Category: Tekno

  • Asus Rilis Vivobook Baru untuk Pelajar, Harga Mulai Rp 11 Jutaan

    Asus Rilis Vivobook Baru untuk Pelajar, Harga Mulai Rp 11 Jutaan

    JBNews.id — Asus Indonesia resmi meluncurkan lini Vivobook terbaru yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa dengan banderol harga mulai Rp 11.299.000. Laptop ini mengusung perpaduan desain ekspresif, teknologi kecerdasan buatan (AI), dan ketahanan berstandar militer.

    Peluncuran ini menjadi respons Asus terhadap kebutuhan generasi muda yang menginginkan perangkat tidak hanya bertenaga untuk tugas akademik, tetapi juga mencerminkan kepribadian. Lenny Lin, Country Manager Asus Indonesia, menyatakan bahwa anak muda saat ini membutuhkan laptop yang kencang untuk mengerjakan tugas sekaligus dapat mewakili gaya hidup mereka.

    “Melalui kampanye terbaru ini, Asus Vivobook hadir dengan pilihan warna ekspresif, mulai dari monokrom elegan hingga terakota yang berani, dilengkapi teknologi AI dan ketahanan berstandar militer,” ujar Lenny dalam keterangan resmi yang diterima JBNews.id.

    Vivobook Go: Ringkas dan Terjangkau untuk Pelajar

    Seri Vivobook Go 2026 menawarkan kombinasi performa, portabilitas, dan durabilitas dengan harga bersahabat. Laptop ini ditenagai prosesor hemat daya seperti AMD Ryzen seri 7020 atau Intel Pentium pada model tertentu, dipadukan dengan RAM hingga LPDDR5 untuk mendukung multitasking ringan.

    Dari sisi mobilitas, Vivobook Go memiliki ketebalan sekitar 1,79 sentimeter dan bobot hanya 1,38 kilogram. Meski ringkas, laptop ini telah mengantongi sertifikasi ketahanan berstandar militer Amerika Serikat MIL-STD-810H. Untuk sektor visual, tersedia layar Full HD dengan opsi panel OLED pada varian tertentu.

    Fitur pendukung lainnya mencakup sistem pendingin efisien, sensor sidik jari, penutup fisik webcam untuk privasi, serta engsel yang dapat dibuka hingga 180 derajat. Perangkat ini menjadi pilihan ideal bagi pelajar dengan mobilitas tinggi.

    Vivobook 14: Performa AI untuk Kreativitas

    Bagi pengguna yang membutuhkan performa komputasi lebih tangguh, Asus menghadirkan Vivobook 14 dalam dua model: Vivobook 14 (A1404) dan Vivobook 14 (A1407). Seri ini dibekali jajaran prosesor terkini mulai dari Intel Core Ultra Series, AMD Ryzen AI 300 Series, hingga Snapdragon X.

    Keunggulan utama seri ini adalah dukungan Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan pemrosesan AI hingga 50 TOPS. Kemampuan ini mempercepat berbagai fitur kecerdasan buatan, seperti Windows Studio Effects untuk kelas online, AI Noise Cancellation untuk meredam suara bising, hingga mempercepat penyuntingan konten kreatif melalui aplikasi CapCut dan Asus MuseTree.

    Vivobook 14 memiliki bobot di kisaran 1,40 hingga 1,49 kilogram dengan ketebalan 1,79 sentimeter. Sektor layar mengusung opsi hingga resolusi WUXGA (1920 x 1200 px) dengan rasio 16:10 yang memberikan ruang kerja lebih luas. Laptop ini juga dilengkapi tombol khusus Copilot untuk akses cepat ke fitur AI Windows serta webcam inframerah untuk login Windows Hello.

    Daya tahan baterai diklaim mampu mencapai lebih dari 10 jam penggunaan, menjadikannya andalan untuk aktivitas seharian penuh.

    Harga dan Ketersediaan

    Berikut daftar harga resmi Asus Vivobook terbaru di Indonesia:

    • Asus Vivobook Go 14 (E1404) Ryzen 3 7320U, 8/512GB: Rp 11.299.000
    • Asus Vivobook 14 (A1407) Intel Core Ultra 5 225H, 16/512GB: Rp 11.799.000
    • Asus Vivobook 14 (A1404) Intel Core 5 120U, 8/512GB: Rp 13.799.000

    Dalam lini produk yang lebih premium, Asus juga merilis ROG Zephyrus Duo dengan harga Rp 129 juta untuk segmen gaming kelas atas. Sementara itu, ekosistem AI yang lebih luas telah diperkenalkan oleh Asus di ajang Computex 2026.

    Promo “Kelas Baru, Laptop Baru”

    Untuk menyambut tahun ajaran baru, Asus Indonesia menggelar promo spesial bertajuk “Kelas Baru, Laptop Baru” yang berlangsung dari 29 Juli 2026 hingga 30 September 2026. Melalui program ini, setiap pembelian laptop Asus Vivobook dan Vivobook Go yang masuk dalam daftar model promo akan mendapatkan tambahan satu tahun garansi internasional gratis.

    Dengan tambahan ini, total masa perlindungan perangkat menjadi 3 tahun garansi internasional untuk biaya perbaikan dan suku cadang akibat kerusakan alami tanpa batas klaim. Selain itu, tersedia perlindungan 2 tahun Asus VIP Perfect Warranty yang menanggung 100 persen biaya perbaikan akibat kelalaian pengguna, seperti laptop terjatuh atau terkena tumpahan cairan, yang dapat diklaim satu kali setiap tahunnya.

    Pengguna juga dapat memperluas perlindungan ini melalui Asus Premium Care dan Battery Service Package.

    Pilihan Warna Ekspresif

    Asus memahami bahwa setiap pengguna memiliki preferensi estetika berbeda. Untuk itu, lini laptop terbaru ini hadir dengan beragam pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan karakter pengguna:

    • Asus Vivobook Go Series: Black klasik dan tegas, Cool Silver modern futuristik, serta Grey Green dengan nuansa alam yang tenang.
    • Asus Vivobook 14 (A1404): Terracotta hangat dan energik, Quiet Blue tenang dan elegan, serta Cool Silver untuk tampilan modern.
    • Asus Vivobook 14 (A/M1407): Platinum Gold yang menawarkan kesan mewah untuk kegiatan akademis maupun profesional.

    Implikasi untuk Konsumen

    Dengan harga mulai Rp 11 jutaan, Asus Vivobook terbaru menawarkan nilai kompetitif di segmen laptop pelajar. Teknologi AI yang dihadirkan pada seri Vivobook 14 membuka akses bagi pelajar dan mahasiswa untuk memanfaatkan fitur-fitur kecerdasan buatan dalam aktivitas belajar dan kreatif sehari-hari.

    Bagi konsumen yang mencari laptop dengan durabilitas tinggi, sertifikasi MIL-STD-810H pada Vivobook Go memberikan jaminan ketahanan terhadap kondisi penggunaan ekstrem. Sementara itu, promo garansi tambahan hingga 3 tahun memberikan perlindungan lebih bagi investasi jangka panjang.

