Category: Sport

  • Pajak Hiburan Persib Bandung Tembus Peringkat Ketiga di Kota Bandung

    Pajak Hiburan Persib Bandung Tembus Peringkat Ketiga di Kota Bandung

    Jbnews.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa sektor pajak hiburan kini menempati peringkat ketiga penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kota Bandung, didorong oleh tingginya animo suporter Persib Bandung. Data ini menegaskan transformasi klub berjuluk Pangeran Biru menjadi salah satu mesin utama penggerak ekonomi dan pariwisata kota.

    Lonjakan tersebut terjadi seiring dengan pengelolaan ekosistem pertandingan yang semakin profesional oleh manajemen klub. Penjualan tiket secara masif, terutama melalui sistem digital, berimbas langsung pada peningkatan pendapatan daerah. Digitalisasi tiket menjadi faktor kunci yang menutup celah kebocoran pajak, sehingga konversi antusiasme Bobotoh menjadi pendapatan daerah berjalan maksimal dan transparan.

    “Ketika Persib menang, tiket online laku. Pajak hiburan juga tinggi. Sekarang pajak hiburan ada di peringkat ketiga setelah pajak makanan dan pajak hotel,” ungkap Farhan pada Jumat, 29 Mei 2026.

    Dampak ekonomi tidak berhenti di dalam stadion. Sektor usaha mikro, perhotelan, hingga transportasi lokal ikut bergerak setiap kali Persib berlaga. Farhan menambahkan, banyak pihak diuntungkan ketika Persib meraih gelar juara, terutama karena ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata di Kota Bandung otomatis ikut meningkat.

    GBLA Menuju Standar AFC dan Rencana Bandara

    Persib Bandung dipastikan tampil di kompetisi AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/27. Status ini memaksa Kota Bandung untuk segera berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar memenuhi standar internasional. Farhan menyebut kepesertaan ini sebagai momentum emas untuk memperkuat city branding Bandung di mata dunia. Langkah awal adalah merombak total fasilitas pertandingan agar lolos verifikasi Asia. Pemerintah optimistis eksposur global dari kompetisi Asia ini akan memperkuat citra kota. Terlebih lagi, rencana ini berjalan beriringan dengan proyek reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Jika strategi citra kota berhasil dan bandara aktif kembali, Bandung akan memiliki paket komplit untuk menarik investasi dan wisatawan asing. Informasi lebih lanjut mengenai dampak ekonomi dari keikutsertaan Persib di ACL Two dapat disimak pada artikel terkait.

    Siasat Igor Tolic Hadapi Ambisi Raksasa Rival

    Di sisi teknis, mempertahankan takhta Liga Indonesia musim depan diprediksi akan jauh lebih berat. Manajemen Persib dituntut menjaga konsistensi tim di bawah asuhan pelatih baru, Igor Tolic. Tugas utama Tolic adalah meneruskan legasi kesuksesan yang ditinggalkan oleh pelatih sebelumnya, Bojan Hodak.

    Ancaman nyata juga datang dari pergerakan agresif para rival utama. Sejumlah klub besar di Indonesia mulai jor-joran berburu pemain bintang. Berdasarkan informasi yang diterima Wali Kota, Persebaya Surabaya mendapat sokongan penuh dari pemerintah setempat untuk juara demi momentum 100 tahun Kota Surabaya. Di sisi lain, Persija Jakarta juga diprediksi akan tampil habis-habisan menjelang perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-500.

    Meskipun bursa transfer mengetat, Farhan berharap kerangka utama skuad Persib tetap dipertahankan demi menjaga kedekatan antar-pemain. Ia mengingatkan agar manajemen tetap jeli melihat nilai pemasaran dari seorang pemain, berkaca pada kesuksesan mendatangkan Michael Essien di masa lalu. Pemain baru yang direkrut tidak hanya harus piawai mengolah bola, tetapi juga wajib memiliki pengaruh sosial yang kuat demi menjaga keterlibatan emosional para Bobotoh.

    Lompatan pajak hiburan ke posisi tiga besar di Bandung merefleksikan tren industri olahraga modern, di mana klub sepak bola berfungsi sebagai jangkar ekonomi regional (regional economic anchor). Pola ini serupa dengan dampak ekonomi klub-klub Premier League di Inggris terhadap kota-kota sekunder. Data tahun 2025 hingga pertengahan 2026 mengonfirmasi bahwa digitalisasi tiket menjadi faktor penentu utama yang menutup celah kebocoran pajak daerah.

    Untuk memahami lebih dalam tentang fenomena serupa di level nasional, pembaca dapat merujuk pada informasi terkait. Sementara itu, persaingan di kompetisi domestik juga memanas, sebagaimana terlihat dari perkembangan terbaru.

