Jbnews.id – Sejumlah wilayah di Bandung Timur, terutama di Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, dan Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari, terendam banjir. Menanggapi kondisi ini, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, menyampaikan apresiasi atas kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung meski anggaran penanganan bencana masih minim.
Christian Julianto Budiman, yang juga Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Bandung, menilai BPBD telah melakukan banyak langkah meski lembaga tersebut belum lama terbentuk. Ia mencontohkan aktivitas Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, yang aktif menggelar sosialisasi kebencanaan.
“Kemampuan APBD kita juga mengalami penurunan kan, penurunan transfer dari pusat, tapi saya pikir BPBD juga tidak bisa pasrah begitu saja karena ketersediaan anggaran,” ujar Christian kepada Pikiran Rakyat, Senin, 20 April 2026. Ia mengajak semua pihak mencari sumber pendanaan lain, seperti dari CSR, agar kesiapan penanggulangan bencana tetap optimal.
Christian menekankan bahwa dalam penanganan banjir, aspek sosialisasi dan mitigasi harus dirancang sebaik mungkin, tidak hanya fokus pada infrastruktur. Pendekatan ini dinilai penting tidak hanya untuk Bandung Timur, tetapi juga untuk kawasan Bandung Selatan yang kerap dilanda banjir.
Ia berharap BPBD Kota Bandung semakin memahami langkah mitigasi di titik-titik yang lama tergenang, meski dengan anggaran terbatas. “Tapi, ayo kita bareng-bareng nyari dananya, apakah dari CSR atau dari mana sehingga ketika diperlukan untuk langkah penanggulangan sosial sudah siap begitu,” tambahnya.
Di sisi lain, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan rencana jangka panjang Pemkot Bandung. Terobosan yang disiapkan adalah pembangunan sistem penyaluran air dari Rancabolang menuju Sungai Cipamokolan.
Rencana infrastruktur tersebut dijadwalkan masuk dalam anggaran tahun 2027 hingga 2028. Namun, terdapat peluang untuk mempercepat realisasinya melalui perubahan anggaran tahun 2026.