    Asus juga terus memperkuat ekosistem produknya dengan menghadirkan inovasi AI di berbagai lini, sebagaimana terlihat pada peluncuran ekosistem AI raksasa di Computex 2026.

    Asus Vivobook

  • GameStop Raup Cuan Lebih Besar dari Kartu Pokemon

    GameStop Raup Cuan Lebih Besar dari Kartu Pokemon

    JBNews.id — GameStop, jaringan ritel game terkemuka asal Amerika Serikat, kini justru meraup pendapatan lebih besar dari penjualan kartu Pokemon dibandingkan dengan penjualan kepingan game fisik itu sendiri. Fakta ini terungkap setelah CEO GameStop, Ryan Cohen, mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan banyak pihak.

    Dalam sebuah wawancara terbaru, Cohen mengungkapkan bahwa penjualan kepingan cakram game fisik saat ini sudah sama sekali tidak relevan bagi perusahaannya. Penurunan tren game fisik disebut tidak akan mengganggu bisnis GameStop karena kontribusi penjualan perangkat lunak atau video game saat ini hanya menyumbang kurang dari 12 persen dari keseluruhan total pendapatan perusahaan.

    Sebaliknya, lini bisnis barang koleksi dan kartu permainan kini menjadi mesin pencetak uang utama. Cohen mencatat bahwa segmen ini menyumbang sekitar 41 persen pendapatan GameStop. Dari sekian banyak barang dagangan, kartu permainan Pokemon dinobatkan sebagai produk tunggal yang paling laris manis diserbu pembeli di rak toko mereka.

    Peralihan strategi ini terbukti sangat menguntungkan. Bisnis kartu dan barang koleksi ini bahkan berhasil mengantarkan GameStop mencetak rekor pendapatan operasional tertinggi dalam sejarah mereka pada kuartal pertama tahun 2026, yakni mencapai USD 143 juta.

    Era Digital Kian Mendominasi

    Peralihan fokus bisnis GameStop ini sejalan dengan tren industri game global yang semakin meninggalkan format fisik. Meski memancing kekecewaan dari sebagian gamer yang menuntut jaringan ritel seperti GameStop untuk memperjuangkan warisan kaset fisik, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dominasi unduhan digital sudah tidak bisa dibendung.

    Beberapa realita yang mempertegas berakhirnya era game fisik di industri saat ini antara lain:

    • Banyak game besar terbaru dari penerbit AAA seperti Cairn, Marathon, Esoteric Ebb, dan The Alters: Last Variable yang diluncurkan murni dalam format digital.
    • Rockstar Games mengumumkan bahwa Grand Theft Auto VI akan dirilis secara digital, di mana edisi fisiknya diprediksi hanya berisi selembar kode unduhan, meski belakangan muncul wacana revisi akibat protes penggemar.
    • Sony secara resmi telah mengumumkan akan berhenti merilis salinan fisik untuk judul game PlayStation baru mulai Januari 2028.

    Tumbangnya perlawanan para kolektor game fisik ini semakin nyata setelah otoritas Uni Eropa pada pekan ini turut mengklarifikasi bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk mencegah kebijakan Sony terkait penghentian kaset fisik tersebut, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (19/7/2026).

    Seri Kartu Pokemon Evolusi Mega Impian ex

    Fenomena ini juga menarik untuk dicermati dari sisi bisnis ritel. Sementara GameStop sukses beralih ke barang koleksi, tren lain di industri teknologi juga menunjukkan pergeseran serupa. Misalnya, Toko Aplikasi Pesaing yang akan dibuka Google mulai 22 Juli mendatang, menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi besar terus berinovasi dalam model bisnis digital.

    Implikasi bagi Industri Game

    Keberhasilan GameStop beralih ke penjualan kartu Pokemon menunjukkan bahwa model bisnis ritel game fisik tradisional harus beradaptasi dengan cepat. Fenomena ini juga mengonfirmasi bahwa nilai dari barang koleksi fisik, seperti kartu Pokemon, masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan konsumen, bahkan ketika game digital semakin dominan.

    Bagi para kolektor game fisik, kabar ini mungkin mengecewakan. Namun, data dari GameStop menunjukkan bahwa pasar telah berbicara. Konsumen kini lebih memilih kemudahan unduhan digital dan daya tarik barang koleksi fisik seperti kartu Pokemon dibandingkan dengan kepingan game tradisional.

    Dengan rekor pendapatan operasional USD 143 juta yang diraih pada kuartal pertama 2026, GameStop membuktikan bahwa strategi diversifikasi ke barang koleksi adalah langkah yang tepat. Perusahaan ritel game lainnya mungkin perlu mengikuti jejak serupa untuk tetap relevan di tengah perubahan preferensi konsumen dan perkembangan teknologi.

    Selain itu, perkembangan di sektor lain seperti Sistem Kuota Gemini AI yang diubah Google berdasarkan kompleksitas, juga menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi terus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna yang semakin spesifik.

    Kisah GameStop ini menjadi pelajaran berharga bagi para pebisnis di industri ritel. Ketika produk utama mulai ditinggalkan pasar, kemampuan untuk membaca tren dan beralih ke lini bisnis yang lebih menguntungkan adalah kunci untuk bertahan dan bahkan meraih kesuksesan baru.

  • Jaket Bekas Bos Nvidia Laku Rp 17,2 Miliar di Lelang

    Jaket Bekas Bos Nvidia Laku Rp 17,2 Miliar di Lelang

    JBNews.id — Jaket kulit bekas pakai CEO Nvidia, Jensen Huang, terjual dengan harga fantastis Rp 17,2 miliar (USD 960.000) di rumah lelang Sotheby’s pada Jumat lalu. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan awal yang hanya berkisar USD 40.000 hingga USD 60.000.

    Jaket kulit hitam Tom Ford yang menjadi ciri khas Huang ini telah ia kenakan selama hampir 20 tahun. Di berbagai peluncuran produk, acara perusahaan, dan pameran dagang, Huang hampir selalu tampil dengan jaket tersebut. Salah satu jaket bertanda tangannya akhirnya masuk bursa lelang dan setelah 65 penawaran, harganya meroket.

    Harga jual tersebut juga jauh lebih tinggi dari harga eceran asli pakaian tersebut yang berada di bawah USD 10.000. Jaket yang dilelang ini dikenakan Huang pada tahun 2023 dalam sebuah acara di Foxconn yang berlokasi di Taipei, Taiwan.

    “Respons terhadap pelelangan ini bahkan melampaui ekspektasi tertinggi kami,” ujar Kepala Barang Koleksi Modern Sotheby’s, Brahm Wachter. Sotheby’s menyebutkan bahwa ada 45 kolektor berbeda yang menawar jaket tersebut.

    Tingginya harga pakaian ini menjadi pertanda bahwa para kolektor sedang mengincar artefak dan barang koleksi dari era ledakan kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi terbaru dan tokoh di baliknya menjadi barang buruan bernilai tinggi.

    Hasil penjualan jaket ini akan disalurkan pada inisiatif filantropi untuk mendukung Edge Institute, organisasi nirlaba yang berdedikasi pada inovasi. Dana dari penjualan akan dialokasikan untuk program beasiswa, dana hibah, dan program residensi.

