembelian.

    Vera diperkirakan dihargai lebih dari USD 20 ribu atau sekitar Rp 356 juta per unit. Harga ini belum termasuk diskon untuk pembelian dalam jumlah besar. Bandingkan dengan chip PC untuk AI Agent yang memiliki segmen pasar berbeda.

    Ketertarikan China pada Vera muncul ketika persaingan AI global bergeser dari pelatihan model ke komputasi inferensi. Inferensi adalah proses di mana machine learning yang telah dilatih menerapkan pengetahuannya pada data baru untuk membuat prediksi, mengambil keputusan, dan memberikan respons.

    Namun, realisasi harapan Nvidia masih belum pasti. Regulator China tampaknya semakin gencar mendorong swasembada di sektor chip. Banyak perusahaan rintisan AI dan raksasa teknologi di China memilih opsi chip lokal, seperti Ascend milik Huawei dan Hanguang kepunyaan T-Head.

    Persaingan di pasar prosesor China semakin memanas. Intel dan AMD sudah lama mendominasi dengan arsitektur x86, namun Nvidia mencoba masuk dengan Vera yang menawarkan performa lebih tinggi. Kolaborasi Nvidia dan Unitree di sektor robotika juga menunjukkan ekspansi perusahaan di luar GPU.

    Bagi pelanggan di China, keputusan membeli Vera tidak hanya soal performa. Faktor regulasi, kebijakan swasembada chip, dan hubungan geopolitik antara AS dan China akan mempengaruhi keputusan akhir. Nvidia harus meyakinkan bahwa chip mereka tetap bisa dikirim dan didukung penuh di tengah ketidakpastian regulasi.

    Jika berhasil, Vera bisa menjadi pintu masuk Nvidia untuk menguasai pasar data center AI China yang bernilai miliaran dolar. Namun jika gagal, perusahaan harus mencari strategi lain untuk mengembalikan pangsa pasar yang telah hilang.

  • Bapak AI Sindir xAI Gagal, Elon Musk Dibantai Kritik

    Bapak AI Sindir xAI Gagal, Elon Musk Dibantai Kritik

    JBNews.id — Yann LeCun, ilmuwan yang dijuluki ‘bapak AI’, melontarkan kritik keras terhadap Elon Musk dan menyebut perusahaannya, xAI, sebagai perusahaan gagal. Pernyataan ini disampaikan LeCun dalam wawancara dengan CNBC, seperti dikutip dari sumber terpercaya, Sabtu (20/6/2026).

    LeCun, yang dikenal sebagai pionir di bidang kecerdasan buatan dan sebelumnya menjabat sebagai peneliti AI utama di Meta, menuding xAI tidak mampu bersaing dengan perusahaan AI lainnya. Ia mendasari klaimnya pada fakta bahwa sebagian besar co-founder xAI telah meninggalkan perusahaan dalam setahun terakhir.

    “xAI bisa dibilang gagal, terus terang, karena tim pendirinya telah pergi,” kata LeCun kepada CNBC. “Elon sekarang berada dalam posisi yang sangat sulit untuk merekrut orang-orang terbaik di bidang AI, karena ia tidak berperilaku dengan baik terhadap tim sebelumnya,” sambungnya.

    Kritik ini menambah daftar panjang perselisihan antara LeCun dan Musk yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Keduanya kerap berselisih pendapat soal berbagai topik, mulai dari pengembangan AI hingga teori konspirasi yang sering dilontarkan Musk di media sosial. Musk sendiri sebelumnya menuduh LeCun sudah lama tidak memahami perkembangan AI.

    Dalam perkembangan terbaru, xAI yang didirikan oleh Elon Musk memang menghadapi tantangan serius. Pada bulan Februari lalu, Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI dengan valuasi mencapai USD 1,25 triliun. Langkah ini diikuti dengan aksi korporasi melantai di bursa saham pada pekan lalu. Namun, kinerja keuangan perusahaan masih jauh dari kata memuaskan.

