Category: Tekno

  • XLSmart Targetkan 20% Pendapatan dari Bisnis Enterprise

    XLSmart Targetkan 20% Pendapatan dari Bisnis Enterprise

    JBNews.id — XLSmart menargetkan bisnis enterprise atau B2B dapat memberikan kontribusi sebesar 20% terhadap total pendapatan perusahaan. Operator seluler ini mengandalkan penguatan layanan korporasi melalui ajang Bravo 500 Summit dan platform Esta Prime untuk merealisasikan target tersebut.

    Chief Enterprise Business XLSmart, Feby Sallyanto, mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus pada layanan konektivitas, tetapi juga memperluas peran ke integrasi data, penguatan keamanan siber, dan integrasi aplikasi. Langkah ini diambil seiring meningkatnya permintaan transformasi digital di kalangan korporasi.

    “Kita berperan di connectivity sudah pasti, kemudian kita juga berperan di data integrasi, kemudian kita juga berperan di penguatan security dan juga integrasi application,” ujar Feby di Jakarta.

    XLSmart melalui unit XLSMART for Business kembali menggelar BRAVO 500 Summit 2026

    Feby menjelaskan, kebutuhan perusahaan saat ini tidak lagi sekadar akses internet, tetapi juga solusi digital yang terintegrasi untuk mendukung operasional bisnis. Karena itu, XLSmart memperkuat portofolio enterprise agar mampu bersaing di tengah meningkatnya permintaan transformasi digital.

    Ia menjelaskan, bisnis enterprise ditargetkan menjadi ‘mesin pertumbuhan kedua’ di luar bisnis konsumen yang selama ini didominasi merek XL, Axis, dan Smartfren.

    “Nah enterprise bisnis yang menjadi bagian dari XLSmart itu mencoba untuk aim 20% kontribusi. Nah Bravo 500 Summit, kemudian juga Esta Prime dan produk-produk kita yang lain itu kita harapkan dapat realisasikan cita-cita kita tadi. 20% kontribusi terhadap XLSmart,” kata Feby.

    Strategi Diversifikasi Pendapatan

    Feby menambahkan, segmen konsumen tetap menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan. Namun, operator seluler ini melihat peluang pertumbuhan signifikan dari sektor enterprise seiring meningkatnya kebutuhan solusi digital bagi korporasi, institusi, dan pelaku usaha.

    “Consumer market tentunya yang paling utama, paling besar ya ada brand XL, Axis, Smartfren. Tapi kita coba jadi second engine,” ucapnya.

    XLSmart sebelumnya telah meluncurkan platform Esta Prime untuk mempercepat digitalisasi korporasi. Platform ini dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis melalui solusi konektivitas, integrasi data, penguatan keamanan, dan integrasi aplikasi.

    Bravo 500 Summit 2026

    Sebagai informasi, Bravo 500 Summit 2026 yang akan digelar pada 11 Juni 2026 merupakan forum yang mempertemukan pelaku bisnis, pemimpin perusahaan, dan pemangku kepentingan untuk membahas transformasi digital, konektivitas, keamanan siber, serta pemanfaatan teknologi terkini dalam dunia usaha.

    Ajang yang sudah memasuki tahun keduanya ini juga menjadi sarana bagi XLSmart untuk memperkenalkan solusi enterprise dan memperkuat hubungan dengan pelanggan korporasi. Acara ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk memamerkan portofolio layanan terbarunya.

    Sementara itu, Esta Prime adalah platform dan layanan enterprise XLSmart yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis melalui solusi konektivitas, integrasi data, penguatan keamanan, dan integrasi aplikasi. Platform ini menjadi andalan XLSmart dalam mendorong digitalisasi korporasi di Indonesia.

    Dengan strategi ini, XLSmart berharap dapat memperkuat posisinya di pasar B2B dan mengurangi ketergantungan pada segmen konsumen. Target kontribusi 20% dari bisnis enterprise diharapkan dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan meningkatnya adopsi solusi digital oleh korporasi di Indonesia.

    Bagi pelaku bisnis dan korporasi, langkah XLSmart ini membuka peluang untuk mengakses layanan telekomunikasi dan solusi digital yang lebih terintegrasi. Perusahaan dapat memanfaatkan layanan ini untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di era digital.

  • Bigetron Vs Evos di Playoff MPL ID S17 Hari Ini

    Bigetron Vs Evos di Playoff MPL ID S17 Hari Ini

    JBNews.id — Babak Playoff MPL ID S17 digelar hari ini, Rabu, 10 Juni 2026, mempertemukan Bigetron by Vitality melawan Evos dalam laga penutup di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur.

    Pertandingan ini menjadi puncak dari dua duel yang akan menentukan tim mana yang berhak melaju ke semifinal upper bracket. Sebelum laga Bigetron vs Evos, Dewa United Esports akan lebih dulu berhadapan dengan Geek Fam pada pukul 13.00 WIB.

    Seluruh pertandingan Playoff MPL ID S17 bisa ditonton secara langsung melalui kanal YouTube MPL Indonesia, selain menyaksikan langsung di lokasi acara.

    Berbeda dengan babak Reguler Season, format Playoff menggunakan sistem best of 5 (Bo5). Tim yang kalah dalam pertandingan hari ini langsung tereliminasi dari kompetisi. Sementara tim yang menang akan melanjutkan perjuangan ke semifinal upper bracket.

    “Di pertandingan hari ini, tim yang kalah langsung tereliminasi dari kompetisi. Tim yang menang lanjut ke semifinal upper bracket,” demikian keterangan yang dihimpun dari MPL ID.

    Team Liquid ID dan Onic sudah lebih dulu mengamankan tempat di semifinal upper bracket. Kedua tim ini berhasil mempertahankan posisi dua teratas selama babak Reguler Season. Onic menduduki puncak klasemen, sementara Team Liquid ID berada di posisi kedua.

    Jadwal dan Format Pertandingan

    Jadwal MPL ID S17 hari ini hanya menampilkan dua pertandingan. Hasil dari kedua laga ini akan menentukan tim yang akan berhadapan dengan Team Liquid ID dan Onic di semifinal upper bracket.

    Berikut jam main keempat tim tersebut, dihimpun dari MPL ID, Rabu (10/6/2026):

    • Match 1: Dewa United Esports vs Geek Fam — 13.00 WIB
    • Match 2: Bigetron by Vitality vs Evos — 18.15 WIB

    Format Playoff yang menggunakan sistem Bo5 mengharuskan setiap tim memenangkan tiga game terlebih dahulu. Kemenangan bisa diraih dengan skor 3-0, 3-1, atau 3-2.

    Di semifinal upper bracket nanti, tim yang kalah tidak langsung gugur. Mereka akan turun terlebih dahulu ke lower bracket. Namun jika kembali kalah di lower bracket, maka dipastikan tidak bisa tampil di laga berikutnya.

    Pertandingan Bigetron vs Evos diprediksi akan menjadi laga yang paling dinantikan. Kedua tim memiliki basis penggemar yang besar dan sejarah persaingan yang panjang di kancah Mobile Legends Professional League Indonesia.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi dan esports, Anda dapat membaca artikel tentang XLSmart Ajak Ribuan Pengusaha Manfaatkan AI yang relevan dengan industri digital saat ini.

