Jbnews.id – Pemerintah Kota Tangerang mendukung penerapan rumah modular sebagai solusi percepatan pembangunan hunian, termasuk untuk mendukung program nasional 3 juta rumah. Sistem prefabrikasi ini memungkinkan satu unit rumah selesai dibangun hanya dalam waktu tiga hari.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, dalam Soft Launching Modular Sample House di Perumahan Puri Megah, Cipondoh, Jumat (17/4/2026). Konsep ini dinilai praktis, cepat, dan efisien, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah subsidi dan hunian pascabencana.
“Untuk konsep rumah pascabencana, ini sangat baik dan relevan. Kami berharap dapat diterapkan lebih luas, termasuk di Kota Tangerang,” ujar Maryono. Dukungan ini sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah pusat dan target pembangunan 3 juta rumah.
Secara teknis, rumah modular dibangun dengan sistem prefabrikasi. Komponen utama diproduksi di pabrik, kemudian dirakit di lokasi. Metode ini menghasilkan waktu pengerjaan yang jauh lebih singkat dibanding konstruksi konvensional. Selain percepatan waktu, efisiensi biaya juga menjadi fokus.
Indra Gunawan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, konsep ini menjadi solusi strategis untuk target pembangunan 5.000 unit rumah pascabencana. “Harapannya, harga bisa ditekan sekitar Rp100 juta per unit,” jelasnya. Kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus didorong untuk optimalisasi implementasi.
Baca Juga:
Di Kota Tangerang, inovasi hunian ini berpotensi diintegrasikan dengan program bedah rumah yang telah berjalan. Hingga 2026, pemerintah daerah telah merealisasikan 10.893 unit rumah melalui program tersebut sebagai bagian dari penataan permukiman kumuh. Maryono menyatakan, rumah modular sangat memungkinkan diterapkan jika didukung anggaran daerah.
“Kami melihat rumah contoh ini sangat memungkinkan untuk diterapkan, terutama jika dari sisi anggaran bisa mendukung,” tambahnya. Integrasi ini diharapkan dapat mempercepat penyerahan hunian layak bagi masyarakat.
Penerapan konsep pembangunan cepat dan terstruktur seperti ini juga selaras dengan upaya pengembangan kawasan terencana di Tangerang, seperti yang terlihat pada proyek Paramount Petals. Keberhasilan program perumahan juga bergantung pada penataan lingkungan dan infrastruktur pendukung yang memadai.
Dukungan terhadap rumah modular menunjukkan pergeseran pendekatan dalam memecahkan masalah perumahan di Indonesia, dari metode tradisional menuju solusi industri yang lebih terukur dan cepat. Jika terealisasi optimal, Tangerang berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan adopsi teknologi hunian modern ini.
Implikasinya, percepatan pembangunan tidak hanya menjawab kebutuhan fisik akan tempat tinggal, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan kawasan permukiman yang lebih tertata, layak huni, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