    Berdasarkan laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir 31 Maret 2026, divisi AI SpaceX yang mencakup xAI mencatatkan kerugian operasional sebesar USD 2,5 miliar. Angka ini menjadi indikator betapa besarnya tekanan finansial yang dihadapi perusahaan rintisan milik Musk tersebut.

    Infrastruktur Besar, Tapi Rugi Besar

    LeCun mengakui bahwa xAI memiliki infrastruktur besar yang dapat disewakan ke perusahaan lain. Menurutnya, ini adalah satu-satunya cara bagi Musk untuk menutup kerugiannya. Komentar LeCun ini merujuk pada pusat data Colossus 1 dan Colossus 2 milik xAI yang berlokasi di Memphis, Tennessee.

    Menariknya, Google dan Anthropic telah menyewa kapasitas daya komputasi di pusat data xAI. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun xAI kesulitan dalam pengembangan produk AI-nya sendiri, infrastruktur yang dimilikinya tetap bernilai bagi pemain besar lainnya di industri ini.

    Sementara itu, AMI Labs, perusahaan AI yang didirikan LeCun setelah meninggalkan Meta, berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar USD 1 miliar pada bulan Maret lalu. Pencapaian ini kontras dengan kondisi xAI yang terus merugi dan kehilangan talenta utama.

    Prospek xAI Diragukan

    Ditanya soal peluang xAI bersaing dengan perusahaan AI lainnya seperti OpenAI dan Anthropic, LeCun mengaku pesimis. “Saya tidak terlalu optimis tentang prospek xAI,” ujar LeCun dengan tegas.

    Pernyataan ini tentu menjadi tamparan keras bagi Musk yang selama ini gencar mempromosikan produk AI-nya, termasuk Grok, sebagai pesaing serius ChatGPT milik OpenAI. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa xAI masih kesulitan untuk mengejar ketertinggalan.

    Kepergian para co-founder xAI dalam setahun terakhir menjadi sinyal yang jelas bahwa ada masalah internal di perusahaan tersebut. Dalam industri AI yang sangat kompetitif, kehilangan talenta kunci bisa menjadi pukulan fatal bagi kelangsungan bisnis.

    Kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam industri AI global. Meskipun investasi di sektor ini terus mengalir deras, tidak semua pemain mampu bertahan dan bersaing. Persaingan ketat antara perusahaan AI raksasa seperti OpenAI, Google, Anthropic, dan kini xAI, menuntut inovasi berkelanjutan dan manajemen yang solid.

    Bagi para pengamat industri, kritik LeCun terhadap xAI bukanlah sekadar perseteruan pribadi. Ini adalah analisis objektif tentang bagaimana sebuah perusahaan AI bisa gagal meskipun didukung oleh pendanaan besar dan figur karismatik seperti Elon Musk.

    Dalam konteks yang lebih luas, kegagalan xAI bisa menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan teknologi lainnya. Bahwa dalam industri AI, sumber daya manusia dan budaya perusahaan sama pentingnya dengan modal dan infrastruktur. Tanpa tim yang solid dan lingkungan kerja yang kondusif, perusahaan semegah apapun bisa runtuh.

    Masa depan xAI kini berada di ujung tanduk. Dengan kerugian operasional yang terus membengkak dan kehilangan talenta utama, perusahaan ini harus segera menemukan strategi baru untuk bertahan. Apakah Musk akan mampu membalikkan keadaan atau justru akan membiarkan xAI tenggelam, hanya waktu yang bisa menjawab.

    Namun satu hal yang pasti: kritik dari ‘bapak AI’ seperti Yann LeCun bukanlah angin lalu. Ini adalah peringatan serius bagi Musk dan timnya bahwa jalan menuju kesuksesan di industri AI masih sangat panjang dan penuh rintangan.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan teknologi di Indonesia, Anda dapat membaca artikel tentang digitalisasi perlinsos dan misi konektivitas digital.

    Implikasi dari kritik LeCun terhadap xAI sangat jelas: investor dan talenta AI terbaik akan semakin selektif dalam memilih perusahaan tempat mereka bekerja atau berinvestasi. Bagi para profesional AI, reputasi perusahaan dan budaya kerja kini menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan.

