Krisis Komponen Buat Harga PC dan Konsol Melonjak

Steam Machine high-end dengan kontroler seharga $1.428

JBNews.id — Harga perangkat keras teknologi seperti PC, konsol, dan tablet mengalami lonjakan signifikan di pekan ini akibat krisis pasokan komponen memori dan penyimpanan. Fenomena yang dijuluki “RAMaggeddon” ini membuat konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan perangkat baru, dan belum ada tanda-tanda harga akan kembali normal dalam waktu dekat.

Valve membuka pekan ini dengan mengumumkan harga resmi Steam Machine, PC bergaya konsol yang sempat tertunda lama. Dalam pengujian, performanya disebut setara dengan PS5. Namun, harga mulai dari $1.049 atau hampir dua kali lipat harga PS5 yang sudah berusia enam tahun. Itu pun untuk konfigurasi dasar dengan penyimpanan 512GB dan tanpa kontroler. Menambahkan kontroler membutuhkan biaya tambahan $79, sementara model 2TB memerlukan tambahan $300 lagi. Jika Anda masih berminat, Anda harus mengikuti undian untuk mendapatkannya.

Sebelum peluncuran, Valve telah memperingatkan bahwa krisis komponen memaksa mereka merevisi rencana harga. Dalam wawancara dengan PC Gamer, insinyur Valve Yazan Aldehayyat ditanya satu hal yang ingin ia ubah dari Steam Machine. Jawabannya singkat: “Buat lebih murah.” Meski perusahaan belum merinci harga awal yang direncanakan, diperkirakan jika harga saat ini dipotong $250–$300, angka tersebut mendekati ekspektasi awal Valve.

Microsoft dan Apple Ikut Naikkan Harga

Microsoft memperkenalkan opsi lebih murah untuk perangkat Surface pekan ini, meski tetap mahal. Lini produk kini mencakup Surface Pro 12 inci seharga $849 dan Surface Laptop 13 inci seharga $949. Namun, ada kelemahan besar: Microsoft memotong jumlah RAM menjadi setengahnya, dari 16GB menjadi 8GB. Meski begitu, harga ini masih lebih terjangkau dibandingkan versi dasar sebelumnya yang baru saja naik menjadi $1.049 dan $1.199.

Hari ini, dua perusahaan besar mengumumkan kenaikan harga. Apple menerapkan kenaikan harga besar-besaran yang memengaruhi MacBook, iPad, HomePod, dan Apple TV. MacBook Neo, yang semula menjadi incaran dengan harga $599, kini mulai dari $699. Apple memberikan pernyataan kepada Bloomberg, mengatakan kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan biaya komponen dalam skala yang “belum pernah terjadi” akibat data center boom.

Xbox juga mengumumkan kenaikan harga konsol sebesar $100 atau lebih. Xbox Series S yang sudah berusia enam tahun kini mulai dari $499,99, dan harga terus meningkat untuk varian di atasnya. Dalam sebuah posting blog, Microsoft menyalahkan kelangkaan komponen, dengan mengatakan bahwa “harga penyimpanan dan memori konsol telah meningkat lebih dari 2,5 kali lipat dan kami perkirakan akan berlipat ganda lagi pada musim gugur 2027.”

Krisis ini berdampak luas. Jika Anda mencari komputer atau perangkat komputasi baru—baik untuk gaming, sekolah, atau kebutuhan lain—kelangkaan memori dan penyimpanan berarti harga perangkat keras kini lebih mahal. Dengan RAM dan SSD yang masih sangat langka, situasi ini kemungkinan bukan hal sementara, melainkan realitas baru kita.

Pembangunan Data Center AI Jadi Biang Keladi

Pembangunan besar-besaran pusat data AI menjadi penyebab utama krisis ini. Jika seseorang membuat PC di rumah atau perusahaan teknologi mencari komponen untuk produk baru, mereka harus bersaing dengan perusahaan AI atau hyperscaler yang bersedia membayar jauh lebih mahal untuk persediaan yang semakin terbatas. Valve menyatakan hal serupa dalam wawancara pekan ini; jika perusahaan tidak mengambil harga yang ditawarkan, pemasok “tidak akan pernah berbicara dengan kami lagi.”

Persaingan untuk komponen pusat data didasarkan pada keyakinan bahwa AI akan menjadi fondasi cara orang menggunakan komputer dan berinteraksi dengan teknologi di masa depan. Para hyperscaler berlomba membangun infrastruktur untuk melatih model AI dan menawarkan layanan berbasis AI. Namun, kurangnya pasokan komponen membuat pembelian komputer semakin menyengsarakan konsumen biasa.

Hari ini, segala sesuatu di dunia teknologi lebih mahal daripada kemarin. Tidak ada akhir yang terlihat: hyperscaler mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membangun kapasitas komputasi guna memasukkan AI ke dalam segala hal yang kita lakukan. Hal ini membuat komputer semakin mahal, dan ini bisa jadi baru permulaan dari apa yang akan terjadi.

Fenomena ini juga memicu kekhawatiran publik. Sebuah survei menunjukkan 55% warga AS sangat khawatir terhadap gelembung AI yang mendorong kenaikan harga ini. Sementara itu, inovasi berbasis AI terus bermunculan, seperti PixVerse R1 yang membuat video AI interaktif secara real-time dan mendukung Bahasa Indonesia.

Jika bahkan Apple, yang dikenal dengan penguasaan rantai pasokannya, terpaksa menaikkan harga, apakah ada yang kebal? Jawabannya mungkin tidak. Konsumen harus bersiap menghadapi era baru di mana perangkat teknologi menjadi barang mewah yang semakin mahal, didorong oleh permintaan tak terbatas dari industri AI.