Author: Hamzah Nurhamzah

  • Google Peringatkan Risiko Keamanan Data di Eropa Akibat Aturan DMA

    Google Peringatkan Risiko Keamanan Data di Eropa Akibat Aturan DMA

    **JBNews.id —** Google memperingatkan bahwa rencana European Commission untuk membuka akses data pencarian dan sistem operasi Android kepada pesaing di bawah Digital Markets Act (DMA) dapat menyebabkan peretasan kueri pencarian pengguna dan peningkatan kejahatan siber di Eropa. Peringatan ini disampaikan oleh petinggi keamanan dan privasi Google dalam wawancara dan dokumen yang dibagikan kepada WIRED, menjelang keputusan akhir komisioner Eropa pada Juli 2026.

    Kekhawatiran ini muncul saat European Commission bersiap mengumumkan keputusan akhir bulan depan dalam dua kasus terkait Google Search dan interoperabilitas Android. Aturan DMA, yang diadopsi pada akhir 2022, dirancang untuk membuka dominasi perusahaan teknologi besar (Big Tech) dan mempermudah persaingan. Heather Adkins, wakil presiden teknik keamanan Google dan anggota pendiri tim keamanannya, mengatakan perusahaan memiliki kekhawatiran serius terhadap usulan perubahan untuk Search dan Android.

    Pada April lalu, European Commission mempublikasikan detail awal tentang bagaimana Google harus membuka data pencariannya—berbagi data pencarian anonim dengan pesaing—dan memungkinkan layanan AI lain mengakses sistem operasi Android. “Jika diterapkan seperti yang dijelaskan saat ini, saya pikir dalam waktu singkat di Android, kita akan melihat peningkatan signifikan dalam penipuan di UE,” ujar Adkins kepada WIRED. “Para penipu itu kreatif dan terinformasi. Setelah implementasi, saya perkirakan hanya butuh beberapa minggu sebelum kita mulai melihat peningkatan penipuan di Eropa.”

    Adkins juga mengklaim bahwa perubahan yang diusulkan pada Google Search dapat mengakibatkan kueri pencarian pengguna dianonimkan oleh aktor jahat dan data pencarian yang dibagikan dengan perusahaan kecil menjadi target peretas kriminal. Proposal European Commission ini kompleks, berdampak pada sistem teknis dengan miliaran pengguna, dan terkait erat dengan hukum persaingan usaha di benua tersebut.

    Kekhawatiran Anonimisasi Data dan Risiko Peretasan

    Sejak akhir 2022, DMA memungkinkan pejabat Eropa menetapkan perusahaan teknologi dengan pangsa pasar besar sebagai “gatekeeper” dan menggunakan aturan tersebut untuk membuka sistem dan data mereka kepada pesaing. Induk perusahaan Google, Alphabet, bersama Amazon, Apple, Booking, ByteDance, Meta, dan Microsoft, semuanya dianggap sebagai gatekeeper. Bisnis pencarian Google, yang diperkirakan menguasai 90 persen pasar pencarian global, menjadi satu-satunya mesin pencari yang tunduk pada aturan ini.

    Google sudah berbagi beberapa data dengan pesaing mesin pencari berdasarkan DMA. Namun, perubahan yang direncanakan akan mengubah cara kerja ini. Proposal secara umum menyatakan Google harus menyediakan akses data pencarian “setara” dengan data yang dikumpulkan Google sendiri, termasuk “setiap input kueri” yang dimasukkan orang ke Google Search beserta metadata lainnya. Sederhananya: apa yang diketik orang di Google. Google juga harus membagikan data klik dan hasil peringkat kueri pencarian.

    “Ini adalah kumpulan data unik yang hanya dimiliki Google selama bertahun-tahun, dan tidak ada cara mudah bagi pesaing mana pun untuk membangun atau mendapatkan akses ke sesuatu yang serupa,” kata Alissa Cooper, direktur eksekutif pusat riset kebijakan teknologi Knight-Georgetown Institute.

    Persyaratan berbagi ini, menurut proposal UE, dilindungi oleh metode anonimisasi untuk mencegah kueri pencarian individu dikaitkan kembali dengan mereka. Langkah-langkah itu akan disertai kontrak antara Google dan pesaing mesin pencari yang menyatakan mereka tidak boleh mencoba mengidentifikasi ulang pengguna, menghubungkan data pencarian dengan informasi lain, dan informasi harus dibagikan secara aman.

    Namun, Google mengklaim dalam sebuah dokumen yang dilihat WIRED bahwa teknik anonimisasi yang diusulkan mengandung “kelemahan mendalam” dan Google harus merilis data pencarian pada “tingkat granularitas yang jauh lebih tinggi” daripada yang dilakukan saat ini. Staf Google mengatakan mereka telah membuktikan data dapat diidentifikasi ulang, dan jika ini terjadi, “data itu tidak anonim sejak awal.”

    “Insinyur privasi telah membuktikan bahwa data ini dapat dengan mudah diidentifikasi ulang. Jika data dapat diidentifikasi ulang, itu tidak anonim sejak awal. Dan undang-undang secara khusus mensyaratkan data tersebut dianonimkan,” kata David Lewis, direktur penasihat privasi Google untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. “Apakah Google memiliki kepentingan pribadi atau tidak, itu tidak relevan dengan pertanyaan apakah pertanyaan paling pribadi jutaan orang mungkin berakhir di tangan seseorang yang tidak mereka kenal dan tidak pernah mereka duga akan melihat pencarian mereka.”

    Google sebelumnya mengatakan, menurut laporan Reuters, bahwa tim keamanan merahnya dapat mengidentifikasi ulang pengguna pencarian berdasarkan data dalam “kurang dari dua jam.” Detail spesifik dari pengujian itu belum dipublikasikan. “Anonimisasi itu sulit, dan Anda harus memiliki pakar teknis yang tepat untuk menemukan solusinya,” kata Adkins, yang menyarankan adanya “jalan tengah” yang bisa ditemukan.

    Adkins mengatakan model bahasa besar juga bisa menjadi “alat yang ideal” untuk membantu menganonimkan data jika jatuh ke tangan jahat. Ia menambahkan bahwa pemodelan ancaman perusahaan juga mencakup data yang dibagikan sebagai target peretas. “Asumsi kerja kami adalah, jika kami diminta menyerahkan data, kami kehilangan kendali atasnya, dan kami tidak memiliki kemampuan eksekusi fungsional untuk mengamankannya setelah melampaui batas kendali kami,” kata Adkins tentang pendekatan kontraktual yang digariskan dalam rencana tersebut. “Jika Anda adalah startup Eropa kecil dan Anda mendapatkan data ini dari Google, Anda akan diretas, dan itulah kenyataan situasinya,” klaim Adkins.

    Proposal tersebut mencakup persyaratan bagi perusahaan yang menerima data pencarian untuk menjalani audit independen terhadap pengaturan mereka dan bagaimana data akan disimpan dengan aman. Proposal pencarian Eropa, ditambah tanggapan Google terhadapnya, telah menuai pandangan beragam dan terpecah dari para advokat privasi, akademisi, dan pengacara sejak dirilis untuk pertimbangan publik dalam beberapa bulan terakhir.

    Pakar keamanan independen Lukasz Olejnik menulis dalam posting blog panjang yang membahas kemungkinan risiko bahwa langkah-langkah “sanitasi” seputar data “tidak memadai untuk volume, skala, dan lanskap privasi ini.” Risiko identifikasi ulang kueri pencarian orang harus “dievaluasi” terhadap sistem perlindungan yang diusulkan seputar berbagi data, tulis Lena Hornkohl, asisten profesor hukum Eropa di Universitas Wina.

    Mesin pencari yang berfokus pada privasi, Brave, sebelumnya mengatakan kepada Tech Radar bahwa mereka tidak percaya proposal saat ini akan menghasilkan data anonim dan menciptakan “risiko privasi yang parah”—meskipun mereka mengatakan European Commission harus mengambil langkah lain untuk membatasi dominasi Google. Pesaing lain percaya kekhawatiran Google tidak berdasar. “Standar hukum di sini tidak mengharuskan menghilangkan setiap risiko teoretis dari identifikasi ulang—itu mengharuskan menguranginya ke tingkat yang tidak signifikan, yang dilakukan oleh pendekatan Komisi,” saran Kamyl Bazbaz, kepala petugas komunikasi dan kebijakan di mesin pencari yang berfokus pada privasi, DuckDuckGo. “Kekhawatiran yang diangkat Google dapat diatasi dalam kerangka kerja yang ada.”

