Author: Hamzah Nurhamzah

  • Foto Awan Badai dari ISS Bikin Takjub, Ini Penjelasan Sainsnya

    Foto Awan Badai dari ISS Bikin Takjub, Ini Penjelasan Sainsnya

    JBNews.id — Astronot NASA, Jessica Meir, membagikan foto awan badai yang diambil dari International Space Station (ISS), memperlihatkan gumpalan awan raksasa dengan bentuk mencolok di atas Pasifik Barat Laut. Foto-foto ini memberikan perspektif baru tentang fenomena cuaca yang hanya bisa dilihat dari orbit Bumi.

    Dalam unggahannya, Meir mengaku tidak pernah bosan mengamati awan dari orbit Bumi. “Bahkan hanya melihat awan dari Stasiun Luar Angkasa saja sudah begitu memikat. Bentuk, tekstur, dan ukurannya seolah tak ada habisnya. Biasanya awan tampak tenang, tetapi pekan ini awan badai di atas Pasifik Barat Laut terlihat begitu mengintimidasi,” tulis Meir seperti dikutip dari NDTV.

    Dari permukaan Bumi, manusia hanya melihat bagian bawah atau samping awan. Sebaliknya, astronot di ISS melihat keseluruhan struktur awan dari atas sehingga bentuknya tampak menyerupai kubah raksasa dengan pola yang jauh lebih jelas. Awan badai seperti yang dipotret Meir merupakan jenis cumulonimbus, yakni awan yang tumbuh secara vertikal akibat arus udara panas yang naik dengan cepat.

    Awan ini dapat menjulang hingga belasan kilometer ke atmosfer dan menjadi penyebab hujan lebat, petir, angin kencang, bahkan tornado. Dari orbit sekitar 400 kilometer di atas permukaan Bumi, bagian puncak awan terlihat melebar seperti landasan. Bentuk inilah yang sulit diamati dari bawah, tetapi tampak sangat jelas dari ISS.

    Awan badai dari permukaan Bumi mungkin sudah menjadi pemandangan biasa. Namun dari luar angkasa, bentuknya terlihat jauh lebih dramatis.

    Selain menjalankan eksperimen ilmiah, astronot di ISS juga rutin mendokumentasikan berbagai fenomena alam di Bumi. Foto-foto yang diambil dari luar angkasa membantu ilmuwan memantau perkembangan badai, kebakaran hutan, letusan gunung api, hingga aurora. Perspektif dari orbit memungkinkan pola awan dan sistem cuaca diamati dalam cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan pengamatan dari darat.

    Karena ISS mengorbit Bumi sekitar setiap 90 menit, astronot dapat menyaksikan perubahan cuaca di berbagai belahan dunia hanya dalam waktu singkat. Hal ini memberikan data berharga bagi para ilmuwan untuk memahami dinamika atmosfer secara lebih komprehensif.

    Fenomena ini juga relevan dengan perkembangan teknologi pengolahan citra yang semakin canggih. Sebagai contoh, Polisi Vancouver Gunakan AI untuk mengedit foto barang bukti, menunjukkan bagaimana teknologi pengolahan gambar terus berkembang di berbagai bidang. Sementara itu, AI Ubah Foto Apartemen juga menjadi perhatian karena bisa menipu pencari rumah.

    Foto-foto awan badai dari ISS ini tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga memberikan pemahaman lebih dalam tentang struktur dan perilaku awan cumulonimbus. Dengan teknologi pencitraan modern, para ilmuwan dapat menganalisis pola awan untuk meningkatkan prediksi cuaca ekstrem.

    Bagi penggemar astronomi dan fotografi, gambar-gambar ini menjadi bukti bagaimana perspektif yang berbeda bisa mengungkap keindahan alam yang tersembunyi. Teknologi pengolahan gambar juga berperan penting dalam memaksimalkan detail foto, mirip dengan Apple Rilis AI Foto di iOS 27 yang menggunakan pendekatan hati-hati.

    Fenomena awan badai yang terlihat dari ISS ini juga mengingatkan kita pada pentingnya menjaga Bumi. Cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim membuat pemantauan dari luar angkasa menjadi semakin krusial. Data dari ISS membantu para ilmuwan mempelajari dampak perubahan iklim terhadap pola cuaca global.

    Dengan orbit yang rendah, ISS menjadi platform ideal untuk mengamati Bumi. Selain awan badai, astronot juga sering mendokumentasikan kebakaran hutan, letusan gunung api, dan aurora. Semua data ini dikumpulkan untuk kepentingan penelitian dan mitigasi bencana.

    Foto-foto yang diambil oleh Jessica Meir ini menjadi pengingat bahwa keindahan alam seringkali tersembunyi dan hanya bisa dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Teknologi luar angkasa membuka jendela baru bagi manusia untuk memahami planet kita sendiri.

    Implikasinya, foto-foto ini tidak hanya menjadi bahan edukasi tetapi juga inspirasi bagi generasi muda untuk tertarik pada sains dan teknologi antariksa. Dengan semakin banyaknya data visual dari ISS, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga Bumi semakin meningkat.

  • Meta PCs Rilis Steamroller, PC Rakitan Pertama dengan SteamOS

    Meta PCs Rilis Steamroller, PC Rakitan Pertama dengan SteamOS

    JBNews.id — Meta PCs meluncurkan desktop gaming rakitan bernama Steamroller yang secara langsung menggunakan SteamOS buatan Valve, meninggalkan Microsoft Windows sebagai sistem operasi bawaan. Langkah ini mengubah PC desktop standar dengan komponen pasaran menjadi “Steam Machine” khusus yang menawarkan pengalaman bermain game instan layaknya konsol. Perangkat ini ditargetkan mampu menjalankan game AAA kelas berat seperti Cyberpunk 2077, Elden Ring, dan Baldur’s Gate 3 pada resolusi 1080p dengan frame rate tinggi.

    Keputusan Meta PCs untuk mengadopsi SteamOS secara penuh menandai perubahan signifikan di industri PC rakitan. Alih-alih mengikuti arus utama yang menggunakan Windows, perusahaan ini memilih sistem operasi berbasis Linux buatan Valve. Langkah ini mengingatkan pada proyek Steam Machine generasi pertama pada 2013 yang gagal total karena minimnya dukungan perpustakaan game Linux. Namun, situasi kini berbeda drastis berkat teknologi translasi Proton.

    SteamOS saat ini dipersenjatai dengan Proton yang memungkinkan sebagian besar game khusus Windows di Steam berjalan mulus secara native tanpa perlu menunggu versi Linux dari developer. Valve juga tengah gencar mendorong adopsi SteamOS di luar perangkat buatan mereka sendiri. Melalui pembaruan SteamOS 3.8, Valve memperluas dukungan untuk platform AMD dan Intel terbaru, serta secara terbuka mendorong komunitas untuk merakit Steam Machine mereka sendiri, asalkan menggunakan kartu grafis AMD.