    Huang sering berkelakar mengenai ‘seragam’ yang ia kenakan. Dalam sebuah podcast tahun 2023, ia menceritakan bahwa istri dan putrinyalah yang mendandaninya. Pada sebuah diskusi Reddit tahun 2016, ia menyebut dirinya sebagai pria berjaket kulit.

    Para CEO lainnya juga memperhatikan gaya khas ini. CEO Meta, Mark Zuckerberg, terkenal pernah bertukar pakaian dengan Huang layaknya tradisi tukar jersey olahraga profesional pada tahun 2024. Belakangan di tahun yang sama, saat berada di atas panggung dalam sebuah konferensi, Huang memberikan Zuckerberg salah satu jaket yang sedang ia pakai hari itu. “Ini nilainya jadi lebih tinggi karena sudah pernah dipakai,” kata Zuckerberg.

    Fenomena ini menegaskan bagaimana artefak dari tokoh kunci era AI memiliki nilai kolektor yang luar biasa. Bagi para penggemar teknologi dan investor, barang-barang seperti jaket Jensen Huang bukan sekadar pakaian, melainkan simbol dari revolusi industri yang sedang berlangsung. Perkembangan robot humanoid dan AI semakin memperkuat posisi Nvidia sebagai pemimpin pasar.

    Jaket bekas bos Nvidia ini menjadi bukti bahwa dampak kepemimpinan Jensen Huang melampaui dunia teknologi. Gaya khasnya yang ikonik kini tercatat dalam sejarah lelang sebagai salah satu barang koleksi termahal dari era kecerdasan buatan.

    Bagi para kolektor dan pengamat industri, lelang ini memberikan sinyal jelas: era AI tidak hanya mengubah lanskap bisnis, tetapi juga menciptakan nilai baru pada memorabilia para pionirnya.

  • Motorola Razr Fold Raih Skor Kamera Tertinggi DXOMARK

    Motorola Razr Fold Raih Skor Kamera Tertinggi DXOMARK

    JBNews.id — Motorola Razr Fold resmi dinobatkan sebagai smartphone lipat dengan kualitas kamera terbaik di dunia versi DXOMARK. Ponsel layar lipat perdana Motorola di kategori foldable layar besar ini mencatat skor 164, mengungguli seluruh kompetitor di segmennya.

    Pencapaian tersebut menjadi modal utama Motorola untuk membawa perangkat ini ke pasar Indonesia. Product Portfolio Head Motorola Indonesia Zulfahmi menyatakan bahwa skor DXOMARK menjadi bukti konkret kualitas kamera Razr Fold.

    “Berdasarkan informasi publik dari DXOMARK, ketika perangkat disaring dalam kategori seluruh smartphone foldable atau flip yang pernah diluncurkan secara global, Motorola Razr Fold menempati posisi pertama dengan skor kamera 164,” ujar Zulfahmi dalam keterangan resmi.

    Motorola ingin menghapus anggapan bahwa pengguna harus mengorbankan kualitas kamera ketika memilih smartphone layar lipat. Karena itu, Razr Fold dibekali sistem kamera yang disebut sebagai flagship foldable camera system.

    “Ketika membeli perangkat foldable, konsumen mendapatkan gaya dan keunikan. Namun, mereka biasanya khawatir harus berkompromi dalam hal kamera atau fitur. Di Motorola, kami tidak ingin melakukan kompromi tersebut,” jelasnya.

    Tiga Kamera 50 MP dengan Sensor Sony LYTIA

    Motorola Razr Fold membawa tiga kamera belakang dengan resolusi masing-masing 50 MP. Kamera utamanya menggunakan sensor Sony LYTIA 828 dengan bukaan f/1.6, autofocus, serta optical image stabilization (OIS).

    Kamera kedua merupakan ultrawide 50 MP dengan sudut pandang 122 derajat. Kamera ini juga mendukung autofocus dan dapat digunakan untuk memotret objek dari jarak dekat dalam mode makro.

    Sementara itu, kamera telefoto periskop 50 MP memakai sensor Sony LYTIA 600. Kamera tersebut menawarkan optical zoom 3 kali dan pembesaran digital hingga 100 kali.

    Motorola juga membekali perangkat ini dengan kamera depan internal 32 MP dan kamera depan pada layar cover beresolusi 20 MP.

    Zulfahmi mengatakan penggunaan sensor Sony LYTIA pada ponsel layar lipat masih relatif jarang, terutama untuk kamera utama dan kamera periskop. “Untuk konfigurasinya, kami menggunakan sensor Sony LYTIA. Penggunaan sensor ini masih cukup jarang, terutama pada perangkat foldable,” katanya.

    DxOMark HP Lipat

    Bisa Rekam Video 8K dan Dukungan Dolby Vision

    Kamera utama Motorola Razr Fold mampu merekam video hingga resolusi 8K pada 30 fps. Ponsel ini juga mendukung perekaman 4K pada 60 fps serta video gerak lambat 4K pada 120 fps.

    Salah satu fitur yang diunggulkan adalah dukungan perekaman Dolby Vision. Teknologi tersebut tersedia pada kamera utama dan kamera telefoto periskop.

    Menurut Motorola, kombinasi sensor Sony LYTIA 828 dan Dolby Vision memungkinkan kamera menangkap rentang pencahayaan yang lebih luas dalam kondisi terang maupun gelap.

    “Berkat Dolby Vision dan sensor Sony LYTIA 828, perangkat ini memiliki kemampuan dynamic range hingga enam kali lebih luas dibandingkan sistem kamera pada umumnya,” ungkap Zulfahmi.

    Dukungan Dolby Vision juga ditujukan bagi pengguna yang sering membuat konten video. Rekaman diklaim mampu mempertahankan detail pada area terang dan gelap dengan warna yang lebih kaya.

    Fitur AI Lengkap untuk Fotografi

    Motorola tidak hanya mengandalkan hardware. Sistem kamera Razr Fold turut dilengkapi sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan.

    Fitur tersebut mencakup Zero Shutter Lag untuk menangkap objek bergerak, AI-powered Portrait, AI Action Shot, dan AI Photo Enhancement Engine.

    AI Action Shot membantu kamera mengoptimalkan pengambilan gambar pada objek yang bergerak cepat. Sementara AI Photo Enhancement Engine memproses foto untuk meningkatkan detail, warna, dan pencahayaan.

    Kamera utama Razr Fold juga memiliki OIS dengan jangkauan kompensasi hingga 3,5 derajat. Sistem ini membantu mengurangi guncangan ketika pengguna memotret atau merekam video tanpa tripod.

    “Untuk sistem stabilisasi, OIS pada perangkat ini memiliki jangkauan kompensasi yang lebih luas. Hal tersebut membantu menghasilkan foto dan video yang lebih stabil,” kata Zulfahmi.

    Spesifikasi dan Harga Motorola Razr Fold di Indonesia

    Selain kamera, Motorola Razr Fold dibekali layar utama LTPO 2K berukuran 8,1 inci dengan refresh rate 120 Hz dan kecerahan puncak 6.200 nit. Layar cover-nya berukuran 6,6 inci dengan refresh rate 165 Hz, resolusi 2.520 x 1.080 piksel, dan kecerahan hingga 6.000 nit.