    Cooper, dari Knight-Georgetown Institute, mengatakan proposal teknis dan kontraktual yang diajukan Komisi tampaknya merupakan “rezim yang sangat kuat” dan jenis data yang akan dibagikan dapat “membuka” lebih banyak persaingan dalam pencarian. Namun, dia mengatakan jawaban atas pertanyaan privasi dan keamanan seputar anonimisasi dan berbagai risiko “dapat diketahui” karena Google sudah memiliki data tersebut. “Kami mengusulkan agar para ahli independen memiliki akses ke data dan dapat memvalidasi properti yang seharusnya dimiliki oleh berbagi data,” kata Cooper.

    Ancaman Keamanan pada Android dan Dukungan Apple

    Di luar pencarian, proposal UE untuk Android dapat memaksa Google membuka lebih banyak sistem operasi untuk memungkinkan perusahaan dan agen AI menggunakan “kata bangun” di ponsel dan tablet, serta memungkinkan layanan AI dari perusahaan lain berinteraksi dengan aplikasi dan data yang terinstal. “Saya pikir kami memiliki tujuan yang sama,” kata Eugene Liderman, direktur tim keamanan Android Google, kepada WIRED, sambil menambahkan bahwa penerapan rencana yang cepat dapat menciptakan lebih banyak risiko. “Hanya saja kami memiliki pendapat berbeda tentang cara mencapainya dan kecepatan untuk mencapainya.”

    Baik Liderman maupun Adkins mengatakan Google khawatir penipu dan pelaku penipuan dapat mengeksploitasi akses yang lebih besar ke izin aplikasi berdasarkan proposal tersebut. Liderman mengatakan memberikan akses ekstra ke mikrofon, kamera, dan informasi di layar akan merusak praktik terbaik keamanan seluler. Apple, dalam langkah yang jarang terjadi, juga mendukung sebagian posisi Google tentang akses sistem operasi. “Kami perlu menempatkan alat yang tepat baik dari perspektif OS maupun dari perspektif transparansi dan akreditasi,” kata Liderman.

    Implikasi dari kekhawatiran ini sangat luas. Jika data pencarian bocor atau disalahgunakan, privasi miliaran pengguna di Eropa bisa terancam. Sementara itu, pembukaan akses Android tanpa pengamanan yang memadai dapat membuka celah bagi malware dan serangan siber. Bagi pembaca, ini berarti bahwa meskipun DMA bertujuan meningkatkan persaingan, implementasi yang tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan aspek keamanan dapat berakibat fatal.

    Keputusan European Commission pada 27 Juli mendatang akan menjadi penentu. Apakah mereka akan mengakomodasi kekhawatiran Google atau tetap pada rencana awal? Yang jelas, pertarungan antara regulasi dan keamanan data ini akan berdampak langsung pada pengguna internet di seluruh Eropa dan berpotensi menjadi preseden bagi regulasi serupa di kawasan lain, termasuk Asia. Untuk informasi lebih lanjut, baca artikel terkait tentang biaya developer Google Play dan dampak saham Google akibat perubahan kebijakan.

  • Gelombang Pencurian Kargo Tesla, Kerugian Capai Rp14 Triliun per Hari

    Gelombang Pencurian Kargo Tesla, Kerugian Capai Rp14 Triliun per Hari

    JBNews.id — Gelombang pencurian kargo yang menargetkan pabrik Tesla di Storey County, Nevada, memicu kerugian besar bagi perusahaan mobil listrik milik Elon Musk. Investigasi mengungkap bahwa modus operandi sindikat pencuri semakin terorganisir, memanfaatkan celah keamanan dan identitas palsu untuk menggasak produk Tesla senilai ratusan juta dolar.

    Detektif Sam Hatley dari Kantor Sheriff Storey County menyebut situasi ini sebagai “epidemi” yang tengah melanda kawasan industri setempat. Penyelidikan yang dilakukan Hatley mengungkap setidaknya 17 dugaan pencurian kargo terjadi tahun ini, melibatkan Tesla dan beberapa bisnis lain di Storey County. Meski Hatley menolak merinci berapa banyak yang menimpa Tesla secara spesifik, catatan kepolisian menunjukkan pabrik raksasa atau gigafactory seluas 5,4 juta kaki persegi itu menjadi sasaran utama. Pabrik yang mempekerjakan sekitar 12.000 orang tersebut merupakan pemberi kerja terbesar di wilayah tersebut, dan sekitar 2 persen dari total insiden darurat di county tahun lalu berasal dari fasilitas yang dioperasikan Tesla bersama Panasonic ini.

    Yang lebih mengkhawatirkan, data industri menunjukkan tren peningkatan dramatis. Lembaga riset transportasi memperkirakan pencurian kargo di Amerika Serikat hampir dua kali lipat dari 2022 hingga 2024, dan kini secara kolektif merugikan perusahaan hampir US$18 juta per hari atau setara dengan sekitar Rp288 miliar (kurs Rp16.000). Angka ini, jika dikalkulasikan, berpotensi diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Konsultan pencegahan pencurian Verisk CargoNet mencatat komponen elektronik menjadi target yang paling sering diincar.

    Modus “Pencurian Strategis” yang Terorganisir

    Yang paling memprihatinkan bagi aparat penegak hukum dan industri kargo adalah munculnya apa yang disebut sebagai pencurian strategis. Tidak seperti pencurian konvensional yang menjarah barang dari trailer tanpa pengawasan di tempat istirahat umum, operasi ini melibatkan kelompok terorganisir yang mengeksploitasi celah dalam protokol keamanan di pabrik mobil paling bernilai di dunia. Sindikat menggunakan KTP palsu dan memanfaatkan hubungan longgar antara Tesla dengan perusahaan truk yang mengangkut produknya.

    Seorang asisten manajer Tesla mengungkapkan kepada penyidik bahwa beberapa pencurian awal berasal dari kegagalan mematuhi protokol keamanan dasar. Sejak saat itu, Tesla telah memperketat prosedurnya, termasuk mulai memverifikasi identitas pengemudi di gerbang pabrik. “Ini jelas membantu,” kata Hatley. Pencurian “masih terjadi, tetapi tidak sebanyak dulu.”

    Tesla, asisten manajer yang disebutkan dalam laporan, dan Redwood Materials—sebuah perusahaan daur ulang baterai yang juga menjadi sasaran—tidak menanggapi permintaan komentar.

    Kronologi Pencurian: Powerwall Sasaran Utama

    Kasus pertama yang tercatat terjadi pada Desember tahun lalu. Dua trailer masing-masing berisi sistem baterai rumah Powerwall 3 senilai lebih dari US$475.000 diambil dari properti Tesla oleh operator logistik yang mencurigakan. Pihak berwenang kemudian menemukan trailer tersebut dalam keadaan kosong sekitar 500 mil di California Selatan. Tim keamanan Tesla kemudian menemukan beberapa Powerwall dijual secara daring dan memberi tahu pihak berwenang. Produk-produk itu tidak dapat diaktifkan jika ditandai sebagai curian, sehingga tidak ada untungnya bagi pembeli.

    Dalam kasus lain, seorang pedagang suku cadang mobil di California Utara melaporkan bahwa seseorang menawarkan untuk menjual baterai mobil yang diduga curian dengan harga diskon. Investigasi kemudian mengonfirmasi bahwa baterai tersebut memang hasil curian.

    Tesla melaporkan satu dugaan pencurian tambahan pada Desember dan sembilan lagi pada Januari. Termasuk insiden pada 19 Januari di mana sebuah trailer berisi 123 Powerwalls yang ditujukan ke fasilitas Tesla di Hayward, California, tidak pernah sampai tujuan. Laporan sheriff menyebutkan bahwa truk semi dan perusahaan yang pengemudinya datang untuk mengambil trailer tersebut tidak memiliki izin untuk operasi antarnegara bagian. Seorang pialang pengiriman telah memberikan kontrak pengangkutan trailer tersebut kepada operator yang tidak sah.

    Dua trailer tambahan, masing-masing berisi Powerwall senilai sekitar US$500.000, diambil dalam empat hari berikutnya. Kedua trailer ditemukan berdasarkan riwayat lokasi GPS, tetapi satu ditemukan dalam keadaan kosong. Trailer lainnya ditemukan dengan seluruh muatannya di sebuah pompa bensin yang berjarak 18 mil dari pabrik Tesla. Detektif memasang alat pelacak GPS di trailer itu dengan maksud menangkap pencuri yang akan kembali mengambilnya, dan mereka memberi tahu Tesla tentang lokasi dan rencana mereka. Namun, karyawan Tesla datang untuk mengambil trailer tersebut dan sempat dihentikan oleh deputi yang bingung. Hatley menolak berkomentar tentang insiden ini.

    Penangkapan Tiga Tersangka

    Pada minggu berikutnya di bulan Januari, dua trailer lagi dicuri, tetapi keduanya dilengkapi pelacak GPS internal yang tetap aktif. Kedua trailer dengan cepat ditemukan di dekat lokasi, diparkir dengan isi yang tidak tersentuh. Tesla mengambil satu, sementara petugas memasang pelacak GPS mereka sendiri di trailer lainnya.