    Spesifikasi Lengkap Steamroller

    Secara perangkat keras, Steamroller dirancang sebagai mesin gaming kelas menengah modern. Berikut adalah spesifikasi utama yang disematkan:

    • Prosesor: AMD Ryzen 5 9600X (6-core)
    • Kartu Grafis: Radeon RX 7600
    • RAM: 16GB DDR5-5600
    • Penyimpanan: SSD 1TB NVMe M.2
    • Motherboard: Pilihan antara B650M atau B850M (sudah terintegrasi dengan Wi-Fi)
    • Sistem Pendingin: Pendingin cair AIO 240mm buatan Meta
    • Power Supply: 650W dengan sertifikasi 80+ Gold
    • Casing: Jonsbo D32 berwarna hitam

    Kombinasi komponen ini menjanjikan performa gaming yang solid di kelasnya. Dengan prosesor AMD Ryzen 5 9600X dan GPU Radeon RX 7600, Steamroller mampu menangani game-game modern tanpa masalah berarti. RAM 16GB DDR5 dan SSD NVMe 1TB menjadi standar yang memadai untuk pengalaman gaming yang responsif.

    SteamOS dan Proton: Kunci Keberhasilan

    Bintang sesungguhnya dari Steamroller adalah perangkat lunaknya. Dengan SteamOS yang sudah terinstal dari pabrik, pengalaman menggunakan PC ini akan terasa sangat mirip dengan konsol portabel Steam Deck. Pengguna akan langsung disambut dengan antarmuka Steam yang familier dan mode Big Picture yang sangat bersahabat dengan kontroler gamepad.

    Developer perangkat lunak Valve, Pierre-Loup Griffais, mengonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja sama erat dengan Nvidia untuk menghadirkan dukungan SteamOS bagi Tim Hijau. Namun, ia mewanti-wanti bahwa dukungan tersebut kemungkinan belum akan rampung pada tahun 2026 ini. Ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas kartu grafis di masa depan.

    Kehadiran Steamroller juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin merasakan ekosistem SteamOS tanpa harus membeli Steam Deck. Dengan spesifikasi yang lebih tinggi dan kemampuan upgrade komponen, PC rakitan ini menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki konsol genggam Valve.

    Harga dan Ketersediaan

    Meta PCs membanderol konfigurasi dasar Steamroller dengan harga USD 1.299, setara sekitar Rp 21,3 juta. Harga tersebut sudah mencakup layanan purnajual seumur hidup untuk diagnosis hardware, pemecahan masalah software, dan dukungan perawatan umum. Konsumen juga ditawarkan opsi perpanjangan garansi ekstra seharga USD 180 (sekitar Rp 2,9 juta) untuk durasi dua tahun, atau USD 240 (sekitar Rp 3,9 juta) untuk opsi tiga tahun.

    Bagi mereka yang sudah melakukan pre-order, PC gaming unik ini dijadwalkan mulai dikirim ke tangan konsumen pada 3 Juli 2026. Ini menjadi momentum penting bagi industri PC gaming, terutama bagi mereka yang ingin beralih dari ekosistem Windows ke SteamOS. Fenomena serupa juga terjadi di sektor lain, seperti keputusan Musk meninggalkan TSMC untuk bermitra dengan Samsung.

    Meski harga yang ditawarkan cukup kompetitif untuk PC gaming kelas menengah, keputusan menggunakan SteamOS mungkin menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli. Kompatibilitas game dan dukungan driver menjadi dua faktor kunci yang perlu dipertimbangkan. Namun dengan teknologi Proton yang terus berkembang, hambatan tersebut perlahan mulai teratasi.

    Implikasinya bagi konsumen Indonesia, PC rakitan dengan SteamOS ini membuka opsi baru di luar dominasi Windows. Dengan harga yang setara PC gaming kelas menengah, Steamroller menawarkan pengalaman konsol-like yang unik. Namun, ketersediaan dan dukungan purna jual di Indonesia masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

  • Harga iPhone Juli 2026: iPhone 17 Naik, Cek Daftar Lengkap

    Harga iPhone Juli 2026: iPhone 17 Naik, Cek Daftar Lengkap

    JBNews.id — Harga iPhone di Indonesia kembali mengalami penyesuaian per 1 Juli 2026. Pantauan terbaru menunjukkan model iPhone 17 mengalami kenaikan harga di berbagai distributor resmi, sementara seri iPhone 16, 15, dan 14 masih bertahan dengan harga yang relatif stabil.

    Penyesuaian harga ini berkaitan dengan pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang memengaruhi harga jual resmi atau Suggested Retail Price (SRP). Meski demikian, sejumlah mitra resmi masih menawarkan promo terbatas berupa potongan harga, cicilan 0%, hingga program trade-in yang dapat membuat harga akhir menjadi lebih murah.

    Kenaikan harga ini terjadi di tengah tren kenaikan harga gadget global. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Krisis RAM turut memicu tekanan pada harga perangkat elektronik di berbagai merek.

    Harga iPhone 17 Series Juli 2026

    Lini iPhone 17 masih menjadi model yang paling diminati di pasar premium Indonesia. Berikut daftar harga terbaru yang berlaku per Juli 2026:

    iPhone 17

    • 256 GB: Rp 17.999.000 (sebelumnya Rp 17.499.000)
    • 512 GB: Rp 22.749.000 (sebelumnya Rp 22.499.000)

    iPhone 17 Pro

    • 256 GB: Rp 24.999.000
    • 512 GB: Rp 29.499.000
    • 1 TB: Rp 34.249.000

    iPhone 17 Pro Max

    • 256 GB: Rp 26.999.000
    • 512 GB: Rp 31.499.000
    • 1 TB: Rp 36.249.000
    • 2 TB: Rp 45.249.000

    iPhone Air

    • 256 GB: Rp 16.999.000
    • 512 GB: Rp 21.749.000
    • 1 TB: Rp 25.999.000

    iPhone 17e

    • 256 GB: Rp 13.499.000
    • 512 GB: Rp 17.999.000

    Kenaikan harga pada lini iPhone 17 sejalan dengan kebijakan Apple yang sebelumnya telah menaikkan harga produk karena faktor biaya produksi dan komponen. Untuk informasi lebih lanjut, simak artikel tentang Apple Naikkan Harga Produk karena AI yang membahas dampaknya terhadap konsumen.

    iPhone 17 Series dan Air

    Harga iPhone 16 Series

    Meski sudah berusia satu generasi, iPhone 16 masih menjadi pilihan banyak konsumen karena menawarkan fitur flagship dengan harga yang lebih terjangkau. Berikut harga terbaru iPhone 16 per Juli 2026:

    iPhone 16

    • 128 GB: Rp 15.499.000
    • 256 GB: Rp 17.499.000
    • 512 GB: Rp 20.999.000

    iPhone 16 Plus

    • 128 GB: Rp 16.499.000
    • 256 GB: Rp 18.499.000
    • 512 GB: Rp 22.999.000

    iPhone 16 Pro

    • 128 GB: Rp 17.499.000
    • 256 GB: Rp 19.999.000
    • 512 GB: Rp 23.499.000
    • 1 TB: Rp 27.999.000

    iPhone 16 Pro Max

    • 256 GB: Rp 20.499.000
    • 512 GB: Rp 21.999.000
    • 1 TB: Rp 24.999.000

    iPhone 16e

    • 128 GB: Rp 8.999.000
    • 256 GB: Rp 11.249.000
    • 512 GB: Rp 13.499.000

    Harga iPhone 15 & 14 Series

    iPhone 15 yang kini telah berusia dua generasi ternyata masih memiliki banyak peminat. Berikut harga terbaru yang berlaku:

    iPhone 15

    • 128 GB: Rp 12.499.000
    • 256 GB: Rp 14.749.000
    • 512 GB: Rp 17.999.000

    iPhone 15 Plus

    • 128 GB: Rp 12.999.000
    • 256 GB: Rp 15.499.000
    • 512 GB: Rp 18.899.000

    iPhone 14

    • 128 GB: Rp 8.749.000

    Harga-harga tersebut merupakan harga resmi dan dapat berbeda tergantung promo bank, program cicilan, maupun trade-in yang ditawarkan masing-masing distributor. Tren kenaikan harga ini juga terjadi di segmen lain, seperti yang terlihat pada Microsoft Naikkan Harga Xbox Series menjelang rilis game besar.