    Implikasi dari tren ini adalah semakin pentingnya peran klub sepak bola sebagai motor ekonomi daerah. Pemerintah Kota Bandung dan manajemen Persib diharapkan terus bersinergi untuk memaksimalkan potensi ini, baik melalui peningkatan infrastruktur stadion maupun pengelolaan ekosistem pertandingan yang transparan dan profesional.

  • Persib Tembus ACL Two, Farhan Sorot Peluang Ekonomi dan Tantangan Stadion

    Persib Tembus ACL Two, Farhan Sorot Peluang Ekonomi dan Tantangan Stadion

    Jbnews.id – Keberhasilan Persib Bandung lolos ke AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/2027 tidak hanya menjadi kebanggaan olahraga, tetapi juga membuka peluang strategis bagi perekonomian Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut ajang antarklub Asia ini dapat mendongkrak sektor pariwisata dan investasi, meski di sisi lain menuntut kesiapan infrastruktur stadion yang memenuhi standar internasional Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

    Menurut Farhan, keikutsertaan Persib di kompetisi Asia memberikan eksposur global bagi Kota Bandung. Pertandingan kandang yang rencananya digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menyedot perhatian publik internasional, memperkuat citra Bandung sebagai destinasi yang tidak hanya dikenal melalui pariwisata dan kuliner, tetapi juga prestasi olahraga. “Kalau kita di AFC berarti Persib akan bermain kandang di Kota Bandung. Ini jadi peluang untuk kita bersama-sama belajar meningkatkan kualitas GBLA agar memenuhi standar internasional atau standar AFC,” kata Farhan.

    Peningkatan kualitas stadion menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Farhan mengakui bahwa pengalaman renovasi Stadion Si Jalak Harupat yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan AFC sebelumnya menunjukkan bahwa proses penyesuaian fasilitas membutuhkan kesiapan teknis dan dukungan berbagai pihak. Namun, ia menilai manfaat yang diperoleh Kota Bandung jauh lebih besar dibanding tantangan yang ada.

    Dampak ekonomi dari ajang ACL Two ini diproyeksikan signifikan. Kedatangan tim-tim Asia beserta suporter mereka berpotensi meningkatkan okupansi hotel, kunjungan wisata, dan transaksi UMKM di Bandung. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis event. Seperti yang dilakukan di daerah lain, dorongan ekonomi daerah melalui berbagai program juga terus digalakkan.

    Farhan menekankan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi kunci utama. Stadion GBLA harus menjalani serangkaian renovasi untuk memenuhi standar AFC, termasuk kapasitas tempat duduk, kualitas rumput, sistem pencahayaan, ruang ganti pemain, dan fasilitas media. Proses ini membutuhkan koordinasi antara pemerintah kota, pengelola stadion, dan pihak Persib. “Tantangan infrastruktur ini harus kita hadapi bersama. Tapi saya optimistis, dampak positifnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.

    Selain infrastruktur, aspek pariwisata juga menjadi fokus. Bandung yang sudah terkenal sebagai destinasi belanja dan kuliner diharapkan semakin dikenal melalui siaran pertandingan yang ditonton jutaan pasang mata di Asia. Potensi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menarik investasi baru, terutama di sektor perhotelan dan jasa. Inisiatif serupa juga terlihat di daerah lain, seperti dukungan terhadap ikon wisata yang dapat mendongkrak kunjungan.

    Keikutsertaan Persib di ACL Two juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem sepak bola di Bandung. Dengan standar internasional yang diterapkan, diharapkan pembinaan pemain muda dan kualitas pertandingan di dalam negeri juga ikut meningkat. Pemerintah kota siap mendukung penuh, termasuk dalam hal perizinan dan fasilitas pendukung.

    Wagub Jabar sebelumnya juga menargetkan Persib bisa melaju ke semifinal ACL musim depan. Target ini menunjukkan optimisme tinggi terhadap performa tim di level Asia. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kota diharapkan dapat memotivasi skuad Maung Bandung untuk tampil maksimal.

    Dengan segala persiapan yang dilakukan, Bandung berpeluang menjadi salah satu kota di Indonesia yang sukses memanfaatkan event olahraga internasional sebagai katalis pertumbuhan ekonomi. Tantangan infrastruktur memang nyata, tetapi potensi keuntungan yang ditawarkan jauh lebih menjanjikan.

  • Target Wagub Jabar: Persib Harus ke Semifinal ACL Musim Depan

    Target Wagub Jabar: Persib Harus ke Semifinal ACL Musim Depan

    Jbnews.id – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan secara resmi menargetkan Persib Bandung mampu menembus babak semifinal Liga Champions Asia (ACL) pada musim depan, setelah sukses meraih gelar juara Super League 2025/2026. Target ini menjadi indikator ambisi tim berjuluk Maung Bandung untuk tidak hanya jago kandang di kompetisi domestik.

    Dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Minggu (24/5), Erwan menyatakan bahwa prestasi di level Asia harus menjadi prioritas Persib ke depan. “Saya berharap Persib Bandung bisa bicara lebih baik lagi, bisa berprestasi lebih tinggi lagi. Nanti di Asean, sehingga Persib tidak hanya jago di Liga Indonesia saja. Tahun kemarin sudah cukup bagus tapi minimal kita semifinal di ACL,” tegasnya.

    Pernyataan tersebut muncul di tengah euforia keberhasilan Persib mempertahankan gelar juara Liga Super Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun—sebuah pencapaian yang dijuluki sebagai hat-trick juara. Erwan mengapresiasi konsistensi tim yang dinilainya langka di sepak bola Indonesia. “Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi dengan capaian hat-trick ini,” ujarnya.

    Modal dari Pengalaman Asia

    Erwan menilai pengalaman Persib tampil di kompetisi Asia musim lalu menjadi modal berharga. Meskipun belum merinci capaian spesifik di edisi sebelumnya, ia optimistis tim besutan Bojan Hodak bisa memperbaiki performa. “Pencapaian lima bintang yang diraih Persib menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak banyak klub di Indonesia yang memiliki catatan prestasi serupa,” kata Erwan.

    Target semifinal ACL ini bukan sekadar wacana. Dengan status juara bertahan domestik, Persib memiliki landasan kuat untuk bersaing. Namun, kesenjangan kualitas antara klub Indonesia dan tim elit Asia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Musim lalu, Persib tersingkir di fase grup, sehingga target semifinal berarti lompatan signifikan.

    Apresiasi untuk Pemain dan Bobotoh

    Erwan secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen klub. “Pertama saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, jajaran manajemen PT PBB juga para Bobotoh yang setia mendukung Persib Bandung hingga bisa mempertahankan juara ini tiga kali berturut-turut,” katanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan gelar selama tiga musim berturut-turut tidak terlepas dari kontribusi pemain, pelatih, manajemen, dan dukungan Bobotoh.

    Di luar prestasi di lapangan, Erwan mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan manajemen Persib terkait rencana pembangunan museum Persib di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menurut dia, museum tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mengabadikan sejarah perjalanan dan prestasi Persib sekaligus memperkuat identitas klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

    Rencana museum ini menambah daftar agenda jangka panjang Persib di luar kompetisi. Jika terealisasi, museum ini akan menjadi salah satu dari sedikit museum klub sepak bola di Indonesia, sejajar dengan museum klub-klub besar Eropa yang biasanya menjadi destinasi wisata olahraga.

    Persib saat ini masih dalam masa persiapan untuk musim depan. Jadwal kompetisi ACL 2026/2027 diperkirakan akan dimulai pada September mendatang. Dengan target ambisius dari Wagub Jabar, tekanan kini berada di pundak manajemen dan tim pelatih untuk memenuhi ekspektasi publik sepak bola Jawa Barat.

  • Ketua Viking Imbau Bobotoh Tertib di Laga Penentu Gelar Juara Persib

    Ketua Viking Imbau Bobotoh Tertib di Laga Penentu Gelar Juara Persib

    Jbnews.id – Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengimbau seluruh Bobotoh untuk menjaga ketertiban saat laga penentu gelar juara Persib Bandung di Super League musim 2025/2026. Pertandingan melawan Persijap Jepara akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026.

    “Kita imbau juga agar tertib tidak boleh turun ke lapangan. Tahun kemarin banyak yang masuk lapangan dan flare (suar) dinyalakan sehingga seremoni jadi kurang sakral karena tertutup asap dan kerumunan,” kata Tobias di Bandung Barat, Kamis.

    Persib Bandung hanya membutuhkan hasil imbang pada laga pamungkas tersebut untuk memastikan gelar juara musim ini. Tim berjuluk Maung Bandung itu kini tinggal selangkah lagi mengamankan trofi Super League 2025/2026.

    “Terlebih, Persib Bandung hanya tinggal selangkah lagi meraih gelar juara Super League 2025/2026. Persib cukup membutuhkan hasil imbang saat menjamu Persijap Jepara di GBLA,” jelasnya.

    Tobias menilai pengalaman perayaan juara musim sebelumnya harus menjadi pembelajaran bersama bagi Bobotoh. Ia mengingatkan agar tidak mengulangi kejadian yang mengganggu jalannya seremoni pengangkatan trofi.

    Menurutnya, saat itu masih banyak suporter yang masuk ke lapangan dan menyalakan suar sehingga mengganggu jalannya perayaan juara. Kondisi ini membuat momen sakral pengangkatan trofi menjadi kurang khidmat.

    Tobias meminta Bobotoh tetap fokus memberikan dukungan penuh sepanjang pertandingan, meski Persib berada di posisi diuntungkan dalam perebutan gelar juara. Ia menegaskan hasil akhir tetap harus diperjuangkan hingga peluit panjang dibunyikan.

    Laga melawan Persijap Jepara menjadi momentum krusial bagi Persib Bandung. Dengan keunggulan poin yang dimiliki, tim asuhan pelatih hanya perlu menjaga konsentrasi penuh selama 90 menit.

    Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Sejarah menunjukkan bahwa tekanan di laga penentu kerap mempengaruhi performa tim. Dukungan penuh dari Bobotoh di stadion menjadi faktor penting untuk menjaga motivasi pemain.

    Sebelumnya, Persib Bandung sempat imbang 0-0 melawan Arema FC, yang membuat perjalanan menuju gelar juara sedikit tertunda. Hasil tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan atas klasemen musim ini.

    Ketertiban suporter menjadi sorotan utama menjelang laga ini. Pengalaman musim lalu menunjukkan bahwa euforia berlebihan justru dapat mengurangi kemeriahan perayaan. Asap dari suar dan kerumunan di lapangan membuat seremoni pengangkatan trofi tidak berjalan maksimal.

    Tobias berharap Bobotoh dapat menjadi contoh suporter yang dewasa dan bertanggung jawab. Dukungan harus diberikan dengan cara yang positif, tanpa mengganggu jalannya pertandingan maupun acara setelahnya.

    Persib Bandung sendiri telah menunjukkan konsistensi sepanjang musim. Meski sempat diimbangi Dewa United, tim tetap mampu menjaga posisi di puncak klasemen. Pertandingan melawan Persijap Jepara menjadi ujian terakhir sebelum gelar resmi diraih.

    Pihak keamanan juga diperkirakan akan memperketat pengawasan di sekitar stadion. Larangan membawa suar dan benda berbahaya lainnya akan ditegakkan secara ketat untuk memastikan keamanan semua pihak.

    Bagi Bobotoh, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah momen bersejarah yang harus dirayakan dengan cara yang bermartabat. Dukungan penuh dari tribun tanpa menginvasi lapangan akan membuat perayaan juara terasa lebih istimewa.

    Persib Bandung sebelumnya juga imbangi Dewa United 2-2 dalam laga sengit beberapa pekan lalu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap pertandingan di Super League selalu penuh kejutan.

    Dengan hanya membutuhkan hasil imbang, Persib berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Namun, dalam sepak bola, tidak ada yang bisa dianggap remeh. Persijap Jepara dipastikan akan memberikan perlawanan sengit untuk mengakhiri musim dengan hasil positif.

    Tobias mengingatkan bahwa fokus harus dijaga hingga wasit meniup peluit panjang. Euforia berlebihan sebelum pertandingan berakhir justru bisa menjadi bumerang bagi tim.

    Ketua Viking Persib Club itu juga mengapresiasi dukungan luar biasa dari Bobotoh sepanjang musim. Tanpa kehadiran mereka, perjalanan Persib menuju gelar juara tidak akan semulus ini.

    Laga penentu gelar juara ini diprediksi akan menyedot perhatian publik sepak bola nasional. GBLA diperkirakan akan penuh sesak dengan ribuan Bobotoh yang ingin menyaksikan tim kesayangannya mengangkat trofi.

    Pihak manajemen Persib juga telah menyiapkan berbagai persiapan untuk seremoni setelah pertandingan. Mulai dari panggung kehormatan hingga kembang api, semuanya dirancang untuk memberikan momen tak terlupakan bagi pemain dan suporter.

    Namun, semua persiapan tersebut bisa sia-sia jika ketertiban tidak dijaga. Tobias menekankan bahwa perayaan juara yang sukses adalah perayaan yang aman dan tertib.

    “Kita ingin momen ini menjadi kenangan indah bagi semua, bukan kenangan buruk karena ulah segelintir oknum,” tegasnya.

    Dengan semangat kebersamaan, Bobotoh diharapkan dapat menunjukkan kedewasaan sebagai suporter. Dukungan penuh dari tribun, tanpa turun ke lapangan, akan menjadi hadiah terindah bagi para pemain yang telah berjuang sepanjang musim.

    Persib Bandung tinggal selangkah lagi menuju gelar juara. Kini, giliran Bobotoh untuk menunjukkan bahwa mereka layak mendampingi tim kesayangannya merayakan kesuksesan.

  • Persib vs Arema Imbang 0-0, Peluang Puncak Klasemen Terhambat

    Persib vs Arema Imbang 0-0, Peluang Puncak Klasemen Terhambat

    Jbnews.id – Persib Bandung gagal memanfaatkan momentum untuk mendekati puncak klasemen BRI Super League setelah ditahan imbang 0-0 oleh Arema FC dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). Hasil ini membuat langkah Maung Bandung kembali terhambat setelah sebelumnya juga hanya meraih hasil imbang.

    Pertandingan yang disaksikan langsung oleh puluhan ribu Bobotoh tersebut berjalan sengit sejak menit awal. Persib yang bertindak sebagai tuan rumah tampil dominan dalam penguasaan bola, namun kesulitan menembus pertahanan kokoh yang dibangun Arema FC. Insiden menarik terjadi saat Julio Cesar De Freitas Filho, pesepak bola asing Persib, melepaskan tendangan keras yang berhasil dihalau oleh penjaga gawang Arema FC, Lucas Henrique Frigeri.

