Author: Hamzah Nurhamzah

  • Registrasi SIM Wajib Biometrik Wajah Mulai 1 Juli 2026

    Registrasi SIM Wajib Biometrik Wajah Mulai 1 Juli 2026

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memberlakukan kewajiban verifikasi biometrik wajah bagi setiap aktivasi nomor seluler baru mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini menggantikan sistem registrasi SIM berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang telah berlaku sejak 2017.

    Aturan tersebut berlaku secara nasional untuk seluruh operator seluler. Setiap pelanggan yang membeli kartu SIM prabayar baru kini harus melalui proses pengenalan wajah sebelum nomor dapat diaktifkan.

    Hanya untuk Pelanggan Baru

    Kewajiban registrasi biometrik wajah saat ini hanya diterapkan bagi pelanggan yang melakukan registrasi nomor baru. Pelanggan lama atau nomor yang sudah aktif tidak diwajibkan melakukan registrasi ulang, meskipun dapat mengikuti secara sukarela apabila operator menyediakan fasilitas tersebut.

    Proses registrasi tidak lagi cukup hanya dengan memasukkan NIK dan nomor Kartu Keluarga. Identitas pelanggan kini harus divalidasi melalui teknologi pengenalan wajah yang dicocokkan dengan data kependudukan.

    Verifikasi Data ke Dukcapil

    Saat registrasi, operator akan mengenkripsi data biometrik wajah dan mengirimkannya ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk dilakukan pencocokan identitas. Setelah identitas dinyatakan sesuai, nomor baru dapat diaktifkan.

    Pemerintah menerapkan kebijakan ini untuk menutup celah penyalahgunaan identitas yang selama ini kerap dimanfaatkan dalam berbagai tindak kejahatan digital, seperti penipuan online, phishing, spam, penyalahgunaan OTP, social engineering, hingga judi online.

    Dengan identitas yang tervalidasi biometrik, pemerintah berharap praktik penggunaan identitas palsu atau pencatutan NIK dalam registrasi SIM card dapat ditekan. Setiap nomor seluler diharapkan lebih mudah dipertanggungjawabkan.

    Dua Cara Registrasi dan Batas Maksimal

    Registrasi dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama, datang ke gerai resmi operator seluler dengan bantuan petugas. Kedua, secara mandiri melalui aplikasi maupun situs resmi masing-masing operator yang telah mendukung fitur biometrik.

    Aturan lama mengenai batas kepemilikan nomor tidak berubah. Setiap pelanggan tetap hanya diperbolehkan memiliki maksimal tiga nomor pada masing-masing operator seluler.

    Uji Coba dan Dasar Hukum

    Sebelum diberlakukan penuh, Komdigi bersama operator seluler telah melakukan uji coba registrasi biometrik sejak awal 2026. Hingga Juni 2026, sekitar 2,4 juta pelanggan telah mengikuti proses registrasi menggunakan biometrik wajah.

    Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi Melalui Jaringan Bergerak Seluler. Regulasi tersebut mewajibkan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) melalui verifikasi biometrik untuk meningkatkan akurasi identitas pelanggan.

    Penerapan biometrik wajah ini menjadi langkah signifikan dalam transformasi digital sektor telekomunikasi di Indonesia. Dengan validasi identitas yang lebih ketat, risiko Skandal Kecurangan AI dan penyalahgunaan data diharapkan dapat diminimalkan.

    Bagi pengguna, kebijakan ini memberikan lapisan keamanan tambahan. Setiap nomor yang terdaftar kini memiliki tautan biometrik yang unik dengan pemiliknya, sehingga menyulitkan pelaku kejahatan untuk menggunakan identitas pinjaman.

    Operator seluler telah mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung kebijakan ini. Sistem enkripsi data biometrik dan koneksi ke database Dukcapil telah diuji untuk memastikan kelancaran proses registrasi.

    Komdigi menegaskan bahwa data biometrik wajah hanya digunakan untuk verifikasi identitas dan tidak disalahgunakan. Enkripsi diterapkan untuk melindungi data selama proses transmisi ke Dukcapil.

    Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat keamanan siber nasional. Dengan registrasi yang lebih ketat, diharapkan angka kejahatan digital seperti penipuan dan penyebaran spam dapat menurun secara signifikan.

    Bagi pelanggan yang akan melakukan registrasi nomor baru, disarankan untuk menyiapkan KTP elektronik dan memastikan wajah dalam kondisi jelas saat proses pemindaian. Proses registrasi di gerai operator biasanya memakan waktu beberapa menit.

    Untuk registrasi mandiri, pelanggan perlu mengunduh aplikasi resmi operator dan mengikuti petunjuk yang diberikan. Pastikan perangkat memiliki kamera depan yang berfungsi baik untuk proses verifikasi wajah.

    Dengan diterapkannya kebijakan ini, Indonesia bergabung dengan negara-negara lain yang telah menerapkan verifikasi biometrik untuk layanan telekomunikasi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi data dan identitas warga negara di era digital.

    Meskipun kebijakan ini baru berlaku, Komdigi akan terus mengevaluasi implementasinya. Jika ditemukan kendala, penyesuaian akan dilakukan untuk memastikan proses registrasi berjalan lancar bagi seluruh masyarakat.

    Bagi pelanggan lama, tidak ada perubahan yang perlu dilakukan. Namun, operator mungkin akan menawarkan opsi registrasi sukarela bagi yang ingin memperkuat validasi identitas nomor mereka.

    Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mendukung kebijakan ini demi keamanan bersama. Registrasi biometrik wajah adalah langkah maju dalam menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih aman dan terpercaya.

    Dengan data yang lebih akurat, penegakan hukum terhadap penyalahgunaan nomor seluler juga akan lebih efektif. Setiap nomor kini dapat dilacak dengan lebih pasti ke pemiliknya.

    Kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi praktik Ancaman Gempa di Jawa dalam konteks kejahatan digital, di mana identitas palsu sering digunakan untuk menyembunyikan pelaku.

    Secara keseluruhan, penerapan biometrik wajah untuk registrasi SIM adalah langkah strategis yang memperkuat fondasi keamanan digital Indonesia. Masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dengan kebijakan baru ini untuk menikmati layanan telekomunikasi yang lebih aman.

  • Krisis Data Center: Sekolah Diminta Hemat Listrik di Tengah Gelombang Panas

    Krisis Data Center: Sekolah Diminta Hemat Listrik di Tengah Gelombang Panas

    JBNews.id, Henrico County — Sebuah county di Virginia, Amerika Serikat, meminta sekolah-sekolah negerinya mengurangi konsumsi listrik di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Pantai Timur. Permintaan ini muncul setelah tarif listrik untuk fasilitas pemerintah dan sekolah naik 25 persen, didorong oleh konsumsi energi masif dari pusat data.