    Bagi konsumen yang mencari pilihan lebih hemat, seri iPhone 16e dan iPhone 14 masih menjadi opsi menarik dengan harga di bawah Rp 10 juta. Sementara itu, bagi pengguna yang menginginkan teknologi terbaru, iPhone 17 series menawarkan fitur premium dengan konsekuensi harga yang lebih tinggi.

    Dampak dari kenaikan harga ini perlu dicermati oleh konsumen yang berencana membeli iPhone dalam waktu dekat. Disarankan untuk membandingkan harga dari beberapa distributor dan memanfaatkan promo yang tersedia agar mendapatkan harga terbaik.

  • AS Cabut Pembatasan Ekspor Model AI Anthropic Terbaru

    AS Cabut Pembatasan Ekspor Model AI Anthropic Terbaru

    JBNews.id — Pemerintahan Trump mencabut pembatasan ekspor untuk dua model kecerdasan buatan (AI) tercanggih milik Anthropic, Fable 5 dan Mythos 5, setelah perusahaan mencapai kesepakatan dengan Departemen Perdagangan AS. Keputusan ini diumumkan melalui surat yang dikirim Menteri Perdagangan Howard Lutnick kepada salah satu pendiri Anthropic, Tom Brown, dan dilihat oleh WIRED.

    Dalam surat tersebut, Lutnick menyatakan bahwa lisensi ekspor tidak lagi diperlukan untuk model Mythos dan Fable. “Lisensi tidak lagi diperlukan untuk ekspor, re-ekspor, atau transfer dalam negeri, termasuk deemed export atau deemed re-export, dari model Mythos atau Fable,” tulis Lutnick. Sebelumnya, kedua model ini hanya disetujui untuk dirilis ke perusahaan dan lembaga pemerintah tertentu.

    Perkembangan ini terjadi setelah Anthropic bekerja sama dengan Departemen Perdagangan dan Gedung Putih untuk memperkuat pengamanan terhadap pengguna yang mencoba melewati batasan keamanan Fable guna mengakses kemampuan terlarang, terutama yang terkait dengan keamanan siber. Hal ini diketahui dari sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

    “Antara lain, Anthropic telah setuju untuk secara proaktif mendeteksi dan mengatasi risiko keamanan yang terkait dengan model-model ini; untuk bekerja sama dengan pemerintah AS mengenai protokol, standar, dan rilis untuk Mythos, Fable, dan model-model masa depan,” tulis Lutnick dalam suratnya.

    Lutnick memimpin upaya pemerintahan Trump untuk menyelesaikan perselisihan dengan Anthropic, bersama dengan direktur siber nasional Sean Cairncross. Sebelumnya, Anthropic berpendapat bahwa kekhawatiran keamanan dari pemerintahan berlebihan. Perusahaan menyatakan tidak mungkin memastikan tidak ada jailbreak yang bisa membuka kemampuan lebih kuat dari model Mythos yang dibatasi.

    Dalam beberapa pekan terakhir, Anthropic mengubah pendekatan untuk mencoba mengembalikan akses Fable, yang juga berarti mengubah gaya komunikasi perusahaan dengan pemerintahan. WIRED sebelumnya melaporkan bahwa CEO Anthropic Dario Amodei baru-baru ini digantikan dalam pertemuan oleh Brown, yang lebih disukai para pejabat secara personal.

    Anthropic juga meyakinkan pemerintah bahwa mereka akan berusaha mengurangi jumlah jailbreak dengan membangun pengaman yang lebih kokoh, secara efektif mengatakan apa yang ingin didengar pemerintahan daripada memperdebatkan kembali isu konseptual tentang apakah jailbreak dapat dihentikan, kata sumber tersebut.

    Implikasi bagi Industri AI Global

    Keputusan ini memiliki dampak signifikan bagi lanskap AI global. Dengan dicabutnya pembatasan ekspor, Anthropic kini dapat mendistribusikan model Fable 5 dan Mythos 5 secara lebih luas ke pasar internasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintahan Trump untuk mendorong kepemimpinan AS dalam teknologi AI, mirip dengan kebijakan AI sukarela yang sebelumnya diteken.

    Kesepakatan ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam hubungan antara perusahaan AI terkemuka dan pemerintah. Alih-alih bersikap konfrontatif, Anthropic memilih untuk berkolaborasi dengan otoritas regulasi untuk membangun kerangka keamanan yang lebih kuat. Strategi ini tampaknya berhasil membuka kembali akses pasar global untuk produk-produk unggulan mereka.

    Bagi para pelaku industri, langkah ini bisa menjadi preseden bagi perusahaan AI lain yang menghadapi pengawasan ketat dari pemerintah. Pendekatan kooperatif seperti yang dilakukan Anthropic mungkin menjadi model baru dalam navigasi regulasi AI yang semakin kompleks.

    Detail Kesepakatan dan Keamanan Model

    Salah satu poin kunci dalam kesepakatan adalah komitmen Anthropic untuk secara proaktif mendeteksi dan mengatasi risiko keamanan. Perusahaan setuju untuk bekerja sama dengan pemerintah AS dalam mengembangkan protokol dan standar untuk rilis model Mythos, Fable, dan model-model mendatang.

    Kekhawatiran utama pemerintah sebelumnya berfokus pada potensi penyalahgunaan model AI canggih untuk serangan siber. Fable 5, sebagai model yang lebih ringan, tetap memiliki kemampuan yang dianggap berisiko jika jatuh ke tangan yang salah. Sementara Mythos 5, dengan kapasitas yang jauh lebih besar, menimbulkan kekhawatiran yang lebih serius.

    Anthropic awalnya berargumen bahwa tidak mungkin menciptakan model AI yang sepenuhnya kebal terhadap jailbreak. Namun, setelah negosiasi intensif, perusahaan setuju untuk membangun pengaman yang lebih kokoh dan mengurangi jumlah celah keamanan yang dapat dieksploitasi.

    Perubahan sikap ini mencerminkan realitas baru dalam industri AI, di mana perusahaan harus menyeimbangkan inovasi dengan tanggung jawab keamanan. Keputusan pemerintah untuk mencabut pembatasan ekspor menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dapat menghasilkan solusi yang memuaskan semua pihak.

    Bagi para pengembang dan peneliti AI di Indonesia dan negara-negara lain, keputusan ini membuka peluang untuk mengakses model-model AI paling canggih dari Anthropic. Namun, akses ini kemungkinan akan tetap tunduk pada kerangka regulasi masing-masing negara.

    Langkah Anthropic ini juga terjadi di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, di mana AS berusaha mempertahankan keunggulan teknologinya. Keputusan untuk melonggarkan kontrol ekspor model AI canggih dapat dilihat sebagai upaya untuk memperkuat aliansi dengan negara-negara mitra, sekaligus mendorong adopsi standar keamanan yang lebih ketat secara global.