    Pada 30 Januari, trailer yang dilengkapi pelacak polisi itu mulai bergerak, dan polisi segera menangkap tiga tersangka yang membawanya pergi. Jaksa menduga ketiga individu berusia 20-an—Arashdeep Singh, Deepindeer Singh, dan Harman Pal Singh—bepergian dari California dengan surat izin mengemudi komersial palsu atas nama orang lain. Kasus mereka dijadwalkan untuk disidangkan pada bulan Oktober. Pengacara yang tercantum dalam dokumen pengadilan untuk dua dari terdakwa tidak menanggapi permintaan komentar.

    Upaya Pemberantasan dan Dampak ke Konsumen

    Beberapa perusahaan dan anggota parlemen federal mendorong cara-cara baru untuk memerangi pencurian kargo. Amazon bulan lalu mengumumkan penggunaan langkah-langkah seperti “deteksi anomali berbasis AI” dan “penyaringan operator harian” untuk melindungi pengiriman mereka. Sekitar waktu yang sama, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan rancangan undang-undang bipartisan yang dimaksudkan untuk memudahkan penuntutan pencurian ritel dan kargo serta meningkatkan koordinasi antara lembaga penegak hukum. Undang-undang ini kini menunggu tindakan di Senat.

    “Pencurian ritel dan kargo berskala besar yang sangat terorganisir telah meningkat, dan kita perlu melakukan lebih banyak upaya untuk menindaknya,” kata Senator Nevada Catherine Cortez Masto, yang berencana memperjuangkan pengesahan RUU tersebut. “Kejahatan ini menciptakan kekacauan bagi komunitas bisnis dan menaikkan harga bagi keluarga pekerja keras Amerika.” Masto menolak berkomentar apakah dia telah berhubungan dengan Tesla tentang masalah pencuriannya.

    Hatley memuji Tesla karena bekerja sama dengannya. Ini merupakan perbedaan mencolok dari tahun 2018, ketika Tesla dilaporkan menolak membantu departemennya menyelidiki dugaan pencurian kawat tembaga di gigafactory. “Dibutuhkan upaya bersama antara operator, pialang, korban, dan penegak hukum” untuk mengatasi epidemi pencurian ini, katanya.

    Kasus pencurian kargo ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Tesla. Sebelumnya, perusahaan juga menghadapi gugatan besar terkait kecelakaan yang melibatkan Fitur Full Self-Driving, kecelakaan fatal saat Tesla tabrak rumah, serta dugaan manipulasi data FSD untuk mendapatkan izin di Eropa. Isu keamanan dan operasional yang berulang ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan dalam menjaga reputasi dan efisiensi bisnisnya.

  • Yandex-Komdigi Buka Pelatihan Machine Learning 2026

    Yandex-Komdigi Buka Pelatihan Machine Learning 2026

    JBNews.id — Yandex bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka pendaftaran Pelatihan dan Kompetisi Digital Talent 2026 dengan fokus pada Linear Models in Machine Learning. Program ini berlangsung mulai 29 Juni hingga 19 Juli 2026 dan terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa batasan usia atau latar belakang profesi.

    Program ini merupakan hasil kerja sama antara Yandex dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://s.id/yandex-dts atau alternatif http://s.komdigi.go.id/yandex-dts. Target utama peserta adalah mahasiswa semua semester, khususnya dari jurusan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

    “Program ini kami rancang untuk siapa saja yang ingin terus belajar, tanpa melihat usia atau latar belakang profesinya. Tahun ini, kami membuka kesempatan bagi semua orang yang ingin belajar AI dan Machine Learning untuk ikut bergabung,” ujar Alexander Popovskiy, CEO Yandex Search dalam siaran persnya, Senin (29/6/2026).

    Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi Machine Learning, khususnya Linear Regression. Kurikulum mencakup pemahaman konsep dasar hingga penerapannya dalam menyelesaikan permasalahan nyata. Materi yang diajarkan meliputi dasar-dasar Machine Learning, teknik data preprocessing, serta pengembangan model Linear Regression.

    “Kami menggabungkan materi yang kuat secara akademis dengan pengalaman belajar yang aplikatif. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga berlatih menyelesaikan tantangan nyata menggunakan data dan machine learning. Kami berharap semakin banyak talenta AI yang tumbuh dan berkontribusi bagi ekosistem AI di Indonesia dan di dunia,” tambah Alexander.

    Struktur dan Tahapan Pelatihan

    Selama pelatihan, peserta akan belajar membangun model menggunakan Python dan Scikit-learn melalui berbagai latihan praktik dan studi kasus. Selain memahami proses pengembangan model, peserta juga akan mempelajari teknik evaluasi dan validasi model, mengatasi tantangan umum dalam Machine Learning, serta mengembangkan kemampuan menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi solusi berbasis AI/ML yang efektif.

    Program ini menerapkan learning journey yang terstruktur yang disusun oleh BPSDM Komdigi dan Yandex. Metode pembelajaran mencakup kombinasi pembelajaran mandiri (self-paced learning), sesi bersama mentor (live session), hands-on lab, assignment, evaluasi, hingga kompetisi. Setiap peserta diwajibkan menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar bisa mengikuti kompetisi di akhir program.

    Tahapan pelatihan batch pertama akan menjalani empat modul pembelajaran. Setiap modul akan diselesaikan selama seminggu dari tanggal 20 Juli hingga 23 Agustus 2026. Pada tahap ini, peserta akan mendapatkan pendampingan personal dari mentor yang dipilih dari perusahaan lokal spesialis machine learning sebagai mitra Yandex.

    Program ini terdiri atas empat modul yang disusun secara bertahap, dengan setiap modul dibangun berdasarkan materi pada modul sebelumnya. Setelah menyelesaikan seluruh modul, peserta akan mengikuti asesmen akhir yang terdiri atas 40 pertanyaan dan harus diselesaikan dalam waktu 40 menit.

    Peserta yang berhasil lulus asesmen akhir akan menerima undangan untuk mengikuti Hackathon yang diselenggarakan secara daring pada 4-6 September 2026 serta berkompetisi untuk mendapatkan hadiah.

    Keberlanjutan Program dan Dampak Industri

    Setelah batch dengan pendampingan mentor berakhir, program akan berlanjut setiap bulan melalui batch pembelajaran mandiri (self-paced) yang dimulai pada September dan Oktober. Setiap batch berlangsung selama enam minggu dan mengikuti tahapan yang sama, yaitu tes masuk, empat modul pembelajaran yang dibuka secara bertahap, asesmen akhir, dan pemberian sertifikat kepada peserta yang berhasil lulus.

    Pendaftaran program dilakukan secara bertahap. Peserta yang melewatkan batas waktu pendaftaran untuk batch dengan pendampingan mentor akan secara otomatis didaftarkan ke batch berikutnya yang tersedia sesuai jadwal.

    Sebelumnya pada penyelenggaraan tahun 2025, program ini diikuti oleh 1.295 peserta dan berhasil melahirkan tiga pemenang kompetisi Hackathon, serta puluhan peserta yang memperoleh reward atas capaian pembelajaran selama pelatihan. Para peserta terbaik berhasil mengembangkan model Machine Learning dengan tingkat akurasi yang tinggi dalam menyelesaikan studi kasus yang diberikan.

    Capaian tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menghasilkan lulusan bersertifikat, tetapi juga membekali peserta dengan kompetensi teknis, pengalaman praktis, dan daya saing yang relevan dengan kebutuhan industri.

    Tahun ini, pelatihan terbuka bagi siapa saja yang memiliki minat terhadap Artificial Intelligence, Machine Learning dan Data Science. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital nasional, termasuk melalui agenda besar ekonomi digital yang telah disepakati bersama para pemangku kepentingan.

    “Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta Artificial Intelligence, Machine Learning dan Data Science di berbagai sektor, mulai dari transportasi, pertanian, kesehatan hingga sektor prioritas lainnya,” ujar Bonifasius Pudjianto, Ph.D, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital.

    “Pelatihan ini memberikan fondasi yang kuat bagi para peserta untuk menciptakan dampak nyata di berbagai sektor tersebut, dengan pendekatan pembelajaran yang mudah diakses dan dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin belajar,” tambah Bonifasius.

    Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi. Sebelumnya, pemanfaatan AI untuk program bansos telah menunjukkan bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam layanan publik secara lebih luas.

    Pendaftaran pelatihan dibuka mulai 29 Juni hingga 19 Juli 2026 melalui https://s.id/yandex-dts atau alternatif link http://s.komdigi.go.id/yandex-dts.

