Jbnews.id – Sebanyak 300 calon jemaah haji asal Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti simulasi manasik haji di Al Mahmudah Manasik Training Center sebagai persiapan akhir sebelum berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Kegiatan yang digelar pada Kamis (23/4) ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan fisik dan mental para peserta, di tengah arus pemberangkatan kloter perdana yang telah tiba di Madinah pada Rabu (22/4).
Latihan ini mencakup simulasi rangkaian ibadah inti, mulai dari praktik mengenakan pakaian ihram, mengikuti ceramah manasik, hingga latihan lempar jumrah. Para peserta juga mengikuti simulasi tawaf untuk memahami tata cara mengelilingi Ka’bah secara tertib dan sesuai syariat.
Kegiatan manasik massal ini menjadi momentum krusial bagi calon haji, terutama untuk meminimalkan kesalahan saat menjalankan ibadah di Arab Saudi. Pemerintah Kota Tangsel melalui Kantor Kementerian Agama setempat terus memastikan setiap jemaah mendapatkan pembekalan yang memadai, baik secara teori maupun praktik.
Hingga saat ini, tiga kloter perdana jemaah haji Indonesia telah dilaporkan tiba di Madinah. Proses pemberangkatan bertahap ini akan berlangsung hingga puncak musim haji. Bagi jemaah asal Banten, terdapat kabar baik terkait akses keberangkatan, sebagaimana dilaporkan dalam artikel sebelumnya yang mencatat sejarah baru pemberangkatan langsung dari Cipondoh.
Baca Juga:
Simulasi ini tidak hanya menguji pemahaman tata cara ibadah, tetapi juga membangun kebugaran fisik. Mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan daya tahan tubuh prima, latihan seperti tawaf dan sa’i menjadi bagian penting dari kurikulum manasik. Para calon haji juga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan mematuhi protokol yang berlaku.
Kesiapan mental juga menjadi fokus utama. Ceramah dan bimbingan yang diberikan selama manasik bertujuan memperkuat spiritualitas serta kesabaran jemaah menghadapi berbagai tantangan di Tanah Suci, seperti cuaca ekstrem dan kepadatan jamaah dari seluruh dunia.
Dengan bekal simulasi yang matang, diharapkan calon jemaah haji asal Tangsel dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, tertib, dan selamat hingga kembali ke tanah air. Proses pemantauan dan pendampingan akan terus dilakukan oleh petugas kloter dan Kementerian Agama selama di Arab Saudi.
