JBNews.id — Microsoft melunakkan aturan ketat ekosistem Copilot+ PC. Kini, komputer Windows 11 tanpa Neural Processing Unit (NPU) dapat menjalankan komputasi AI secara lokal jika didukung GPU Nvidia seri RTX 30 atau lebih baru dengan VRAM minimal 6GB.
Kebijakan ini diumumkan melalui dokumentasi pembaruan dan unggahan di GitHub, sebagaimana dikutip dari Techspot, Rabu (17/6/2026). Langkah ini menjadi sinyal bahwa Microsoft mulai memikirkan ulang strategi yang sebelumnya mengikat fitur AI pada branding Copilot+.
Sejak inisiatif Copilot+ PC diluncurkan pada 18 Juni 2024, pesannya sangat jelas: perangkat keras AI khusus adalah syarat mutlak. Komputer-komputer ini didefinisikan oleh kewajiban memiliki NPU, dipadukan dengan spesifikasi dasar minimal RAM 16GB dan penyimpanan SSD. NPU diposisikan sebagai ‘kunci emas’ untuk membuka fitur AI lokal di Windows.
Faktanya, NPU bukanlah satu-satunya chip yang mampu menangani beban kerja AI. GPU modern, khususnya yang ada di PC gaming dan kreator, dirancang untuk pemrosesan paralel berat dan sudah lama digunakan untuk menjalankan model machine learning. Bahkan secara performa mentah, GPU sering kali lebih tangguh daripada NPU saat ini, meskipun mengonsumsi daya yang jauh lebih besar.
Sebelumnya, Microsoft mengunci fitur-fitur ini, membuat banyak PC tangguh berbasis GPU tidak bisa mengakses fitur generasi teks, gambar, hingga alat seperti Windows Recall.
Hadir Melalui ‘Phi Silica’ untuk Pengembang
Dalam dokumentasi pembaruan dan postingan di GitHub, Microsoft mengonfirmasi bahwa pengembang kini dapat menjalankan API Model Bahasa pada PC non-Copilot+ menggunakan GPU yang didukung. “API Model Bahasa pada GPU [Eksperimental]. API Model Bahasa kini berjalan di PC non-Copilot+ yang dilengkapi dengan GPU yang didukung, menghadirkan kemampuan model bahasa lokal ke jangkauan perangkat Windows 11 yang lebih luas,” tulis keterangan resmi Microsoft.
Saat ini, kapabilitas tersebut masih disembunyikan di lapisan pengembang, bukan diberikan langsung ke pengguna umum. Otak di balik fitur ini adalah model AI berukuran kecil yang disebut Phi Silica. Alih-alih diinstal bawaan pabrik, model ini dapat diunduh melalui Windows Update hanya ketika ada aplikasi yang membutuhkannya. Setelah terinstal, model akan berjalan secara lokal menggunakan tenaga GPU.
Perubahan ini membuka peluang bagi lebih banyak perangkat untuk memanfaatkan kecerdasan buatan, mirip dengan ekosistem yang mulai terbuka di platform lain. Sebagai contoh, Android 17 Resmi juga menghadirkan fitur baru untuk perangkat Pixel yang memperluas akses pengguna terhadap teknologi terkini.
Fokus pada Pengolahan Teks dan Privasi
Untuk tahap awal ini, fitur API yang dibuka berfokus pada tugas-tugas berbasis teks melalui Windows.AI.Text APIs. Aplikasi pihak ketiga kini bisa memanfaatkan kemampuan AI lokal untuk: merangkum konten panjang, menulis ulang teks, mengonversi teks ke dalam format terstruktur, dan menghasilkan prompt pintar.
Karena berjalan secara lokal di perangkat, ada keuntungan praktis yang didapat: respons yang lebih cepat karena tidak bergantung pada koneksi internet (cloud), serta jaminan privasi karena data pengguna tidak dikirim ke server eksternal.
Keunggulan privasi ini menjadi nilai tambah signifikan di tengah kekhawatiran pengguna terhadap keamanan data. Tren serupa juga terlihat pada platform lain seperti iOS 27 Hadirkan fitur Ask to Browse yang mengutamakan keamanan anak.
Baca Juga:
Fitur Utama Tetap Eksklusif
Meski ekosistemnya mulai terbuka, peluncuran ini masih berstatus parsial. Fitur-fitur andalan visual dari Copilot+, seperti Windows Recall dan Click to Do, masih dikunci eksklusif untuk sistem yang memiliki NPU. Dukungan GPU saat ini murni dibatasi pada lapisan API model bahasa.
Terlepas dari batasan tersebut, trennya sudah mulai terlihat jelas. Microsoft tidak lagi memperlakukan NPU sebagai satu-satunya jalan menuju AI lokal di Windows. Dengan membiarkan GPU mengambil alih sebagian beban kerja ini, ekosistem AI Windows akan menjadi jauh lebih luas dan menghapus kesan eksklusif yang selama ini melekat pada Copilot+ PC.
Implikasinya bagi pengguna: jika Anda memiliki PC gaming atau workstation dengan GPU RTX 30 series ke atas, perangkat Anda kini bisa menjalankan model AI lokal tanpa perlu membeli laptop baru bersertifikasi Copilot+. Ini adalah kabar baik bagi kreator konten dan pengembang yang membutuhkan akses AI tanpa mengorbankan privasi data. Di sisi lain, platform seperti YouTube Aktifkan fitur pesan pribadi menunjukkan bagaimana platform digital terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Ke depannya, pengguna bisa berharap lebih banyak fitur AI Windows 11 yang dapat diakses tanpa NPU, seiring dengan perkembangan driver GPU dan optimasi dari Microsoft. Perubahan ini menandai era baru komputasi AI yang lebih inklusif di ekosistem Windows.
