JBNews.id — Langkah Meta memberlakukan larangan konten pelecehan melalui kacamata pintar AI miliknya terbukti tidak efektif. Sebuah investigasi terbaru dari Oligarch Watch menemukan ratusan video pelecehan masih beredar di platform Meta, termasuk Instagram, setelah kebijakan tersebut diumumkan.
Meta mengumumkan bulan ini bahwa pihaknya akan melarang pengguna menggunakan kacamata tersebut untuk merekam diri mereka sendiri saat melecehkan orang asing. Namun, temuan Oligarch Watch menunjukkan bahwa kebijakan itu belum mampu menghentikan praktik tersebut. Banyak video yang diunggah justru berasal dari para “pickup artist” yang mendekati wanita di tempat umum, membuat komentar seksual atau merendahkan, serta merekam area tubuh tertentu.
Salah satu video viral di Instagram memperlihatkan seorang pria dengan nama akun “_mypointofvue” merekam dirinya mendekati seorang gadis di bawah umur di pusat perbelanjaan. “Saya 17 tahun,” kata gadis itu, tampak tidak sadar sedang direkam. Pria tersebut kemudian merespons dengan nada frustrasi dan melanjutkan untuk mempromosikan kasino online berbasis kripto. Video serupa dari akun lain menunjukkan pria menggunakan kacamata Meta untuk memperbesar gambar tubuh wanita saat memesan kopi, lalu berulang kali meminta informasi kontak meski ditolak.
Risiko privasi yang ditimbulkan oleh kacamata pintar Meta telah menjadi topik hangat sejak perangkat ini diluncurkan. Perusahaan tersebut mengandalkan dukungan selebritas besar dan kampanye pemasaran masif untuk memperbaiki persepsi publik, namun upaya itu belum sepenuhnya berhasil. Kepala Instagram, Adam Mosseri, sebelumnya telah berjanji untuk menindak tegas pelecehan yang dilakukan menggunakan kacamata pintar tersebut.
Baca Juga:
Beberapa akun yang dirujuk dalam laporan Oligarch Watch tampaknya telah dihapus setelah laporan tersebut dipublikasikan. Namun, jumlah itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan konten yang ada. Ketergantungan Meta pada jurnalis untuk memantau konten yang melanggar aturan dinilai bukan strategi yang serius.
Dalam pernyataan resmi kepada Oligarch Watch, Meta menyatakan bahwa kacamata mereka dirancang dengan mempertimbangkan privasi sejak awal, termasuk LED yang menyala saat kacamata merekam. Namun, perusahaan tersebut tidak membahas fakta bahwa banyak cara untuk mengelabui fitur pencegahan kecil ini.
Para pengamat menilai bahwa Meta di Ambang Krisis karena berbagai tantangan, termasuk kegagalan menegakkan kebijakan konten secara efektif. Sementara itu, Iklan Meta Pakai Lagu David Bowie juga menuai kontroversi, menambah daftar masalah reputasi perusahaan.
Implikasinya bagi pengguna jelas: tanpa pengawasan yang ketat, risiko privasi dari kacamata pintar ini masih sangat tinggi. Platform Meta masih menjadi tempat penyebaran konten pelecehan yang direkam menggunakan perangkat mereka sendiri.