    Kegagalan Persib meraih tiga poin di kandang sendiri menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka untuk bersaing di papan atas. Tim besutan pelatih Bojan Hodak sebelumnya sudah menuai hasil imbang 2-2 melawan Dewa United pada pekan lalu. Situasi ini membuat peta persaingan di puncak klasemen semakin ketat, dengan tim-tim lain seperti Borneo FC mulai mendekat.

    Jalannya pertandingan sebenarnya tidak sepenuhnya dikuasai Persib. Arema FC yang datang dengan status kuda hitam berhasil menunjukkan permainan disiplin dan efektif. Strategi yang diterapkan pelatih Arema berhasil mematikan lini serang Persib yang selama ini dikenal produktif. Meski demikian, kedua tim sama-sama menciptakan beberapa peluang emas, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor tetap 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

    Hasil imbang ini membuat Persib harus rela kehilangan dua poin penting di kandang. Mereka sebelumnya diunggulkan untuk memenangi pertandingan ini, apalagi dengan dukungan penuh Bobotoh. Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai prediksi. Arema FC pantas mendapatkan pujian atas performa solid mereka.

    Dari sisi statistik, Persib unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, namun gagal mengonversinya menjadi gol. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi lini depan Maung Bandung yang mulai tumpul dalam beberapa laga terakhir. Sementara itu, Arema FC menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan, terutama saat bermain di luar kandang.

    Hasil imbang ini membuat posisi Persib di klasemen sementara belum beranjak signifikan. Mereka masih harus bekerja keras untuk bisa kembali ke jalur kemenangan. Laga selanjutnya akan menjadi ujian berat bagi Persib untuk membuktikan konsistensi permainan mereka.

    Sementara itu, Arema FC berhasil membawa pulang satu poin berharga dari kandang lawan yang terkenal sulit ditaklukkan. Hasil ini tentu menjadi modal positif bagi mereka untuk melanjutkan perjuangan di sisa musim. Persaingan di papan tengah pun semakin memanas dengan hasil ini.

    Kedua tim kini harus segera melupakan hasil ini dan fokus pada pertandingan berikutnya. Persib diharapkan segera bangkit dan memperbaiki ketajaman lini depannya, sementara Arema FC akan berusaha mempertahankan tren positif mereka. BRI Super League musim ini masih panjang dan segalanya masih mungkin terjadi.

    Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena Wasit memimpin laga dengan cukup tegas, meskipun ada beberapa keputusan yang menuai protes dari kedua kubu. Namun secara keseluruhan, pertandingan berjalan fair dan menarik untuk disaksikan. Atmosfer di Stadion GBLA juga luar biasa dengan dukungan penuh dari Bobotoh.

    Dampak dari hasil ini sangat terasa bagi Persib yang kini harus lebih waspada karena tim-tim di atas mereka terus meraih poin. Kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri adalah sebuah kemunduran yang harus segera dievaluasi. Pelatih Bojan Hodak pasti sudah memiliki catatan khusus untuk diperbaiki.

    Dengan hasil ini, Persib Bandung harus bekerja ekstra keras untuk bisa kembali ke puncak klasemen. Mereka tidak boleh terpeleset lagi jika ingin ambisi juara musim ini terwujud. Dukungan Bobotoh pun harus menjadi energi positif bagi tim untuk bangkit.

    Arema FC, di sisi lain, berhasil membuktikan bahwa mereka adalah tim yang solid dan tidak mudah dikalahkan. Strategi bertahan yang rapat dan serangan balik cepat menjadi senjata andalan mereka. Ini adalah hasil yang sangat memuaskan bagi tim tamu.

    Secara keseluruhan, hasil imbang 0-0 ini memberikan pelajaran berharga bagi kedua tim. Persib menyadari bahwa tidak ada laga yang mudah di kompetisi ini, sementara Arema FC menunjukkan bahwa kerja keras dan disiplin bisa membuahkan hasil positif.

  • Persib Kejar Rekor, Arema Siap Jadi Kuda Hitam di Bandung

    Persib Kejar Rekor, Arema Siap Jadi Kuda Hitam di Bandung

    Jbnews.id – Persib Bandung akan menjamu Arema FC pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi ujian krusial bagi Maung Bandung yang tengah memburu rekor tak terkalahkan, sekaligus bagi Singo Edan yang ingin mempertahankan tren positif mereka.

    Bermain di kandang sendiri, tekanan jelas berada di pundak Persib. Tim asuhan Bojan Hodak saat ini kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 65 poin dari 28 pertandingan. Konsistensi sepanjang musim menjadi kunci keberhasilan mereka, termasuk catatan impresif 16 laga beruntun tanpa kekalahan. Rekor ini menjadi modal sekaligus beban tersendiri saat berhadapan dengan Arema yang tengah percaya diri.