    Kedua layar mendukung Dolby Vision dan HDR10+. Performanya ditenagai Snapdragon 8 Gen 5, RAM LPDDR5X 12 GB, dan penyimpanan internal 256 GB.

    Baterainya berkapasitas 6.000 mAh dengan pengisian kabel 80 watt dan pengisian nirkabel 50 watt.

    Motorola Razr Fold dijual di Indonesia dengan harga sekitar Rp 25,5 juta. Ponsel ini tersedia dalam pilihan warna Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White.

    “Dengan baterai 6.000 mAh, sensor kamera yang mendapatkan pengakuan DXOMARK, serta layar dengan tingkat kecerahan tinggi, kami percaya Motorola Razr Fold memiliki posisi yang sangat kompetitif,” pungkas Zulfahmi.

    Bagi pengguna yang tertarik dengan teknologi terbaru Motorola, simak juga informasi mengenai eSIM Travel yang dihadirkan Motorola di ponsel Android mereka.

    Untuk mengetahui lebih detail mengenai perangkat ini, baca Spesifikasi Lengkap Motorola Razr Fold yang sudah dirangkum.

  • Ilmuwan Temukan Planet ‘Bumi Kedua’ Layak Huni Beratmosfer

    Ilmuwan Temukan Planet ‘Bumi Kedua’ Layak Huni Beratmosfer

    JBNews.id — Astronom berhasil mendeteksi atmosfer pada planet berbatu mirip Bumi yang mengorbit di zona layak huni bintangnya, sebuah terobosan besar dalam pencarian kehidupan di luar tata surya. Planet bernama LHS 1140 b ini berjarak 48 tahun cahaya dari Bumi dan menjadi planet berbatu pertama yang atmosfernya terkonfirmasi langsung berada di zona layak huni.

    Penemuan yang dipublikasikan pada Minggu (19/7/2026) ini menandai pertama kalinya para ilmuwan mendeteksi atmosfer pada planet berbatu di zona Goldilocks. Zona tersebut merupakan area di mana air dalam bentuk cair berpotensi menggenang di permukaan planet, sehingga menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan.

    “Kami benar-benar mendeteksi langsung helium di atmosfer itu dan ini adalah deteksi langsung pertama untuk eksoplanet berbatu mana pun. Lalu ada bonus tambahan ia di zona layak huni, yang sangat menggembirakan bagi astrobiologi, studi kelayakan huni, dan pencarian kehidupan,” ujar penulis utama penelitian, Collin Cherubim, yang baru-baru ini meraih Ph.D. dari Harvard.

    Eksoplanet LHS 1140 b pertama kali ditemukan pada tahun 2017 oleh tim yang dipimpin astronom Jason Dittmann, yang kini menjadi rekan penulis dalam penemuan baru ini. “Planet ini ditemukan sekitar 10 tahun yang lalu, dan baru sekarang kita bisa mengatakan, ‘oke, itu adalah sebuah atmosfer’,” kata Dittmann.

    Karakteristik Planet ‘Bumi Kedua’

    Meskipun bukan salinan identik Bumi, LHS 1140 b dapat dianggap mirip Bumi dalam dua hal utama. Pertama, komposisi keseluruhannya — planet ini berbatu, kemungkinan memiliki inti besi dan memiliki atmosfer. Kedua, suhunya sangat pas untuk menopang air cair, elemen esensial bagi kehidupan.

    Planet ini mengorbit bintang katai merah yang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari. Namun, karena orbitnya lebih dekat ke bintang induknya, suhu di permukaan planet tetap terjaga di zona Goldilocks. Bintang katai merah yang diorbit LHS 1140 b memiliki ukuran sekitar sepertiga dari Matahari dan merupakan jenis bintang paling umum di alam semesta.

    Jenis bintang ini aktif jauh lebih lama daripada bintang seperti Matahari. Bintang tersebut melepaskan semburan radiasi ekstrem seperti jilatan api matahari dan lontaran massa korona. Biasanya, radiasi ekstrem ini mengikis habis atmosfer planet yang mengorbitnya, sehingga astronom sempat ragu apakah planet yang mengorbit bintang-bintang ini bisa memiliki atmosfer.

    “Penemuan ini adalah hal besar karena menunjukkan bahwa setidaknya planet berbatu yang satu ini mempertahankan atmosfernya selama miliaran tahun,” kata Cherubim.

    Pencarian Kehidupan Alien

    Penemuan eksoplanet pertama dikonfirmasi lebih dari 30 tahun lalu. Sejak itu, ilmuwan menemukan lebih dari 6.000 eksoplanet dan terus bertambah. Meskipun beberapa planet berbatu ditemukan di zona layak huni, baru kali ini ada sebuah atmosfer yang berhasil dikonfirmasi mengelilingi planet berbatu di zona layak huni.

    Ketika melihat sebuah planet yang berbatu, memiliki atmosfer, dan berada di zona layak huni, pertanyaan tentang kehidupan alien tentu muncul. Namun, para ilmuwan menegaskan belum ada cukup data untuk membuat dugaan tersebut. Penemuan ini lebih berfokus pada kelayakan huni planet dan potensi astrobiologi di masa depan.

    Peneliti dari Harvard dan institusi lainnya terus menganalisis data dari teleskop canggih untuk memahami komposisi atmosfer LHS 1140 b secara lebih detail. Helium yang terdeteksi menjadi petunjuk awal bahwa planet ini memiliki lapisan pelindung yang mampu bertahan dari radiasi bintang induknya selama miliaran tahun.

    Implikasi bagi Penelitian Astrobiologi

    Penemuan atmosfer pada LHS 1140 b membuka jalan baru bagi penelitian astrobiologi. Planet berbatu di zona layak huni dengan atmosfer yang terkonfirmasi memberikan target ideal bagi teleskop generasi berikutnya untuk mencari tanda-tanda kehidupan, seperti keberadaan uap air, metana, atau oksigen di atmosfernya.

    Para ilmuwan juga menyoroti bahwa penemuan ini membuktikan planet berbatu yang mengorbit bintang katai merah dapat mempertahankan atmosfernya dalam jangka waktu lama. Hal ini penting karena bintang katai merah adalah jenis bintang yang paling umum di galaksi Bima Sakti, sehingga potensi planet layak huni di alam semesta bisa jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

    Dengan jarak 48 tahun cahaya, LHS 1140 b relatif dekat secara astronomis, memungkinkan pengamatan lebih detail menggunakan teleskop luar angkasa seperti James Webb Space Telescope. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi komposisi atmosfer secara lengkap dan menentukan apakah planet ini benar-benar memiliki air cair di permukaannya.

    Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah astronomi, membawa umat manusia selangkah lebih dekat untuk menjawab pertanyaan fundamental: apakah kita sendirian di alam semesta?

  • TikTok Kembali Diizinkan di Perangkat Pemerintah AS

    TikTok Kembali Diizinkan di Perangkat Pemerintah AS

    JBNews.id — Departemen Kehakiman Amerika Serikat secara resmi mencabut larangan pemasangan TikTok di perangkat milik pegawai federal. Keputusan ini diambil setelah platform berbagi video tersebut dianggap tidak lagi menjadi ancaman keamanan nasional seperti sebelumnya.