  • Anthropic Ekspansi ke Korea Selatan Usai Pembatasan Akses AI

    Anthropic Ekspansi ke Korea Selatan Usai Pembatasan Akses AI

    JBNews.id — Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, Anthropic PBC, resmi memperluas operasinya ke Asia dengan membuka kantor baru di Seoul, Korea Selatan. Langkah ini diambil di tengah tekanan regulasi dari pemerintahan Donald Trump yang memerintahkan Anthropic mencabut akses warga negara asing ke model AI paling canggih mereka, yaitu Fable 5 dan Mythos 5.

    The Washington Post pada Kamis (18/6) melaporkan bahwa keputusan pembatasan akses itu dipicu oleh temuan pejabat Washington. Salah satu entitas yang dijadwalkan menerima akses ke model Mythos adalah sebuah perusahaan telekomunikasi Korea Selatan yang “dicurigai memiliki hubungan dengan China” oleh pemerintah setempat.

    Meskipun menghadapi hambatan regulasi, Anthropic justru melihat Korea Selatan sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan tertinggi. “Korea adalah salah satu pasar kami dengan pertumbuhan tercepat di dunia … karena basis teknis dan pengembang yang Anda miliki,” ujar Chris Ciauri, Direktur Pelaksana Internasional Anthropic, dalam konferensi pers.

    Pertumbuhan Pesat di Pasar Korea

    Data internal perusahaan menunjukkan Korea Selatan menempati peringkat ke-12 dari 116 negara dalam hal penggunaan per kapita untuk Claude, model AI andalan Anthropic. Angka ini dirilis dalam laporan perusahaan pada Maret lalu.

    Ciauri optimistis peringkat tersebut akan meningkat signifikan. “Saya tidak akan terkejut jika peringkat ke-12 tersebut … bergeser ke angka satu digit dengan sangat cepat,” imbuhnya. Keyakinan ini didasari oleh tingginya adopsi teknologi AI di kalangan pengembang dan perusahaan teknologi Korea Selatan.

    Sebagai bagian dari strategi ekspansi, Anthropic berencana membangun ekosistem kemitraan dengan penyedia layanan hyperscaler utama, termasuk Google Cloud, Microsoft, dan Amazon. Perusahaan juga sedang meninjau opsi penempatan data (data residency) yang mematuhi kerangka regulasi lokal Korea Selatan.

    Dampak Regulasi Pemerintah Trump

    Kebijakan pembatasan akses model AI oleh pemerintahan Trump menjadi latar belakang penting ekspansi ini. Anthropic terpaksa mencabut akses ke model Fable 5 dan Mythos 5 bagi warga negara asing setelah menerima perintah langsung dari Washington.

    Ketika ditanya mengenai pembatasan kontrol ekspor tersebut, Ciauri menolak memberikan penjelasan lebih lanjut. “Kami tidak akan berkomentar mengenai Project Glasswing saat ini,” ujarnya. Project Glasswing merupakan inisiatif keamanan siber perusahaan yang memberikan akses awal bagi organisasi dan perusahaan penting ke model AI canggih milik Anthropic.

    Langkah ini menimbulkan pertanyaan baru tentang keseimbangan antara keamanan nasional dan ekspansi bisnis global perusahaan AI. Sebelumnya, Anthropic juga menghadapi berbagai tantangan regulasi di Amerika Serikat, termasuk ketegangan dengan White House terkait kebijakan AI tanpa aturan yang jelas.

    Implikasi bagi Industri AI Global

    Ekspansi Anthropic ke Korea Selatan menunjukkan strategi diversifikasi geografis di tengah meningkatnya tekanan regulasi di negara asal. Perusahaan AI global kini dihadapkan pada dilema antara mematuhi kebijakan pemerintah dan mempertahankan pertumbuhan bisnis internasional.

    Bagi pengguna dan pengembang AI di Asia, kehadiran Anthropic di Seoul membuka akses lebih luas terhadap teknologi Claude. Namun, pembatasan akses model canggih seperti Mythos 5 juga menjadi pengingat bahwa teknologi AI tetap berada di bawah kendali regulasi negara asal.