    Pemerintahan Trump sendiri telah menunjukkan minat besar dalam mempercepat pengembangan teknologi strategis, termasuk melalui eksekutif untuk akselerasi komputasi kuantum. Keputusan terkait Anthropic ini konsisten dengan agenda tersebut.

    Ke depannya, pengawasan terhadap distribusi dan penggunaan model AI canggih kemungkinan akan terus menjadi isu sentral. Kesepakatan antara Anthropic dan pemerintah AS bisa menjadi cetak biru bagi regulasi AI di masa depan, di mana perusahaan dan regulator bekerja sama untuk memaksimalkan manfaat sambil meminimalkan risiko.

    Bagi masyarakat umum, perkembangan ini berarti akses yang lebih luas terhadap teknologi AI canggih, meskipun dengan pengamanan yang lebih ketat. Ini bisa mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga manufaktur, dengan implikasi positif bagi produktivitas dan inovasi.

    Keputusan Menteri Perdagangan Lutnick untuk mencabut pembatasan ekspor ini merupakan langkah berani yang mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap komitmen keamanan Anthropic. Keberhasilan implementasi kesepakatan ini akan menjadi ujian bagi model kolaborasi publik-swasta dalam mengelola risiko teknologi AI.

  • Meta Batasi Fitur AI Kacamata, Pengguna Wajib Bayar

    Meta Batasi Fitur AI Kacamata, Pengguna Wajib Bayar

    JBNews.id — Meta secara diam-diam mengumumkan pembatasan penggunaan fitur Conversation Focus pada kacamata pintarnya menjadi hanya tiga jam per bulan, kecuali pengguna membayar langganan Meta One Premium sebesar US$19,99 per bulan. Kebijakan ini menuai kontroversi karena fitur tersebut dijalankan sepenuhnya di perangkat tanpa bergantung pada server Meta.

    Dalam sebuah artikel bantuan, Meta menegaskan bahwa perusahaan tidak akan mewajibkan langganan untuk menggunakan kacamata secara keseluruhan. Namun, mereka memberlakukan “rate limit” untuk fitur AI tertentu. Bahkan pelanggan premium hanya akan mendapatkan 15 jam penggunaan Conversation Focus per bulan di bawah batasan tersebut.

    Yang menjadi sorotan adalah alasan teknis di balik pembatasan ini. Fitur Conversation Focus, yang memperkuat suara lawan bicara agar lebih terdengar di lingkungan bising, tidak menggunakan server Meta. Fitur ini berjalan pada perangkat menggunakan chip di dalam kacamata yang sudah dibeli pengguna. Uji coba mematikan koneksi internet membuktikan fitur tersebut tetap berfungsi tanpa gangguan.

    Tahun lalu, Meta memperkenalkan Conversation Focus dengan deskripsi: “[C]onversation focus uses your AI glasses’ open-ear speakers, beamforming technology, and real-time spatial processing to dynamically amplify the voice of the person you’re talking to.” Deskripsi ini menegaskan bahwa fitur tersebut beroperasi secara lokal tanpa perlu koneksi internet.

    Kebijakan ini muncul di tengah tekanan finansial Meta untuk mendanai investasi AI. Perusahaan baru saja melakukan pemutusan hubungan kerja sekitar 10 persen dari total tenaga kerja, atau sekitar 8.000 orang, untuk mengimbangi biaya investasi AI. Meta juga baru saja menurunkan harga tiga pasang kacamata AI sebesar US$80 dengan menghilangkan merek Ray-Ban.

    Langkah ini dinilai sebagai strategi baru Meta untuk menghasilkan pendapatan berulang dari perangkat keras yang sudah dibeli konsumen. Pengamat industri menilai bahwa pembatasan fitur on-device seperti Conversation Focus menimbulkan pertanyaan serius tentang model bisnis perusahaan di masa depan.

    Meta belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait kebijakan ini. Perusahaan juga belum menjelaskan apakah akan memberlakukan pembatasan serupa pada fitur on-device lainnya di masa mendatang. Sementara itu, pengguna di media sosial mengecam langkah ini sebagai bentuk “monetisasi berlebihan” yang merusak pengalaman pengguna.

    Implikasi dari kebijakan ini cukup luas. Bagi pengguna yang mengandalkan Conversation Focus untuk komunikasi sehari-hari, biaya langganan bulanan menjadi beban tambahan. Di sisi lain, langkah ini juga menunjukkan bahwa Meta sedang mencari cara baru untuk memonetisasi ekosistem perangkat kerasnya di tengah perlambatan pertumbuhan pendapatan iklan.

    Fitur Conversation Focus sendiri merupakan salah satu fitur unggulan kacamata pintar Meta. Fitur ini memungkinkan pengguna mendengar lawan bicara dengan lebih jelas di tempat ramai seperti restoran atau stasiun kereta. Dengan teknologi beamforming dan pemrosesan spasial real-time, fitur ini mampu memisahkan suara target dari kebisingan latar belakang.

    Keputusan Meta untuk membatasi fitur yang berjalan secara lokal menuai kritik dari berbagai kalangan. Para ahli teknologi menilai bahwa kebijakan ini tidak masuk akal secara teknis karena fitur tersebut tidak menggunakan sumber daya server Meta. Pertanyaan pun muncul apakah Meta memiliki perjanjian lisensi rahasia dengan perusahaan lain yang menimbulkan biaya setiap kali Conversation Focus digunakan.

    Jika tidak ada alasan teknis yang jelas, kebijakan ini terlihat seperti upaya untuk memaksa pengguna beralih ke model langganan. Langkah ini juga berpotensi merusak kepercayaan konsumen terhadap produk perangkat keras Meta di masa depan. Pengguna mungkin akan berpikir dua kali sebelum membeli produk Meta jika fitur-fitur penting kemudian dibatasi tanpa alasan yang jelas.

    Seiring dengan perkembangan teknologi AI, banyak perusahaan mulai menerapkan model bisnis berbasis langganan untuk fitur-fitur premium. Namun, pembatasan fitur yang sudah menjadi bagian dari perangkat yang dibeli konsumen dianggap sebagai langkah yang terlalu jauh.

    Bagi konsumen di Indonesia, kebijakan ini mungkin belum berdampak langsung karena kacamata pintar Meta belum resmi dipasarkan secara luas di Tanah Air. Namun, tren ini patut diwaspadai sebagai sinyal bahwa perusahaan teknologi global semakin agresif dalam menerapkan model bisnis langganan.

    Meta telah mengambil langkah serupa di masa lalu dengan membatasi Uji Keamanan AI pada platformnya. Perusahaan juga baru-baru ini mengembangkan Aplikasi Prediksi Arena yang meniru Polymarket. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Meta sedang bereksperimen dengan berbagai model bisnis baru di luar pendapatan iklan tradisional.

    Keputusan Meta untuk membatasi fitur Conversation Focus menjadi ujian bagi hubungan perusahaan dengan konsumennya. Jika kebijakan ini berlanjut, Meta berisiko kehilangan basis pengguna setia yang telah berinvestasi pada ekosistem perangkat kerasnya. Di sisi lain, jika kebijakan ini berhasil, perusahaan lain mungkin akan mengikuti jejak serupa.

