Pemkot Cirebon Bongkar Jembatan Rel Belanda demi Keselamatan

Jembatan rel peninggalan Belanda di Sungai Sukalila, Cirebon, yang telah dibongkar

Jbnews.id – Pemerintah Kota Cirebon membongkar jembatan rel peninggalan Belanda di Sungai Sukalila dengan alasan utama kondisi struktur yang sudah tidak layak dan berpotensi roboh. Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyatakan kekuatan jembatan itu diperkirakan hanya tersisa 30 persen.

Edo menegaskan pembongkaran dilakukan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan dan penataan kawasan. Kekhawatiran utama adalah jika jembatan roboh, struktur itu berpotensi menimpa pipa gas di sekitarnya dan menimbulkan masalah baru. Langkah ini juga bertujuan memperlancar aliran air di Sungai Sukalila yang sedang dalam tahap normalisasi.

Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemilik jembatan, PT Kereta Api Indonesia (KAI). Evaluasi menunjukkan jembatan tersebut belum tercatat sebagai cagar budaya. “Pemiliknya adalah KAI dan memang kami juga sudah bersurat. Sebelum ada kami bersurat, kami juga sudah dievaluasi bahwa (jembatan rel) itu tidak termasuk dalam pencatatan cagar budaya,” kata Edo.

Terkait polemik yang muncul dari kalangan masyarakat, Wali Kota menyampaikan permohonan maaf. Ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari aspirasi publik dan menekankan bahwa keputusan diambil bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan kota dan keselamatan bersama.

Di sisi lain, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Umar Stanis Klau mengonfirmasi telah menerima permohonan resmi untuk melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dari berbagai kalangan, seperti pemerhati budaya dan sejarah. RDP diharapkan menjadi ruang untuk menjelaskan persoalan secara terbuka dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.