SPPG di Karawang Ditutup Usai 46 Warga Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Ilustrasi penutupan sementara SPPG di Karawang menyusul insiden keracunan massal.

Jbnews.id – Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Karawang menutup sementara operasional satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Telagamulya II, Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari. Penutupan dilakukan menyusul laporan 46 warga yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut pada Jumat, 17 April 2026.

Ketua Satgas MBG Karawang, Ridwan Salam, menyatakan penutupan sementara memberi ruang untuk pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur. “Kami menghentikan sementara operasional satu SPPG untuk memberi ruang pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur tersebut,” ujarnya pada Senin, 20 April 2026.

Ridwan Salam menjelaskan, korban keracunan massal itu terdiri dari sejumlah ibu rumah tangga dan balita di Talagasari. Gejala yang dialami meliputi mual, pusing, muntah, dan lemas tak lama setelah menyantap makanan yang dibagikan. Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan penerima manfaat MBG yang mengandalkannya untuk pemenuhan gizi harian.

Keputusan penutupan merujuk pada surat dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. “Sudah ada surat dari BGN pusat terkait pemberhentian sementara operasional SPPG tersebut,” jelas Ridwan Salam. Durasi penutupan belum dapat dipastikan. Tim Satgas masih menunggu hasil evaluasi terhadap SOP, kapasitas sumber daya manusia, serta mekanisme penyaluran makanan.

Investigasi telah dilakukan oleh tim kesehatan bersama tim BGN. Hasil investigasi itu menjadi dasar penutupan sementara operasional SPPG yang membagikan MBG kepada para korban keracunan. Ridwan Salam berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua SPPG di Kabupaten Karawang.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua SPPG di Kabupaten Karawang agar lebih hati-hati dalam menyajikan MBG kepada masyarakat. Semua harus melakukan evaluasi standar operasional, kapasitas SDM dan mekanisme penyaluran,” katanya.