    Babak Playoff MPL ID S17 menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim yang berhasil melewati babak Reguler Season. Persaingan semakin ketat karena setiap kesalahan bisa berakibat fatal dan membuat tim harus pulang lebih awal.

    Bigetron by Vitality dan Evos sama-sama memiliki ambisi besar untuk meraih gelar juara MPL ID S17. Kedua tim telah menunjukkan performa impresif sepanjang musim reguler dan siap memberikan pertandingan terbaik mereka di panggung playoff.

    Dengan sistem gugur yang diterapkan sejak hari pertama playoff, tekanan mental menjadi faktor krusial. Tim yang mampu mengelola tekanan dan bermain konsisten akan memiliki peluang lebih besar untuk melaju jauh.

    Penggemar esports di Indonesia dapat menyaksikan seluruh rangkaian pertandingan Playoff MPL ID S17 secara gratis melalui kanal YouTube resmi MPL Indonesia. Siaran langsung akan dimulai sesuai jadwal pertandingan.

    Selain menonton secara online, penonton juga bisa datang langsung ke Jakarta International Velodrome untuk merasakan atmosfer pertandingan secara langsung. Lokasi ini berada di Jakarta Timur dan mudah diakses dengan transportasi umum.

    Bagi Anda yang tertarik dengan tren teknologi terkini, simak juga ulasan tentang Workshop AI Kembangkan Sekolah Rakyat yang menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan mulai diterapkan di berbagai sektor.

    MPL ID S17 menjadi salah satu turnamen esports terbesar di Indonesia. Dengan hadiah yang besar dan prestise yang tinggi, setiap tim berjuang keras untuk bisa menjadi yang terbaik.

    Hasil pertandingan hari ini akan menentukan peta persaingan di babak selanjutnya. Tim yang berhasil memenangkan pertandingan akan menghadapi lawan yang lebih berat di semifinal upper bracket.

    Bagi Evos dan Bigetron, pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Kedua tim memiliki sejarah panjang dan rivalitas yang sudah terbangun sejak musim-musim sebelumnya.

    Evos yang dikenal dengan julukan “King of MPL” akan berusaha mempertahankan reputasi mereka. Sementara Bigetron by Vitality datang dengan semangat pembuktian setelah melalui perjalanan panjang di musim reguler.

    Pertandingan Bigetron vs Evos dijadwalkan mulai pukul 18.15 WIB. Penonton diharapkan sudah berada di lokasi atau siap menyaksikan siaran langsung secara online sebelum pertandingan dimulai.

    Dengan sistem kompetisi yang ketat dan format gugur, setiap momen dalam pertandingan menjadi sangat berharga. Tidak ada ruang untuk kesalahan bagi tim yang ingin bertahan di kompetisi.

    Babak Playoff MPL ID S17 akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Tim-tim yang berhasil melewati babak ini akan semakin dekat dengan gelar juara yang menjadi impian setiap pemain.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang jadwal pertandingan dan perkembangan terkini, pantau terus kanal resmi MPL Indonesia dan portal berita terpercaya.

    Pertandingan hari ini menjadi bukti bahwa persaingan di MPL ID S17 semakin sengit. Setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kemenangan, asalkan mampu bermain maksimal dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.

    Dengan dukungan penuh dari penggemar, para pemain diharapkan bisa menampilkan permainan terbaik mereka. Esports Indonesia terus berkembang dan MPL ID menjadi salah satu turnamen yang paling dinantikan setiap musimnya.

    Semoga pertandingan hari ini berjalan lancar dan memberikan hiburan berkualitas bagi para penggemar Mobile Legends di seluruh Indonesia.

  • Instagram Kini Bisa Ubah Posisi Postingan di Grid Profil

    Instagram Kini Bisa Ubah Posisi Postingan di Grid Profil

    JBNews.id — Instagram akhirnya merilis fitur yang sudah lama dinanti pengguna. Kini, pengguna Instagram bisa mengubah susunan postingan yang ada di grid profil agar sesuai dengan desain dan estetik yang diinginkan. Fitur ini mulai digulirkan secara luas pada 8 Juni 2026 untuk pengguna Android dan iPhone.

    Bos Instagram Adam Mosseri pertama kali mengumumkan kehadiran fitur ini hampir satu tahun yang lalu. Sebelumnya, fitur ini hanya tersedia untuk beberapa pengguna uji coba. Namun, sejak 8 Juni, fitur ini sudah aktif dan bisa digunakan oleh seluruh pengguna di Indonesia, termasuk pengguna Android dan iPhone.

    Selama ini, postingan di profil Instagram tidak bisa diubah posisinya dan diurutkan secara kronologis. Pengguna hanya diberi opsi untuk menyematkan postingan favoritnya di bagian atas, tapi hanya dibatasi untuk tiga postingan. Dengan fitur baru ini, pengguna bisa bebas mengatur susunan postingan di profilnya tanpa batasan tersebut.

    “Dengan fitur baru ‘Reorder your grid’, kalian dapat menyusun ulang konten di grid profil utama kalian, yang sangat cocok untuk menyoroti karya terbaik kalian atau membuat profil kalian terasa lebih seperti diri kalian sendiri,” tulis Instagram dalam pengumumannya di akun @creators, seperti dikutip detikINET, Rabu (10/6/2026).

    Menurut pantauan detikINET, fitur ini sudah tersedia di aplikasi Instagram untuk Android dan iPhone di Indonesia. Pengguna tidak perlu melakukan pengaturan khusus, cukup memastikan aplikasi Instagram sudah menjalankan versi terbaru.

    Cara Mengubah Posisi Postingan di Grid Profil Instagram

    Berikut adalah langkah-langkah untuk mengubah posisi postingan di grid profil Instagram:

    1. Pastikan aplikasi Instagram di perangkat Android atau iPhone sudah menjalankan versi terbaru
    2. Buka profil Instagram dengan mengetuk ikon foto profil di sudut kanan bawah
    3. Pilih postingan apa saja yang ada di grid lalu tekan dan tahan, kemudian pilih opsi ‘Reorder grid’
    4. Kalian akan dibawa ke halaman baru untuk menyusun ulang posisi postingan
    5. Atur posisi baru postingan sesuai keinginan, dan jika dirasa kurang pas ada tombol ‘Undo’ di sudut kanan atas
    6. Kembali ke profil untuk melihat tampilan grid baru yang sudah disusun ulang

    Perlu diingat bahwa postingan yang di-pin atau disematkan tetap akan berada di bagian atas profil kalian. Postingan yang disematkan juga akan digelapkan di jendela penyusun grid karena posisinya tidak bisa diganggu.

    Fitur ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pengguna yang ingin menampilkan konten terbaiknya di halaman profil. Sebelumnya, pengguna harus menghapus dan mengunggah ulang postingan jika ingin mengubah urutannya. Kini, proses tersebut bisa dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.

    Bagi kreator konten dan pelaku bisnis, fitur ini sangat berguna untuk menyusun portofolio visual yang lebih menarik. Mereka bisa menempatkan postingan dengan engagement tertinggi atau kampanye terbaru di posisi yang lebih strategis di grid profil.

    Instagram terus menghadirkan pembaruan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Beberapa waktu lalu, platform ini juga merilis Fitur Terbaru dalam layanan berbayar yang menawarkan berbagai keunggulan eksklusif.