    Belum ada kepastian apakah Meta akan mempertahankan kebijakan ini dalam jangka panjang. Namun, satu hal yang jelas: era di mana konsumen membayar sekali untuk perangkat keras dan menggunakannya tanpa batas mungkin akan segera berakhir. Model bisnis baru yang mengandalkan pendapatan berulang dari fitur-fitur yang sebelumnya gratis kini mulai diterapkan secara agresif.

  • FTC Denda Amazon Rp36 Miliar Gagal Bantu Korban Pencurian Identitas

    FTC Denda Amazon Rp36 Miliar Gagal Bantu Korban Pencurian Identitas

    JBNews.id – Federal Trade Commission (FTC) menjatuhkan denda sebesar US$2,25 juta atau setara Rp36 miliar kepada Amazon atas kegagalan perusahaan membantu pelanggan yang menjadi korban pencurian identitas. Denda ini menyelesaikan tuntutan yang diajukan oleh regulator Amerika Serikat tersebut.

    Dalam pengaduan yang dilaporkan oleh Bloomberg, FTC menuduh Amazon melanggar Fair Credit Reporting Act (FCRA). Pelanggaran ini terkait dengan penolakan Amazon untuk memberikan informasi kepada pelanggan tentang pembelian yang dilakukan dengan akun penipuan.

    Menurut dokumen gugatan, korban pencurian identitas yang menghubungi Amazon “sering kali memasuki urutan seperti dalam novel Kafka” di mana agen dukungan tidak mau memberikan catatan terkait akun penipuan kecuali pelanggan bisa menyebutkan nama pemilik akun tersebut.

    Kronologi Pelanggaran

    FTC mengungkapkan satu kasus di mana seorang korban mencoba menebak nama pemilik akun penipuan hingga lebih dari 30 kali. Meskipun demikian, Amazon diduga tidak mau menghapus informasi kartu kredit korban dari akun pencuri tersebut.

    Regulator juga mengklaim Amazon gagal merespons permintaan catatan dari korban pencurian identitas dalam batas waktu 30 hari sebagaimana diwajibkan oleh FCRA. Kegagalan ini menunjukkan adanya celah serius dalam sistem perlindungan konsumen perusahaan.

    Seorang juru bicara Amazon menyatakan kepada Bloomberg bahwa perusahaan telah “menyelesaikan masalah ini dengan FTC” dan “menerapkan perbaikan proses untuk pelanggan yang mungkin menjadi korban pencurian identitas.”

    Dampak bagi Konsumen

    Denda ini menjadi pengingat bagi konsumen tentang pentingnya perlindungan data pribadi saat bertransaksi daring. Kasus Amazon menunjukkan bahwa bahkan perusahaan teknologi terbesar pun bisa gagal melindungi korban kejahatan siber.

    Bagi konsumen Indonesia yang menggunakan layanan Amazon, kasus ini menyoroti perlunya kewaspadaan ekstra terhadap potensi pencurian identitas. Prosedur verifikasi yang rumit justru bisa menjadi hambatan bagi korban untuk mendapatkan hak mereka.

    Dalam perkembangan terbaru, Amazon juga tengah menghadapi berbagai tantangan lain. Perusahaan baru-baru ini menghentikan produksi film terkait OpenAI sementara Google menginvestasikan dana besar di industri kreatif.

    Implikasi Regulasi

    Kasus ini menunjukkan bahwa regulator semakin serius dalam menegakkan aturan perlindungan konsumen di era digital. Denda US$2,25 juta, meskipun relatif kecil bagi Amazon yang memiliki kapitalisasi pasar triliunan dolar, menjadi sinyal keras bagi perusahaan teknologi lainnya.

    FCRA sendiri merupakan undang-undang federal AS yang mengatur pengumpulan dan penggunaan informasi kredit konsumen. Pelanggaran terhadap aturan ini bisa berakibat pada sanksi finansial dan reputasi yang merugikan.

    Amazon sendiri telah berjanji untuk memperbaiki proses internal mereka. Perbaikan ini diharapkan bisa mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan dan memberikan perlindungan lebih baik bagi konsumen.

    Sementara itu, perusahaan induk Amazon juga tengah menghadapi dinamika internal yang kompleks. Dalam beberapa bulan terakhir, Amazon menginvestigasi karyawan yang mendukung moratorium data center, menunjukkan ketegangan antara manajemen dan tenaga kerja.

    Selain itu, tiga karyawan Amazon baru-baru ini melaporkan perusahaan ke dewan kota Seattle atas dugaan intimidasi. Laporan ini menambah daftar panjang isu ketenagakerjaan yang dihadapi oleh raksasa e-commerce tersebut.

    Pelajaran bagi Konsumen

    Bagi konsumen di Indonesia, kasus Amazon ini memberikan beberapa pelajaran penting. Pertama, penting untuk selalu memonitor aktivitas akun secara berkala. Kedua, segera laporkan jika menemukan transaksi mencurigakan.

    Ketiga, simpan bukti komunikasi dengan layanan pelanggan. Dokumen ini bisa menjadi alat bukti jika diperlukan tindakan hukum di kemudian hari.

    Keempat, pahami hak Anda sebagai konsumen. Undang-undang perlindungan konsumen di Indonesia juga memberikan hak serupa bagi korban penipuan atau pencurian identitas.

    Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar tidak kebal terhadap kritik dan sanksi regulasi. Bahkan Amazon yang memiliki sistem keamanan canggih pun bisa gagal dalam melindungi konsumen.

    Kesimpulan

    Denda US$2,25 juta yang dijatuhkan FTC kepada Amazon menjadi preseden penting dalam penegakan hak konsumen di era digital. Kasus ini menegaskan bahwa perusahaan e-commerce memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi data pelanggan.

    Bagi konsumen, kasus ini menjadi pengingat untuk selalu waspada dan proaktif dalam melindungi identitas digital. Jangan ragu untuk melapor jika menemukan kejanggalan pada akun Anda.

    Amazon sendiri telah berkomitmen untuk memperbaiki proses mereka. Namun, efektivitas perbaikan ini hanya bisa dinilai dari waktu ke waktu, terutama saat kasus pencurian identitas kembali terjadi.

  • Game Indonesia Deadhand Theater Angkat Tema Wayang di Steam

    Game Indonesia Deadhand Theater Angkat Tema Wayang di Steam

    JBNews.id — Studio game asal Indonesia, Bag Track Games, akan merilis karya terbaru berjudul Deadhand Theater di Steam. Game kartu bergenre roguelike ini unik karena mengangkat tema wayang sebagai elemen utama permainan.

    Dalam situs resminya, Bag Track Games menjelaskan Deadhand Theater sebagai “sebuah game roguelike berbasis giliran yang gelap dan bergenre deckbuilder, berlatar di sebuah panggung di mana kartu poker adalah senjata Anda dan setiap kartu yang Anda mainkan memiliki properti tempur yang unik.” Permainan ini menggabungkan mekanisme kartu poker klasik dengan nuansa budaya Indonesia yang kental.

    Selayaknya game poker pada umumnya, pemain akan diminta untuk mengkombinasikan kartu menjadi pair, straight, flush, atau apa pun dalam satu tangan untuk mengalahkan musuh. Yang membedakan, wayang berperan sebagai karakter utama bukan sekadar hiasan, melainkan bagian tubuhnya dapat dikorbankan atau diganti dengan efek tertentu melalui fitur Graft.