    Henrico County, yang saat ini menjadi rumah bagi 37 pusat data dengan 17 fasilitas baru dalam tahap pembangunan, mengalami kenaikan biaya listrik yang signifikan. John Vithoulkas, manajer county, mengirimkan surel kepada ribuan karyawan yang diperoleh 404 Media. Dalam surel tersebut, ia menjelaskan bahwa mulai 1 Juli, tarif listrik untuk semua fasilitas pemerintah dan sekolah akan melonjak drastis.

    “Mulai 1 Juli, tarif yang kami bayar untuk listrik yang digunakan di semua fasilitas pemerintah dan sekolah Henrico County akan meningkat drastis — sebesar 25 persen, meningkatkan biaya sekitar $5 juta pada tahun fiskal berikutnya,” tulis Vithoulkas. “Kami mengantisipasi lebih banyak kenaikan tarif listrik di tahun-tahun mendatang.”

    Kenaikan biaya ini terjadi saat gelombang panas melanda kawasan tersebut, meningkatkan permintaan pendingin ruangan yang membebani jaringan listrik. Vithoulkas tidak secara eksplisit meminta pengurangan penggunaan AC, tetapi imbauannya untuk menghemat listrik di ruang kerja individu ditafsirkan sebagai upaya menekan konsumsi energi.

    “Untuk mengurangi dampak biaya listrik yang lebih tinggi, saya meminta kita, secara kolektif, melakukan penyesuaian kecil untuk menghemat listrik di seluruh ruang kerja kita masing-masing,” tulis Vithoulkas. Ia meminta karyawan mematikan lampu saat meninggalkan ruang kerja, mematikan komputer di akhir hari kerja, dan menyesuaikan tirai untuk mengelola panas dari sinar matahari.

    Permintaan kontroversial ini menyoroti ketegangan yang terus berlanjut antara keberadaan pusat data dan kebutuhan masyarakat lokal. Pusat data yang luas mengonsumsi listrik dalam jumlah besar, membutuhkan banyak air untuk pendinginan, dan menghasilkan kebisingan, selain membutuhkan lahan yang luas untuk konstruksi.

    Studi menunjukkan bahwa tagihan listrik warga biasa yang tinggal di dekat pusat data melonjak. 404 Media mencatat kisah seorang wanita yang menggunakan panel surya dan pompa panas untuk menekan biaya energinya, namun tetap melihat tagihan listriknya meningkat dua kali lipat.

    Vithoulkas juga menyarankan untuk tidak menggunakan pemanas ruangan, mengklaim bahwa satu pemanas ruangan menghabiskan biaya hingga $300 per tahun. Saran ini dianggap tidak relevan karena saat ini sedang musim panas, bukan musim dingin.

    Fenomena ini menunjukkan bagaimana Polisi Inggris dan otoritas lain menghadapi tantangan baru akibat teknologi. Di Henrico, permintaan penghematan listrik di sekolah menjadi simbol perjuangan antara kebutuhan infrastruktur digital dan kesejahteraan warga.

    Implikasinya jelas: warga Henrico County harus menanggung beban kenaikan biaya listrik yang dipicu oleh konsumsi energi pusat data. Permintaan penghematan di sekolah-sekolah negeri menunjukkan bahwa dampak langsung dirasakan oleh sektor publik, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.

    [CONTENT_END]

  • MediaTek Ungkap Tiga Teknologi Smartphone Masa Depan

    MediaTek Ungkap Tiga Teknologi Smartphone Masa Depan

    JBNews.id — Director Marketing & Communication MediaTek India & Southeast Asia, Anuj Sidharth, mengungkapkan tiga teknologi utama yang akan mendominasi smartphone dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) saat ini baru permulaan dan akan berkembang pesat.

    Pernyataan tersebut disampaikan Anuj saat berbincang dengan media di Aroem Resto & Ballroom Mahakam. Ia menekankan bahwa MediaTek terus mengembangkan kemampuan chipset Dimensity, termasuk Neural Processing Unit (NPU) yang menjadi otak pemrosesan AI di perangkat.

    “Masih banyak yang akan datang. Orang-orang akan mulai melihat aplikasi AI secara real-time dan bagaimana AI benar-benar berguna dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anuj.

    AI Real-Time dan Gaming dengan Ray Tracing

    Anuj menilai perkembangan AI di smartphone saat ini masih berada pada tahap awal. Ke depan, kemampuan AI diprediksi tidak hanya digunakan untuk membuat gambar atau merangkum teks, tetapi juga semakin terintegrasi dengan berbagai fungsi di perangkat.

    Selain AI, Anuj juga menyoroti perkembangan teknologi gaming di smartphone. Menurutnya, fitur ray tracing yang dulu identik dengan PC kini mulai hadir di ponsel dan menghadirkan kualitas grafis yang jauh lebih realistis.

    “Ketika berbicara tentang gaming, dukungan ray tracing adalah sesuatu yang dulu tidak pernah kita bayangkan. Sekarang kita bisa menikmati pengalaman bermain game dengan visual yang luar biasa di smartphone,” katanya.

    Teknologi ini menjadi bagian dari strategi MediaTek untuk bersaing di pasar chipset premium. Di Indonesia, Anuj mengaku optimistis terhadap penerimaan pasar terhadap chipset premium MediaTek, terutama lini Dimensity 8000 Series dan Dimensity 9000 Series.

    Konektivitas Tanpa Jaringan Seluler

    Tak hanya itu, Anuj juga menilai teknologi konektivitas akan menjadi salah satu area yang terus berkembang. Ia membayangkan masa depan ketika pengguna tetap bisa berkomunikasi meski berada di lokasi tanpa jaringan seluler.

    “Bayangkan Anda berada di tempat yang tidak memiliki konektivitas, tetapi tetap bisa berkomunikasi menggunakan teknologi yang berbeda. Itu adalah sesuatu yang mungkin akan semakin banyak diinginkan orang pada masa mendatang,” ujarnya.

    Inovasi MediaTek tidak hanya berfokus pada smartphone. Mereka juga mengembangkan berbagai solusi teknologi untuk ekosistem yang lebih luas, seperti perangkat otomotif, router WiFi, hingga perangkat rumah pintar.

    “Kami ingin meningkatkan kehidupan masyarakat, bukan hanya melalui smartphone, tetapi juga melalui teknologi otomotif, solusi konektivitas, router WiFi, dan berbagai perangkat lainnya,” kata Anuj.