    Bagi masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, program ini menawarkan akses pembelajaran yang terstruktur dan gratis. Dengan kurikulum yang dirancang oleh para ahli dari Yandex dan BPSDM Komdigi, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis tetapi juga pengalaman praktis yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.

    Program Digital Talent ini merupakan salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital di Indonesia. Dengan target peserta yang luas dan tanpa biaya, program ini diharapkan dapat menjaring lebih banyak talenta muda yang siap bersaing di era transformasi digital.

    Indonesia saat ini berada dalam fase percepatan adopsi teknologi digital di berbagai sektor. Ketersediaan talenta yang kompeten di bidang AI dan Machine Learning menjadi faktor kunci dalam menentukan daya saing bangsa di kancah global.

    Melalui program ini, Yandex dan Komdigi berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekosistem AI di Indonesia. Kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah ini diharapkan dapat menjadi model bagi program-program pengembangan talenta digital lainnya di masa depan.

    Peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan lulus asesmen akan mendapatkan sertifikat resmi yang diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Sertifikat ini dapat menjadi nilai tambah bagi para pencari kerja di industri teknologi yang terus berkembang.

    Selain itu, pengalaman mengikuti kompetisi Hackathon juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah nyata menggunakan Machine Learning. Hal ini menjadi bekal berharga bagi mereka yang ingin berkarir sebagai data scientist, machine learning engineer, atau AI specialist.

    Program ini juga membuka peluang networking dengan para profesional dan mentor dari industri. Peserta dapat belajar langsung dari para praktisi yang berpengalaman di bidang Machine Learning dan mendapatkan wawasan tentang tren terbaru di industri teknologi.

    Dengan pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan terstruktur, program ini cocok diikuti oleh siapa saja yang ingin memulai atau memperdalam pengetahuan mereka di bidang Machine Learning. Tidak ada batasan usia atau latar belakang pendidikan, sehingga semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kompetensi digital mereka.

    Bagi para mahasiswa STEM, program ini menjadi kesempatan emas untuk mendapatkan pengalaman praktis yang melengkapi pengetahuan akademis mereka. Sementara bagi para profesional yang ingin beralih karir ke bidang teknologi, program ini menawarkan jalur pembelajaran yang jelas dan terukur.

    Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong pengembangan talenta digital sebagai bagian dari strategi transformasi digital nasional. Program-program seperti ini menjadi salah satu instrumen untuk mencapai target tersebut.

    Selain penyediaan infrastruktur internet satelit untuk daerah terpencil, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi prioritas utama dalam mewujudkan ekosistem digital yang inklusif di seluruh Indonesia.

    Keberhasilan program tahun lalu yang diikuti oleh 1.295 peserta menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap pengembangan keterampilan digital sangat tinggi. Dengan format yang lebih terbuka tahun ini, jumlah peserta diprediksi akan meningkat signifikan.

    Pendaftaran yang dibuka hingga 19 Juli 2026 memberikan waktu yang cukup bagi calon peserta untuk mempersiapkan diri. Proses pendaftaran yang mudah melalui tautan yang disediakan juga memudahkan akses bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

    Program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dapat menciptakan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Dengan terus bertambahnya talenta digital yang kompeten, Indonesia optimis dapat bersaing di era ekonomi digital global.

    Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti program ini, segera daftarkan diri melalui tautan yang tersedia. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan di bidang Machine Learning bersama para ahli dari Yandex dan Komdigi.

    Program ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat menjadi modal untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem AI di Indonesia. Dengan semangat belajar yang tinggi, setiap peserta memiliki potensi untuk menjadi bagian dari generasi talenta digital yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

  • Data Center Picu Perlawanan Warga Michigan

    Data Center Picu Perlawanan Warga Michigan

    JBNews.id — Lebih dari 40 persen pemilih potensial di Distrik 7 Michigan menyatakan akan “jauh lebih mungkin” mendukung kandidat yang menentang pembangunan data center, menurut jajak pendapat internal Data for Progress yang dibagikan kepada WIRED. Angka ini melonjak hingga hampir 80 persen di kalangan pemilih di bawah 45 tahun, menjadikan isu data center sebagai senjata politik utama dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat Agustus mendatang.

    Fenomena ini pertama kali disadari oleh kandidat Demokrat Joel Lawrence. Ia mengaku isu data center bukanlah topik yang ia rencanakan untuk diangkat dalam kampanyenya. Namun, para pemilih mulai mendekatinya secara organik di balai kota dan pertemuan-pertemuan lainnya setelah ia mengumumkan pencalonannya musim panas lalu. Mereka meminta nasihat Lawrence, yang dikenal sebagai aktivis lama, tentang cara menyalurkan energi anti-data-center di antara tetangga mereka menjadi sesuatu yang produktif.

    “Orang-orang merasa benar-benar tidak dihormati oleh perusahaan dan pejabat lokal yang menyambut mereka ke kota,” kata Lawrence kepada WIRED. Jajak pendapat Data for Progress menempatkan Lawrence unggul atas kedua lawannya di pemilihan pendahuluan. Jajak pendapat lain yang ditugaskan oleh salah satu lawannya dan dirilis pada April juga menunjukkan Lawrence memenangkan pemilihan pendahuluan, meskipun sebagian besar pemilih masih belum menentukan pilihan. Namun, Lawrence tetap berada di posisi ketiga yang jauh dalam hal penggalangan dana.

    Setidaknya ada 11 data center yang direncanakan di seluruh Michigan, menurut database energi bersih Cleanview. Penolakan lokal yang signifikan di dua kota di Distrik 7 telah menghentikan setidaknya dua proyek yang direncanakan selama setahun terakhir. Namun, pengembang data center telah menemukan cara untuk mengatasi penolakan lokal di tempat lain di negara bagian tersebut. Setelah sebuah kota di Distrik 6 memberikan suara menentang data center Oracle awal tahun ini, perusahaan tersebut menggugat, dan kota itu mengizinkan pembangunan dimulai daripada terlibat dalam pertempuran pengadilan yang mahal.

    Awal bulan ini, Gubernur Michigan Gretchen Whitmer menghadiri pembukaan data center Oracle, di mana ia difoto tersenyum di samping Sam Altman dari OpenAI dan memuji investasi senilai $16 miliar. Langkah ini menuai kritik tajam. “Kandidat mana pun yang berharga tahu bahwa data center ini beracun,” kata Cooper Teboe, seorang ahli strategi Demokrat yang berbasis di California. Kandidat yang tidak menyadari hal ini, kata Teboe, “bukanlah kandidat yang akan menang.”

    Christy McGillivray, direktur eksekutif Voters Not Politicians, sebuah organisasi reformasi demokrasi yang berbasis di Michigan, mengatakan bahwa penampilan Whitmer di acara pembukaan itu adalah langkah yang sangat keliru bagi gubernur, yang disebut-sebut sebagai calon presiden 2028. “Itu benar-benar mengejutkan saya,” katanya. “Saya seperti, ‘Apakah Anda mencoba menyakiti seluruh partai Demokrat?’”

    Di jalur kampanye, Lawrence mengatakan bahwa ia bertemu dengan para pengunjuk rasa data center yang berbeda secara signifikan secara politik dengannya. Mereka termasuk orang-orang yang menentang pembangunan data center tetapi juga menentang proyek tenaga surya dan angin yang dibangun di lahan pertanian. Michigan adalah pusat penolakan terhadap proyek energi terbarukan. Sebuah tinjauan tahun 2025 menempatkannya sebagai negara bagian dengan jumlah pembatasan lokal terbanyak: Lebih dari 60 pemerintah daerah di Michigan mengeluarkan peraturan, moratorium, atau pembatasan lain pada pembangunan tenaga angin dan surya antara tahun 2011 dan 2024. Penolakan lokal, menurut laporan itu, telah menghentikan atau memblokir setidaknya 28 proyek di seluruh negara bagian.

    Pada tahun 2023, Whitmer menandatangani undang-undang yang memungkinkan pengembang energi terbarukan untuk lebih mudah melewati peraturan lokal yang menentang pembangunan tenaga angin dan surya, sehingga memudahkan pengembang besar untuk menempatkan proyek di lahan pedesaan. Hal ini sejak itu memicu reaksi balik dari banyak kota dan kabupaten yang telah mengeluarkan peraturan, termasuk gugatan yang diajukan oleh puluhan kota terhadap negara bagian, banyak di antaranya di Distrik 7. Dua pejabat dari kota di distrik tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tahun 2025 bahwa pengembangan energi terbarukan “mengancam untuk mengubah tanah subur kita menjadi tanah tandus, membahayakan mata pencaharian mereka yang telah menggarap lahan selama beberapa dekade.” (Tidak ada bukti bahwa energi terbarukan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada tanah.)