    Menarik Nih! Game Indonesia Deadhand Theater Angkat Tema Wayang

    Fitur Utama Deadhand Theater

    Bag Track Games menyebutkan setidaknya ada lima fitur utama di dalam permainan, di antaranya:

    • 60 Talismans
    • 25 Sigils
    • 45 Hexes
    • 25 Graft
    • 28 Stage Modifiers

    Kelima fitur tersebut punya fungsi yang berbeda-beda. Talismans atau Jimat misalnya, bisa meningkatkan daya tempur karakter utama. Sementara fitur Graft memungkinkan pemain mengorbankan atau mengganti bagian tubuh wayang dengan efek tertentu.

    Cita rasa Indonesia di game ini tidak hanya datang dari wayang. Alunan nada yang menjadi backsound juga turut ambil peran penting dalam membangun atmosfer permainan yang gelap dan misterius.

    Belum Ada Tanggal Rilis Pasti

    Sayangnya, untuk sekarang Deadhand Theater belum bisa dimainkan. Bag Track Games belum menentukan kapan tanggal perilisan game ini di Steam. Dari penjelasan mereka di Steam, game ini sepertinya masih dalam tahap penyempurnaan. Beberapa item akan segera ditambahkan untuk membuat permainannya lebih seru.

    “Kami akan menambahkan lebih banyak item, modifier unik, dan musuh yang berbeda di berbagai pengaturan stage. Pada rilis final, Anda juga dapat memilih karakter dan deck awal yang unik, dan meta progression akan disertakan untuk membawa peningkatan di setiap permainan,” pungkas pihak studio.

    Spesifikasi PC Ringan

    Apabila tertarik memainkan Deadhand Theater, gamer tidak perlu menyiapkan spesifikasi PC yang tinggi. Berikut jeroan PC yang harus dimiliki:

    • Sistem operasi: Windows 10
    • Prosesor: Intel Core i3 atau i5
    • RAM: 4/8 GB
    • GPU: GTX 1060 atau RTX 2060
    • File: 2 GB

    Dengan spesifikasi yang tergolong rendah, Deadhand Theater bisa dimainkan di berbagai laptop dan PC entry-level. Ini menjadi kabar baik bagi gamer yang ingin menikmati Fitur Terbaru dari industri game lokal tanpa harus meng-upgrade perangkat keras.

    Bagi penggemar game kartu dan budaya Indonesia, Deadhand Theater menawarkan pengalaman bermain yang unik. Perpaduan antara mekanisme poker, elemen roguelike, dan tema wayang menjadikannya salah satu game lokal yang patut dinantikan di Steam.

  • Spam Komentar Judol Meningkat, Pakar Desak Platform Bertindak

    Spam Komentar Judol Meningkat, Pakar Desak Platform Bertindak

    JBNews.id — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyikapi peningkatan drastis spam komentar judi online di media sosial. Pengamat keamanan siber mendesak platform digital untuk bertindak proaktif menggunakan teknologi yang mereka miliki.

    Menurut pengamat keamanan siber dari Vaksicom, Alfons Tanujaya, penyedia layanan media sosial seharusnya bisa berperan aktif mengatasi persoalan ini. Ia menilai platform memiliki teknologi yang dapat mendeteksi dan memutus penyebaran promosi judi online, tidak hanya menunggu laporan dari pengguna maupun pemerintah.

    “Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dapat menekan platform media sosial untuk proaktif karena mereka telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang berbisnis di Indonesia. Sebagai PSE, mereka wajib mengikuti aturan hukum di Indonesia yang melarang aktivitas perjudian serta promosinya,” ujar Alfons, Selasa (30/6/2026).

    Ilustrasi Judi Online

    Lebih lanjut, Alfons menyebutkan maraknya promosi judi online di kolom komentar justru menunjukkan ruang gerak pelaku semakin menyempit. Hal ini terjadi setelah pemerintah memperketat pengawasan di berbagai kanal digital, termasuk melalui penerapan Registrasi SIM Card biometrik yang mulai berlaku 1 Juli 2026.

    Alfons menjelaskan ketika akses melalui situs maupun SMS semakin sulit, jaringan pelaku beralih memanfaatkan fitur komentar media sosial sebagai jalur distribusi baru. Platform sebenarnya memiliki kemampuan teknis untuk mengenali pola aktivitas tidak wajar, termasuk ribuan akun bot yang berasal dari jaringan yang sama.

    “Pemberantasan tidak cukup hanya menghapus konten. Jaringan pelakunya juga harus diputus,” ungkap Alfons.

    Lonjakan 128% dalam Dua Pekan

    Komdigi mengungkapkan terjadi peningkatan secara drastis spam terkait promosi judi online di kolom komentar media sosial. Lonjakan spam tersebut mencapai 128% dalam dua pekan terakhir dibandingkan rata-rata temuan Januari-Juni 2026.

    Hasil analisis menunjukkan pelaku menggunakan jaringan bot secara terorganisasi untuk membanjiri kolom komentar pada akun-akun dengan jangkauan publik tinggi. Sasaran utama meliputi akun pemerintah, media, tokoh publik, dan influencer. Berdasarkan pemantauan Komdigi, penyebaran terbanyak ditemukan di platform Instagram dan Facebook.

    Pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dengan jajaran Meta Indonesia menghasilkan kesepakatan pembentukan tim bersama untuk mempercepat penanganan modus baru tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berantas spam judol secara lebih efektif.

    “Hari ini kami bertemu dengan Meta dan menemukan kesepakatan yang menurut kami penting. Kami akan membentuk tim bersama dalam kerangka memberantas dan mengatasi judi online, khususnya modus terbaru berupa komentar-komentar spam yang meresahkan masyarakat,” kata Meutya Hafid usai bertemu Meta di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

    Tantangan Penanganan di Kolom Komentar

    Meutya menjelaskan bahwa penanganan spam di kolom komentar memiliki tantangan berbeda dengan penindakan terhadap situs maupun akun pelaku. Komdigi memiliki kewenangan melakukan langkah-langkah preventif, termasuk pemutusan akses terhadap akun atau konten yang melanggar hukum.

    Namun, ketika promosi judi online disisipkan pada kolom komentar akun resmi pemerintah, media, atau tokoh publik, Komdigi tidak dapat memutus akses terhadap akun-akun resmi tersebut. Hal ini menjadi celah yang dimanfaatkan jaringan pelaku.

    “Yang menjadi sasaran justru akun-akun resmi karena memiliki jangkauan luas. Sementara intervensi terhadap kolom komentar berada pada platform. Teknologinya ada di platform. Karena itu kami mengharapkan Meta memperkuat sistem moderasi, deteksi bot, dan penyaringan spam agar ruang digital Indonesia lebih terlindungi,” tegas Meutya.

    Selain memperkuat langkah preventif, Komdigi terus berkoordinasi dengan Polri, OJK, PPATK, dan BSSN untuk memperkuat penegakan hukum, memutus aliran dana, serta membongkar jaringan kejahatan digital di balik promosi judi online.

    Alfons juga mendorong strategi follow the money melalui penguatan sinergi antara Komdigi, OJK, serta PPATK guna melacak aliran dana jaringan judi online. Pendekatan ini dinilai penting untuk memutus rantai bisnis ilegal tersebut secara menyeluruh.

    Sementara Head of Public Policy Meta Indonesia, Berni Moestafa, menyatakan Meta siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah. “Pelaku terus mengubah cara mereka beroperasi dan selalu beradaptasi sehingga tantangan pencegahannya semakin kompleks. Karena itu Meta siap berkolaborasi dengan Komdigi dan membentuk tim bersama untuk memperkuat penanganan spam promosi judi online,” kata Berni.