    Keputusan Anthropic untuk tetap ekspansif meskipun ada pembatasan menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap potensi pasar Asia. Dengan kemitraan bersama raksasa cloud global, perusahaan berupaya membangun infrastruktur yang memungkinkan adopsi AI secara lebih luas di kawasan ini.

    Langkah ini juga menjadi indikator bagi perusahaan AI lain yang mungkin menghadapi situasi serupa. Persaingan di industri AI semakin ketat, dan kemampuan beradaptasi dengan regulasi lintas negara menjadi faktor kunci keberhasilan.

    Bagi pasar Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat adopsi AI juga meningkat pesat. Model-model seperti Claude dari Anthropic sudah digunakan oleh berbagai perusahaan dan pengembang di Tanah Air. Kebijakan pembatasan akses oleh pemerintah AS bisa berdampak pada ketersediaan teknologi AI canggih di Indonesia.

    Anthropic sendiri belum mengumumkan rencana ekspansi ke Indonesia atau negara Asia Tenggara lainnya. Namun, dengan dibukanya kantor di Seoul, kemungkinan besar perusahaan akan menjadikan Korea Selatan sebagai hub regional untuk memperluas jangkauan ke pasar Asia Pasifik.

    Ke depannya, pengamat industri memperkirakan akan semakin banyak perusahaan AI yang membuka kantor di luar Amerika Serikat sebagai strategi mitigasi risiko regulasi. Tantangan hukum yang dihadapi Anthropic di dalam negeri juga menjadi faktor pendorong diversifikasi geografis.

    Dengan investasi besar di Korea Selatan, Anthropic menunjukkan komitmen jangka panjangnya terhadap pasar Asia. Perusahaan siap bersaing dengan pemain lokal dan global lainnya dalam merebut pangsa pasar AI yang terus bertumbuh di kawasan ini.

  • AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online

    AI Mulai Gantikan Kolom Pencarian Saat Belanja Online

    JBNews.id — Cara orang berbelanja online perlahan mulai berubah. Kecerdasan buatan (AI) kini mulai mengambil peran sebagai asisten belanja pribadi yang mampu memahami kebutuhan pengguna melalui percakapan, menggantikan metode pencarian tradisional yang selama ini mengandalkan kolom pencarian.

    Alih-alih mengetik kata kunci seperti “sepatu lari pria” atau “hadiah ulang tahun untuk ibu”, pengguna cukup menjelaskan kebutuhan mereka secara natural. AI kemudian akan memberikan rekomendasi yang lebih personal dan relevan. Perubahan ini didorong oleh berkembangnya teknologi AI agent atau asisten AI yang dapat berdialog layaknya manusia.

    Fenomena tersebut mulai terlihat di industri ritel global. Amazon mengungkapkan bahwa lebih dari 300 juta pelanggan menggunakan fitur asisten belanja berbasis AI mereka sepanjang tahun lalu. Teknologi tersebut bahkan disebut berhasil menghasilkan tambahan penjualan hampir USD 12 miliar atau sekitar Rp 195 triliun.

    Teknologi AWS untuk Peritel

    Melihat tren tersebut, Amazon Web Services (AWS) kini membuka teknologi yang menjadi dasar asisten belanja AI Amazon kepada peritel lain melalui solusi bernama AWS Agentic Shopping Assistant (ASA). Solusi ini memungkinkan perusahaan ritel membangun asisten belanja AI mereka sendiri dengan memanfaatkan data produk, aturan bisnis, dan karakter merek masing-masing.

    Menurut AWS, pengalaman belanja berbasis percakapan menawarkan keuntungan yang signifikan dibanding metode pencarian tradisional. Sesi belanja menggunakan AI disebut memiliki tingkat konversi hingga 3,5 kali lebih tinggi dibanding pencarian berbasis kata kunci. Hal ini terjadi karena AI tidak hanya mencari produk berdasarkan kata tertentu, tetapi juga memahami konteks kebutuhan pengguna.

    Misalnya saat seseorang mencari hadiah ulang tahun, AI dapat menggali informasi tambahan seperti usia penerima, hubungan dengan pemberi hadiah, hingga gaya yang disukai sebelum memberikan rekomendasi produk.