    Di Indonesia sendiri, Anuj mengaku optimistis terhadap penerimaan pasar terhadap chipset premium MediaTek. Ia menyebut lini Dimensity 8000 Series dan Dimensity 9000 Series mendapat sambutan positif dari konsumen di Tanah Air.

    “Dukungan yang kami terima di Indonesia sangat luar biasa, terutama untuk lini chipset premium Dimensity 8000 dan Dimensity 9000. Kami baru saja memulai, jadi nantikan inovasi-inovasi berikutnya dari MediaTek,” pungkasnya.

    Perkembangan ini juga sejalan dengan tren industri chip global. Beberapa raksasa teknologi mulai pesan chip ke Samsung karena TSMC keteteran, membuka peluang baru bagi pemain seperti MediaTek.

    Bagi pengguna yang mencari perangkat dengan teknologi terbaru, berbagai pilihan smartphone dengan chipset MediaTek kini tersedia di pasaran. Mulai dari perangkat gaming hingga ponsel dengan desain ramping dan fitur kreatif.

    Implikasinya bagi konsumen: dalam waktu dekat, pengguna smartphone akan menikmati AI yang benar-benar membantu aktivitas harian secara real-time, pengalaman gaming setara PC dengan ray tracing, dan kemampuan tetap terhubung meski di area tanpa sinyal seluler. MediaTek memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam transformasi ini.

  • Microsoft Siap PHK Ribuan Karyawan, Divisi Xbox Terancam

    Microsoft Siap PHK Ribuan Karyawan, Divisi Xbox Terancam

    JBNews.id — Microsoft dikabarkan tengah bersiap melakukan efisiensi tenaga kerja dalam skala besar yang berpotensi memangkas ribuan pegawai. Langkah ini disebut akan berdampak pada berbagai departemen, termasuk divisi Xbox yang menjadi perhatian utama para pengamat industri game.

    Meski belum ada pernyataan resmi dari perusahaan, laporan dari sumber internal menyebutkan bahwa divisi sales dan konsultasi akan menjadi yang paling terdampak. Namun, kabar yang paling memicu kekhawatiran adalah potensi pemangkasan di divisi Xbox. Hal ini dianggap sebagai sinyal mengkhawatirkan, terutama setelah Microsoft baru saja mengumumkan kenaikan harga konsol Xbox Series S dan X untuk ketiga kalinya dalam setahun terakhir.

    Perusahaan berkilah bahwa kenaikan harga yang agresif tersebut diperlukan karena membengkaknya biaya komponen elektronik. Namun, dengan adanya kabar PHK yang menyertai kenaikan harga ini, banyak analis mulai berspekulasi adanya masalah internal yang lebih dalam di dalam divisi game milik Microsoft.

    Langkah ini sebenarnya mencerminkan pola yang tengah diterapkan oleh banyak raksasa teknologi global. Perusahaan-perusahaan besar kini melakukan pergeseran alokasi dana secara masif: dari pos gaji karyawan (operating expenses) ke pos belanja modal (capital expenditure) untuk membangun infrastruktur pusat data AI dan pengadaan chip canggih.

    Selain alasan efisiensi biaya, Microsoft juga kerap memberikan argumen bahwa peran teknologi Kecerdasan Buatan (AI), seperti Copilot dan agen AI lainnya, telah membuat posisi-posisi tertentu di perusahaan menjadi kurang relevan atau bahkan tidak diperlukan lagi.

    Jika benar terjadi, PHK ini akan menambah daftar panjang ketidakpastian di ekosistem Xbox. Setelah harga konsol yang semakin mahal dan isu restrukturisasi internal, para investor dan konsumen kini menanti langkah apa yang akan diambil oleh Microsoft selanjutnya untuk mempertahankan posisi mereka di industri game yang sangat kompetitif.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak Microsoft belum memberikan tanggapan terkait rumor PHK tersebut. Jika pola perusahaan di masa lalu terulang, biasanya pengumuman resmi akan disampaikan melalui nota internal dari pimpinan perusahaan kepada seluruh karyawan, yang kemudian akan bocor ke publik.

    Keputusan ini juga memperkuat dugaan bahwa Microsoft tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran di divisi gamenya. Sebelumnya, perusahaan telah melakukan PHK Massal Xbox dan menutup sejumlah studio pengembang game. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi efisiensi yang lebih agresif.

    Di sisi lain, Microsoft juga tengah menguji Fitur Disc-to-Digital untuk konsol Xbox. Inovasi ini memungkinkan pengguna mengonversi game fisik menjadi digital, yang bisa menjadi strategi untuk mengurangi biaya produksi dan distribusi di tengah tekanan finansial.

    Kenaikan harga Xbox Series yang terjadi tiga kali dalam setahun juga menjadi sorotan. Microsoft mengklaim bahwa kenaikan ini disebabkan oleh lonjakan biaya komponen, namun banyak analis meragukan argumen tersebut. Mereka melihat adanya ketidakseimbangan antara pendapatan divisi game dengan biaya operasional yang terus membengkak.

    Spekulasi tentang masalah internal di divisi Xbox semakin kuat setelah Microsoft membantah klaim bahwa Pre-order GTA VI Xbox kalah dari PS5. Bantahan ini justru memicu pertanyaan tentang performa penjualan konsol mereka di tengah persaingan ketat dengan Sony.

    Para investor kini menunggu langkah konkret Microsoft dalam menghadapi tekanan ini. Di satu sisi, perusahaan harus mempertahankan daya saing di industri game. Di sisi lain, efisiensi biaya menjadi prioritas utama untuk menjaga profitabilitas di tengah perlambatan ekonomi global.

    Keputusan untuk memangkas tenaga kerja di divisi Xbox juga bisa berdampak pada jadwal rilis game-game eksklusif. Jika banyak talenta yang keluar, proses pengembangan game berpotensi terhambat. Ini bisa menjadi pukulan telak bagi Microsoft yang tengah berusaha memperkuat portofolio game eksklusifnya.

    Selain itu, Harga Xbox Series yang terus naik juga berpotensi mengurangi minat konsumen. Terutama menjelang rilis GTA 6 yang sangat dinantikan, kenaikan harga ini bisa membuat konsol Microsoft kurang kompetitif dibandingkan PS5.

    Dari sisi bisnis, langkah PHK ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi. Banyak perusahaan besar yang beralih dari model pertumbuhan agresif ke efisiensi operasional. Microsoft sendiri memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar, namun tekanan dari investor untuk meningkatkan profitabilitas tetap kuat.