    Implikasi dari meningkatnya spam komentar judi online ini menunjukkan bahwa pemberantasan judi online memerlukan pendekatan multi-front. Selain penindakan di tingkat infrastruktur dan transaksi keuangan, platform media sosial kini menjadi medan pertempuran baru yang membutuhkan respons cepat dan kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta.

  • Gerhana Matahari Terlama Abad Ini Terjadi 2 Agustus 2027

    Gerhana Matahari Terlama Abad Ini Terjadi 2 Agustus 2027

    JBNews.id — Penggemar astronomi akan menyaksikan fenomena langit paling langka pada 2 Agustus 2027. Gerhana Matahari total terlama di abad ke-21 akan berlangsung selama 6 menit 23 detik, mengubah siang menjadi gelap gulita di sejumlah wilayah.

    Fenomena ini akan melintasi delapan negara, mulai dari Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia. Wilayah yang berada tepat di jalur totalitas akan mengalami kondisi siang yang berubah menjadi malam selama beberapa menit.

    Mengapa Durasi Gerhana Sangat Panjang?

    Durasi gerhana Matahari total yang mencapai lebih dari enam menit ini ditentukan oleh kombinasi beberapa faktor astronomi. Pada 2 Agustus 2027, Bulan berada cukup dekat dengan Bumi sehingga tampak lebih besar di langit. Pada saat yang sama, Bumi berada dekat titik aphelion, yaitu posisi terjauh dari Matahari dalam orbitnya. Akibatnya, piringan Matahari tampak sedikit lebih kecil dari biasanya.

    Kombinasi kedua kondisi tersebut membuat Bulan mampu menutupi Matahari lebih lama dibanding gerhana Matahari total pada umumnya. Selain itu, jalur bayangan Bulan juga melintasi wilayah yang berada dekat garis khatulistiwa, tempat kecepatan rotasi permukaan Bumi relatif tinggi. Faktor ini ikut memperpanjang durasi totalitas di beberapa lokasi.

    Fenomena serupa juga pernah diprediksi oleh para ilmuwan menggunakan kecerdasan buatan. Sebelumnya, AI BRIN berhasil memprediksi badai Matahari empat hari sebelum menghantam Bumi, menunjukkan kemajuan teknologi dalam mengamati aktivitas Matahari.

    Apa yang Akan Terjadi Saat Totalitas?

    Saat fase totalitas dimulai, langit siang akan berubah menjadi gelap. Suhu udara dapat turun beberapa derajat Celsius, sementara bintang dan planet terang mulai tampak di langit. Pada momen inilah pengamat juga dapat melihat korona Matahari, yaitu lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya tertutup cahaya fotosfer.

    Korona hanya dapat diamati dengan mata telanjang ketika Matahari benar-benar tertutup Bulan. Fenomena ini juga sering memengaruhi perilaku hewan. Burung dapat kembali ke sarang, sementara beberapa spesies serangga malam mulai aktif karena mengira hari telah berganti menjadi malam.

    Momen Penting bagi Ilmuwan

    Gerhana Matahari total bukan hanya menarik bagi pemburu fenomena langit, tetapi juga menjadi momen penting bagi ilmuwan. Selama beberapa menit totalitas, peneliti dapat mempelajari korona Matahari, aktivitas medan magnet, hingga semburan plasma yang sulit diamati ketika cahaya Matahari masih mendominasi.

    Durasi totalitas yang lebih panjang memberi waktu observasi yang lebih banyak dibanding kebanyakan gerhana Matahari total yang umumnya hanya berlangsung dua hingga tiga menit. Hal ini membuka peluang lebih besar untuk penelitian ilmiah yang mendalam.

    Inovasi teknologi energi surya juga terus berkembang. Matahari buatan yang dibangun Bill Gates untuk memasok energi dunia menjadi contoh bagaimana ilmu pengetahuan tentang Matahari diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

    Peringatan Keselamatan

    Meski demikian, fenomena ini hanya bisa dinikmati secara penuh dari wilayah yang berada di jalur totalitas. Di luar jalur tersebut, masyarakat hanya akan menyaksikan gerhana sebagian dengan Matahari yang tertutup Bulan dalam persentase tertentu.

    Para astronom mengingatkan masyarakat agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus. “Gunakan kacamata gerhana bersertifikat atau filter surya yang sesuai. Mengamati Matahari secara langsung tanpa perlindungan dapat menyebabkan kerusakan mata permanen,” demikian imbauan para pakar astronomi seperti dikutip dari Cronista.

    Dengan durasi lebih dari enam menit, gerhana Matahari total 2027 diperkirakan menjadi salah satu peristiwa astronomi paling spektakuler dalam beberapa dekade mendatang. Tak heran jika ribuan wisatawan, fotografer, dan astronom dari berbagai negara sudah mulai merencanakan perjalanan untuk menyaksikannya secara langsung.

    Konsep pemanfaatan energi dari luar angkasa juga terus digagas. Luna Ring dari Shimizu Corp yang mengirim listrik dari Bulan ke Bumi menjadi salah satu visi masa depan yang terinspirasi dari fenomena astronomi.

  • Microsoft Siapkan PHK Massal Xbox dan Tutup Lima Studio

    Microsoft Siapkan PHK Massal Xbox dan Tutup Lima Studio

    JBNews.id — Microsoft dikabarkan akan mengumumkan gelombang PHK besar-besaran untuk divisi Xbox dan studio gamenya pada pekan depan. Langkah ini diproyeksikan mencakup penutupan atau pemisahan studio, merger studio potensial, serta pembatalan sejumlah proyek game yang sedang dikembangkan.

    Menurut sumber yang mengetahui rencana Microsoft, perusahaan saat ini sedang mempertimbangkan untuk menutup setidaknya lima studio. Salah satu studio yang terancam adalah pengembang di balik game Marvel’s Blade. Sumber menyebut Microsoft ingin membatalkan proyek Blade sebagai bagian dari gelombang pemotongan biaya dan PHK yang direncanakan untuk divisi Xbox.

    Blade dikembangkan oleh Arkane Studios yang berbasis di Prancis, studio yang dikenal lewat seri Dishonored. Game ini awalnya dijadwalkan rilis pada akhir tahun ini, namun menurut sumber yang mengetahui pengembangan game tersebut, jadwal internal peluncurannya mundur ke akhir 2027 dan mengalami pembengkakan anggaran.

    Selain mempertimbangkan pembatalan Blade, Microsoft juga tengah menjajaki opsi untuk menjual Arkane Studios. Bloomberg melaporkan awal bulan ini bahwa Microsoft berusaha memisahkan Compulsion Games, Double Fine, dan Ninja Theory. GamesBeat juga melaporkan pekan ini bahwa Microsoft secara aktif mencari pembeli untuk Undead Labs, pengembang di balik State of Decay.

    Jika ditemukan pembeli untuk studio-studio ini, maka mereka akan terhindar dari penutupan. Namun, sumber menekankan bahwa negosiasi tersebut bisa memakan waktu berbulan-bulan dalam beberapa kasus. Compulsion Games, pengembang di balik South of Midnight, sudah yakin bahwa penutupan sudah dekat dan mulai memberi tahu karyawan untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Karyawan Ninja Theory diberi tahu awal bulan ini bahwa Microsoft ingin menutup studio yang berbasis di Inggris itu atau memisahkannya.