    Lawrence menegaskan bahwa ia mendukung energi terbarukan, terutama model yang dimiliki dan dioperasikan oleh komunitas. (Pada tahun 2023, tahun yang sama dengan undang-undang untuk melewati peraturan disahkan, legislatif Michigan tidak mengesahkan inisiatif yang akan mendukung tata surya komunitas.) Namun, tanggapan terhadap data center, katanya, telah membantunya memahami mengapa warga Michigan juga menolak melihat proyek energi terbarukan besar datang ke kota mereka. “Pola yang saya lihat mirip dengan masalah data center adalah orang-orang tidak merasa memiliki kendali atas masa depan komunitas mereka sendiri,” katanya. “Itu memicu reaksi balik. Kemudian ada orang-orang yang sebagian besar tinggal di kota yang berkhotbah kepada mereka dan berkata, ‘Tidak bisakah kamu mengerti? Ini adalah harga kemajuan.’”

    Teboe setuju dengan Lawrence bahwa perusahaan teknologi perlu memikirkan kembali bagaimana mereka mendekati komunitas dengan proposal untuk proyek. “Sembilan puluh sembilan persen eksekutif teknologi berpikir bahwa tentu saja orang akan menyukai hal-hal ini,” katanya. “Mereka tidak dapat membayangkan dunia di mana pikiran pertama seseorang saat melihat data center di komunitas mereka bukanlah ‘Wow, masa depan itu menakjubkan,’ tetapi adalah ‘Apa yang kamu lakukan di halaman belakang rumahku?’”

    Senator Bernie Sanders telah memberikan dukungannya kepada Lawrence, menyebutnya sebagai kandidat yang akan “menuntut pertanggungjawaban nyata dari perusahaan big tech dan AI.” Dan reaksi balik terhadap data center, kata Lawrence, membantunya memahami penolakan pedesaan terhadap jenis proyek industri skala besar lainnya di negara bagian itu: energi terbarukan skala utilitas. Kampanye Lawrence melihat data center sebagai topik yang kuat untuk menggalang pemilih ke sisinya.

    Fenomena perlawanan terhadap data center di Michigan ini menunjukkan adanya kesenjangan persepsi yang dalam antara perusahaan teknologi dan masyarakat lokal. Masyarakat merasa kehilangan kendali atas masa depan komunitas mereka, sementara perusahaan dan beberapa pejabat lokal dianggap tidak menghormati kekhawatiran mereka. Isu ini, yang awalnya tidak terduga, kini menjadi faktor penentu dalam pemilihan pendahuluan di Distrik 7 Michigan.

    Implikasinya bagi pembaca: perselisihan antara perusahaan teknologi dan masyarakat lokal ini dapat menjadi preseden bagi daerah lain yang menghadapi rencana pembangunan data center. Kegagalan perusahaan untuk berkomunikasi dan melibatkan masyarakat secara efektif dapat memicu penolakan yang lebih luas, memperlambat investasi, dan bahkan mempengaruhi peta politik di tingkat lokal.

  • Grab Targetkan 28 Ribu Unit EV, Semua Layanan Siap Listrik

    Grab Targetkan 28 Ribu Unit EV, Semua Layanan Siap Listrik

    JBNews.id — Grab Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan armada kendaraan listrik (EV) menjadi 28 ribu unit per Mei 2026. Perusahaan berencana menghadirkan opsi kendaraan listrik di seluruh layanan, termasuk Grab Food dan Grab Express, sebagai bagian dari komitmen efisiensi energi nasional.

    CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengumumkan pencapaian ini dalam acara bertajuk ‘Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia’ di Sasono Adiguno, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurutnya, jumlah armada EV saat ini dua kali lebih banyak dibandingkan akhir tahun 2025.

    “Per Mei 2026, dengan bangga, armada EV Grab telah mencapai 28 ribu unit. Ini dua kali lebih banyak dari akhir tahun 2025. Kami berkomitmen mencapai tiga kali lipat dari 2025 pada akhir 2026,” tegas Neneng dalam pernyataan resminya.

    Dari total 28 ribu unit tersebut, sekitar dua pertiganya merupakan kendaraan roda dua atau Grab Bike. Sisanya adalah kendaraan roda empat yang digunakan untuk layanan GrabCar dan pengiriman barang.

    Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan energi melalui kemandirian energi nasional. Neneng menekankan bahwa efisiensi energi menjadi kunci dalam transisi menuju energi baru terbarukan yang mendukung target net zero emission pada 2060.

    “Inisiatif ini hadir di tengah dinamika global yang memberikan tekanan di sektor energi, harga BBM dan biaya mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, efisiensi energi semakin penting kita dorong bersama-sama,” ujar Neneng.

    Grab telah meluncurkan layanan khusus bernama Grab Electric yang memungkinkan pengguna memilih opsi kendaraan listrik untuk setiap pemesanan. Layanan ini mencakup semua segmen, mulai dari transportasi penumpang hingga pengiriman makanan dan barang.

    “Grab Food bisa elektrik, semua layanan akan tersedia opsi elektrik dan masyarakat bisa memilih yang mana yang mereka inginkan,” terang Neneng.

    Dengan adanya opsi ini, pengguna yang sadar akan pentingnya kesehatan Bumi dapat berkontribusi langsung melalui aktivitas sehari-hari. Setiap pemesanan menggunakan kendaraan listrik berarti mengurangi emisi karbon dan mendukung transisi energi bersih.

    Neneng menambahkan bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan sendiri. Peran pemerintah, mitra industri, pengemudi, dan masyarakat sangat penting untuk bersama-sama memberikan dampak besar bagi Indonesia.

    “Kami berharap langkah hijau Grab dapat menjadi bagian upaya bersama mendorong pengguna untuk menggunakan energi dengan bijak, praktis, dan mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Semua karena langkah kecil bersama bisa memberi dampak besar bagi negara kita tercinta,” tandasnya.

    Pertumbuhan armada EV Grab yang pesat ini terjadi di tengah tren peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan. Meskipun demikian, tantangan infrastruktur pengisian daya dan biaya kepemilikan kendaraan listrik masih menjadi perhatian utama.

    Grab optimistis target tiga kali lipat dari jumlah armada tahun 2025 dapat tercapai pada akhir 2026. Perusahaan juga terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

    Dalam konteks yang lebih luas, langkah Grab ini menjadi bagian dari upaya nasional mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik beroperasi, maka emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi dapat ditekan secara signifikan.

    Bagi pengguna layanan Grab, kehadiran opsi kendaraan listrik memberikan fleksibilitas untuk memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan dan kecepatan layanan. Harga layanan untuk opsi listrik disebutkan akan kompetitif dengan layanan reguler.

    Selain itu, para mitra pengemudi juga diuntungkan dengan biaya operasional kendaraan listrik yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bersih para pengemudi.

    Grab juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam layanan berbasis teknologi untuk mendukung efisiensi energi. Platform digital perusahaan memungkinkan optimalisasi rute perjalanan sehingga konsumsi energi menjadi lebih minimal.

    Ke depannya, Grab akan terus memperluas jaringan mitra pengemudi yang menggunakan kendaraan listrik. Pelatihan dan insentif khusus disiapkan untuk mendorong lebih banyak pengemudi beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

    Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan target ambisius untuk mencapai net zero emission pada 2060. Sektor transportasi menjadi salah satu fokus utama karena kontribusinya yang besar terhadap emisi karbon nasional.

    Dengan inisiatif seperti yang dilakukan Grab, diharapkan transisi energi di sektor transportasi dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Partisipasi aktif dari sektor swasta menjadi kunci keberhasilan agenda nasional ini.

    Bagi masyarakat umum, pilihan untuk menggunakan layanan transportasi ramah lingkungan kini semakin mudah diakses. Cukup dengan memilih opsi kendaraan listrik saat memesan melalui aplikasi Grab, pengguna sudah berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan.

    Grab Electric hadir sebagai solusi praktis bagi mereka yang ingin menjalani gaya hidup berkelanjutan tanpa harus memiliki kendaraan listrik sendiri. Layanan ini membuka akses transportasi hijau bagi lebih banyak orang.

    Dengan capaian 28 ribu unit armada EV dan rencana perluasan opsi listrik ke semua layanan, Grab Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam mendukung transisi energi nasional. Langkah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pengemudi dan pilihan lebih luas bagi pengguna.

    Implikasi dari kebijakan ini bagi pengguna layanan adalah semakin banyaknya pilihan transportasi ramah lingkungan yang mudah diakses. Sementara bagi mitra pengemudi, peluang untuk beralih ke kendaraan listrik dengan biaya operasional lebih rendah menjadi semakin terbuka lebar.

  • Korsel Siapkan 500.000 Prajurit Drone Hadapi Korut

    Korsel Siapkan 500.000 Prajurit Drone Hadapi Korut

    JBNews.id — Korea Selatan secara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk melatih 500.000 personel yang akan berperan sebagai ‘prajurit drone’ guna memperkuat pertahanan terhadap Korea Utara. Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, menyatakan bahwa drone akan menjadi perlengkapan standar bagi setiap prajurit, setara dengan senjata pribadi mereka.