    AWS

    Peritel Didorong Bangun AI Sendiri

    AWS menilai peritel memiliki pengetahuan mendalam tentang produk dan pelanggan mereka yang sulit ditandingi AI umum. Karena itu, perusahaan ritel didorong untuk membangun asisten AI sendiri agar tetap memiliki hubungan langsung dengan pelanggan dan tidak sepenuhnya bergantung pada platform pihak ketiga.

    Salah satu contoh penerapan teknologi tersebut datang dari merek fesyen Kate Spade. Perusahaan ini memanfaatkan AWS ASA untuk menghadirkan layanan Kate Spade AI Gift Concierge, asisten AI yang membantu pelanggan memilih hadiah berdasarkan percakapan natural. Menariknya, layanan tersebut hadir karena lebih dari separuh konsumen mengaku merasa stres ketika harus membeli hadiah. AI kemudian membantu mempersempit pilihan dengan menanyakan berbagai detail yang relevan sebelum memberikan rekomendasi produk.

    AWS

    Yang Lu, Chief Information and Digital Officer Tapestry selaku induk Kate Spade, mengatakan teknologi agentic commerce berpotensi menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan. “Kami sangat antusias dengan berbagai kemungkinan yang dapat dihadirkan oleh agentic commerce bagi pelanggan kami. AWS menghadirkan resepnya, namun kami mengembangkan penyesuaian yang dibutuhkan oleh konsumen secara bersama-sama,” ujar Yang Lu dalam keterangan resmi yang diterima detikINET, Sabtu (20/6/2026).

    Masa Depan E-commerce

    Perkembangan AI agent diperkirakan akan mengubah wajah e-commerce dalam beberapa tahun ke depan. Jika sebelumnya mesin pencari menjadi pintu utama menemukan produk, kini percakapan dengan AI berpotensi menjadi cara baru konsumen berbelanja. AWS bahkan menyebut peritel tidak seharusnya menunda pengembangan pengalaman belanja berbasis percakapan karena ekspektasi pelanggan terus berubah.

    Dengan semakin canggihnya AI generatif, batas antara chatbot, customer service, dan personal shopper digital diprediksi akan semakin kabur. Bukan tidak mungkin, di masa depan kolom pencarian yang selama ini menjadi ciri khas toko online akan tergeser oleh asisten AI yang dapat memahami kebutuhan pelanggan hanya melalui percakapan biasa.

    Fenomena ini juga sejalan dengan perkembangan industri AI secara global. Beberapa perusahaan teknologi besar mulai menghadapi tantangan baru terkait efisiensi biaya. Biaya AI Membengkak menjadi perhatian serius bagi banyak perusahaan. Sementara itu, IPO OpenAI dan Anthropic juga menjadi ujian terberat bagi industri AI yang segera dimulai.

    Implikasi dari perubahan ini sangat jelas bagi konsumen dan peritel. Bagi konsumen, pengalaman berbelanja akan menjadi lebih personal, efisien, dan menyenangkan. Tidak perlu lagi menghabiskan waktu menelusuri ratusan produk yang tidak relevan. Cukup dengan menjelaskan kebutuhan, AI akan menyajikan pilihan terbaik.

    Bagi peritel, adopsi teknologi ini menjadi kunci untuk tetap kompetitif. Mereka yang mampu membangun Raksasa Teknologi asisten belanja AI sendiri akan memiliki keunggulan dalam memahami dan melayani pelanggan mereka. Sebaliknya, peritel yang terlambat beradaptasi berisiko kehilangan pangsa pasar.

    Dengan semakin matangnya teknologi AI agent, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita akan melihat lebih banyak toko online yang menggantikan kolom pencarian tradisional dengan asisten AI percakapan. Ini bukan lagi sekadar tren, melainkan perubahan fundamental dalam cara manusia berbelanja di era digital.

  • Mentan Perkenalkan Sistem Pertanian Modern di Penas XVII Gorontalo

    Mentan Perkenalkan Sistem Pertanian Modern di Penas XVII Gorontalo

    JBNews.id, Gorontalo — Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memperkenalkan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System pada pembukaan Pekan Nasional (Penas) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo, Sabtu. Sistem ini menjadi model budidaya berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat swasembada pangan nasional.