    Larangan TikTok di hampir semua perangkat pemerintah AS pertama kali diberlakukan pada tahun 2022. Saat itu, Direktur FBI Chris Wray memperingatkan bahwa China dapat memanfaatkan TikTok untuk mengumpulkan data pengguna melalui perusahaan induknya, ByteDance. Kekhawatiran ini kemudian memuncak pada tahun 2024 ketika DPR AS meloloskan undang-undang yang mengancam akan memblokir TikTok sepenuhnya di Amerika Serikat, kecuali ByteDance menjual sebagian bisnisnya.

    Kesepakatan penjualan akhirnya tercapai pada Januari 2026. Proses ini melahirkan entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture. Dalam struktur kepemilikan baru, ByteDance hanya mempertahankan hampir 20 persen saham. Sisanya dikendalikan oleh sekelompok investor non-China, termasuk perusahaan teknologi AS, Oracle.

    Ketika kesepakatan itu diumumkan, TikTok menyatakan entitas baru tersebut akan melindungi data pengguna AS menggunakan infrastruktur cloud milik Oracle. TikTok juga berjanji akan melatih algoritmanya menggunakan data pengguna di AS, sambil tetap memberikan akses ke konten internasional.

    Dalam pengumuman resminya, Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa versi baru TikTok yang dioperasikan oleh TikTok USDS Joint Venture sudah tidak dianggap sebagai risiko keamanan. Platform ini dinilai telah memenuhi kewajibannya terkait perlindungan data pengguna AS.

    “Versi TikTok yang dioperasikan oleh TikTok US Data Security Joint Venture tidak termasuk dalam larangan ini karena Joint Venture tersebut beroperasi secara independen dari ByteDance, mayoritas sahamnya dimiliki oleh investor Amerika, dan telah merevisi algoritma rekomendasi konten dan program keamanan siber yang awalnya dikembangkan oleh ByteDance untuk melindungi informasi pemerintah federal dari fitur keamanan yang mengkhawatirkan yang awalnya mendorong larangan tersebut,” kata Departemen Kehakiman AS dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Engadget, Sabtu (18/7/2026).

    Keputusan ini membuka babak baru bagi hubungan TikTok dengan pemerintah AS. Sejak awal, platform asal China ini menghadapi tekanan regulasi yang ketat. Kekhawatiran utama meliputi potensi spionase data dan pengaruh asing terhadap konten yang dikonsumsi oleh warga AS.

    Bagi pegawai federal, izin ini berarti mereka dapat kembali mengakses konten hiburan dan informasi di TikTok langsung dari ponsel dinas. Namun, kebijakan ini tidak bersifat mutlak. Setiap lembaga federal masih memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan sendiri.

    “Misalnya, lembaga dapat secara independen memutuskan untuk melarang download TikTok ke perangkat pemerintah karena alasan manajemen tenaga kerja, seperti meningkatkan produktivitas pegawai,” tulis Departemen Kehakiman AS.

    Dengan kata lain, meskipun larangan pusat telah dicabut, masing-masing departemen atau badan pemerintah bisa memberlakukan aturan internal yang lebih ketat. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi setiap lembaga untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan operasional mereka.

    Keputusan ini juga menjadi angin segar bagi TikTok yang selama bertahun-tahun berjuang melawan stigma sebagai alat mata-mata China. Melalui restrukturisasi bisnis dan pembentukan entitas baru, TikTok berhasil membuktikan bahwa mereka dapat beroperasi secara independen dan aman di pasar AS.

    Langkah ini juga membuka peluang bagi TikTok untuk memperkuat posisinya di pasar global. Dengan kepercayaan yang kembali pulih di AS, platform ini dapat lebih leluasa mengembangkan fitur dan layanan baru tanpa bayang-bayang regulasi yang menghambat.

    Di sisi lain, keputusan ini juga menjadi preseden bagi negara-negara lain yang sebelumnya juga melarang atau membatasi penggunaan TikTok. Langkah Departemen Kehakiman AS bisa menjadi acuan bahwa dengan pengawasan dan kepatuhan yang ketat, platform asing tetap dapat beroperasi tanpa mengorbankan keamanan nasional.

    Bagi para pengamat industri, langkah ini menunjukkan bahwa tekanan regulasi yang konsisten dapat mendorong perusahaan teknologi untuk melakukan perubahan struktural yang signifikan. TikTok, yang sebelumnya bersikukuh menolak tekanan AS, akhirnya mengambil langkah konkret untuk memisahkan operasinya dari perusahaan induk di China.

    Keputusan ini juga relevan bagi pengguna TikTok di Indonesia. Sebagai platform yang sangat populer di tanah air, perkembangan regulasi TikTok di AS seringkali menjadi indikator arah kebijakan global. Jika TikTok berhasil mempertahankan standar keamanan dan transparansi di AS, hal ini dapat memperkuat kepercayaan pengguna di negara lain.

    Namun, tantangan tetap ada. TikTok harus terus membuktikan bahwa entitas barunya benar-benar independen dan mampu melindungi data pengguna. Pengawasan ketat dari pemerintah AS dan publik akan terus berlangsung. Setiap celah keamanan atau dugaan pelanggaran dapat dengan cepat mengembalikan citra negatif yang telah dibangun selama ini.

    Selain itu, TikTok juga harus menghadapi persaingan ketat dari platform lain seperti YouTube Shorts dan Instagram Reels. Kedua platform ini juga terus mengembangkan fitur video pendek yang mirip dengan TikTok. Untuk tetap relevan, TikTok perlu terus berinovasi dan mempertahankan basis penggunanya yang loyal.

    Dari sisi bisnis, keputusan ini membuka peluang bagi TikTok untuk menjalin kemitraan dengan lembaga pemerintah AS. Konten edukasi, informasi publik, dan kampanye kesehatan dapat menjadi area kolaborasi yang potensial. Hal ini juga dapat membantu TikTok membangun citra yang lebih positif di mata publik Amerika.

    Perjalanan TikTok di AS masih panjang. Meskipun larangan telah dicabut, perusahaan harus terus mematuhi regulasi yang ketat dan membuktikan komitmennya terhadap keamanan data. Kegagalan dalam memenuhi standar ini dapat berakibat fatal bagi operasional TikTok di pasar terbesar dunia tersebut.

    Bagi pegawai federal yang kini kembali diizinkan menggunakan TikTok, keputusan ini tentu menjadi kabar baik. Mereka dapat mengakses konten hiburan, informasi, dan tren terbaru langsung dari perangkat dinas. Namun, mereka juga harus tetap bijak dalam menggunakan platform ini, terutama terkait dengan produktivitas kerja dan keamanan informasi.

    Secara keseluruhan, pencabutan larangan TikTok di perangkat pemerintah AS merupakan tonggak penting dalam sejarah platform ini. Keputusan ini menunjukkan bahwa dialog dan negosiasi dapat menghasilkan solusi yang saling menguntungkan. TikTok berhasil mempertahankan aksesnya ke pasar AS, sementara pemerintah AS mendapatkan jaminan keamanan data yang lebih kuat.

