Jbnews.id – Rumah singgah untuk penderita kanker yang diamanatkan almarhumah Julia Perez (Jupe) masih belum beroperasi setelah delapan tahun kepergiannya. Adik Jupe, Nia Anggia, mengungkapkan kendala utama adalah proses perizinan yang panjang dan biaya besar yang dibutuhkan untuk renovasi.
Nia Anggia menyampaikan kondisi terkini rumah singgah di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, via sambungan telepon pada 21 April 2026. “Untuk rumah singgah masih ada. Tapi memang belum beroperasi saja. Alasannya, karena untuk jadi rumah singgah kan prosesnya panjang. Butuh perizinan dan biaya yang besar,” kata Nia.
Ia menambahkan bahwa bangunan tersebut memerlukan renovasi besar karena tidak ditempati selama bertahun-tahun. “Karena tidak ditempati bertahun-tahun, banyak bagian rumah itu yang rusak,” ungkapnya. Amanah Jupe untuk memberikan tempat bernaung bagi anak-anak pengidap kanker pun belum terwujud.

Nia menyadari sepenuhnya bahwa rumah singgah itu merupakan keinginan terbesar sang kakak sebelum mengembuskan napas terakhirnya pada 10 Juni 2017. Namun, keluarga mengaku belum mampu mewujudkannya. “Tapi apa daya. Keluarga belum bisa mewujudkan keinginan almarhumah karena terkendala dua hal: biaya dan perizinan,” tegasnya.
Kondisi ini menunjukkan kompleksitas dalam merealisasikan amanah sosial, meski telah ada niat dan bangunan fisik. Kendala birokrasi dan finansial menjadi penghalang utama, bahkan setelah bertahun-tahun. Upaya untuk mengoperasikan rumah singgah tersebut masih membutuhkan langkah konkret lebih lanjut.
Informasi ini menjadi konteks penting terkait komitmen Raffi Ahmad yang sebelumnya telah menyatakan akan terlibat. Perkembangan terbaru dari keluarga Jupe ini memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi di lapangan.
Dengan terungkapnya kendala ini, publik dapat memahami alasan di balik belum berfungsinya rumah singgah tersebut. Realisasi amanah Jupe masih menunggu penyelesaian dua masalah mendasar: kelengkapan administrasi perizinan dan ketersediaan dana untuk perbaikan fisik bangunan.