    Amran mengatakan sistem pertanian modern tersebut merupakan hasil penggabungan berbagai metode yang dikembangkan dari pengalaman Indonesia dan sejumlah negara lain. “Ini adalah penemuan baru, ini adalah metode baru yang kami combine antara metode baru dari Indonesia dan kami temukan dari China kemudian di Amerika, ini kami coba memadukan,” kata Amran.

    Menurut dia, penerapan teknologi pertanian menjadi kunci dalam meningkatkan hasil produksi melalui penggunaan benih unggul, pengelolaan irigasi yang lebih baik, mekanisasi pertanian, serta pola tanam yang lebih modern dan efisien. Pemerintah saat ini menjalankan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan guna mempercepat peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.

    Melalui penerapan sistem tersebut, produktivitas padi dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektare, atau hampir dua kali lipat dibanding rata-rata produktivitas nasional yang berada pada kisaran 5,5 ton per hektare. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan.

    Pada kesempatan itu, Amran juga menyampaikan stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi tersebut membuat Perum Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang baru. Hal ini menunjukkan keberhasilan program swasembada pangan yang dijalankan pemerintah.

    Menurut dia, peningkatan produksi pangan turut berdampak pada kesejahteraan petani. Harga gabah yang sebelumnya berada di kisaran Rp5.000 per kilogram kini mencapai minimal Rp6.500 per kilogram, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) mencatatkan angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Selain itu, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen di tengah tren kenaikan harga pupuk dunia.

    Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) menjadi salah satu teknologi pertanian yang diperkenalkan kepada ribuan peserta Penas XVII dari berbagai daerah sebagai contoh praktik yang dapat direplikasi sesuai kondisi wilayah masing-masing.

    Menurut dia, pendekatan penyuluhan melalui demonstrasi lapangan lebih efektif dibanding hanya menyampaikan teori karena petani dapat melihat langsung hasil penerapan teknologi tersebut. “Ini merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta dari semua daerah untuk lihat teknologi ini diterapkan di daerah masing-masing,” kata Gusnar.

    Ia berharap inovasi yang ditampilkan pada Penas XVII dapat diadopsi secara luas untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Acara ini menjadi ajang strategis bagi para petani dan nelayan untuk saling bertukar pengalaman serta mengadopsi praktik terbaik di bidang pertanian modern.

    Keberhasilan program pertanian modern ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah terus mendorong adopsi Teknologi Canggih di sektor pertanian untuk mencapai target swasembada pangan yang berkelanjutan.

    Dalam perkembangannya, penerapan sistem pertanian modern juga membutuhkan literasi digital yang memadai bagi para petani. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

    Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya Metode SIFT dalam mengidentifikasi informasi yang akurat terkait teknologi pertanian. Langkah ini penting untuk memastikan petani tidak tertipu oleh informasi palsu yang dapat merugikan.

    Dengan adanya sistem pertanian modern ini, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik sekaligus menjadi lumbung pangan dunia. Pemerintah optimistis target swasembada pangan dapat tercapai lebih cepat dari yang direncanakan.

    Acara Penas XVII sendiri dihadiri oleh ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka antusias mengikuti berbagai sesi demonstrasi dan pameran teknologi pertanian yang diselenggarakan selama acara berlangsung.

    Ke depannya, pemerintah akan terus mengembangkan dan menyempurnakan sistem pertanian modern ini agar dapat diadopsi secara lebih luas oleh petani di seluruh Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan akademisi, sangat diperlukan untuk mewujudkan visi pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.

    Dengan capaian produktivitas yang hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional, sistem pertanian modern ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan di Indonesia.