    Dukungan puluhan ribu Bobotoh di Stadion GBLA diperkirakan akan menjadi energi tambahan. Atmosfer kandang kerap menjadi faktor pembeda dalam laga-laga krusial. Namun, tekanan untuk terus menang dan menjaga rekor bisa menjadi bumerang jika tim tidak mampu mengelola ekspektasi. Sebelumnya, Persib harus puas bermain imbang 2-2 melawan Dewa United, hasil yang membuat Persib Bandung imbangi Dewa United dan mempersempit jarak dengan pesaing.

    Di sisi lain, Arema FC datang dengan kepercayaan diri tinggi. Singo Edan sedang dalam tren positif dengan catatan tiga laga terakhir tanpa kekalahan. Tim besutan Marquinto Santos kini berada di posisi ke-11 dengan 38 poin. Meski belum menembus papan atas, Arema menunjukkan peningkatan performa signifikan di fase akhir musim.

    Dari segi permainan, Persib mengandalkan keseimbangan lini tengah yang dihuni Marc Klok, Thom Haye, dan Adam Alis, serta ketajaman lini depan yang diisi Ramon Tanque. Sementara Arema diprediksi akan bermain lebih defensif dan mengandalkan serangan balik cepat. Hasil imbang Persib sebelumnya membuat Persib diimbangi Dewa United dan membuat Borneo FC semakin mendekati puncak klasemen.

    Laga ini diprediksi berlangsung sengit. Persib butuh kemenangan untuk menjauh dari kejaran Borneo FC dan tim-tim papan atas lainnya. Arema, di sisi lain, ingin membuktikan bahwa tren positif mereka bukan sekadar kebetulan. Dengan tekanan kandang dan motivasi tinggi dari kedua tim, duel di GBLA layak dinantikan.

    Implikasi dari hasil laga ini akan terlihat pada peta persaingan di papan atas. Jika Persib menang, jarak poin dengan pesaing akan kembali melebar. Namun, jika Arema berhasil mencuri poin, persaingan menuju gelar juara akan semakin ketat. Publik sepak bola Indonesia pun menanti apakah rekor tak terkalahkan Persib akan bertahan atau justru berakhir di tangan Arema.

  • Telkomsel Luncurkan Promo Internet untuk Dukung WFH di Jabotabek

    Telkomsel Luncurkan Promo Internet untuk Dukung WFH di Jabotabek

    Jbnews.id – Telkomsel menghadirkan beragam paket promo internet untuk mendukung kebijakan Work From Home (WFH) di wilayah Jabotabek, termasuk Jakarta dan Banten. Promo ini dirancang untuk memberikan solusi konektivitas digital yang andal dan terjangkau bagi para pekerja dan pelajar yang beraktivitas dari rumah.

    Rangkaian penawaran khusus ini diumumkan pada Selasa, 21 April 2026. Langkah ini merupakan respons operator seluler tersebut terhadap kebutuhan akan kestabilan jaringan internet di tengah penerapan kebijakan WFH oleh pemerintah setempat. Fokus utama dari promo ini adalah kemudahan akses dan harga yang bersaing.

    Meski rincian nominal diskon dan kuota spesifik dari setiap paket belum diungkap secara detail, kehadiran promo ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran bulanan untuk internet. Kebutuhan akan koneksi yang stabil untuk rapat virtual, pengiriman data, dan pembelajaran daring menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan program ini.

    Wilayah Jabodetabek, yang mencakup Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, merupakan pusat ekonomi dengan jumlah pekerja remote yang signifikan. Keandalan jaringan di area ini menjadi faktor kritis untuk menjaga produktivitas. Promo dari Telkomsel ini bertujuan langsung menjawab tantangan tersebut dengan solusi yang lebih hemat.

    Dalam konteks aktivitas daring lainnya, seperti menonton pertandingan olahraga secara streaming langsung, kualitas jaringan juga sangat menentukan. Paket internet yang memadai memungkinkan pengguna untuk mengikuti berbagai acara, termasuk berita olahraga terkini, tanpa gangguan buffering.

    Implementasi WFH yang masif telah mengubah pola konsumsi data masyarakat urban. Operator telekomunikasi dituntut untuk tidak hanya menjaga kualitas jaringan tetapi juga memberikan nilai tambah melalui program kemudahan akses. Promo dari Telkomsel ini merupakan bagian dari strategi tersebut untuk mempertahankan dan menarik pelanggan di segmen perumahan.

    Keberhasilan kebijakan kerja jarak jauh sangat bergantung pada infrastruktur digital. Dengan menghadirkan promo khusus, Telkomsel berupaya memastikan bahwa aktivitas produktif masyarakat dapat berjalan lancar. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh pengguna dalam bentuk penghematan biaya operasional bulanan.

    Informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan, serta cara mengaktifkan berbagai paket promo internet Telkomsel ini, dapat diakses melalui kanal resmi perusahaan. Pelanggan disarankan untuk memilih paket yang paling sesuai dengan intensitas penggunaan data harian atau bulanan mereka selama bekerja dan belajar dari rumah.

  • Paramount Petals: Kota Mandiri Berkelanjutan di Tangerang

    Paramount Petals: Kota Mandiri Berkelanjutan di Tangerang

    Jbnews.id – Paramount Petals, sebuah kota mandiri di Tangerang, resmi diluncurkan pada Rabu, 22 April 2026. Proyek ini menekankan perencanaan matang di aspek lingkungan, keberlanjutan, dan kenyamanan hidup sebagai nilai inti pengembangannya.

    Konsep kota ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masa kini sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang. Fokus pada keberlanjutan menjadikannya salah satu proyek properti yang mendapat sorotan di kawasan Banten.

    Pembangunan Paramount Petals dilakukan dengan pendekatan holistik, mencakup berbagai aspek mulai dari tata ruang hijau, efisiensi energi, hingga integrasi fasilitas publik dan komersial. Lokasinya di Tangerang dipilih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

    Kehadiran kota mandiri seperti ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan urban baru yang lebih terencana. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengelola pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

    Dibandingkan dengan perkembangan kawasan lain di Banten, Paramount Petals mengusung diferensiasi jelas pada aspek lingkungan dan perencanaan jangka panjang. Proyek serupa sering kali hanya fokus pada pembangunan fisik tanpa visi keberlanjutan yang kuat.

    Pengembang Paramount Petals menyatakan komitmen untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan terintegrasi. Rencana induk kota mencakup penyediaan ruang terbuka hijau, sistem pengelolaan sampah yang modern, dan dukungan terhadap mobilitas ramah lingkungan.

    Peluncuran proyek ini terjadi dalam konteks meningkatnya permintaan akan hunian yang tidak hanya nyaman tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis. Masyarakat perkotaan semakin menyadari pentingnya kualitas hidup dan kelestarian lingkungan.

    Dampak kehadiran Paramount Petals diperkirakan akan mempengaruhi dinamika properti dan tata ruang di Tangerang serta sekitarnya. Proyek ini berpotensi menarik minat masyarakat yang menginginkan pola hidup lebih teratur dan berwawasan lingkungan.

    Pembangunan berkelanjutan menjadi isu krusial, terutama melihat tantangan perkembangan kota di berbagai daerah. Paramount Petals hadir sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan tersebut.

    Kredibilitas proyek semacam ini sangat bergantung pada eksekusi dan komitmen jangka panjang pengembang. Masyarakat dan calon penghuni akan mengawasi realisasi dari berbagai janji dan konsep yang ditawarkan.

    Infrastruktur pendukung menjadi faktor penentu kesuksesan kota mandiri. Akses transportasi, ketersediaan air bersih, listrik, dan jaringan komunikasi harus dipastikan berjalan optimal sejak awal.

    Dari perspektif ekonomi, proyek sebesar Paramount Petals akan menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan sektor riil di sekitarnya. Efek multiplier ini diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat lokal.

    Konsep “untuk generasi mendatang” yang diusung mengharuskan adanya regulasi dan tata kelola yang kuat. Tanpa itu, visi keberlanjutan hanya akan menjadi jargon pemasaran semata.

    Peluncuran Paramount Petals juga menarik untuk diamati dalam kaitannya dengan pembangunan infrastruktur besar lain di Banten. Sinergi antarproyek akan menentukan percepatan pembangunan wilayah.

    Ke depan, kesuksesan Paramount Petals sebagai kota mandiri berkelanjutan akan menjadi studi kasus penting bagi pengembangan urban di Indonesia. Hasilnya akan dijadikan acuan bagi proyek-proyek sejenis di masa datang.

  • Fadly Alberto Klaim Ucapan Rasis Picu Tendangan Kungfu di EPA U-20

    Fadly Alberto Klaim Ucapan Rasis Picu Tendangan Kungfu di EPA U-20

    Jbnews.id – Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, mengaku mendapat ucapan rasis yang memancing emosi sebelum melancarkan tendangan kungfu ke pemain Dewa United dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Klub membenarkan pengakuan pemain eks Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 tersebut, meski tidak membenarkan aksinya.

    Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pandu, menyatakan pihaknya telah menerima pengakuan langsung dari Fadly Alberto, yang akrab disapa Beto, terkait dugaan insiden tersebut. Yongky menegaskan bahwa ofisial tim tidak terlibat dalam keributan yang terjadi, meski narasi yang beredar juga menyebut keterlibatan staf pelatih.

    “Ada pengakuan dari pemain terkait dugaan ucapan rasis yang memancing emosi. Dari pengakuan Beto (Fadly Alberto) sendiri, dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Dia dikatakan, mohon maaf, ‘hitam’ atau apa segala macam,” kata Yongky, dikutip dari detikJateng.