    Di luar potensi penutupan studio, Microsoft juga sedang mempersiapkan gelombang PHK di Xbox yang secara drastis akan mengubah bentuk divisi gamenya. PHK ini dijadwalkan mulai pada 6 Juli, menurut sumber, dan akan berdampak pada sebagian besar bagian Xbox. Rumor menyebutkan setidaknya ada 1.000 PHK, dan jika Microsoft melanjutkan penutupan lima studio, maka setidaknya 500 karyawan akan terdampak sebelum pemotongan yang lebih luas.

    PHK Sebagai Bagian dari ‘Reset’ Divisi Xbox

    PHK yang akan datang ini merupakan bagian dari ‘reset’ divisi Xbox di bawah CEO baru Asha Sharma, yang mengisyaratkan tentang “membuat keputusan sulit” bulan lalu. Sharma berulang kali memperingatkan bahwa bisnis Xbox tidak sehat, namun juga mengklaim bahwa mandatnya bukanlah margin akuntabilitas 30 persen, melainkan menjadi perusahaan game dan hiburan nomor satu.

    Pernyataan Sharma ini memberikan konteks penting mengenai arah strategis Microsoft ke depan. Perusahaan tampaknya tidak hanya fokus pada efisiensi biaya jangka pendek, tetapi juga pada posisi kompetitif jangka panjang di industri game global. Langkah drastis ini menunjukkan bahwa Microsoft bersedia melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk mencapai ambisi tersebut.

    Dampak dari PHK ini diperkirakan akan terasa luas, tidak hanya bagi karyawan yang terkena dampak langsung, tetapi juga bagi ekosistem pengembangan game secara keseluruhan. Penutupan studio seperti Arkane dan Ninja Theory, yang memiliki reputasi kuat dalam mengembangkan game berkualitas tinggi, dapat mengubah lanskap industri game.

    Dampak pada Proyek Game dan Karyawan

    Pembatalan Marvel’s Blade menjadi salah satu dampak paling signifikan dari gelombang PHK ini. Game yang diumumkan dengan antusiasme tinggi ini kini terancam batal rilis. Sumber menyebutkan bahwa jadwal internal game tersebut sudah mundur ke akhir 2027 dan mengalami pembengkakan anggaran, yang menjadi alasan utama Microsoft mempertimbangkan pembatalannya.

    Sementara itu, nasib studio-studio game lain masih belum jelas. Compulsion Games, pengembang South of Midnight, sudah mulai memberi tahu karyawan untuk mencari pekerjaan di tempat lain, menandakan bahwa penutupan studio tersebut dianggap sudah dekat. Ninja Theory, yang berbasis di Inggris, juga diberi tahu tentang rencana penutupan atau pemisahan.

    Undead Labs, pengembang State of Decay, sedang dalam proses mencari pembeli. Jika tidak ada pembeli yang ditemukan, studio ini juga berpotensi ditutup. Proses pencarian pembeli ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi karyawan di studio-studio tersebut.

    PHK yang dijadwalkan mulai 6 Juli ini akan menjadi salah satu gelombang PHK terbesar di industri game tahun ini. Dengan potensi 1.000 PHK dan penutupan lima studio, dampaknya akan terasa di seluruh divisi Xbox. Perubahan drastis ini menunjukkan bahwa Microsoft sedang melakukan transformasi besar-besaran pada bisnis gamenya.

    Bagi para penggemar Xbox, perubahan ini juga berarti kemungkinan perubahan pada jajaran game yang akan dirilis di masa depan. Pembatalan proyek seperti Marvel’s Blade dan potensi penutupan studio-studio pengembang dapat mempengaruhi portofolio game eksklusif Xbox. Namun, Microsoft tampaknya lebih memilih untuk melakukan restrukturisasi sekarang demi posisi yang lebih kuat di masa depan.

    Langkah Microsoft ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri game, di mana perusahaan-perusahaan besar melakukan efisiensi dan restrukturisasi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Dengan pendapatan yang terus tumbuh namun margin yang tipis, perusahaan game dituntut untuk membuat keputusan sulit demi keberlanjutan bisnis.

    Para analis industri akan mengamati dengan cermat bagaimana PHK ini mempengaruhi posisi kompetitif Xbox di pasar. Dalam beberapa tahun terakhir, Xbox telah berinvestasi besar-besaran dalam layanan berlangganan Game Pass dan akuisisi studio. Kini, perusahaan tampaknya sedang mengevaluasi kembali strategi tersebut dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

    Bagi karyawan yang terkena dampak, situasi ini tentu sangat menegangkan. Dengan PHK yang dijadwalkan mulai pekan depan, banyak karyawan yang masih menunggu kepastian mengenai nasib mereka. Microsoft sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana PHK ini, namun sumber-sumber internal mengonfirmasi bahwa persiapan sedang berlangsung.

    Implikasi dari langkah ini bagi masa depan Xbox masih belum sepenuhnya jelas. Namun, satu hal yang pasti: Microsoft sedang melakukan perubahan besar-besaran pada divisi gamenya, dan dampaknya akan dirasakan oleh seluruh ekosistem Xbox, mulai dari pengembang game hingga para pemain. Keputusan sulit yang diambil sekarang diharapkan dapat membawa Xbox menuju posisi yang lebih kuat di masa depan.

    Perubahan kepemimpinan di bawah CEO baru Asha Sharma tampaknya menjadi katalis utama di balik restrukturisasi ini. Sharma, yang mengambil alih kepemimpinan Xbox beberapa bulan lalu, telah memberikan isyarat tentang perlunya perubahan besar. Pernyataannya tentang “membuat keputusan sulit” kini mulai terwujud dalam bentuk PHK dan penutupan studio.

    Meskipun langkah ini terlihat drastis, beberapa analis melihatnya sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan bisnis Xbox dalam jangka panjang. Dengan biaya pengembangan game yang terus meningkat dan persaingan yang semakin ketat dari Sony dan Nintendo, Microsoft perlu memastikan bahwa sumber dayanya dialokasikan secara efisien.

    Bagi para pemain, perubahan ini mungkin berarti penundaan atau pembatalan beberapa game yang sudah diumumkan. Namun, Microsoft berharap bahwa dengan melakukan restrukturisasi sekarang, mereka dapat fokus pada pengembangan game-game yang lebih berkualitas dan menguntungkan di masa depan.

    Keputusan Microsoft untuk memisahkan atau menjual beberapa studio juga menunjukkan perubahan strategi dalam pendekatan pengembangan game. Alih-alih memiliki semua studio secara internal, Microsoft mungkin akan lebih fokus pada kemitraan dan penerbitan game dari pengembang independen. Pendekatan ini dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar dan mengurangi risiko finansial.

    Seiring dengan perkembangan situasi ini, para pemangku kepentingan di industri game akan terus memantau langkah-langkah Microsoft selanjutnya. PHK besar-besaran ini bisa menjadi awal dari gelombang restrukturisasi yang lebih luas di industri game, terutama jika perusahaan-perusahaan lain mengikuti jejak Microsoft dalam melakukan efisiensi.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai dampak PHK ini terhadap harga konsol dan game, Anda dapat membaca artikel tentang kenaikan harga Xbox Series yang mungkin terkait dengan strategi efisiensi perusahaan.