  • Penipuan Streaming Piala Dunia 2026, 336 Domain Palsu Terdeteksi

    Penipuan Streaming Piala Dunia 2026, 336 Domain Palsu Terdeteksi

    JBNews.id — Euforia Piala Dunia 2026 yang dimulai pada 11 Juni 2026 tidak hanya dimanfaatkan oleh penggemar sepak bola, tetapi juga oleh pelaku kejahatan siber. Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sedikitnya 336 domain palsu yang meniru platform resmi terkait ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Situs-situs ini digunakan untuk menjalankan berbagai modus penipuan, mulai dari layanan streaming pertandingan palsu hingga platform taruhan ilegal yang bertujuan mencuri data pribadi dan uang korban.

    Kaspersky mengungkapkan sejak turnamen dimulai, para pelaku kejahatan siber semakin agresif memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk menonton pertandingan secara online maupun mengikuti aktivitas taruhan olahraga. Ancaman ini menyasar penggemar di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang kerap mencari akses gratis untuk menyaksikan laga-laga seru Piala Dunia. Modus operandi para penipu pun semakin canggih dan terstruktur.

    Salah satu modus yang paling banyak ditemukan adalah penawaran layanan streaming gratis Piala Dunia. Penipu membuat situs web yang tampak meyakinkan dan mengklaim menyediakan akses gratis untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Namun setelah mengklik tombol “Tonton Sekarang”, pengguna diarahkan untuk melakukan registrasi dan kemudian diminta membayar biaya tertentu menggunakan mata uang kripto dengan iming-iming akses seumur hidup ke seluruh pertandingan. Alih-alih mendapatkan layanan streaming, korban justru berisiko kehilangan uang dan data pribadi yang telah diberikan saat proses pendaftaran.

    Selain streaming palsu, Kaspersky juga menemukan banyak situs taruhan dan prediksi pertandingan palsu yang menargetkan penggemar sepak bola di berbagai negara. Dalam salah satu kasus, situs berbahasa Spanyol meminta pengguna menyerahkan berbagai informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat email, nomor telepon, hingga data lainnya dengan alasan pembuatan akun taruhan. Skema serupa juga ditemukan pada situs berbahasa Portugis yang menampilkan jadwal pertandingan Piala Dunia dan menawarkan layanan taruhan online. Untuk bisa mengikuti taruhan, pengguna diwajibkan menyerahkan data pribadi yang berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.

    Menurut Kaspersky, praktik semacam ini dapat berujung pada pencurian identitas, pembobolan akun, hingga kerugian finansial, terutama jika korban menggunakan kata sandi yang sama pada berbagai layanan digital.

    “Sejak awal turnamen dimulai, para pelaku kejahatan siber semakin fokus pada cara penggemar berinteraksi dengan acara tersebut secara online. Aktivitas kriminal terus meningkat, termasuk situs web palsu yang menawarkan layanan streaming dan taruhan dalam berbagai bahasa,” kata Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, Sabtu (20/6/2026).

    Tidak hanya melalui situs web, pelaku juga memanfaatkan email spam untuk menjebak korban. Dalam temuan Kaspersky, sejumlah pengguna menerima email yang menawarkan layanan analisis pertandingan dan prediksi pemenang dengan klaim tingkat akurasi tinggi. Email tersebut sengaja dibuat dengan kalimat yang memancing rasa penasaran dan urgensi agar korban segera mengambil tindakan. Pengguna kemudian diminta membayar hingga USD 200 untuk mendapatkan akses ke layanan prediksi tersebut. Padahal, layanan semacam itu berpotensi hanya menjadi modus penipuan yang menyebabkan korban kehilangan uang tanpa memperoleh manfaat apa pun.

    Melihat meningkatnya ancaman tersebut, Kaspersky mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat mengakses layanan terkait Piala Dunia 2026. Pengguna disarankan selalu memeriksa keaslian alamat situs web sebelum memasukkan data pribadi, memastikan URL yang digunakan benar dan berasal dari sumber resmi. Selain itu, masyarakat diminta memilih platform streaming resmi dan terpercaya untuk menghindari pencurian data maupun penipuan finansial.

    Kaspersky juga merekomendasikan penggunaan solusi keamanan digital yang mampu mendeteksi tautan phishing dan file berbahaya, serta mengaktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) pada akun penting seperti email, media sosial, dan layanan keuangan.