    Dengan adanya fitur ‘Reorder your grid’, pengguna tidak perlu lagi bergantung pada aplikasi pihak ketiga untuk mengatur tampilan profil. Semua bisa dilakukan langsung di dalam aplikasi Instagram tanpa risiko keamanan data.

    Fitur ini menjadi angin segar bagi pengguna yang peduli dengan estetika profil. Sebelumnya, banyak pengguna yang mengeluhkan keterbatasan dalam mengatur urutan postingan. Kini, keluhan tersebut terjawab sudah.

    Instagram juga memberikan tombol ‘Undo’ di sudut kanan atas jendela penyusun grid. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membatalkan perubahan jika hasilnya tidak sesuai keinginan. Dengan demikian, pengguna bisa bereksperimen tanpa khawatir kehilangan tatanan awal.

    Bagi pengguna yang memiliki banyak postingan, fitur ini bisa menghemat waktu. Tidak perlu lagi scrolling ke bawah untuk mencari postingan lama yang ingin dipindahkan ke atas. Semua bisa diatur dalam satu tampilan grid yang mudah dinavigasi.

    Fitur ini juga mendukung pengguna yang ingin menonjolkan konten tertentu, seperti kolaborasi dengan brand, pencapaian pribadi, atau momen spesial. Dengan mengatur ulang grid, pengguna bisa menceritakan narasi visual yang lebih kohesif.

    Instagram sebagai platform berbagi foto dan video terus berinovasi. Sebelumnya, platform ini juga menghadirkan berbagai fitur yang meningkatkan pengalaman pengguna, termasuk Daftar HP Android dengan dukungan AirDrop ke iPhone yang memudahkan transfer file antar perangkat.

    Dengan hadirnya fitur ‘Reorder your grid’, Instagram menunjukkan komitmennya untuk mendengarkan masukan pengguna. Fitur yang sudah lama dinantikan ini akhirnya menjadi kenyataan dan bisa digunakan oleh semua pengguna di Indonesia.

    Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui aplikasi Instagram ke versi terbaru agar bisa menikmati fitur-fitur baru yang dirilis. Pembaruan aplikasi bisa dilakukan melalui Google Play Store untuk Android atau App Store untuk iPhone.

    Fitur ini menjadi salah satu dari sekian banyak pembaruan yang dilakukan Instagram dalam beberapa bulan terakhir. Platform ini terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya.

    Bagi yang belum mencoba, segera perbarui aplikasi Instagram dan mulailah mengatur ulang grid profil sesuai keinginan. Dengan fitur ini, profil Instagram bisa tampil lebih rapi, estetik, dan mencerminkan kepribadian pengguna.

    Fitur ‘Reorder your grid’ sudah bisa digunakan mulai 8 Juni 2026. Pastikan perangkat kalian mendukung dan aplikasi sudah diperbarui untuk menikmati kemudahan dalam mengatur tampilan profil Instagram.

  • Apple vs UE: Siri AI Tertunda Akibat Regulasi DMA

    Apple vs UE: Siri AI Tertunda Akibat Regulasi DMA

    JBNews.id — Apple menunda peluncuran Siri AI di Uni Eropa dan menyalahkan Digital Markets Act (DMA) sebagai penyebabnya. Komisi Eropa membantah dan menegaskan keputusan itu sepenuhnya berasal dari Apple.

    Drama antara raksasa teknologi asal Cupertino dan regulator Eropa kembali memanas. Kali ini, Apple memutuskan untuk tidak menghadirkan Siri AI bagi pengguna iPhone dan iPad di 27 negara anggota Uni Eropa saat iOS 27 dan iPadOS 27 dirilis. Padahal, Siri AI menjadi salah satu fitur unggulan dalam keynote WWDC 2026.

    Apple menjanjikan asisten virtual yang lebih pintar, mampu memahami konteks pribadi pengguna, hingga bisa membantu menyelesaikan berbagai tugas lintas aplikasi. Namun, pengguna di Eropa harus menunggu lebih lama untuk merasakan kecanggihan tersebut.

    DMA Jadi Kambing Hitam

    Dalam pernyataan resminya, Apple menyebut interpretasi DMA yang diterapkan regulator Eropa membuat perusahaan harus membuka akses tertentu kepada asisten virtual pihak ketiga jika Siri AI diluncurkan. Menurut Apple, aturan tersebut berpotensi mengorbankan privasi dan keamanan pengguna.

    “Di bawah interpretasi regulator UE terhadap DMA, Apple harus memberikan akses ke data pribadi pengguna dan kemampuan mengontrol aplikasi lain kepada asisten virtual pihak ketiga tanpa perlindungan keamanan yang kami anggap penting,” tulis Apple dalam pernyataannya.

    Apple mengaku telah berupaya mencari jalan tengah dengan mengajukan konsep bernama Trusted System Agent. Skema ini disebut memungkinkan layanan AI pihak ketiga memperoleh kemampuan serupa Siri tanpa mengorbankan keamanan perangkat. Namun, proposal tersebut tidak diterima regulator Eropa.

    Penundaan ini bukan perkara kecil. Sebab, fitur yang tertahan merupakan kemampuan inti yang menjadi andalan Siri AI. Beberapa fitur yang belum tersedia di Uni Eropa antara lain percakapan yang lebih natural dan kontekstual, kemampuan memahami konteks pribadi pengguna dari aplikasi, email, pesan, hingga foto, riwayat percakapan dalam aplikasi Siri baru, Writing Tools berbasis AI, integrasi Siri AI dengan kamera, serta kemampuan menjalankan tugas lintas aplikasi secara otomatis.

    Siri AI

    Bantahan Tegas Komisi Eropa

    Tak lama setelah pernyataan Apple beredar, Komisi Eropa langsung memberikan respons. Juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier menegaskan bahwa tidak ada aturan dalam DMA yang melarang Apple menghadirkan produk baru di kawasan tersebut.

    “Keputusan untuk tidak meluncurkan Siri AI di Uni Eropa adalah keputusan Apple dan hanya Apple,” kata Regnier dilansir Yahoo News.

    Menurutnya, Apple justru meminta pengecualian dari kewajiban interoperabilitas selama minimal 18 bulan. Permintaan tersebut ditolak karena tidak sejalan dengan tujuan DMA yang ingin menciptakan persaingan lebih terbuka. Regnier juga menegaskan bahwa Komisi Eropa tidak pernah melarang Apple merilis Siri AI maupun layanan AI lainnya.

    Juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier

    Meski demikian, Apple memastikan Siri AI tetap tersedia di perangkat Mac melalui macOS 27 Golden Gate serta Vision Pro dengan visionOS 27. Hal ini menunjukkan bahwa penundaan hanya berlaku untuk perangkat mobile di kawasan Eropa.

    Babak Baru Pertarungan Apple vs UE

    Kasus Siri AI menambah panjang daftar bentrokan Apple dengan regulator Eropa. Sebelumnya, Apple juga harus mengikuti berbagai aturan baru di kawasan tersebut, mulai dari membuka akses toko aplikasi alternatif di iPhone, mengizinkan sistem pembayaran pihak ketiga, hingga beralih ke port USB-C.

    Apple Intelligence sendiri sempat tertunda masuk ke Uni Eropa pada 2024 karena alasan regulasi yang serupa. Kini, giliran Siri AI yang menjadi korban tarik-ulur antara Apple dan regulator.