    Pengamat industri menilai bahwa Microsoft perlu menyeimbangkan antara investasi di AI dan game. Kedua sektor ini sama-sama penting, namun alokasi sumber daya yang tidak tepat bisa merugikan salah satu divisi. Dalam jangka pendek, divisi game mungkin akan mengalami pengorbanan lebih besar.

    Konsumen Xbox kini berada dalam posisi yang tidak pasti. Harga konsol yang terus naik, potensi PHK di divisi game, dan masa depan ekosistem Xbox yang belum jelas membuat banyak penggemar mulai khawatir. Mereka menanti kepastian dari Microsoft tentang arah bisnis game perusahaan ke depan.

    Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Microsoft mengenai jumlah pasti pegawai yang akan terkena PHK. Namun, jika rumor ini benar, maka ini akan menjadi salah satu gelombang PHK terbesar di industri teknologi pada tahun 2026.

    Para analis memperkirakan bahwa Microsoft akan mengumumkan rencana restrukturisasi ini dalam beberapa pekan ke depan. Pengumuman resmi biasanya akan disertai dengan penjelasan tentang alasan strategis di balik keputusan tersebut, serta rencana kompensasi bagi karyawan yang terdampak.

    Implikasi dari PHK ini tidak hanya dirasakan oleh karyawan Microsoft, tetapi juga oleh mitra bisnis dan pengembang game pihak ketiga. Ketidakpastian di divisi Xbox bisa mempengaruhi keputusan mereka dalam mengembangkan game untuk platform tersebut.

    Dengan situasi yang masih berkembang, pelaku industri dan konsumen sama-sama menanti langkah selanjutnya dari Microsoft. Keputusan perusahaan dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan masa depan divisi game mereka dan posisi Xbox di pasar konsol global.

    Bagi pengguna setia Xbox, situasi ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri. Namun, Microsoft masih memiliki sumber daya yang besar untuk membalikkan keadaan. Pertanyaannya, apakah perusahaan akan memprioritaskan game atau mengalihkan fokus sepenuhnya ke AI dan cloud computing?

    Jawaban atas pertanyaan ini mungkin akan segera terungkap dalam waktu dekat. Para pemangku kepentingan di ekosistem Xbox berharap Microsoft dapat mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga keberlanjutan bisnis game mereka.

  • Meta Batasi Fitur AI Kacamata, Pengguna Wajib Bayar

    Meta Batasi Fitur AI Kacamata, Pengguna Wajib Bayar

    JBNews.id — Meta mulai menerapkan batasan penggunaan fitur kecerdasan buatan pada jajaran kacamata pintarnya, termasuk Ray-Ban, Oakley, dan merek Meta sendiri. Pengguna kini diwajibkan berlangganan paket Meta One Premium untuk mengakses fitur tertentu secara penuh.

    Kebijakan ini pertama kali terungkap melalui halaman bantuan resmi Meta yang dilaporkan oleh The Verge. Meskipun kacamata AI tetap dapat digunakan tanpa langganan, sejumlah fitur akan dibatasi penggunaannya. Salah satu fitur yang terkena dampak adalah Conversation Focus, yang berfungsi memperkuat audio lawan bicara di lingkungan bising.

    Tanpa langganan, pengguna hanya mendapatkan alokasi tiga jam per bulan untuk fitur tersebut. Jika ingin menggunakan lebih lama, pengguna harus berlangganan paket Meta One Premium, meskipun tetap dibatasi maksimal 15 jam per bulan. Langganan juga memberikan akses ke “Premium Device Support”, di mana pengguna bisa mendapatkan bantuan lebih cepat dari “ahli manusia” yang dilatih khusus untuk fitur kacamata pintar.

    Seorang juru bicara Meta menegaskan kepada WIRED bahwa kebijakan ini “bukanlah batasan tarif AI.” Batasan tarif (rate limits) memang umum diterapkan platform AI lain, di mana pengguna mendapat akses gratis hingga batas tertentu, lalu harus berlangganan untuk penggunaan lebih lanjut hingga batas tersebut direset akhir bulan.

    Namun, fitur Conversation Focus berjalan secara on-device, artinya tidak memerlukan pemrosesan AI di server Meta. Tidak ada cara real-time untuk memantau berapa jam penggunaan Conversation Focus, tetapi pengguna akan menerima notifikasi saat mendekati batas pemakaian.

    “Langganan mendukung pekerjaan yang sedang berlangsung dan memberi pengguna power user akses yang diperluas bersama dukungan perangkat premium,” ujar juru bicara Meta. “Kami akan mulai menguji opsi langganan baru yang menawarkan fitur lebih premium dan kemampuan canggih bagi mereka yang ingin memaksimalkan aplikasi dan kacamata AI kami.”

    Seiring bertambahnya fitur pada kacamata pintar, diperkirakan akan semakin banyak fitur yang menerapkan perlakuan serupa. Namun, Meta menyatakan bahwa mayoritas pengguna tidak akan mencapai batas bulanan Conversation Focus. Data ini didasarkan pada pembelajaran perusahaan dari program akses awal, meskipun Meta mengatakan akan mendengarkan masukan dan menyesuaikan tingkat penggunaan.

    Monetisasi Pengguna, Bukan Biaya AI

    Chris Harrison, direktur Future Interfaces Group di Carnegie Mellon University, tidak meyakini bahwa langganan baru ini bertujuan membantu membiayai pengeluaran AI Meta. “Industri telah membuat kemajuan besar, bahkan dalam enam bulan terakhir, tetapi pasti dalam 18 bulan terakhir, meningkatkan efisiensi pembuatan token—menjalankan model-model ini jauh lebih efisien,” kata Harrison.

    “Ini bukan tentang memulihkan biaya AI; ini tentang memonetisasi pelanggan.” Menurut Harrison, seiring pertumbuhan adopsi, ini adalah cara “mengekstrak nilai” dari platform.

    Kacamata perusahaan biasanya dijual seharga biaya produksi, seperti model baru seharga $299 yang melepas merek Ray-Ban mewah untuk harga lebih rendah. Harrison mengatakan strategi ini membantu peredaran kacamata dan meningkatkan basis pengguna—kemudian layanan langganan meningkatkan pendapatan.

    Ancaman Kompetitor di Depan Mata

    Namun, bahaya dari memperkenalkan tier langganan adalah munculnya kompetitor yang menawarkan semua atau sebagian besar fitur tersebut tanpa membebankan biaya bulanan kepada pengguna. Salah satu kompetitor tersebut sudah di depan mata: Google bersiap meluncurkan kacamata pintarnya sendiri tahun ini, bekerja sama dengan Samsung serta merek kacamata Warby Parker dan Gentle Monster.