    Ke depannya, pengawasan dan evaluasi berkala akan terus dilakukan. Pemerintah AS tidak akan segan-segan untuk kembali memberlakukan larangan jika ditemukan pelanggaran. Oleh karena itu, TikTok harus terus menjaga komitmennya terhadap keamanan dan transparansi.

    Keputusan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan teknologi global lainnya. Bahwa kepatuhan terhadap regulasi lokal dan transparansi dalam operasional adalah kunci untuk memenangkan kepercayaan pasar. Tanpa itu, ekspansi bisnis di pasar internasional akan selalu dihantui oleh risiko regulasi yang tidak terduga.

    Dengan diizinkannya TikTok kembali, era baru kolaborasi antara platform media sosial dan pemerintah AS dimulai. Semua pihak berharap hubungan ini dapat berjalan harmonis dan saling menguntungkan di masa depan.

  • Google Buka Sumber Kode Emoji 3D untuk Publik

    Google Buka Sumber Kode Emoji 3D untuk Publik

    JBNews.id — Google secara resmi merilis kode sumber emoji 3D buatannya ke publik, membuka akses bagi siapa pun untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan ikon digital tersebut secara bebas. Langkah ini diumumkan bertepatan dengan perayaan Hari Emoji Sedunia pada Jumat lalu, menandai komitmen perusahaan terhadap keterbukaan dan kolaborasi komunitas.

    Set emoji yang dikenal sebagai Noto Emoji 3D ini pertama kali diperkenalkan Google pada bulan Mei. Meskipun disambut dengan reaksi beragam, termasuk respons emoji meringis dari sebagian pengguna, Google tetap melanjutkan rencana untuk menjadikannya sebagai proyek sumber terbuka penuh. Perusahaan membagikan wawasan di balik layar tentang proses desain dan tantangan teknis yang dihadapi saat mengubah ilustrasi 2D menjadi model tiga dimensi.

    Dalam pengumumannya, Google menyatakan akan menyerahkan file mentah berformat .OBJ kepada komunitas. “Kami menyerahkan file .OBJ mentah kepada komunitas sehingga mereka dapat menggunakannya untuk membangun dunia VR yang imersif, aplikasi indie, atau meme aneh,” tulis perwakilan Google dalam pernyataan resmi. Meskipun potensi penggunaan emoji dalam dunia virtual reality masih menjadi tanda tanya besar, langkah ini membuka kemungkinan kreatif tanpa batas bagi para pengembang dan desainer.

    Transformasi dari 2D ke 3D

    Proses perancangan emoji 3D menghadirkan tantangan unik yang tidak ditemui pada versi dua dimensi. Google mengungkapkan bahwa hal-hal yang mungkin tidak terlalu diperhatikan dalam ilustrasi 2D tiba-tiba menjadi sangat penting ketika berhadapan dengan model 3D. Pertanyaan mendasar seperti apakah wajah tersenyum berbentuk bola, topeng, atau cakram datar harus dijawab dengan presisi teknis.

    Keputusan desain ini memengaruhi bagaimana emoji akan terlihat dari berbagai sudut pandang, bagaimana cahaya memantul pada permukaannya, dan bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan virtual. Google tidak merinci lebih lanjut solusi spesifik yang mereka terapkan, namun pengakuan atas kompleksitas ini menunjukkan pendekatan serius terhadap kualitas visual produk mereka.

    Langkah open-source ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin mendorong kolaborasi terbuka. Google sendiri telah beberapa kali mengambil langkah serupa, termasuk dalam pengembangan sistem operasi Android dan berbagai proyek perangkat lunak lainnya. Dengan membuka akses ke file mentah, Google memberikan alat bagi komunitas untuk berinovasi tanpa batasan lisensi yang ketat.

    Namun, reaksi awal terhadap Noto Emoji 3D tidak sepenuhnya positif. Banyak pengguna media sosial merespons dengan emoji meringis, yang dalam konteks komunikasi digital sering kali menandakan ketidaknyamanan atau ketidaksetujuan. Google tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai respons ini, tetapi keputusan untuk tetap merilis kode sumber menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap nilai jangka panjang proyek tersebut.

    Implikasi untuk Komunitas dan Pengembang

    Bagi pengembang aplikasi, ketersediaan file .OBJ mentah membuka peluang untuk mengintegrasikan emoji 3D ke dalam berbagai platform tanpa perlu merancang dari awal. Ini dapat menghemat waktu dan sumber daya yang signifikan, terutama untuk proyek-proyek kecil atau indie yang tidak memiliki tim desain 3D khusus. File .OBJ adalah format standar industri yang didukung oleh hampir semua perangkat lunak pemodelan 3D utama.

    Untuk pembuat konten dan seniman digital, set emoji ini bisa menjadi bahan baku untuk karya kreatif. Mulai dari pembuatan meme hingga instalasi seni interaktif, potensi penggunaannya sangat luas. Google sendiri mengakui bahwa beberapa penggunaan mungkin akan “aneh” atau tidak terduga, namun justru itulah semangat dari open-source.

    Di sisi lain, langkah Google ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kontrol kualitas dan konsistensi. Dengan ribuan pengguna yang dapat memodifikasi dan mendistribusikan ulang emoji, versi yang beredar di publik mungkin akan sangat bervariasi. Google tampaknya tidak terlalu khawatir tentang hal ini, lebih memilih untuk mendorong kreativitas daripada mempertahankan kendali penuh atas identitas visual emoji mereka.

    Keputusan untuk merilis emoji 3D di Hari Emoji Sedunia juga merupakan strategi branding yang cerdas. Hari perayaan global ini memberikan momentum yang tepat untuk pengumuman besar, memastikan liputan media dan perhatian publik yang maksimal. Google telah lama menjadi pemain kunci dalam standarisasi emoji melalui konsorsium Unicode, dan langkah ini memperkuat posisi mereka sebagai inovator di bidang ini.

    Sementara itu, beberapa pihak meragukan kegunaan praktis dari emoji 3D di dunia nyata. “Jenis ‘dunia VR yang imersif’ seperti apa yang ingin dibangun seseorang dengan banyak emoji masih menjadi misteri bagi saya,” tulis seorang pengamat teknologi. Namun, skeptisisme semacam ini sering kali terbukti keliru seiring waktu, ketika komunitas kreatif menemukan cara-cara tak terduga untuk memanfaatkan alat baru.

    Google tidak memberikan batas waktu atau persyaratan khusus untuk penggunaan file-file ini. Ini berarti komunitas bebas menggunakan emoji untuk tujuan komersial maupun non-komersial, dengan atribusi yang sesuai. Transparansi ini diharapkan akan mendorong adopsi yang lebih luas dan kolaborasi yang lebih erat antara Google dan komunitas pengembang global.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi Google, Anda dapat membaca artikel terkait tentang Uni Eropa Beri Google Waktu Setahun dan Uni Eropa Paksa Google Buka Akses Android.