    Rencana ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea dan perubahan lanskap peperangan global. Menurut Ahn, sistem drone yang akan digunakan sepenuhnya mengandalkan komponen produksi lokal, tanpa melibatkan komponen asing, terutama dari China, karena kekhawatiran terhadap keamanan nasional.

    “Drone seharusnya tidak lagi menjadi peralatan yang digunakan oleh unit tertentu saja, tetapi menjadi alat tempur universal,” kata Ahn dalam sebuah briefing dengan media, seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2026).

    Militer Korea Selatan berencana memproduksi 110.000 drone pada tahun 2029 untuk digunakan di angkatan darat, laut, udara, dan marinir. Namun, angka tersebut kemudian direvisi menjadi sekitar 60.000 unit, dengan sekitar 11.000 unit akan diperkenalkan pada tahun 2026.

    Langkah ini terinspirasi oleh konflik di Ukraina dan Timur Tengah, di mana sistem tanpa awak terbukti menjadi faktor penentu di medan perang. Ahn menekankan bahwa drone berbiaya rendah yang dioperasikan dalam jumlah besar secara fundamental mengubah sifat peperangan modern.

    Dalam pengembangan kemampuannya, Korea Selatan juga akan memperluas sistem anti-drone seperti laser dan senjata microwave berkekuatan tinggi. Operasi militer juga akan digeser agar masing-masing angkatan dapat melakukan pengawasan dan serangan menggunakan drone, tanpa harus bergantung pada komando terpusat.

    Seorang petinggi senior militer Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya akan bergerak cepat untuk memperoleh lebih dari 20.000 unit drone sekali pakai dengan harga murah. Selain itu, mereka juga akan memperkenalkan sistem kawanan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan amunisi jelajah untuk memperkuat daya gentar.

    Kebijakan ini menunjukkan komitmen Seoul untuk tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas teknologi. Fokus pada produksi lokal juga menjadi strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok asing yang rentan terhadap tekanan geopolitik.

    Dalam konteks yang lebih luas, perkembangan ini juga berdampak pada industri teknologi dan pertahanan di kawasan. Sebagai contoh, Peneliti Korea terus berinovasi di berbagai sektor, termasuk energi dan material, yang bisa mendukung produksi drone lokal.

    Selain itu, isu keamanan data juga menjadi perhatian serius. Sebelumnya, Kakao Map bocorkan data rahasia wilayah Korea Utara, yang menunjukkan betapa rentannya informasi di era digital. Hal ini memperkuat argumen Korea Selatan untuk menghindari komponen asing dalam sistem pertahanannya.

    Rencana pelatihan 500.000 prajurit drone ini juga membuka peluang baru bagi industri teknologi dan startup. KSGC 2026 buka akses pendanaan dan pasar Korea untuk startup global, yang bisa menjadi katalis bagi perusahaan rintisan yang bergerak di bidang drone dan AI.

    Implikasi dari kebijakan ini sangat luas. Bagi masyarakat umum, ini berarti Korea Selatan semakin serius dalam membangun pertahanan yang mandiri dan modern. Bagi para pelaku industri, ini adalah sinyal bahwa permintaan terhadap komponen drone lokal, sistem AI, dan teknologi anti-drone akan melonjak dalam beberapa tahun ke depan.

    Dengan target produksi 60.000 drone hingga 2029 dan pelatihan setengah juta personel, Korea Selatan tidak hanya bersiap menghadapi ancaman dari Korea Utara, tetapi juga mendefinisikan ulang standar peperangan modern di kawasan Asia Timur.

  • Komentar Spam Judol Melonjak 128%, Komdigi Bongkar Jaringan Bot Global

    Komentar Spam Judol Melonjak 128%, Komdigi Bongkar Jaringan Bot Global

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap lonjakan signifikan komentar spam yang mempromosikan judi online di media sosial. Dalam dua pekan terakhir, jumlah temuan meningkat 128% dibandingkan rata-rata temuan periode Januari hingga Juli 2026.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan lonjakan ini bukan fenomena alami. Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas terorganisir lintas negara yang memanfaatkan sistem otomatis atau bot untuk menyebarkan promosi judi online secara masif.

    “Dari hasil analisis kami, lonjakan ini menunjukkan adanya aktivitas terorganisir transnasional yang memanfaatkan sistem otomatis atau mesin atau bot untuk memantau media sosial secara real time,” ujar Alexander di Jakarta, Senin (29/6/2026).

    Sistem tersebut bekerja dengan memantau unggahan dari akun-akun berjangkauan tinggi. Ketika sebuah unggahan mulai ramai mendapatkan interaksi, bot secara otomatis membanjiri kolom komentar dengan promosi dan tautan menuju situs judi online.

    Komdigi menilai fenomena ini juga berkaitan dengan dimulainya Piala Dunia 2026 pada 11 Juni lalu. Momen olahraga global itu dimanfaatkan pelaku untuk meningkatkan promosi taruhan olahraga.

    Alexander menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi pola penyebaran komentar promosi judi online yang memanfaatkan akun-akun palsu di platform Instagram, Facebook, dan TikTok. Modusnya ditandai dengan komentar berulang yang menggunakan berbagai variasi kata kunci dan tagar untuk menghindari sistem moderasi otomatis milik platform.

    “Berdasarkan hasil analisis jaringan, kami menemukan adanya operasi penyebaran komentar spam judi online yang terhubung dengan berbagai platform judi online, salah satunya menggunakan tagar Rawitbet melalui sistem afiliasi,” tuturnya.

    Komdigi juga menemukan bahwa aktivitas tersebut dijalankan secara terkoordinasi menggunakan jaringan akun yang terindikasi berbasis di India dan Brasil. Jaringan tersebut mampu menyebarkan ribuan komentar promosi dalam waktu singkat, terutama pada akun media sosial yang memiliki jangkauan publik tinggi.

    Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komdigi, Alexander Sabar

    Platform Meta Jadi Sasaran Utama

    Menindaklanjuti temuan tersebut, Komdigi terus berkoordinasi dengan penyelenggara platform digital untuk mempercepat penanganan. Berdasarkan hasil pemantauan, komentar promosi judi online paling banyak ditemukan pada platform yang berada di bawah naungan Meta, yakni Instagram dan Facebook.

    “Kami merencanakan segera bertemu dengan perwakilan Meta untuk menindaklanjuti hal ini. Bagi platform lainnya, kami juga meminta agar terus memperketat pengawasan terhadap konten judi online di platform masing-masing,” kata Alexander.

    Langkah ini sejalan dengan upaya Komdigi dalam memperkuat ekosistem digital yang aman. Sebelumnya, Komdigi juga telah menyepakati 8 agenda besar untuk memacu ekonomi digital Indonesia.

    Implikasi bagi Pengguna Media Sosial

    Lonjakan komentar spam judi online ini memberikan dampak langsung bagi pengguna media sosial di Indonesia. Pengguna rentan terpapar tautan mencurigakan yang dapat mengarah pada penipuan atau malware. Selain itu, maraknya promosi judi online di kolom komentar juga merusak pengalaman bersosial media yang sehat.

    Komdigi mengimbau pengguna untuk tidak mengklik tautan mencurigakan dan melaporkan konten promosi judi online ke platform masing-masing. Langkah ini penting mengingat jaringan bot yang digunakan bersifat transnasional dan sulit dilacak secara manual.

    Dengan temuan ini, Komdigi menegaskan komitmennya dalam memberantas konten judi online di ruang digital. Koordinasi dengan platform digital global seperti Meta akan menjadi kunci dalam mempercepat penanganan spam judi online yang semakin terorganisir.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai langkah Komdigi dalam melindungi pengguna digital, Anda dapat membaca artikel tentang ancaman siber pada anak yang dibahas dalam ICEC 2026.

  • MDI Ventures Gelar Explorise Q2 2026 di Bandung

    MDI Ventures Gelar Explorise Q2 2026 di Bandung

    JBNews.id — MDI Ventures, corporate venture capital milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, kembali menggelar Explorise Q2 2026 di Bandung. Acara ini menjadi wadah business matchmaking yang mempertemukan tujuh startup portofolio dengan 15 mitra enterprise di wilayah Bandung Raya serta stakeholder Telkom Regional II untuk membuka peluang kolaborasi bisnis.

    Mengusung tema ‘Enhancing Portfolio Value Through Synergy’, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MDI Ventures dalam memperkuat sinergi antara startup portofolio dengan enterprise, institusi pemerintah, dan ekosistem TelkomGroup. Sepanjang acara, peserta terlibat dalam 45 sesi diskusi bisnis yang mencakup berbagai sektor industri dan kebutuhan penggunaan teknologi.