    Pemain muda Bhayangkara FC, Fadly Alberto.

    Yongky menjelaskan bahwa ucapan tersebut yang kemudian memicu luapan emosi Fadly Alberto. Namun, ia juga menyebut bahwa pemain Dewa United terlebih dahulu melakukan tendangan serupa sebelum aksi Fadly terjadi. “Sehingga dia merasa emosi dan meluapkan emosinya itu ke salah satu pemain di video viral itu. Tapi sebelum itu, pemain Dewa pun juga melakukan tendangan seperti yang dilakukan Beto,” ujarnya menambahkan.

    Insiden yang terekam video dan menjadi viral itu menunjukkan Fadly Alberto melancarkan tendangan keras ke arah pemain Dewa United U-20. Korban terlihat mengalami luka di wajah berdasarkan foto yang beredar. Aksi ini berpotensi mendatangkan sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI terhadap pemain berusia muda tersebut.

    Pihak Bhayangkara FC secara tegas menyatakan tidak membenarkan tindakan pemainnya. Yongky menekankan bahwa level EPA U-20 adalah ajang pembinaan yang seharusnya diisi dengan nilai-nilai positif. “Sekali lagi kami tidak membenarkan tindakan pemain kami. Itu jelas tidak baik, apalagi ini level pembinaan,” ucapnya.

    Klub saat ini sedang melakukan evaluasi internal, khususnya terhadap Fadly Alberto. Proses pendalaman alasan di balik aksi pemain yang dibina dari usia dini itu sedang dilakukan. “Kami tanya kenapa kamu seperti ini, kami ajak diskusi. Kami tetap akan memberikan pembinaan secara khusus, bagaimanapun juga itu pemain kami yang kami bina dari usia dini,” jelas Yongky.

    Bhayangkara FC berjanji akan terus mengupayakan penerapan nilai-nilai pembinaan sepakbola yang positif. Insiden ini dinilai mencoreng nama baik klub di tengah komitmen mereka terhadap pengembangan pemain muda. Sanksi disipliner dari PSSI menjadi konsekuensi nyata yang dihadapi Fadly Alberto atas aksinya di lapangan.

    Kasus ini menyoroti kembali isu perlakuan tidak sportif dan diskriminasi di level sepakbola usia muda Indonesia. EPA U-20 sebagai kompetisi elite pembinaan diharapkan menjadi wadah penanaman karakter, di samping pengembangan skill teknis pemain.

  • Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Super League

    Persib Bandung Imbangi Dewa United 2-2 di Super League

    Jbnews.id – Persib Bandung berhasil meraih satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United dalam lanjutan Super League di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026) malam WIB. Maung Bandung bangkit dari ketertinggalan dua gol, sementara tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain setelah Alex Martins menerima kartu merah.

    Hasil ini menambah koleksi poin Persib menjadi 65, mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara. Sementara itu, Dewa United tetap di peringkat ketujuh dengan 41 poin.

    Laga dimulai dengan tekanan awal dari Persib. Belum genap satu menit, Ramon Tanque sudah mengancam. Peluang lain datang pada menit ke-13 melalui sundulan Tanque yang masih melambung. Namun, justru Dewa United yang unggul lebih dulu. Alex Martins mencetak gol pertama setelah memanfaatkan umpan dari Alexis Messidoro.

    Persib tampak kesulitan membangun serangan dan kembali kebobolan pada menit ke-61. Ricky Kambuaya menggandakan keunggulan Dewa United menjadi 2-0. Situasi berubah dua menit kemudian ketika Alex Martins, pencetak gol pertama, mendapat kartu merah, memaksa Dewa United bermain dengan sepuluh pemain.

    Kebangkitan Persib di Akhir Laga

    Keunggulan numerik dimanfaatkan Persib untuk bangkit. Tim asuhan Bandung mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-77. Thom Haye maju sebagai eksekutor dan sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

    Tekanan berlanjut dan berbuah gol penyama kedudukan di menit ke-86. Andrew Jung menyambut umpan silang dengan sundulan yang tak bisa dihalau kiper Dewa United, Sonny Stevens. Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan usai.

    Susunan pemain Persib Bandung: Teja Paku Alam; Kakang Rudianto, Julio Cesar, Federico Barba, Eliano Reijnders; Marc Klok, Thom Haye, Adam Alis; Beckham Putra, Berguinho, Ramon Tanque.

    Susunan pemain Dewa United: Sonny Stevens; Johnathan Pereira, Damion Lowe, Brian Fatari, Altariq Ballah; Jaja, Ivar Jenner; Alexis Messidoro, Ricky Kambuaya, Noah Sadaoui; Alex Martins.

    Poin ini menjadi modal penting bagi Persib dalam perburuan gelar juara Super League. Sementara bagi Dewa United, hasil ini merupakan catatan positif meski gagal mempertahankan keunggulan.