  • Mogok Kerja Hyundai: Ribuan Buruh Tolak Robot Humanoid

    Mogok Kerja Hyundai: Ribuan Buruh Tolak Robot Humanoid

    JBNews.id — Ribuan pekerja Hyundai di Korea Selatan resmi memulai aksi mogok kerja parsial sebagai bentuk penolakan terhadap rencana perusahaan yang akan menggantikan tenaga manusia dengan robot humanoid. Aksi yang dimulai pada pekan terakhir Juni 2026 ini menghentikan produksi hingga setengah hari kerja dan berpotensi memangkas pendapatan Hyundai hingga US$ 135 juta.

    Menurut laporan Wall Street Journal, serikat pekerja yang tergabung dalam Korean Metal Workers’ Union (KMWU) melakukan pemungutan suara pada akhir Juni dan memutuskan untuk mengotorisasi aksi mogok. Negosiasi antara serikat pekerja dan manajemen Hyundai gagal mencapai titik temu, sehingga para pekerja memulai mogok kerja parsial pada Senin pekan lalu.

    Dalam aksinya, para pekerja menolak bekerja selama empat jam setiap shift. Akibatnya, lini produksi di pabrik Hyundai berhenti beroperasi selama setengah hari kerja. Dampak ekonominya diperkirakan sangat signifikan: produksi sekitar 5.000 unit mobil terancam terganggu, dan pendapatan penjualan Hyundai berpotensi turun sekitar US$ 135 juta.

    Aksi mogok ini disebut sebagai yang pertama dalam sejarah terkait penggunaan robot humanoid secara spesifik. Hal ini menandai momen penting dalam sejarah hubungan industrial dan otomatisasi tenaga kerja. Inti perselisihan adalah rencana Hyundai untuk menerapkan ribuan robot model “Atlas” buatan Boston Dynamics—robot humanoid bipedal setinggi 6,2 kaki yang mampu mengangkat beban maksimum 110 pon.

    Meskipun robot-robot tersebut belum benar-benar dioperasikan, serikat pekerja mengambil langkah preventif. Sekretaris Jenderal KMWU sekaligus negosiator utama, Byun Jun-hwan, menjelaskan kepada WSJ bahwa mogok kerja ini bertujuan memberi pekerja kekuatan untuk merundingkan ulang kontrak kerja mereka sebelum gelombang otomatisasi dimulai secara massal. “Kami harus bersiap untuk memastikan ada perlindungan yang memadai,” ujar Byun.

    Tuntutan serikat pekerja mencakup beberapa poin utama. Pertama, jaminan keamanan kerja yang dirancang khusus terkait kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. Kedua, bonus yang lebih besar yang mencerminkan margin keuntungan Hyundai. Ketiga, transisi dari sistem upah per jam ke sistem gaji tetap. Keempat, kesepakatan formal yang memberikan pekerja hak suara akhir atas setiap rencana penerapan robot humanoid di pabrik.

    Jika Hyundai memilih untuk tidak merespons tuntutan tersebut, serikat pekerja mengancam akan meningkatkan aksi mogok. Eskalasi bisa berupa perpanjangan durasi mogok, peningkatan menjadi mogok penuh (full strike), atau kombinasi keduanya. Ancaman ini memberikan tekanan tambahan pada manajemen Hyundai yang harus mempertimbangkan dampak finansial dan operasional yang lebih besar.

    Langkah serikat pekerja Hyundai ini mengingatkan pada PHK massal GM yang menggantikan 1.000 pekerja dengan 50 robot AI. Kasus serupa juga terjadi di sektor teknologi, di mana negosiasi serikat pekerja DeepMind menemui jalan buntu karena manajemen absen. Fenomena ini menunjukkan bahwa ketegangan antara tenaga kerja manusia dan otomatisasi semakin meluas ke berbagai sektor industri.

    Di sisi lain, tren penggunaan robot untuk menggantikan pekerja manusia terus berlanjut. Beberapa pabrik bahkan mulai memasang kamera di kepala buruh untuk melatih robot melalui pengamatan langsung. Praktik ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang privasi dan masa depan pekerjaan manual.

    Bagi Hyundai, situasi ini menjadi ujian berat. Di satu sisi, perusahaan ingin meningkatkan efisiensi dan daya saing melalui otomatisasi. Di sisi lain, mereka harus menghadapi resistensi kuat dari tenaga kerja yang khawatir kehilangan mata pencaharian. Keputusan Hyundai dalam merespons tuntutan serikat pekerja akan menjadi preseden penting bagi industri manufaktur global.

    Implikasi dari mogok kerja ini melampaui satu perusahaan. Jika Hyundai menyerah pada tuntutan serikat pekerja, perusahaan lain mungkin akan berpikir dua kali sebelum menerapkan otomatisasi skala besar. Sebaliknya, jika Hyundai tetap pada pendiriannya, gelombang otomatisasi bisa semakin cepat terjadi di berbagai sektor.

    Para analis memperkirakan bahwa konflik ini akan menjadi studi kasus penting dalam hubungan industrial di era AI. Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: bagaimana menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan perlindungan tenaga kerja? Mogok kerja Hyundai mungkin baru permulaan dari perdebatan yang lebih besar tentang masa depan pekerjaan di tengah revolusi robotika.

    Bagi para pekerja, aksi mogok ini adalah tentang mempertahankan kendali atas masa depan mereka. “Kami harus memastikan ada perlindungan,” tegas Byun Jun-hwan, menggambarkan kekhawatiran yang dirasakan jutaan pekerja di seluruh dunia saat menghadapi gelombang otomatisasi.

    Situasi di Korea Selatan ini menjadi pengingat bahwa transisi menuju otomatisasi tidak akan berjalan mulus. Diperlukan dialog, negosiasi, dan kebijakan yang matang untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak meninggalkan tenaga kerja manusia di belakang. Keputusan Hyundai dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu arah hubungan industrial global di era robot humanoid.

  • Pixel 11a Kembali ke Chip Flagship Tensor G6, Modem Baru Atasi Boros Baterai

    Pixel 11a Kembali ke Chip Flagship Tensor G6, Modem Baru Atasi Boros Baterai

    JBNews.id — Google dikabarkan akan membawa kembali prosesor flagship ke lini Pixel seri-a dengan menyematkan chip Tensor G6 pada Pixel 11a, mengakhiri kekecewaan pengguna setelah Pixel 10a hanya menggunakan chip generasi sebelumnya. Bocoran dari sumber internal yang dijuluki Mystic Leaks mengungkapkan bahwa perbedaan generasi chip ini menjadi perubahan paling signifikan pada ponsel kelas menengah tersebut.

    Keputusan Google untuk menempatkan Tensor G4 di Pixel 10a merupakan kemunduran yang mengejutkan. Sebelumnya, lini Pixel a selalu mendapatkan prosesor terbaru yang sama dengan seri flagship, hanya dengan pemangkasan di sektor lain untuk menekan harga. Dengan Pixel 11a, strategi itu kembali diterapkan. Tensor G6 yang akan digunakan disebut-sebut membawa peningkatan besar pada sisi konektivitas dan efisiensi daya.

    Modem MediaTek M90: Akhir dari Masalah Koneksi Tensor?