    Belum ada detail mengenai harga atau apakah akan ada tier langganan, tetapi Harrison mengatakan Google telah menunjukkan betapa efisiennya dalam menjalankan model AI, dan mungkin lebih siap menyerap biaya ketimbang menyusun fitur melalui tier harga.

    Bukan berarti Google tidak memiliki batasan penggunaan. Di ponsel Pixel, pengguna memerlukan tier tertentu dari paket Google One untuk menggunakan fitur seperti Video Boost, yang mengirim rekaman video ke Cloud Google untuk meningkatkan pencahayaan, warna, stabilisasi, dan pengurangan noise. Chatbot Gemini Google gratis digunakan, tetapi untuk fitur tertentu seperti Gemini Spark, pengguna perlu berlangganan. Di Google Home Speaker baru, pengguna memerlukan langganan Google Home Premium untuk menggunakan pengalaman Gemini Live yang lebih percakapan.

    Apple juga dikabarkan sedang mengerjakan kacamata pintar, dan perusahaan tidak kebal terhadap batasan penggunaan. Jika pengguna terlalu sering menggunakan fitur pengeditan foto AI baru di iOS 27, mereka harus berlangganan tier iCloud+ yang lebih tinggi untuk terus menggunakannya.

    “Semua ini harus memberikan nilai, atau orang akan memilih versi gratis,” kata Harrison. Dan Meta harus berpikir bahwa fitur-fitur ini memberikan nilai yang berarti. Fitur seperti Conversation Focus—orang dengan gangguan pendengaran mungkin merasa fitur ini dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. “Apakah itu sebanding dengan $10 per bulan? Mungkin,” ujarnya.

    Kebijakan langganan ini menunjukkan tren baru di industri teknologi, di mana perangkat keras dijual murah untuk memperluas basis pengguna, sementara pendapatan digali dari layanan langganan. Bagi pengguna di Indonesia, kebijakan ini patut dicermati mengingat Meta Perkuat Perlindungan Remaja di era regulasi baru, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pasar lokal.

    Di sisi lain, langkah Meta ini juga berpotensi mendorong persaingan harga dan fitur di pasar kacamata pintar. Dengan hadirnya Google dan kemungkinan Apple, konsumen mungkin memiliki lebih banyak pilihan tanpa harus terikat langganan bulanan. Namun, seberapa cepat kacamata pintar ini akan tersedia di Indonesia dan berapa harganya masih belum diketahui.

    Bagi pengguna yang sudah memiliki kacamata pintar Meta, tidak ada salahnya memanfaatkan alokasi gratis 3 jam per bulan untuk fitur Conversation Focus. Jika dirasa fitur tersebut sangat membantu, berlangganan paket Meta One Premium bisa menjadi pertimbangan. Namun, jika tidak, pengguna bisa menunggu kompetitor seperti Google yang mungkin menawarkan fitur serupa tanpa biaya tambahan.

    Meta sendiri terus menguji keamanan AI dengan ribuan prompt berbahaya untuk memastikan fitur-fitur yang ditawarkan aman digunakan. Langganan premium juga menjanjikan dukungan perangkat yang lebih baik, yang bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering mengalami masalah teknis.

    Di tengah persaingan yang semakin ketat, keputusan Meta untuk membatasi fitur AI kacamata ini akan diuji oleh pasar. Apakah konsumen bersedia membayar untuk fitur yang sebelumnya gratis, atau beralih ke kompetitor? Waktu yang akan menjawab.

  • Truk Listrik Murah AS Hadir Berkat Baterai LFP China

    Truk Listrik Murah AS Hadir Berkat Baterai LFP China

    JBNews.id — Truk listrik termurah dan terbaru di Amerika Serikat akhirnya resmi meluncur. Harganya di bawah US$25.000 untuk varian dasar. Kendaraan ini merupakan produk dari Slate, sebuah perusahaan rintisan otomotif yang berbasis di Michigan. Yang menarik, harga murah tersebut dicapai berkat penggunaan baterai lithium iron phosphate (LFP), sebuah teknologi yang ditemukan di AS namun disempurnakan di China.

    Slate awalnya tidak berfokus pada baterai LFP. Pada tahun 2022, Kongres AS mengesahkan undang-undang iklim yang memberikan kredit pajak hingga US$7.500 bagi pembeli kendaraan listrik (EV). Untuk memenuhi syarat kredit penuh, produsen harus menggunakan baterai yang dirakit di AS dan dibuat dari material yang berasal dari AS dan sekutunya. Aturan ini melarang material dari China, yang disebut sebagai “foreign entities of concern.” Hal ini membuat penggunaan baterai LFP menjadi problematik saat itu.

    Namun, situasi berubah drastis setelah kredit pajak tersebut dicabut. Musim panas lalu, Kongres yang dikuasai Partai Republik memenuhi janji kampanye Presiden Donald Trump untuk mengakhiri mandat kendaraan listrik dengan menghapus kredit pajak. Langkah ini membuka pintu bagi Slate dan perusahaan lain untuk kembali melirik baterai LFP. Produsen tidak lagi khawatir kehilangan kredit pajak karena kandungan asing pada baterai mereka.

    Keputusan Slate untuk beralih ke baterai LFP tidak lepas dari dominasi China dalam rantai pasok kimia baterai ini. Saat ini, 97,8 persen produksi katoda LFP terjadi di China, menurut data Benchmark Mineral Intelligence. Produsen China seperti BYD dan CATL telah membangun rantai pasok yang kuat, mulai dari pertambangan hingga manufaktur. Kebijakan Trump yang menghapus kredit pajak justru memperkuat posisi teknologi China di pasar EV AS.

    Slate berencana menggunakan baterai yang diproduksi oleh Gotion, anak perusahaan China yang berbasis di AS. Baterai tersebut akan diproduksi di Illinois. Meskipun dirakit di AS, baterai ini tidak akan memenuhi ambang batas untuk kredit pajak yang sudah dicabut. Perusahaan mengklaim truk listriknya memiliki jarak tempuh 205 mil per pengisian daya, naik dari janji awal 150 mil. “Baterai untuk Slate Truck harus memenuhi target daya tahan, keandalan, dan keterjangkauan,” kata Jeff Jablansky, juru bicara Slate.

