JBNews.id — Instagram resmi meluncurkan fitur Your Algorithm yang memungkinkan pengguna menyesuaikan topik yang muncul di main feed mereka. Langkah ini merupakan perluasan dari fitur serupa yang sebelumnya tersedia untuk Reels dan halaman Explore.
Dalam pengumuman resminya, Kepala Instagram Adam Mosseri menyatakan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengubah topik yang dianggap sistem sebagai minat mereka. “Anda kini dapat melihat topik yang kami pikir Anda minati, dan mengubahnya, di seluruh bagian utama Instagram,” ujar Mosseri dalam unggahan di Threads.
Saat ini, fitur Your Algorithm baru menampilkan daftar topik. Namun, Mosseri mengonfirmasi bahwa timnya sedang mengembangkan dukungan untuk “permintaan terkait orang, suasana hati atau vibe berbeda, jenis konten, dan masih banyak lagi.” Perluasan ini menunjukkan komitmen Instagram dalam memberikan lebih banyak kendali kepada pengguna atas algoritma yang menentukan apa yang mereka lihat.
Filosofi di Balik Fitur Baru
Mosseri tidak hanya memperkenalkan fitur teknis, tetapi juga menyampaikan pandangan filosofis tentang arah pengembangan Instagram ke depan. “Ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar dari sekadar fitur,” kata Mosseri. “Saya percaya bahwa demi kepentingan terbaik kami sebagai bisnis adalah memberdayakan orang untuk membentuk Instagram menjadi sesuatu yang bekerja bagi mereka, dan bahwa orang harus memiliki tingkat kendali yang berarti atas produk yang mereka habiskan begitu banyak waktu.”
Pernyataan ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan Instagram terhadap algoritma rekomendasi. Mosseri mengakui bahwa meskipun rekomendasi algoritmik merupakan “pencapaian teknis yang sejati dalam banyak hal,” ada “biaya” yang harus dibayar terkait “kendali pengguna.” Ia mencatat bahwa interaksi pengguna dengan sistem selama ini menjadi satu arah.
“Sistem belajar dari apa yang Anda ketuk, tonton, dan bagikan, tetapi Anda tidak benar-benar bisa memberi tahu sistem apa yang Anda inginkan,” jelas Mosseri. “Saya pikir inilah yang sebagian orang rasakan ketika mereka merasa tidak nyaman dengan media sosial — bukan kontennya sendiri, tetapi perasaan bahwa pengalaman itu terjadi pada mereka, bukan dibentuk oleh mereka.”
Pendekatan baru ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin sadar akan pentingnya user agency. Dalam konteks yang lebih luas, langkah Instagram ini menunjukkan bagaimana platform media sosial mulai merespons kekhawatiran publik tentang algoritma yang terlalu dominan.
Teknologi di Balik Fitur
Mosseri menjelaskan bahwa untuk waktu yang lama, model peringkat konten dibangun “dengan teknologi yang tidak dapat dipahami orang.” Namun, perkembangan terbaru dalam model bahasa besar (Large Language Models/LLM) membuka kemungkinan baru. “LLM dapat melihat kumpulan konten dan mendeskripsikannya dalam bahasa yang dipahami orang,” kata Mosseri.
Kemampuan ini, menurut Mosseri, memberi Instagram “cara untuk menunjukkan kepada orang apa yang sistem pikir mereka minati, dan cara bagi mereka untuk memberi tahu sistem apa yang sebenarnya mereka inginkan.” Ini menjadi fondasi teknis yang memungkinkan fitur Your Algorithm bekerja secara efektif.
Dengan teknologi LLM, Instagram dapat mengelompokkan konten ke dalam kategori yang mudah dipahami, bukan sekadar data mentah yang tidak bermakna bagi pengguna biasa. Pengguna kemudian dapat memilih untuk mempertahankan, menambah, atau menghapus topik tertentu dari rekomendasi mereka.
Dampak bagi Pengguna
Fitur Your Algorithm memberikan pengguna kemampuan untuk secara aktif membentuk pengalaman mereka di Instagram. Sebelumnya, pengguna hanya bisa memengaruhi algoritma secara pasif melalui interaksi seperti like, share, dan waktu menonton. Kini, mereka dapat secara eksplisit menyatakan preferensi topik.