    Salah satu keluhan terbesar pengguna perangkat Tensor adalah masalah modem. Sejak generasi pertama, chip buatan Google dan Samsung ini menggunakan modem Exynos yang kerap dikeluhkan menyebabkan boros baterai dan sinyal sering putus. Pixel 11a disebut akan meninggalkan modem tersebut dan beralih ke modem MediaTek M90.

    Langkah ini diyakini akan menyelesaikan dua masalah kronis yang telah lama membayangi Tensor. Dengan modem yang lebih efisien, pengguna tidak hanya mendapatkan koneksi yang lebih stabil, tetapi juga daya tahan baterai yang lebih baik. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Google berani mengurangi kapasitas baterai Pixel 11a menjadi 4.870mAh, turun tipis dari 5.000mAh pada Pixel 10a.

    GPU Sama, Performa Grafis Tetap Andal

    Meski menggunakan chip yang lebih baru, Tensor G6 dikabarkan masih membawa GPU yang sama dengan Tensor G5, yaitu PowerVR DXT-48-1536. Namun, GPU ini tetap merupakan peningkatan signifikan dibandingkan Mali-G715 yang ada di Tensor G4. Untuk penggunaan sehari-hari dan gaming ringan hingga menengah, performa grafis Pixel 11a diprediksi akan sangat memadai.

    Kombinasi prosesor yang lebih efisien dan GPU yang sama memungkinkan Google untuk fokus pada peningkatan aspek lain tanpa mengorbankan performa. Efisiensi dari Tensor G6 inilah yang dipercaya menjadi kunci untuk menjaga daya tahan baterai tetap optimal meskipun kapasitasnya sedikit berkurang.

    Layar Lebih Terang, Baterai Lebih Awet

    Untuk sektor layar, Google tidak banyak berubah. Pixel 11a masih akan menggunakan panel 6,3 inci dengan resolusi 1080 x 2424 piksel dan refresh rate variabel 60 hingga 120Hz. Peningkatan utama ada pada tingkat kecerahan puncak yang naik dari 3.000 nit menjadi 3.350 nit. Ini membuat layar lebih mudah terbaca di bawah sinar matahari langsung.

    Meskipun kapasitas baterai menyusut 130mAh, Google menjanjikan daya tahan yang setara atau bahkan lebih baik berkat efisiensi Tensor G6 dan modem MediaTek M90. Jika bocoran ini akurat, Pixel 11a akan menjadi ponsel kelas menengah yang sangat menarik bagi pengguna yang menginginkan performa flagship tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

    Keputusan Google untuk kembali ke strategi awal lini Pixel a menunjukkan bahwa perusahaan mendengarkan masukan pengguna. Dengan chip terbaru, modem yang lebih baik, dan layar yang lebih terang, Pixel 11a berpotensi menjadi salah satu ponsel terbaik di kelasnya. Informasi lebih lanjut terkait strategi Google dapat disimak dalam artikel tentang Solusi Token AI dan Tuntutan San Francisco.

  • Indonesia Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO

    Indonesia Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO

    JBNews.id — Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional antarpemerintah yang dibentuk untuk memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan. Penandatanganan pendirian WAICO berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 16 Juli 2026.

    Dalam agenda tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin delegasi Pemerintah Indonesia. Pembentukan WAICO juga mendapat dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kehadiran Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam seremoni penandatanganan.

    WAICO dibentuk sebagai organisasi internasional yang bersifat independen dan nirlaba di bawah kerangka kerja PBB. Organisasi ini bertujuan memperkuat kerja sama global dalam mendorong inovasi kecerdasan artifisial sekaligus memastikan pengembangan teknologi tersebut berlangsung secara terbuka, inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara.

    Selain menjadi wadah kolaborasi, WAICO akan memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, memperluas akses terhadap teknologi AI, memperkuat koordinasi strategi pengembangan AI antarnegara, hingga mendorong penyusunan tata kelola dan etika AI di tingkat internasional.

    Bagi Indonesia, keikutsertaan sebagai negara pendiri dinilai membuka peluang untuk berpartisipasi lebih aktif dalam penyusunan arah kebijakan AI global, sekaligus memperluas kerja sama internasional di bidang teknologi, investasi, riset, dan pengembangan ekosistem kecerdasan buatan. Pemerintah juga memandang kehadiran WAICO sebagai langkah strategis untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional.

    Manfaat Strategis bagi Ekonomi Digital

    Organisasi tersebut diharapkan menjadi salah satu katalis dalam pengembangan ekonomi digital yang ditargetkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia melalui peningkatan investasi dan pengembangan sektor-sektor berbasis teknologi bernilai tambah tinggi. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat digitalisasi di berbagai sektor, termasuk melalui Lelang Frekuensi Selesai yang menjadi fondasi infrastruktur telekomunikasi nasional.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan keterlibatan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola AI nasional agar sejalan dengan praktik terbaik di tingkat internasional.

    “Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam perkembangan ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab,” ujar Angga dikutip dari siaran pers, Sabtu (18/7/2026).

    Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

    Langkah Operasional dan Negara Pendiri

    Setelah penandatanganan pendirian organisasi, delegasi Indonesia dijadwalkan mengikuti Informal Preparatory Session on the Establishment of WAICO pada 17 Juli 2026. Pertemuan tersebut dipimpin Angga Raka Prabowo sebagai ketua delegasi Indonesia dan menjadi forum awal membahas langkah operasional organisasi serta peluang kerja sama antarnegara di bidang kecerdasan artifisial.

    Selain Indonesia, terdapat 28 negara lain yang menjadi pendiri WAICO, antara lain China, Brasil, Rusia, Malaysia, Afrika Selatan, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Serbia, Kenya, Ethiopia, Venezuela, Zambia, dan sejumlah negara berkembang lainnya. Keberagaman negara pendiri menunjukkan komitmen global untuk menciptakan tata kelola AI yang inklusif dan representatif.

    Partisipasi Indonesia dalam WAICO juga membuka peluang bagi pengembangan ekosistem teknologi dalam negeri. Dengan akses yang lebih luas terhadap riset dan pengembangan AI global, Indonesia dapat mempercepat adopsi teknologi ini di berbagai sektor strategis. Hal ini menjadi penting mengingat persaingan global di bidang AI semakin ketat, termasuk dengan kehadiran Fitur Unggulan perangkat berbasis AI yang mulai merambah pasar Indonesia.

    Pemerintah optimistis keanggotaan Indonesia sebagai pendiri WAICO akan memperkuat posisi Indonesia di panggung global dalam hal tata kelola teknologi. Selain itu, organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi negara berkembang untuk mendapatkan akses yang lebih setara terhadap teknologi AI.

    Ke depannya, WAICO direncanakan akan menjadi platform utama bagi negara-negara anggota untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, dan praktik terbaik dalam pengembangan AI. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadikan AI sebagai salah satu pilar transformasi digital nasional.

    Dengan menjadi pendiri WAICO, Indonesia tidak hanya berperan sebagai partisipan, tetapi juga sebagai salah satu penentu arah kebijakan AI global. Ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk memastikan bahwa pengembangan AI di masa depan berlangsung secara etis, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.