    Di satu sisi, Apple berargumen bahwa DMA berpotensi mengurangi keamanan dan privasi pengguna. Di sisi lain, Uni Eropa menilai aturan tersebut diperlukan agar perusahaan teknologi besar tidak mendominasi pasar digital dan memberi kesempatan yang sama bagi kompetitor.

    Bagi pengguna iPhone di Eropa, hasilnya jelas: mereka harus menunggu lebih lama untuk mencicipi Siri AI yang menjadi andalan baru Apple di era kecerdasan buatan. Sampai sekarang, Apple belum mengungkap kapan Siri AI akan tersedia di Uni Eropa.

    Yang pasti, drama antara Apple dan UE tampaknya masih jauh dari kata selesai. Ketegangan antara inovasi produk dan regulasi pasar digital akan terus menjadi isu sentral di industri teknologi global. Bagi konsumen, konflik ini berarti keterlambatan akses terhadap teknologi terbaru, sementara bagi regulator, ini adalah ujian konsistensi penegakan aturan persaingan usaha.

    Dengan tidak adanya kepastian jadwal peluncuran, pengguna di Eropa harus bersabar. Sementara itu, Apple dan Komisi Eropa kemungkinan akan terus bernegosiasi untuk mencari solusi yang dapat memenuhi kepentingan kedua belah pihak.

    Perkembangan drama Siri AI ini tentu menarik untuk diikuti, terutama bagi pengamat industri teknologi dan pengguna setia produk Apple di kawasan Eropa. Dokumenter TikTok dan berbagai analisis lainnya akan terus menyoroti bagaimana regulasi digital membentuk lanskap teknologi global.

    Perusahaan teknologi besar lainnya juga akan mengamati perkembangan ini dengan saksama, karena preseden yang ditetapkan dalam kasus Apple vs UE dapat mempengaruhi strategi peluncuran produk mereka di masa depan.

  • Apple Rombak Maps, Music, Podcasts, iCloud di iOS 27

    Apple Rombak Maps, Music, Podcasts, iCloud di iOS 27

    JBNews.id — Apple merombak sejumlah layanan andalannya di iOS 27, termasuk Apple Maps, Apple Music, Apple Podcasts, Find My, dan iCloud, dengan menghadirkan fitur berbasis kecerdasan buatan dan peningkatan pengalaman kolaboratif. Pengumuman ini disampaikan dalam ajang WWDC 2026, menandai pembaruan besar untuk ekosistem perangkat lunak Apple.

    Pembaruan ini akan hadir bersamaan dengan iOS 27, iPadOS 27, macOS 27 Golden Gate, watchOS 27, dan sistem operasi terbaru Apple lainnya pada musim gugur 2026. Sejumlah fitur baru yang diperkenalkan fokus pada pengalaman yang lebih personal, kolaboratif, dan didukung kecerdasan buatan (AI), tanpa mengorbankan privasi pengguna.

    Apple Maps Kini Didukung AI

    Salah satu pembaruan terbesar hadir di Apple Maps. Apple meningkatkan fitur Flyover dengan memanfaatkan model kecerdasan buatan untuk menghasilkan tampilan kota yang lebih detail dan realistis. Jika sebelumnya Flyover hanya menampilkan citra udara tiga dimensi, kini teknologi AI membantu menciptakan representasi kota yang lebih tajam sehingga pengguna dapat menjelajahi area tertentu dengan pengalaman yang lebih imersif.

    Selain itu, Apple memperkenalkan fitur Daftar Lokal (Local Lists) untuk pengguna di Amerika Serikat. Fitur ini membantu menemukan restoran, tempat wisata, lokasi ramah keluarga, dan berbagai destinasi populer berdasarkan tren penggunaan secara agregat. Apple menegaskan bahwa data yang digunakan tidak dikaitkan dengan identitas pengguna tertentu sehingga privasi tetap terjaga.

    iOS 27

    Find My

    Aplikasi Find My atau Lacak juga mendapatkan peningkatan yang cukup signifikan. Kini pengguna dapat menentukan durasi berbagi lokasi secara lebih rinci, mulai dari beberapa menit, beberapa jam, hingga beberapa hari. Pengguna juga bisa menentukan tanggal dan waktu berakhirnya berbagi lokasi secara spesifik.

    Fitur baru lainnya memungkinkan pengguna menjeda berbagi lokasi hingga akhir hari kepada kontak tertentu. Opsi ini berguna ketika ingin menjaga kejutan, seperti saat membeli hadiah atau menghadiri acara tanpa diketahui orang lain. Di Apple Watch, Apple turut menyatukan tiga aplikasi terpisah menjadi satu aplikasi Lacak terpadu. Pengguna kini dapat menemukan perangkat, barang, maupun orang melalui satu antarmuka berbasis peta yang lebih sederhana. Fitur Precision Finding juga kini mendukung pencarian iPhone, AirTag generasi kedua, dan AirPods Pro 3 secara lebih akurat.

    Apple Podcasts

    Apple Podcasts

    Apple Podcasts kini semakin lengkap dengan hadirnya dukungan podcast video di Mac. Pengguna dapat menonton podcast video langsung dari aplikasi Podcasts dengan tampilan yang telah dioptimalkan untuk layar Mac. Apple juga menambahkan dukungan Picture-in-Picture (PiP) sehingga video podcast tetap bisa diputar saat pengguna membuka aplikasi lain atau mengerjakan aktivitas berbeda.

    Selain itu, fitur pencarian dalam tayangan kini diperluas ke iPhone, iPad, Mac, dan situs Podcasts Apple. Pengguna dapat mencari episode tertentu langsung dari halaman sebuah podcast sehingga menemukan konten yang relevan menjadi lebih cepat.

    iCloud Shared Albums

    iOS 27

    Apple juga meningkatkan kemampuan Shared Albums di iCloud. Kini pengguna dapat berbagi foto dalam resolusi penuh tanpa kompresi, mendukung lebih banyak format file, memberikan reaksi emoji, serta melihat aktivitas terbaru dalam setiap album.

    Fitur baru bernama Album Sementara juga diperkenalkan. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat album kolaboratif jangka pendek tanpa menghabiskan ruang penyimpanan iCloud secara permanen. Menariknya, pengguna non-Apple juga dapat ikut berpartisipasi melalui browser web. Mereka bisa melihat maupun mengunggah foto ke album yang dibagikan. Bagi pelanggan iCloud+, Apple turut meningkatkan batas penggunaan harian Apple Intelligence untuk fitur pembuatan gambar serta menghadirkan dukungan Apple Intelligence pada kamera Home yang kompatibel.

    Apple Music

    Apple Music mendapatkan pembaruan besar untuk pengguna yang gemar mendengarkan lagu dalam berbagai bahasa. Fitur Terjemahan Lirik kini mendukung tujuh pasangan bahasa baru, termasuk Inggris-Prancis, Inggris-Jerman, Inggris-Italia, Inggris-Korea, Inggris-Spanyol, Prancis-Inggris, dan Jepang-Inggris. Apple mengklaim teknologi pembelajaran mesin yang digunakan mampu mempertahankan nuansa emosional dan budaya dari lirik asli.

