JBNews.id — Saham SpaceX melonjak lebih dari 19 persen menjadi USD 160,95 per saham pada Jumat, 13 Juni 2026, mendorong valuasi perusahaan roket pimpinan Elon Musk melampaui USD 2 triliun. Pencatatan saham ini tidak hanya menguntungkan Musk atau para eksekutif puncak, tetapi juga ribuan pekerja biasa yang ikut merasakan dampak finansial luar biasa.
Menurut analisis dari Hill.com yang dikutip New York Times, lebih dari 4.400 karyawan aktif maupun mantan karyawan SpaceX kemungkinan besar menjadi jutawan ketika perusahaan melantai di bursa. Bahkan sekitar 400 dari mereka diperkirakan akan mengantongi USD 100 juta atau lebih. Mereka ini tidak semuanya adalah para petinggi perusahaan.
“IPO SpaceX diperkirakan akan menciptakan 4.000 jutawan baru, termasuk beberapa pekerja kantin yang paket kompensasinya mencakup opsi saham karyawan,” tulis sebuah unggahan di X. Hal ini mengungkap salah satu pelajaran paling ampuh dalam membangun kekayaan di Amerika, yaitu aset yang tepat dapat mengubah hidup.
Salah satu contoh nyata adalah Trevor Hise, yang bergabung dengan SpaceX setelah lulus kuliah, meskipun orang tuanya menginginkan ia mengambil pekerjaan yang dinilai lebih stabil di General Electric. Hise menghabiskan 12 tahun di SpaceX dan mengumpulkan lebih dari 100.000 lembar saham melalui pekerjaannya sebagai insinyur peluncuran. Pada perkiraan harga IPO sebesar USD 135 per saham, porsi kepemilikan tersebut akan bernilai setidaknya USD 13,5 juta. Karena harga saham SpaceX melonjak, harta Hise pun terus naik.
“Skala dari semua ini sungguh di luar nalar,” kata Hise yang dikutip dari Yahoo News. Kini di usianya yang ke-37 tahun, Hise menganggap dirinya sudah setengah pensiun.
Lonjakan saham SpaceX ini juga menjadikan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia. Namun, fenomena yang lebih menarik perhatian adalah bagaimana pekerja kerah biru dengan upah per jam yang bekerja di lokasi peluncuran juga bisa mendapatkan kekayaan yang mengubah hidup.
The Times melaporkan beberapa karyawan yang mungkin mendapatkan kekayaan ini termasuk karyawan kerah biru dengan upah per jam yang bekerja di lokasi peluncuran. Ini menunjukkan bahwa opsi saham karyawan menjadi instrumen kunci dalam distribusi kekayaan di perusahaan rintisan teknologi besar.
Baca Juga:
Jay Woods dari Freedom Capital Markets memberikan pandangannya terkait lonjakan saham ini. “Ini adalah peluncuran yang sukses, tidak diragukan lagi. Permintaan publiknya ada, jadi itu hal bagus. Namun sekarang kita akan menunggu dan melihat apakah saham tersebut dapat mempertahankan harga atau apakah ini hanya didorong oleh euforia kerumunan investor ritel,” katanya.
Pernyataan Woods menyoroti pertanyaan kritis tentang apakah valuasi SpaceX saat ini berkelanjutan atau hanya bersifat sementara. Dengan valuasi mencapai USD 2,1 triliun, SpaceX kini menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, melampaui banyak perusahaan teknologi mapan.
Fenomena ini menjadi contoh bagaimana digitalisasi dan inovasi teknologi dapat menciptakan nilai ekonomi yang luar biasa, tidak hanya bagi pemilik perusahaan tetapi juga bagi pekerja di semua level. Ini juga menunjukkan betapa pentingnya paket kompensasi berbasis saham dalam menarik dan mempertahankan talenta di industri teknologi tinggi.
Bagi para pekerja teknologi yang bergabung dengan perusahaan rintisan, kisah SpaceX ini menjadi bukti bahwa risiko mengambil pekerjaan di perusahaan yang belum mapan dapat membuahkan hasil yang luar biasa. Trevor Hise adalah salah satu contoh bagaimana keputusan untuk tidak mengikuti jalur karir konvensional dapat mengubah hidup secara dramatis.
Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua perusahaan rintisan akan mengalami kesuksesan seperti SpaceX. Keberhasilan ini didorong oleh kombinasi faktor unik, termasuk kepemimpinan Elon Musk, inovasi teknologi yang konsisten, dan posisi dominan SpaceX di industri antariksa global.
Dengan valuasi yang kini melampaui USD 2 triliun, SpaceX bergabung dengan klub eksklusif perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Elon Musk sebagai salah satu pengusaha paling sukses dalam sejarah, sekaligus menciptakan gelombang jutawan baru dari kalangan karyawan biasa.
Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap pasar tenaga kerja, kisah ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana inovasi dapat menciptakan peluang ekonomi yang luar biasa. Ini juga menjadi pengingat bahwa di era teknologi terkini, keputusan karir yang berani dapat membawa hasil yang tidak terduga.