    Produsen mobil lain juga telah beralih ke baterai LFP untuk varian yang lebih terjangkau. Tesla Model 3 dan Model Y dengan jarak tempuh standar 250 mil menggunakan baterai ini. Mustang Mach-E varian standar juga demikian. Chevrolet Bolt yang diperbarui akan menggunakan LFP untuk sisa produksinya, dengan jarak tempuh 260 mil. Ford bahkan mengatakan akan mengimpor baterai LFP dari China sambil menyiapkan lini produksi dalam negeri. Truk listrik kecil Ford yang diproduksi oleh tim “skunkworks” di California akan menggunakan LFP juga.

    Produksi LFP di AS Mulai Tumbuh

    Produksi LFP di AS memang sudah berjalan, meskipun masih jauh tertinggal dari dominasi China. Lima dari delapan fasilitas manufaktur LG Energy Solution (LGES) di Amerika Utara sedang atau akan segera memproduksi LFP. LGES memperkirakan akan memproduksi 50 gigawatt-jam kapasitas LFP tahun ini, lebih dari tiga kali lipat output tahun lalu. Namun, sebagian besar baterai LFP yang diproduksi di AS tidak akan digunakan untuk kendaraan listrik, melainkan untuk sistem penyimpanan energi (energy storage systems).

    Baterai LFP dinilai lebih cocok untuk penyimpanan stasioner daripada mobil. Baterai ini stabil, aman, dan tahan lama, serta bobotnya yang lebih berat tidak menjadi masalah besar. Dalam setahun terakhir, LGES, GM, Ford, dan Samsung semuanya mengatakan bahwa mereka mengalihkan lini produksi baterai LFP yang semula untuk EV menjadi untuk penyimpanan energi. Langkah ini memungkinkan mereka menjaga arus kas di tengah penjualan EV yang menurun. “Strategi baterai GM berfokus pada penurunan biaya, peningkatan performa, dan membangun rantai pasok yang lebih lokal dan tangguh,” kata Shane Levy, juru bicara GM.

    Tantangan Jangka Panjang

    Dalam jangka panjang, produksi LFP dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan pada China. Namun, Bob Lee, presiden LG Energy Solution di Amerika Utara, mengatakan AS masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Produsen harus berkomitmen miliaran dolar untuk membangun fasilitas baru dan mengembangkan tenaga kerja terampil. “Kadang-kadang bagian logam sederhana, bagian stamping—Anda tidak memiliki semua manufaktur di tempat kami berada, jadi kami harus mengimpor barang-barang ini,” katanya.

    Elemen terpenting untuk memastikan produsen AS berkembang mungkin bukan kembalinya kredit pajak, melainkan kepastian bahwa kebijakan tidak akan berubah secara liar dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya. “Bahkan jika Anda memiliki kebijakan yang tidak begitu ramah, jika sudah ditetapkan dan stabil, Anda masih bisa berinvestasi dan merencanakannya,” kata Lee. “Saat ini, itu sulit dilakukan.”

    Implikasinya jelas: meskipun konsumen AS tidak bisa membeli EV buatan China secara langsung, semakin banyak mobil bertenaga listrik di jalan raya yang akan menggunakan teknologi China di balik kapnya. Ketergantungan pada teknologi China ini menjadi ironi di tengah kebijakan proteksionis yang diusung pemerintahan Trump.

  • Amazon Leo Siap Saingi Starlink dengan 396 Satelit

    Amazon Leo Siap Saingi Starlink dengan 396 Satelit

    JBNews.id — Amazon resmi mengumumkan bahwa konstelasi satelit internet Project Leo kini memiliki 396 unit di orbit rendah Bumi, jumlah yang dinilai cukup untuk memulai layanan komersial pada pertengahan 2026. Langkah ini menempatkan Amazon sebagai pesaing langsung Starlink milik SpaceX di pasar internet satelit global.

    Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari media sosial, Chris Weber, Wakil Presiden Bisnis dan Produk Amazon Leo, menegaskan bahwa jumlah satelit yang beroperasi saat ini telah memenuhi syarat untuk mendukung layanan berkelanjutan di lintang awal. “Enough to support continuous service across initial latitudes,” ujar Weber.

    Amazon menargetkan layanan komersial pertama dapat dinikmati pengguna pada pertengahan 2026. Meski demikian, perusahaan memperingatkan bahwa kualitas layanan pada tahap awal kemungkinan masih jauh dari sempurna, mengingat pengalaman serupa yang pernah dialami Starlink saat pertama kali meluncur.

    Perbandingan dengan Starlink

    SpaceX meluncurkan layanan “Better than nothing beta” pada 2020 dengan hampir 900 satelit di orbit rendah Bumi. Saat itu, layanan hanya menjangkau sebagian kecil pengguna di Amerika Serikat bagian utara dan Kanada. Pengguna awal mengeluhkan gangguan koneksi yang sering terjadi serta sensitivitas tinggi terhadap hambatan fisik.

    Kecepatan internet yang ditawarkan Starlink saat itu berkisar antara 50 Mbps hingga 150 Mbps, dengan latensi 20 ms hingga 40 ms. Baru pada 2022, cakupan dan performa layanan meningkat secara signifikan setelah SpaceX meluncurkan ribuan satelit tambahan.

    Saat ini, SpaceX telah mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit Starlink yang menyediakan konektivitas internet di darat, laut, dan udara di lebih dari 160 negara. Performa Starlink kini mencapai kecepatan unduh median 200 Mbps, unggah 10 Mbps hingga 40 Mbps, dan latensi sekitar 25 ms. Namun, kecepatan tersebut sangat bergantung pada jenis antena, level layanan yang dibayar, waktu penggunaan, dan lokasi pengguna.

    Tantangan Amazon Leo

    Amazon masih tertinggal jauh dari SpaceX dalam hal jumlah satelit. Perusahaan berencana meluncurkan total 3.232 satelit Leo, namun realisasinya masih terhambat oleh berbagai kendala. Salah satu faktor utama adalah keterlambatan roket New Glenn milik Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, yang belum beroperasi secara reguler.

    Dengan hanya 396 satelit yang beroperasi, Amazon diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyamai performa Starlink. Pengguna awal Amazon Leo diingatkan untuk bersiap menghadapi gangguan layanan dan keterbatasan cakupan, serupa dengan pengalaman pengguna awal Starlink pada 2020.

    Dalam situasi ini, Amazon juga tengah menghadapi berbagai tantangan internal. Perusahaan baru-baru ini mendapat denda dari FTC senilai Rp36 miliar terkait kasus pencurian identitas. Selain itu, Amazon juga menghentikan produksi film OpenAI sementara Google menginvestasikan Rp1,2 triliun di A24.