    “Bagi MDI Ventures sebagai corporate venture capital, kami tidak hanya berfokus pada penyediaan modal, tetapi juga bagaimana kami membantu startup portofolio memperluas akses ke market, pelanggan, dan mitra strategis yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis mereka,” kata Senior Principal of Portfolio Management MDI Ventures Arindra Prakasa dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).

    “Melalui Explorise, kami berupaya menciptakan ruang yang mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi yang dimiliki startup, sehingga tercipta kolaborasi yang memberikan nilai nyata bagi seluruh pihak yang terlibat,” sambungnya.

    Pada penyelenggaraan kuartal kedua ini, Explorise dirancang sebagai bentuk kolaborasi go-to-market antara MDI Ventures dan Telkom Regional II. Inisiatif tersebut menghadirkan platform yang mempertemukan startup, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan di wilayah Bandung Raya untuk bertukar wawasan, mengeksplorasi potensi sinergi strategis, serta mengidentifikasi peluang kerja sama yang relevan dan berdampak.

    MDI Ventures secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif value creation yang melengkapi peran investasi. Melalui Explorise yang diselenggarakan secara berkala setiap kuartal, MDI Ventures secara aktif menghubungkan startup portofolio dengan enterprise, institusi pemerintah, serta ekosistem TelkomGroup. Hal ini sejalan dengan tantangan yang dihadapi industri startup secara global, termasuk regulasi yang menjadi batu sandungan bagi pertumbuhan startup.

    “Lebih dari sekadar forum networking, Explorise menjadi ruang bagi startup dan enterprise untuk berdiskusi secara langsung mengenai kebutuhan bisnis, tantangan yang dihadapi industri, serta potensi kolaborasi yang dapat diwujudkan bersama. Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta terlibat dalam 45 sesi diskusi bisnis yang mencakup berbagai sektor industri dan kebutuhan penggunaan teknologi,” ujar Arindra Prakasa.

    Melalui diskusi tersebut, startup memperoleh akses langsung kepada calon pelanggan dan mitra strategis. Sementara enterprise dan institusi pemerintah berkesempatan mengenal berbagai solusi inovatif yang dapat mendukung transformasi digital maupun peningkatan efektivitas operasional organisasi mereka. Dalam konteks yang lebih luas, kolaborasi semacam ini menjadi krusial mengingat literasi keuangan yang masih tertinggal di tengah tingginya inklusi.

    Seiring dengan terus berkembangnya ekosistem digital Indonesia, MDI Ventures berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antara startup, korporasi, dan sektor publik. “Melalui Explorise, MDI Ventures berharap dapat terus menghadirkan ruang kolaborasi yang memungkinkan inovasi tidak hanya berkembang sebagai teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis dan pengembangan ekosistem digital nasional,” tutupnya.

    MDI Ventures Wadahi Kolaborasi Bisnis Startup Portofolio dengan Enterprise

    Acara Explorise Q2 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen MDI Ventures dalam mendorong pertumbuhan startup portofolio melalui sinergi strategis dengan berbagai pihak. Dengan menghadirkan 45 sesi diskusi bisnis yang melibatkan tujuh startup dan 15 mitra enterprise, kegiatan ini berhasil menciptakan ekosistem kolaborasi yang saling menguntungkan.

    MDI Ventures terus berupaya memperkuat perannya sebagai jembatan antara inovasi startup dengan kebutuhan industri. Pendekatan ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi startup portofolio, tetapi juga membantu enterprise dan institusi pemerintah mendapatkan akses terhadap solusi teknologi terkini yang dapat mendukung transformasi digital mereka.

    Bagi para pelaku industri dan pengamat ekosistem digital, inisiatif seperti Explorise menjadi indikator positif bagaimana corporate venture capital dapat berperan lebih dari sekadar penyedia modal. Dalam jangka panjang, model kolaborasi seperti ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem digital nasional dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

  • iPhone 18 dan iPhone 18e Hanya Punya RAM 9GB, Bukan 12GB

    iPhone 18 dan iPhone 18e Hanya Punya RAM 9GB, Bukan 12GB

    JBNews.id — Rumor terbaru dari analis Ming-Chi Kuo mengungkapkan bahwa iPhone 18 dan iPhone 18e hanya akan dibekali RAM 9GB, bukan 12GB seperti perkiraan sebelumnya. Kabar ini mengejutkan karena kapasitas tersebut dianggap tidak lazim untuk perangkat flagship anyar.

    Menurut Kuo, Apple berencana melengkapi chip A20 yang akan digunakan di iPhone 18 dan iPhone 18e dengan konfigurasi 1,5GB x 6, menghasilkan total RAM 9GB. Konfigurasi ini menggantikan desain die 2GB x 4 yang dipakai di iPhone 17 kelas bawah saat ini.

    Keputusan ini diambil di tengah krisis memori yang melanda industri teknologi global. Krisis memori global telah mendorong Apple untuk menaikkan harga produk lain, termasuk iPad dan Mac, namun iPhone 17 series sebelumnya tidak terpengaruh.

    Sementara itu, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone layar lipat yang akan diluncurkan pada musim gugur tahun ini akan mendapatkan RAM 12GB. Perangkat premium tersebut akan diotaki chipset A20 Pri dengan die 1,5GB x 8, sama seperti iPhone 17 Pro saat ini.

    Dampak pada Fitur Apple Intelligence

    Keputusan Apple untuk membatasi RAM iPhone 18 standar menjadi 9GB menimbulkan pertanyaan serius tentang dukungan terhadap fitur-fitur unggulan iOS 27. Pasalnya, iPhone 17 yang memiliki RAM 8GB tidak kebagian fitur Apple Intelligence canggih di iOS 27 karena persyaratan minimum Apple untuk fitur tersebut adalah RAM 12GB.

    Kondisi ini cukup aneh jika Apple meluncurkan iPhone baru yang tidak dapat mendukung fitur terbarunya. Sejumlah leaker mengklaim bahwa Apple berupaya memangkas biaya produksi iPhone 18 edisi standar, dan menurunkan rencana upgrade memori menjadi area penghematan biaya.

    Kenaikan Harga Mengintai

    Apple baru saja menaikkan harga produk di lini iPad dan Mac karena tidak sanggup lagi mengatasi harga chip memori yang makin mahal. Meskipun harga iPhone 17 series tidak terpengaruh, Apple kemungkinan akan meluncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan harga lebih tinggi.

    Karena Apple juga menaikkan harga iPad entry-level dan MacBook Neo, kemungkinan harga iPhone 18 dan iPhone 18e juga akan ikut naik. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi konsumen yang menantikan generasi terbaru iPhone.

    iPhone 18 dan iPhone 18e kabarnya akan diluncurkan pada Maret atau April 2027. Kita tunggu saja hingga awal tahun 2027 untuk mengetahui kebenaran kabar ini. Apple Naikkan Harga iPad dan Mac Rekondisi menjadi isyarat bahwa tekanan biaya komponen semakin nyata.

    Keputusan Apple untuk membatasi RAM menjadi 9GB di iPhone 18 standar menunjukkan strategi diferensiasi yang semakin agresif antara model reguler dan Pro. Bagi pengguna yang menginginkan performa maksimal dan akses penuh ke fitur Apple Intelligence, model Pro tetap menjadi pilihan utama.

  • Telkom Perkuat Kepatuhan Hukum untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis

    Telkom Perkuat Kepatuhan Hukum untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis

    JBNews.id — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat tata kelola perusahaan sebagai fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah transformasi industri digital. Langkah strategis ini diwujudkan melalui peningkatan kapabilitas para pengambil keputusan dalam memahami regulasi dan mitigasi risiko hukum.

    Direktur Legal & Compliance Telkom, Andy Kelana, menegaskan bahwa penguatan budaya kepatuhan menjadi faktor krusial agar transformasi bisnis dan digital berjalan seiring dengan tata kelola perusahaan yang adaptif. “Pemahaman atas KUHP dan KUHAP yang baru harus disertai dengan shared understanding yang kuat agar transformasi perusahaan berjalan beriringan dengan kepatuhan hukum dan penguatan tata kelola,” ujar Andy dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Executive Session bertajuk Navigating Legal Risk in Corporate Decision Making yang diikuti jajaran pimpinan dan fungsi strategis perusahaan pada Jumat (26/6). Forum ini menjadi sarana bagi para pemimpin Telkom untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan regulasi beserta implikasinya terhadap pengambilan keputusan bisnis. Dengan demikian, setiap kebijakan perusahaan diharapkan tetap berpijak pada kepatuhan hukum, tata kelola risiko yang baik, serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).