    Selain itu, fitur Pelafalan Lirik juga diperluas dengan dukungan lima pasangan bahasa baru. Pengguna dapat lebih mudah mengikuti lirik lagu asing melalui transliterasi yang lebih akurat. Sementara itu, fitur AutoMix kini menghadirkan transisi lagu yang lebih mulus sehingga pengalaman mendengarkan musik terasa seperti diracik oleh DJ profesional.

    Apple Fitness+

    iOS 27

    Apple turut memperluas fokus kesehatan perempuan melalui Apple Fitness+. Program baru bernama Strong Through Menopause dirancang khusus untuk membantu pengguna yang sedang menjalani masa perimenopause dan menopause. Program selama tiga minggu ini menggabungkan latihan kekuatan dan yoga yang bertujuan meningkatkan kebugaran, keseimbangan tubuh, serta membantu mengurangi stres. Fitur ini melengkapi dukungan pelacakan perimenopause yang sebelumnya diperkenalkan Apple di aplikasi Kesehatan pada iOS 27.

    Kapan Fitur Baru Ini Tersedia?

    Seluruh fitur baru Apple Maps, Find My, Apple Music, Apple Podcasts, iCloud, dan Fitness+ saat ini sudah tersedia dalam versi beta untuk pengembang melalui Apple Developer Program. Apple berencana merilis versi beta publik pada Juli 2026, sementara versi final akan tersedia secara gratis untuk pengguna perangkat yang kompatibel saat peluncuran iOS 27 dan sistem operasi terbaru lainnya pada musim gugur 2026.

    Pembaruan ini menunjukkan komitmen Apple untuk terus mengintegrasikan AI ke dalam layanannya tanpa mengorbankan privasi pengguna. Bagi pengguna di Indonesia, fitur seperti Terjemahan Lirik di Apple Music dan Album Sementara di iCloud menjadi yang paling relevan untuk dicoba.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan Apple, Anda dapat membaca artikel tentang Ketertinggalan AI atau AI Penghafal Al-Qur’an.

  • Trionda: Bola Piala Dunia 2026 Canggih Bantu Wasit

    Trionda: Bola Piala Dunia 2026 Canggih Bantu Wasit

    JBNews.id — Adidas meluncurkan Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026, yang dilengkapi teknologi tinggi untuk membantu wasit mengambil keputusan secara lebih akurat selama pertandingan. Bola elektronik ini harus diisi daya sebelum setiap laga dimulai.

    Pabrikan perlengkapan olahraga asal Jerman itu, yang telah memproduksi bola untuk Piala Dunia sejak 1970, tahun lalu memperkenalkan Trionda dengan “Teknologi Bola Terhubung”. Inovasi ini dirancang untuk mendukung tugas perwasitan, terutama dalam menganalisis insiden krusial di lapangan.

    Bola tersebut mengandung chip sensor gerak unit pengukuran inersia yang ditahan oleh sistem suspensi internal. Sensor ini berfungsi mengumpulkan dan mengirimkan data secara real-time ke sistem Video Assistant Referee (VAR). Teknologi ini memungkinkan sistem melacak setiap sentuhan pada bola dan membantu wasit menentukan potensi pelanggaran seperti off side, handball, dan berbagai insiden umum lainnya.

    “Setiap bola diisi daya pada dudukan khusus di lokasi pertandingan sebelum laga dimulai guna memastikan fungsinya berjalan optimal selama pertandingan penuh dan bahkan setelahnya,” ungkap juru bicara Adidas, seperti dikutip dari Newsweek.

    Ia menambahkan bahwa baterai yang digunakan memiliki standar tertinggi sehingga mampu bertahan hingga beberapa kali lipat dari durasi pertandingan tingkat atas. “Sepanjang proses validasi, serta dalam dua kompetisi Piala Dunia FIFA dan UEFA EURO 2024 & 2025 yang telah kami layani sejauh ini, belum pernah ada satu skenario pun di mana kami harus mengganti bola akibat baterai yang lemah,” sebut jubir Adidas.

    Piala Dunia edisi sebelumnya juga telah menampilkan bola berteknologi tinggi yang dapat diisi ulang. Saat itu, Adidas bekerja sama dengan perusahaan teknologi Kinexon untuk menciptakan teknologi bola terhubung dengan VAR, yang digunakan di sepanjang 64 pertandingan dalam turnamen. Pihak Kinexon mengatakan bola berteknologi tinggi ini diisi dayanya secara nirkabel melalui stasiun pengisian daya khusus. Dibutuhkan sekitar 90 menit untuk kapasitas penuh yang bisa bertahan sekitar 6 jam untuk penggunaan aktif dalam pertandingan. Bola ini juga mampu mendeteksi kapan berada di luar lapangan permainan dan akan beralih ke mode hibernasi untuk memperpanjang usia baterai.

    Berbeda dengan bola Piala Dunia 2022, seri 2026 memiliki sensor yang ditanamkan di sisi bola, bukan di titik tengahnya. Perubahan desain ini menunjukkan evolusi teknologi yang diadopsi Adidas untuk meningkatkan akurasi data yang dikirimkan ke sistem VAR.

    Selain aspek teknis, Trionda juga memiliki nilai estetika yang unik. Bola edisi 2026 ini dirancang untuk memberikan penghormatan kepada ketiga negara tuan rumah melalui skema warna merah, hijau, dan biru, serta ikonografi yang mencakup daun maple, elang, dan bintang. Desain ini merepresentasikan identitas Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.

    Kehadiran Trionda menjadi bukti komitmen FIFA dan Adidas dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pertandingan yang lebih adil dan transparan. Dengan sensor yang mampu melacak setiap gerakan, keputusan off side yang kontroversial atau insiden handball yang sulit terlihat oleh mata telanjang dapat diidentifikasi dengan lebih presisi.

    Teknologi serupa juga mulai diterapkan di berbagai kompetisi lain. Sebagai contoh, US Soccer Gunakan AI untuk memantau jutaan video pemain muda guna mengidentifikasi bakat potensial. Ini menunjukkan bagaimana data dan kecerdasan buatan semakin menjadi bagian integral dalam dunia sepak bola modern.

    Di tingkat regional, antusiasme terhadap sepak bola juga terlihat di Indonesia. Banten Siap Jadi Tuan Rumah Piala Asia Sepak Bola Mini 2026, yang menandakan semakin berkembangnya ekosistem olahraga ini di tanah air.

    Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kehadiran Trionda dan teknologi pendukungnya menjadi tontonan menarik. Keputusan wasit yang lebih akurat diharapkan dapat mengurangi kontroversi dan meningkatkan kualitas pertandingan. Ini menjadi angin segar bagi para penonton yang ingin menyaksikan Piala Dunia 2026 dengan standar keadilan yang lebih tinggi.

    Dengan segala kecanggihannya, Trionda siap menjadi saksi bisu perjalanan 48 tim menuju gelar juara dunia. Bola ini bukan sekadar perlengkapan olahraga, melainkan simbol integrasi teknologi dalam upaya menyempurnakan olahraga paling populer di dunia.

  • WhatsApp Hentikan Dukungan iOS Lawas per 30 November 2026

    WhatsApp Hentikan Dukungan iOS Lawas per 30 November 2026

    JBNews.id — WhatsApp resmi mencabut dukungan untuk sejumlah versi iOS lawas. Mulai 30 November 2026, hanya iPhone yang menjalankan sistem operasi iOS 15.5 ke atas yang dapat menggunakan aplikasi pesan instan tersebut.