    Prospek dan Implikasi

    Meskipun Amazon Leo masih dalam tahap awal, langkah ini menandai dimulainya persaingan serius di pasar internet satelit. Starlink telah membuktikan bahwa model bisnis ini dapat berhasil, terutama di daerah terpencil yang tidak terjangkau infrastruktur internet konvensional.

    Bagi konsumen, kehadiran Amazon Leo berpotensi menekan harga layanan internet satelit dalam jangka panjang. Namun, dalam waktu dekat, pilihan utama masih jatuh pada Starlink yang memiliki jaringan jauh lebih matang dan cakupan global yang luas.

    Amazon sendiri masih harus menyelesaikan berbagai masalah internal, termasuk investigasi terhadap karyawan yang mendukung moratorium data center serta laporan intimidasi dari tiga karyawan di Seattle. Isu-isu ini menambah kompleksitas operasional perusahaan di tengah upayanya mengejar ketertinggalan di sektor antariksa.

    Dengan target komersial mid-2026, Amazon Leo masih memiliki waktu untuk meningkatkan jumlah satelit dan memperbaiki kualitas layanan. Namun, tanpa roket New Glenn yang andal, target tersebut bisa kembali mundur, mengingat ketergantungan Amazon pada kemampuan peluncuran Blue Origin.

  • Sony Setop Produksi Game PlayStation Fisik Mulai 2028

    Sony Setop Produksi Game PlayStation Fisik Mulai 2028

    JBNews.id — Sony secara resmi mengumumkan akan menghentikan produksi disk fisik untuk semua game PlayStation baru pada Januari 2028. Keputusan ini menandai akhir era media fisik di ekosistem PlayStation dan mempercepat transisi menuju distribusi digital penuh.

    Dalam pengumuman resminya, Sony menyatakan langkah ini merupakan adaptasi terhadap tren konsumsi game terkini. “Ini adalah arah alami bagi Sony Interactive Entertainment untuk beradaptasi dengan tren konsumen karena preferensi umum terhadap media digital jauh melampaui disk fisik,” tulis Sony, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (2/7/2026).

    Data keuangan Sony untuk kuartal keempat tahun fiskal 2025 memperkuat alasan tersebut. Penjualan game digital kini menyumbang 85% dari seluruh penjualan software game di PS4 dan PS5, sementara penjualan game fisik hanya 15%. Angka ini menunjukkan pergeseran fundamental dalam perilaku konsumen.

    Kebijakan ini tidak akan berdampak pada game fisik yang sudah dirilis atau yang direncanakan rilis sebelum Januari 2028. Namun, pengumuman ini menjadi pukulan besar bagi kolektor media fisik dan pasar game bekas. Setelah 2028, semua game baru PlayStation hanya akan tersedia secara digital melalui PlayStation Store dan peritel lainnya.

    Dampak pada Industri Game

    Keputusan Sony diumumkan hanya beberapa hari setelah Rockstar Games mengonfirmasi bahwa Grand Theft Auto 6 hanya akan tersedia dalam versi digital. Gamer yang membeli GTA 6 edisi fisik hanya akan menemukan kode download di dalam kemasannya, bukan disk game fisik. Langkah ini memperkuat sinyal bahwa era game fisik akan segera berakhir.

    Selain itu, Sony juga mengumumkan penutupan PlayStation Store di PlayStation 3 di negara-negara tertentu mulai tahun ini, dan akan diikuti penutupan global untuk PS3 dan PS Vita mulai tahun depan. Setelah toko online ditutup, gamer tidak bisa membeli game atau konten baru di platform tersebut. Sony menjamin game dan konten yang sudah dibeli sebelumnya masih bisa diunduh dalam beberapa waktu ke depan.

    Bagi para kolektor dan penggemar game fisik, keputusan ini tentu mengecewakan. Game fisik, mulai dari cartridge hingga disk, telah menjadi bagian penting dari budaya game selama puluhan tahun. Namun, Sony menegaskan transisi ini diperlukan untuk menyelaraskan diri dengan preferensi mayoritas komunitas gamer.

    Implikasi bagi Konsumen dan Pasar

    Keputusan Sony ini membawa implikasi luas bagi para gamer. Pertama, konsumen yang masih menginginkan game fisik harus segera membeli judul favorit mereka sebelum 2028. Kedua, pasar game bekas yang selama ini menjadi alternatif murah bagi sebagian gamer akan kehilangan pasokan baru.

    Di sisi lain, transisi ke digital memberikan keuntungan seperti kemudahan akses, tidak perlu menyimpan disk fisik, serta update dan patch yang lebih cepat. Namun, gamer juga harus siap dengan ketergantungan penuh pada infrastruktur internet dan layanan PlayStation Store.

    Keputusan Sony ini juga menjadi sinyal bagi industri game global. Dengan pangsa pasar yang besar, langkah Sony bisa mendorong produsen konsol lain untuk mengikuti jejak serupa. Era game fisik perlahan tapi pasti akan berakhir, digantikan oleh ekosistem digital yang lebih efisien namun juga lebih rentan terhadap masalah akses dan kepemilikan.

    Bagi para kolektor, game fisik PlayStation yang sudah dirilis sebelum 2028 akan menjadi barang langka dan bernilai tinggi di masa depan. Sementara itu, gamer yang lebih memilih kepraktisan digital bisa menikmati kemudahan tanpa harus khawatir kehilangan atau merusak disk.

    Dengan keputusan ini, Sony menegaskan komitmennya terhadap masa depan digital gaming. Langkah ini juga sejalan dengan strategi perusahaan untuk mengintegrasikan layanan digital seperti PlayStation Plus dan PlayStation Store sebagai tulang punggung bisnis game mereka.

    Apakah keputusan ini akan diikuti oleh produsen konsol lain? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti: industri game sedang mengalami transformasi besar-besaran, dan Sony menjadi salah satu pionir dalam perubahan ini.

    Bagi gamer di Indonesia, keputusan ini juga berarti pentingnya koneksi internet yang stabil untuk menikmati game di masa depan. Dengan semakin dominannya distribusi digital, infrastruktur internet menjadi faktor krusial dalam pengalaman bermain game.

    Sony juga mengingatkan bahwa game dan konten yang sudah dibeli sebelumnya di PS3 dan PS Vita masih bisa diunduh dalam beberapa waktu ke depan. Namun, setelah penutupan global toko online tersebut, akses ke konten baru akan terbatas.

    Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disk fisik pada 2028 menandai akhir sebuah era. Namun, bagi industri game, ini adalah awal dari babak baru yang lebih digital, lebih terintegrasi, dan lebih terhubung.