Bagi pengguna yang merasa feed mereka terlalu didominasi topik tertentu — misalnya, konten politik atau gossip selebriti — fitur ini menjadi solusi praktis. Mereka dapat menghapus topik yang tidak diinginkan dan menambahkan topik yang lebih relevan dengan minat mereka.
Mosseri menekankan bahwa ini baru permulaan. Rencana pengembangan ke depan mencakup dukungan untuk permintaan berdasarkan orang, suasana hati, dan jenis konten. Ini berarti di masa mendatang, pengguna mungkin bisa meminta Instagram untuk menampilkan lebih banyak konten dari akun tertentu atau konten yang sesuai dengan mood tertentu.
Dalam konteks industri media sosial, langkah Instagram ini dapat menjadi preseden bagi platform lain untuk mengadopsi pendekatan serupa. Transparansi algoritma dan kendali pengguna semakin menjadi tuntutan publik, terutama di tengah kekhawatiran tentang echo chamber dan manipulasi konten.
Implikasi untuk Pengguna Indonesia
Bagi pengguna Instagram di Indonesia, fitur Your Algorithm menawarkan peluang untuk mendapatkan pengalaman yang lebih personal dan relevan. Dengan populasi pengguna media sosial yang besar, Indonesia menjadi pasar penting bagi Meta, perusahaan induk Instagram.
Pengguna dapat mulai mengeksplorasi fitur ini dengan membuka pengaturan akun mereka dan mencari opsi Your Algorithm. Dari sana, mereka akan melihat daftar topik yang saat ini digunakan algoritma untuk merekomendasikan konten. Mereka dapat menghapus topik yang tidak diinginkan atau menambahkan topik baru yang lebih sesuai.
Langkah ini juga relevan bagi kreator konten dan pebisnis yang menggunakan Instagram sebagai platform pemasaran. Dengan memahami bagaimana algoritma bekerja dan bagaimana pengguna dapat menyesuaikannya, mereka dapat menyusun strategi konten yang lebih efektif.
Fitur ini juga dapat membantu mengurangi kejenuhan pengguna terhadap konten yang monoton. Dengan kemampuan untuk mengubah topik kapan saja, pengguna dapat menjaga feed mereka tetap segar dan menarik tanpa harus membuat akun baru atau mengikuti ulang akun lain.
Masa Depan Kendali Algoritma
Mosseri menyebut fitur ini sebagai “awal dari sesuatu yang lebih besar dari sekadar fitur.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Instagram memiliki visi jangka panjang untuk mengubah hubungan antara platform dan penggunanya. Prinsip bahwa “orang harus dapat memiliki tingkat kendali yang berarti atas produk yang mereka habiskan begitu banyak waktu” akan menjadi landasan pengembangan fitur-fitur selanjutnya.
Dalam jangka panjang, pendekatan ini bisa mengubah cara Instagram mendesain produknya. Jika sebelumnya algoritma adalah black box yang bekerja di balik layar, ke depannya pengguna akan memiliki lebih banyak visibilitas dan kendali. Ini sejalan dengan tren global menuju algorithmic transparency dan user empowerment.
Bagi industri teknologi, langkah Instagram ini menunjukkan bahwa model bisnis yang mengandalkan algoritma opak mungkin perlu beradaptasi. Pengguna semakin sadar akan bagaimana data mereka digunakan dan ingin memiliki lebih banyak kendali atas pengalaman digital mereka.
Dengan peluncuran fitur Your Algorithm, Instagram mengambil langkah berani untuk mengubah paradigma hubungan platform-pengguna. Jika berhasil, ini bisa menjadi cetak biru bagi platform media sosial lain untuk mengikuti jejak serupa.
Bagi yang tertarik dengan perkembangan teknologi dan media sosial, fitur ini layak dicoba. Pengguna dapat langsung mengakses pengaturan akun Instagram mereka dan mulai menyesuaikan topik yang muncul di feed utama. Dengan fitur ini, pengalaman bersosial media menjadi lebih personal dan sesuai keinginan masing-masing individu.