    Kebijakan ini berdampak langsung pada pengguna yang masih bertahan di iOS 15, iOS 15.1, iOS 15.2, iOS 15.3, atau iOS 15.4. Mereka wajib memperbarui sistem operasi perangkat jika ingin tetap mengakses WhatsApp setelah tenggat waktu tersebut. Ketentuan serupa juga berlaku untuk iPadOS 15.5.

    Kabar baiknya, pengguna tidak perlu membeli iPhone baru. iOS 15.5 merupakan pembaruan minor yang tersedia untuk semua perangkat yang menjalankan iOS 15. Cukup buka aplikasi Settings > General > Software Update untuk mengecek ketersediaan versi terbaru.

    Lima model iPhone yang sistem operasinya mentok di iOS 15 adalah iPhone 6s, iPhone 6s Plus, iPhone 7, iPhone 7 Plus, dan iPhone SE generasi pertama. Bagi pengguna kelima model ini, pembaruan maksimal yang tersedia adalah iOS 15.8.5. Segera lakukan instalasi sebelum 30 November 2026.

    Kebijakan ini tidak hanya menyasar WhatsApp Messenger pribadi. WhatsApp Business juga terkena dampak dengan tenggat waktu yang sama karena kedua aplikasi menggunakan source code yang identik.

    Keputusan mencabut dukungan untuk iOS lawas didasari riset internal WhatsApp. Populasi pengguna iOS 15.4 ke bawah dinilai sudah sangat sedikit, sehingga penghentian dukungan dianggap wajar. Banyak fitur baru WhatsApp membutuhkan persyaratan sistem yang hanya tersedia di versi iOS lebih baru.

    “Dukungan untuk versi iOS yang sudah lawas juga dapat memperlambat pengembangan dan membatasi apa yang ditawarkan WhatsApp,” demikian dikutip dari WABetaInfo, Rabu (10/6/2026).

    Selain itu, akan ada bug tertentu yang hanya muncul di versi iOS lawas. Proses perbaikannya membutuhkan waktu dan tenaga yang seharusnya bisa dialokasikan untuk meningkatkan aplikasi bagi mayoritas pengguna.

    Perlu diingat, WhatsApp juga akan menghentikan dukungan untuk perangkat Android lawas mulai 8 September 2026. Hanya perangkat dengan sistem operasi Android 6 ke atas yang tetap didukung setelah tanggal tersebut.

    Bagi pengguna iPhone yang masih menggunakan iOS lawas, langkah yang perlu dilakukan sederhana. Buka Settings, pilih General, lalu Software Update. Instal versi terbaru yang tersedia sebelum 30 November 2026 untuk memastikan aplikasi WhatsApp tetap berfungsi normal.

    Penghentian dukungan untuk sistem operasi lawas merupakan praktik umum di industri teknologi. Langkah ini memungkinkan pengembang untuk fokus pada inovasi fitur dan peningkatan keamanan tanpa terbebani oleh kompatibilitas dengan perangkat lama.

    WhatsApp sendiri tengah menggarap berbagai fitur baru, termasuk Fitur Terbaru untuk melindungi pengguna dari penipuan. Fitur-fitur canggih ini membutuhkan fondasi sistem yang lebih modern dan stabil.

    Di sisi lain, Apple juga terus menghadirkan inovasi. Rumor terbaru menyebutkan Kejutan Besar Apple akan diumumkan di WWDC 2026 yang disebut-sebut sebagai acara terakhir yang dipimpin Tim Cook.

    Bagi pengguna yang masih ragu, tidak ada alasan untuk menunda pembaruan. Proses upgrade iOS 15.5 relatif cepat dan tidak memakan banyak ruang penyimpanan. Pastikan iPhone terhubung ke Wi-Fi dan memiliki daya baterai yang cukup sebelum memulai instalasi.

    Implikasinya jelas: pengguna iPhone lawas harus segera bertindak. Jika tidak, akses ke WhatsApp akan terputus secara otomatis mulai 30 November 2026. Ini bukan sekadar rekomendasi, melainkan keharusan bagi siapa pun yang mengandalkan WhatsApp untuk komunikasi sehari-hari.

  • Watch Duty Tambah Fitur Pantau Banjir, Perluas Cakupan Bencana

    Watch Duty Tambah Fitur Pantau Banjir, Perluas Cakupan Bencana

    JBNews.id — Watch Duty, aplikasi nonprofit pelacak kebakaran hutan yang menjadi andalan saat kebakaran besar di Los Angeles tahun lalu, kini memperluas jangkauannya ke bencana banjir. Langkah ini menjadikan banjir sebagai jenis bencana alam pertama yang ditambahkan setelah kebakaran, menandai ekspansi besar layanan yang selama ini fokus pada api.

    Aplikasi yang berdiri sejak 2021 ini awalnya dirancang untuk memantau kebakaran hutan di California. Kini, Watch Duty telah mencakup seluruh wilayah Amerika Serikat dengan menggabungkan laporan dari karyawan “reporter” berbayar dan ribuan relawan yang memantau saluran radio petugas tanggap darurat. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi data real-time bagi pengguna aplikasi.

    Selama kebakaran Palisades dan Eaton di Los Angeles tahun lalu, Watch Duty menjadi sumber informasi kritis. Pengguna sangat bergantung pada data pergerakan api yang diperbarui secara langsung. Setahun setelahnya, aplikasi ini memanfaatkan pengakuan yang meningkat tersebut untuk mendatangkan ribuan pengguna baru dan menjalin kemitraan strategis, termasuk dengan kamera Ring milik Amazon yang memungkinkan pengguna berbagi video Ring mereka jika ada kebakaran di sekitar.

    Strategi Pemantauan Banjir yang Berbeda

    Pemantauan banjir membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan pelacakan kebakaran hutan. Menurut John Mills, CEO Watch Duty, banjir cenderung lebih mudah dipantau karena pergerakan air lebih dapat diprediksi. Kecuali ada jebolnya bendungan atau kejadian tak terduga lainnya, jalur banjir lebih mudah dilacak.

    “Perbedaan dengan banjir adalah kami memiliki lebih banyak peringatan,” kata Mills. “Jadi, sejujurnya, ini sedikit lebih mudah dalam beberapa hal.”

    Meskipun lebih mudah dilacak dan dilaporkan, banjir tidak kalah rumit dibandingkan kebakaran. Informasi tentang banjir datang dari berbagai lembaga di AS, seperti FEMA, National Weather Service, US Geological Survey, dan National Oceanic and Atmospheric Administration. Masalahnya, menurut Mills, informasi yang terlalu banyak dari berbagai sumber justru membuat orang kesulitan menyatukan semuanya dan mendapatkan gambaran jelas tentang apa yang menjadi perhatian langsung di sekitar mereka.

    Apa yang ingin dilakukan Watch Duty adalah menyaring informasi tersebut menjadi gambaran yang lebih sederhana. “Anda disuruh melakukan sesuatu, tapi sudah terlambat. Terlalu sedikit, tidak berhasil. Dengan Watch Duty, Anda bisa mulai menyatukan banyak informasi dalam satu layar untuk membuat keputusan yang tepat,” ujar Mills.