    Modus penipuan ini mengingatkan kita pada pentingnya literasi digital di tengah euforia turnamen global. Bagi Anda yang ingin menikmati pertandingan, pastikan hanya menggunakan layanan resmi dari penyedia siaran atau platform streaming terverifikasi. Jangan tergiur dengan iming-iming akses gratis yang justru bisa membuat uang Anda ludes.

    Untuk melindungi diri dari ancaman siber, penting bagi pengguna untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan. Jangan pernah memberikan data pribadi atau melakukan pembayaran di situs yang tidak jelas reputasinya. Jika Anda menemukan situs mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau penyedia layanan keamanan siber.

    Dalam konteks yang lebih luas, fenomena ini menunjukkan bahwa setiap ajang besar global selalu menjadi ladang empuk bagi penjahat siber. Oleh karena itu, kesadaran dan kewaspadaan pengguna menjadi garis pertahanan pertama yang paling efektif. Jangan biarkan euforia sepak bola mengorbankan keamanan digital Anda.

  • Indonesia Vs Filipina di Kualifikasi Mobile Legends Asian Games

    Indonesia Vs Filipina di Kualifikasi Mobile Legends Asian Games

    JBNews.id — Timnas Mobile Legends Indonesia menghadapi dua laga krusial di babak Kualifikasi Asian Games 2026 hari ini, Sabtu (20/6/2026), dengan Malaysia dan Filipina sebagai lawan. Duel ini menjadi penentu langkah Garuda menuju panggung utama Asian Games 2026.

    Pelatih timnas, Kenny Deo alias Xepher, menyebut Filipina dan Malaysia sebagai dua dari empat negara terkuat di babak kualifikasi. Dua negara sisanya adalah Myanmar dan Kamboja. Pertandingan digelar di Resorts World Convention Centre, Singapura, dengan format best of 3 (Bo3).

    Timnas harus mengalahkan kedua negara tersebut dengan skor 2-0 atau 2-1 untuk memastikan posisi aman di puncak klasemen Grup A. Saat ini Indonesia memimpin klasemen dengan tiga kemenangan telak 2-0 atas Laos, Vietnam, dan Singapura.

    Jadwal Pertandingan Hari Ini

    Seperti hari pertama, Indonesia akan bermain pada sore dan malam. Berikut jadwal lengkapnya:

    • Indonesia vs Malaysia — 16.00 WIB
    • Indonesia vs Filipina — 19.30 WIB

    Dua laga ini sangat penting agar timnas bisa bermain lebih tenang di pertandingan selanjutnya. Hari ketiga akan berhadapan dengan Myanmar dan Kamboja, yang juga masuk daftar negara terkuat versi Xepher. Untuk informasi lebih lengkap terkait jadwal awal, simak Jadwal Timnas MLBB tersebut.

    Klasemen Grup A

    Indonesia saat ini menduduki puncak klasemen Grup A dengan tiga kemenangan. Peringkat kedua ditempati Kamboja yang belum terkalahkan, dengan tiga kemenangan atas Myanmar (2-1), Filipina (2-1), dan Vietnam (2-0).

    Posisi ketiga diisi Filipina dengan dua kemenangan dan satu kekalahan. Urutan keempat ditempati Myanmar, kelima Malaysia, lalu Vietnam, Laos, dan terakhir Singapura. Dari delapan negara di Grup A, hanya lima yang berhak lanjut ke panggung utama Asian Games 2026. Sisanya otomatis tereliminasi.

    Peluang Indonesia untuk dilengserkan dari puncak klasemen masih terbuka lebar. Oleh karena itu, dua laga hari ini menjadi krusial untuk memantapkan langkah menuju panggung utama.

    Link Streaming

    Penampilan Indonesia hari ini dapat disaksikan secara offline di Singapura maupun online. Gamer bisa menonton atlet-atlet Mobile Legends kebanggaan Tanah Air berjuang melalui link streaming Mobile Legends Asian Games di babak Kualifikasi Grup A Asia Tenggara.

    Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi timnas untuk membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama esports di Asia Tenggara. Dengan dukungan penuh dari penggemar, Garuda diharapkan bisa meraih hasil maksimal.