    Executive Session menghadirkan Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Prof. Dr. Eddy O.S. Hiariej sebagai pembicara utama. Dalam paparannya bertajuk Harmonisasi Regulasi Pidana Korporasi dan Implementasi Business Judgment Rule (BJR) dalam KUHP dan KUHAP Baru, Eddy membahas berbagai isu strategis terkait regulasi pidana korporasi. Materi yang disampaikan mencakup perkembangan aturan mengenai pidana korporasi, batas pertanggungjawaban direksi, konsep mens rea dalam pertanggungjawaban pidana korporasi, penerapan Business Judgment Rule sebagai perlindungan dalam pengambilan keputusan bisnis, hingga pentingnya tata kelola perusahaan, dokumentasi keputusan, dan pengawasan internal sebagai bagian dari mitigasi risiko hukum.

    Pada sesi berikutnya, Partner Siregar Setiawan Manalu Partnership (SSMP), Nien Rafles Siregar membawakan materi mengenai Keputusan Strategis Direksi dalam Menghadapi Restrukturisasi, PKPU, dan Kepailitan Korporasi. Diskusi tersebut mengulas berbagai pertimbangan yang perlu diperhatikan direksi dalam menghadapi proses restrukturisasi perusahaan, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), maupun kepailitan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai penerapan Business Judgment Rule, praktik tata kelola perusahaan yang baik, serta berbagai pembelajaran dari pengalaman penanganan perkara korporasi.

    Melalui Executive Session ini, Telkom menegaskan komitmennya membangun budaya continuous learning untuk memperkuat implementasi GCG sekaligus memastikan setiap keputusan bisnis diambil secara profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan regulasi. Perseroan meyakini penguatan kompetensi tersebut menjadi fondasi penting untuk menghadirkan layanan yang unggul, menjaga kepercayaan pelanggan dan para pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan di tengah transformasi industri digital.

    Langkah ini sejalan dengan upaya TelkomGroup dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam transformasi bisnis, sebagaimana tertuang dalam Sustainability Report 2025. Penerapan tata kelola yang baik menjadi pilar utama dalam menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah dinamika industri digital yang semakin kompleks.

    Andy Kelana menambahkan, “Melalui forum ini, kami ingin membangun kesamaan perspektif di kalangan para pengambil keputusan agar setiap kebijakan strategis memiliki landasan hukum yang kuat, proses yang akuntabel, serta mitigasi risiko yang komprehensif. Dengan demikian, perusahaan dapat bergerak lebih adaptif dalam menghadapi dinamika bisnis sekaligus menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.”

    Pemahaman yang mendalam terhadap regulasi pidana korporasi dan Business Judgment Rule menjadi semakin penting seiring dengan transformasi digital yang masif. Direksi dan jajaran pimpinan perusahaan dituntut untuk mampu mengambil keputusan strategis dengan risiko hukum yang terukur. Forum Executive Session ini menjadi wadah strategis untuk membangun kesamaan perspektif di antara para pengambil keputusan di lingkungan Telkom.

    Dalam konteks industri telekomunikasi yang terus bertransformasi, penguatan kepatuhan hukum menjadi fondasi yang tidak dapat ditawar. Telkom sebagai BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat.

    Executive Session ini juga membahas secara spesifik mengenai penerapan Business Judgment Rule (BJR) dalam KUHP dan KUHAP Baru. BJR merupakan doktrin hukum yang memberikan perlindungan bagi direksi dalam pengambilan keputusan bisnis, sepanjang keputusan tersebut diambil dengan itikad baik, tanpa benturan kepentingan, dan berdasarkan informasi yang memadai. Pemahaman yang tepat terhadap BJR menjadi krusial bagi para pengambil keputusan di perusahaan.

    Selain itu, materi mengenai restrukturisasi, PKPU, dan kepailitan korporasi juga menjadi perhatian serius dalam forum ini. Direksi perlu memahami secara komprehensif berbagai skenario yang mungkin dihadapi perusahaan, termasuk langkah-langkah mitigasi yang harus diambil. Pembelajaran dari pengalaman penanganan perkara korporasi menjadi bekal berharga bagi para pemimpin Telkom dalam mengambil keputusan strategis.

    Penguatan kapabilitas hukum ini juga sejalan dengan komitmen TelkomGroup dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten. Good Corporate Governance bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan juga menjadi fondasi untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan tata kelola yang baik, perusahaan dapat bergerak lebih lincah dalam merespons perubahan pasar dan regulasi.

    Andy Kelana menekankan pentingnya shared understanding di kalangan pengambil keputusan. “Setiap kebijakan strategis harus memiliki landasan hukum yang kuat, proses yang akuntabel, serta mitigasi risiko yang komprehensif,” tegasnya. Hal ini menjadi semakin relevan di tengah kompleksitas regulasi yang terus berkembang, termasuk perubahan dalam KUHP dan KUHAP yang baru.

    Forum Executive Session ini juga menjadi momentum bagi Telkom untuk memperkuat budaya continuous learning di kalangan pimpinan perusahaan. Pemahaman yang terus diperbarui terhadap perkembangan regulasi menjadi keharusan di era transformasi digital yang bergerak cepat. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi akan memiliki keunggulan kompetitif dalam jangka panjang.

    Langkah Telkom dalam memperkuat kepatuhan hukum ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sebagai BUMN, Telkom menjadi barometer bagi perusahaan-perusahaan lain dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Komitmen yang ditunjukkan melalui Executive Session ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi korporasi lain di Indonesia.

    Dalam sesi diskusi, para peserta juga membahas secara mendalam mengenai batas pertanggungjawaban direksi dalam konteks pidana korporasi. Pemahaman yang jelas mengenai hal ini menjadi penting agar para pengambil keputusan dapat bergerak dengan percaya diri tanpa mengabaikan aspek kepatuhan hukum. Konsep mens rea atau niat jahat dalam pertanggungjawaban pidana korporasi juga menjadi salah satu topik yang dibahas secara mendalam.

    Telkom juga menekankan pentingnya dokumentasi keputusan dan pengawasan internal sebagai bagian dari mitigasi risiko hukum. Setiap keputusan strategis harus didokumentasikan dengan baik untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi. Pengawasan internal yang kuat juga menjadi benteng pertahanan pertama dalam mencegah pelanggaran hukum.

    Komitmen Telkom dalam membangun budaya kepatuhan hukum tidak hanya berdampak pada internal perusahaan, tetapi juga pada ekosistem bisnis yang lebih luas. Dengan tata kelola yang baik, Telkom dapat menjadi mitra bisnis yang terpercaya bagi berbagai pihak, termasuk mitra usaha, pelanggan, dan pemerintah. Hal ini pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

    Transformasi digital yang dijalankan Telkom juga membutuhkan landasan hukum yang kuat. Inovasi-inovasi baru di bidang digital, termasuk layanan AIS Data untuk maritim, harus dijalankan dalam koridor hukum yang jelas. Kepatuhan hukum menjadi prasyarat mutlak agar inovasi dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan perusahaan.

    Melalui Executive Session ini, Telkom juga ingin memastikan bahwa setiap keputusan bisnis diambil secara profesional dan berintegritas. Integritas menjadi nilai inti yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh jajaran perusahaan, mulai dari level pimpinan hingga staf. Dengan integritas yang kuat, kepercayaan pemangku kepentingan terhadap perusahaan akan semakin kokoh.

    Andy Kelana menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa penguatan kapabilitas hukum ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan bisnis Telkom ke depan. “Dengan pemahaman yang kuat terhadap regulasi dan mitigasi risiko yang komprehensif, perusahaan dapat bergerak lebih adaptif dalam menghadapi dinamika bisnis,” pungkasnya.

    Langkah strategis ini menjadi bukti komitmen Telkom dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Di tengah transformasi industri digital yang pesat, kepatuhan hukum bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan menjadi keunggulan kompetitif yang membedakan perusahaan yang siap menghadapi masa depan.

    Ke depannya, Telkom berkomitmen untuk terus memperkuat budaya continuous learning di seluruh lini organisasi. Pemahaman yang mendalam terhadap regulasi dan kemampuan mitigasi risiko yang baik akan menjadi bekal berharga bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks. Dengan fondasi tata kelola yang kokoh, Telkom optimis dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.

    Penguatan kepatuhan hukum ini juga menjadi bagian dari upaya Telkom dalam menjaga kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan. Di era digital yang serba transparan, reputasi perusahaan sangat bergantung pada bagaimana perusahaan menjalankan bisnisnya secara etis dan sesuai hukum. Telkom bertekad untuk menjadi contoh dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia.

    Executive Session Navigating Legal Risk in Corporate Decision Making menjadi bukti nyata komitmen Telkom dalam membangun fondasi hukum yang kuat untuk pertumbuhan bisnis. Dengan pemahaman yang mendalam terhadap regulasi dan mitigasi risiko yang komprehensif, Telkom siap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.