    Detail Fitur Pantau Banjir

    Watch Duty tidak akan dapat mengomunikasikan detail yang lebih granular, seperti kapan setiap pohon tumbang di zona banjir. Mills mengatakan informasi banjir di Watch Duty akan disajikan secara lebih sederhana, dengan fokus pada lokasi dataran banjir dan ketinggian air.

    Prakiraan banjir bergantung pada pelampung (buoys) yang mendeteksi ketinggian air. Watch Duty kini memungkinkan pengguna menemukan pelampung terdekat dan mengatur notifikasi push alert ketika ketinggian air mencapai level yang cukup tinggi sehingga banjir bisa menjadi ancaman.

    Watch Duty sebelumnya pernah melaporkan beberapa banjir, tetapi itu adalah peristiwa satu kali. Mengintegrasikan banjir sepenuhnya ke dalam layanan membutuhkan waktu. Mills mengatakan memiliki lebih banyak bencana di Watch Duty selalu menjadi rencana, tetapi memastikan fitur tersebut berfungsi dengan baik merupakan tantangan — terutama selama musim kebakaran yang sibuk.

    “Kami ingin mulai mengerjakannya pada Januari 2025, tetapi Anda tahu apa yang terjadi kemudian,” kata Mills merujuk pada kebakaran besar LA. “Ini selalu menjadi sesuatu yang akan kami lakukan.”

    Ekspansi dan Investasi Pasca Kebakaran LA

    Sejak kebakaran LA, Mills mengatakan Watch Duty telah memantapkan dirinya sebagai sumber daya bagi orang-orang di daerah rawan bencana. Hal ini juga mendorong lebih banyak investasi dan kemitraan dengan organisasi nonprofit tersebut. Mills mengungkapkan Watch Duty telah menggandakan jumlah staf dan pimpinan.

    Pada April lalu, Watch Duty bermitra dengan Google.org untuk membantu membangun alat bertenaga AI yang secara otomatis mentranskripsikan lalu lintas radio petugas saat kebakaran hutan. Inovasi ini sejalan dengan perkembangan teknologi terkini seperti yang dihadirkan dalam Fitur Terbaru dari berbagai platform digital.

    Mills ingin Watch Duty berkembang untuk mencakup semua bencana alam. Banjir adalah langkah pertama dalam ekspansi itu, tetapi pada akhirnya ia berpikir layanan ini akan mampu mendukung lebih banyak jenis bencana. Ia menegaskan bahwa Watch Duty hanya akan fokus pada bencana alam, bukan hal-hal yang berkaitan dengan kejahatan yang memerlukan pemantauan sinyal radio polisi.

    “Saya tidak peduli apakah itu lava, angin, api yang mendekati Anda, di situlah kami ingin berada,” kata Mills.

    Implikasi bagi Pengguna

    Penambahan fitur banjir ini memberikan nilai tambah signifikan bagi pengguna Watch Duty, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan kebakaran. Dengan informasi yang disatukan dalam satu platform, pengguna tidak perlu lagi bolak-balik memeriksa berbagai sumber data dari lembaga berbeda. Ini mengurangi kebingungan dan mempercepat pengambilan keputusan saat darurat.

    Bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah rawan banjir seperti Jakarta, Bandung, atau daerah aliran sungai lainnya, konsep aplikasi semacam ini bisa menjadi inspirasi. Meskipun Watch Duty saat ini masih berfokus di Amerika Serikat, pendekatan penyederhanaan data dari berbagai lembaga resmi menjadi informasi yang mudah dicerna adalah kebutuhan universal.

    Ke depannya, jika Watch Duty benar-benar berhasil memperluas cakupannya ke semua bencana alam, aplikasi ini berpotensi menjadi platform darurat all-in-one yang sangat berharga. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi besar, akan menjadi kunci keberhasilan ekspansi ini. Inisiatif seperti ini mengingatkan pada berbagai Inovasi Digital yang terus bermunculan di berbagai sektor.

  • Microsoft AI Mandiri: Strategi Model dan Superintelligence

    Microsoft AI Mandiri: Strategi Model dan Superintelligence

    JBNews.id — Microsoft resmi mengambil jalur independen dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan membangun model-model frontier sendiri, menandai perubahan strategi besar setelah bertahun-tahun bergantung pada OpenAI. Langkah ini diumumkan langsung oleh CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, dalam sebuah wawancara eksklusif yang mengungkap detail restrukturisasi internal perusahaan.

    Suleyman menjelaskan bahwa transformasi ini telah direncanakan selama 15 hingga 18 bulan terakhir, yang berpuncak pada kontrak baru dengan OpenAI pada Oktober tahun lalu. Kontrak tersebut tidak hanya memperpanjang kemitraan, tetapi juga memberikan Microsoft kebebasan untuk mengejar superintelligence secara independen. “Kami sekarang berada dalam permainan dan mengejar frontier absolut selama beberapa tahun ke depan,” ujar Suleyman.

    Restrukturisasi dan Tim Superintelligence

    Sejak bergabung dengan Microsoft, Suleyman telah membentuk tim Superintelligence yang fokus pada pelatihan model-model frontier. Tim ini membangun klaster komputasi berskala cukup besar dan merekrut talenta terbaik di bidangnya. Hasilnya, pada konferensi Microsoft Build baru-baru ini, perusahaan meluncurkan tujuh model baru yang mencakup semua modalitas, termasuk model penalaran flagship bernama MAI-Thinking-1.

    Keputusan untuk membangun model sendiri didorong oleh realitas bahwa kemitraan dengan OpenAI tidak bisa bertahan selamanya. “OpenAI ingin menjadi perusahaan publik senilai triliunan dolar. Mereka ingin memiliki kebebasan untuk beroperasi,” kata Suleyman. “Kami harus bisa berdiri di atas kaki kami sendiri dan menciptakan model kelas dunia.”

    MAI-Thinking-1: Model Penalaran Baru

    Salah satu pencapaian terbesar adalah MAI-Thinking-1, model penalaran yang dirancang tanpa proses distilasi dari model lain. Suleyman menegaskan bahwa pendekatan ini sengaja dipilih untuk memastikan Microsoft bisa melampaui gurunya (teacher model) di masa depan. “Kami ingin membangun salah satu lab terhebat. Untuk itu, kami harus bisa membangun setiap komponen sendiri,” tegasnya.

    Model ini mencapai skor 97 persen pada AIME, metrik utama untuk kinerja penalaran. Dalam hal coding, MAI-Thinking-1 disebut setara dengan Opus 4.6. Selain itu, Microsoft juga meluncurkan MAI-Transcribe-1.5 yang menjadi model transkripsi paling hemat biaya dan akurat di antara para hyperscaler.

    Investasi Infrastruktur dan Chip Mandiri

    Untuk mendukung ambisi ini, Microsoft telah berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur. Chip Maia 200 buatan sendiri terbukit 30 persen lebih murah dibandingkan GB200 di dalam klaster internal. Ketika dikombinasikan dengan MAI-Thinking-1 yang dioptimalkan untuk tugas-tugas tertentu, performa per watt meningkat 1,4 kali lipat.

    “Nilai dari memiliki dan mengontrol seluruh stack sendiri, serta mengarahkan seluruh upaya co-design end-to-end untuk use case yang paling penting bagi kami — seperti coding agen, developer, dan enterprise — jelas membayar dividen yang membenarkan investasi yang harus kami lakukan,” jelas Suleyman.

    Perbandingan dengan Anthropic dan Isu Kesadaran AI

    Suleyman juga melontarkan kritik tajam terhadap pendekatan Anthropic yang menyebut model Claude sebagai sesuatu yang memiliki kesadaran. “Saya menerbitkan makalah tentang AI yang tampak sadar (seemingly conscious AI), memperingatkan tentang risiko salah merepresentasikan model-model ini sebagai sadar,” katanya. Ia menilai pendekatan Anthropic sangat berbahaya karena bisa membuat AI memiliki ide tentang penderitaan atau perasaannya sendiri.

    “Kami tidak ingin bersaing dengan superintelligence yang memiliki ide tentang penderitaannya sendiri. Itulah proyek humanist superintelligence yang harus kita kejar,” tegas Suleyman.

    Meskipun mengambil jalur independen, Suleyman menegaskan bahwa kemitraan dengan OpenAI tetap berjalan hingga jauh melampaui tahun 2030. “GPT-5.5 adalah model yang luar biasa. Mereka masih memproduksi model terbaik di dunia,” akunya. Namun, untuk jangka panjang, Microsoft harus memastikan keberlanjutan tanpa ketergantungan struktural pada pihak ketiga.

    Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan di industri AI semakin ketat, dengan Microsoft Kehilangan Mojo AI yang kini berusaha merebut kembali posisi terdepan. Perusahaan juga harus menghadapi tantangan seperti Microsoft Akui Targetkan Kecanduan AI yang menjadi sorotan publik.

    Implikasi dari strategi ini sangat jelas: Microsoft tidak lagi sekadar menjadi integrator teknologi OpenAI, melainkan pemain utama yang siap bersaing di level frontier. Bagi para developer dan enterprise, ini berarti lebih banyak pilihan dan potensi inovasi yang lebih cepat. Namun, bagi konsumen, masih ada pertanyaan besar tentang nilai tambah yang akan dirasakan secara langsung.

  • AMD Sindir Nvidia RTX Spark: Persaingan AI PC Makin Panas

    AMD Sindir Nvidia RTX Spark: Persaingan AI PC Makin Panas

    JBNews.id — Langkah Nvidia memasuki pasar PC AI melalui superchip RTX Spark langsung disambut sindiran tajam dari AMD. Senior Vice President and General Manager Client Business AMD, Rahul Tikoo, menilai debut Nvidia di ajang Computex 2026 itu sudah terlambat dan spesifikasinya tidak lebih unggul dari produk AMD yang sudah ada.

    RTX Spark memadukan CPU berbasis arsitektur Arm, GPU Blackwell, dan memori terpadu (unified memory) berkapasitas besar untuk menjalankan beban kerja AI secara lokal. Namun, alih-alih panik, AMD justru menunjukkan kepercayaan diri tinggi. “Saya sangat senang Nvidia bergabung dalam permainan ini. Anda tahu, kami adalah satu-satunya pemain di arena ini selama hampir dua tahun, dan memori lokal berkapasitas besar kini menjadi sangat krusial dalam beban kerja agen AI,” sindir Tikoo, dikutip dari Techspot, Senin (8/6/2026).

    Persaingan ini menandai babak baru dalam industri PC yang berfokus pada kecerdasan buatan. Medan pertempuran utama bukan lagi kecepatan prosesor semata, melainkan kapasitas memori untuk menjalankan Large Language Models (LLM) secara lokal. Nvidia RTX Spark mendukung memori terpadu hingga 128GB. Angka ini langsung ditanggapi santai oleh AMD karena cip andalan mereka, Strix Halo, sudah menyamai kapasitas tersebut.

    “Saya sebenarnya penasaran dengan apa yang dilakukan Nvidia. Tapi ketika melihat spesifikasi mereka, tertulis 128GB memori lokal dengan CPU 20-core. Kami sudah melakukannya di Strix Halo, di mana kami memiliki CPU 16-core/32-thread,” papar Tikoo.

    Nvidia RTX Spark

    Gorgon Halo: Pukulan Telat AMD

    AMD tidak berhenti di Strix Halo. Perusahaan asal Santa Clara itu bersiap meluncurkan cip generasi berikutnya, Gorgon Halo, pada kuartal ketiga tahun ini. Cip ini diproyeksikan mendukung memori terpadu hingga 192GB, jauh melampaui kapasitas RTX Spark. Gorgon Halo tetap mempertahankan inti CPU Zen 5 dan grafis RDNA 3.5.

    Dengan spesifikasi ini, AMD ingin menunjukkan bahwa mereka masih menjadi pemimpin dalam inovasi perangkat keras AI untuk PC. Langkah Nvidia dianggap sebagai upaya mengejar ketertinggalan, bukan terobosan baru.

    Perang Ekosistem Software: CUDA vs ROCm

    Meski unggul di atas kertas, AMD sadar bahwa ekosistem software adalah kunci kemenangan. Di sektor ini, Nvidia sudah lama mendominasi berkat ekosistem CUDA yang mengunci banyak developer. Namun, Chief Software Officer AMD, Andrej Zdravkovic, menilai keunggulan Nvidia tersebut tidak lagi semenakutkan dulu.

    AMD mengklaim platform ROCm besutannya kini sudah sangat ramah pengembang, membuat transisi dari infrastruktur Nvidia menjadi sangat mudah. Zdravkovic bahkan melontarkan pernyataan berani terkait pilihan perangkat keras bagi para pengembang AI saat ini. “Pada titik ini… Anda salah besar jika tidak membeli laptop berbasis Strix Halo,” tegasnya.

    Pernyataan ini menunjukkan bahwa AMD tidak hanya percaya diri pada sisi hardware, tetapi juga pada kesiapan ekosistem software mereka. ROCm diyakini mampu menjadi alternatif yang setara dengan CUDA untuk pengembangan aplikasi AI.

    Persaingan antara Nvidia dan AMD ini akan berdampak langsung pada konsumen. Semakin ketat persaingan, semakin banyak pilihan perangkat PC AI dengan harga yang lebih kompetitif. Pengembang AI dan pengguna profesional akan diuntungkan dengan hadirnya dua ekosistem yang saling bersaing.

    Di sisi lain, Nvidia tidak tinggal diam. RTX Spark adalah langkah strategis untuk masuk ke pasar PC AI yang selama ini didominasi AMD. Dengan dukungan ekosistem CUDA yang sudah matang, Nvidia berharap dapat merebut pangsa pasar dari AMD.

    Namun, AMD tampaknya sudah menyiapkan strategi jangka panjang. Dengan roadmap produk yang jelas dan pengembangan software yang agresif, mereka ingin mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar PC AI. Gorgon Halo menjadi senjata utama untuk menghadapi serangan Nvidia.

    Para analis industri memperkirakan persaingan ini akan semakin sengit pada paruh kedua tahun 2026. Kedua perusahaan diprediksi akan meluncurkan lebih banyak produk inovatif untuk memenangkan hati konsumen. Pengguna PC AI akan menjadi pemenang utama dalam perang chip ini.

    Bagi konsumen yang ingin membeli laptop atau PC AI, disarankan untuk menunggu hingga akhir tahun. Pada saat itu, produk-produk terbaru dari kedua kubu sudah tersedia di pasaran, sehingga pilihan akan lebih beragam dan harga lebih kompetitif.