    Para gamer yang ingin tetap memiliki koleksi fisik disarankan untuk segera membeli game favorit mereka sebelum tenggat waktu tersebut. Sementara itu, masa depan gaming jelas mengarah ke digital, dan Sony siap memimpin transisi ini.

    Dengan semua perubahan ini, satu hal yang pasti: cara kita membeli, memiliki, dan memainkan game tidak akan pernah sama lagi. Era digital telah tiba, dan Sony menjadi salah satu aktor utama yang mendorong perubahan ini.

  • Realme P4 Series Resmi di RI, HP Gaming Baterai 8000 mAh

    Realme P4 Series Resmi di RI, HP Gaming Baterai 8000 mAh

    JBNews.id — Realme resmi meluncurkan Realme P4 Series di Indonesia pada Kamis, 2 Juli 2026. Seri ini terdiri dari Realme P4x dan Realme P4 Lite yang sama-sama mengusung baterai jumbo, layar 120Hz, serta fitur gaming untuk pengguna yang menginginkan smartphone tahan lama dengan harga terjangkau.

    Realme P4x hadir dengan baterai 8.000 mAh, sementara Realme P4 Lite mengandalkan baterai 7.000 mAh. Keduanya dipasarkan secara online dengan harga mulai Rp 1,7 jutaan dan mulai dijual pada 7 Juli 2026. Langkah ini menegaskan strategi Realme untuk menguasai segmen gaming entry-level di Indonesia.

    “Melalui Realme P4 Series, kami ingin menghadirkan HP gaming yang benar-benar mampu menemani anak muda bermain lebih lama tanpa khawatir baterai cepat habis. Realme berkomitmen menghadirkan inovasi baterai berkapasitas besar yang semakin terjangkau untuk smartphone gaming entry-level,” kata Public Relations Lead Realme Indonesia, Krisva Angnieszca.

    Gaming Lebih Lama dengan Baterai Titan, Ini Pengalaman Main di realme P4x

    Realme menyebut seri P4 dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin sering bermain game mobile, menonton video, hingga melakukan multitasking sepanjang hari. Fokus utamanya adalah daya tahan baterai, performa stabil, dan harga yang kompetitif. Sebelumnya, Realme telah mengumumkan rencana peluncuran seri ini melalui artikel Fitur Terbaru yang mengonfirmasi kehadiran baterai 8.000 mAh.

    Spesifikasi Realme P4x

    Realme P4x menjadi model tertinggi dalam seri ini. Ponsel ini mengusung baterai 8.000 mAh Titan Battery yang dipadukan dengan pengisian cepat 45W Fast Charge, fitur Bypass Charging, dan Reverse Charging 6W. Realme mengklaim teknologi Bionic Repair Technology memungkinkan kesehatan baterai tetap terjaga hingga tujuh tahun atau lebih dari 1.600 siklus pengisian daya.

    Perangkat ini juga berhasil mencatat Rekor MURI setelah digunakan bermain game MOBA lebih dari 10 jam nonstop dan masih menyisakan daya baterai. Untuk dapur pacu, Realme P4x menggunakan chipset UNISOC T7250 dengan RAM dinamis hingga 24 GB dan penyimpanan hingga 256 GB. Layarnya mengusung panel 120Hz Ultra Smooth Display yang dikombinasikan dengan sistem pendingin 10.000 mm² Graphite Cooling System untuk menjaga suhu tetap stabil saat bermain game.

    Realme P4 Series

    Fitur AI Gaming Partner melalui Game Space menghadirkan beberapa optimasi seperti Ultra Boost, Network Optimization, Cleanup Acceleration, Do Not Disturb, dan Game Manager. Dari sisi ketahanan, Realme P4x telah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H, ArmorShell Protection, dan IP64. Ponsel ini juga mendukung Wet Hand Touch 2.0 dan Speaker Dust Ejection.

    Realme P4x menjalankan Realme UI berbasis Android 16 dengan sejumlah fitur AI seperti AI Eraser, AI Clear Face, AI Outdoor Mode, dan AI Image Matting.

    Spesifikasi Realme P4 Lite

    Realme P4 Lite hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau. Smartphone ini mengandalkan baterai 7.000 mAh Titan Battery yang diklaim mampu digunakan bermain Mobile Legends hingga lebih dari delapan jam. Dalam sekali pengisian, perangkat ini juga diklaim dapat digunakan untuk panggilan suara hingga sekitar 50 jam. Pengisian daya didukung teknologi 15W Fast Charging dan Reverse Charging 6W.

    Realme P4 Series

    Realme P4 Lite ditenagai chipset UNISOC T7250 dengan Dynamic RAM hingga 12 GB dan kapasitas penyimpanan hingga 256 GB. Pada sektor layar, perangkat ini memakai panel 6,8 inci HD+ dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan mencapai 900 nits. Sama seperti model P4x, Realme P4 Lite juga dibekali sistem pendingin 10.000 mm² Graphite Cooling System dan AI Gaming Partner.

    Untuk ketahanan, perangkat ini memiliki Military-Grade Shock Resistance, ArmorShell Protection, dan sertifikasi IP64. Realme turut menyematkan fitur AI seperti AI Outdoor Mode, Mini Capsule, AI Eraser, AI Clear Face, dan AI Image Matting. Ponsel ini menjalankan Realme UI berbasis Android 16 dan tersedia dalam pilihan warna Titan Grey serta Pulse Purple.

    Harga Realme P4 Series di Indonesia

    Berikut harga Realme P4 Series saat flash sale:

    Realme P4x

    • 4GB+128GB: Rp 2.299.000
    • 4GB+256GB: Rp 2.799.000
    • 6GB+128GB: Rp 3.099.000

    Realme P4 Lite

    • 4GB+64GB: Rp 1.749.000
    • 4GB+128GB: Rp 2.199.000
    • 4GB+256GB: Rp 2.599.000

    Flash sale digelar mulai 7 Juli 2026 pukul 00.00 WIB melalui Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Akulaku. Realme juga memberikan cashback hingga Rp 250 ribu, cicilan 0%, dan Limited Gift Box selama persediaan masih tersedia. Seluruh varian akan tersedia lebih luas mulai 14 Juli 2026.

    Dengan harga mulai Rp 1,7 jutaan, Realme P4 Lite menjadi pilihan menarik bagi pengguna dengan Harga Terbaru yang kompetitif di segmen entry-level. Sementara itu, Realme P4x menawarkan kapasitas baterai terbesar di kelasnya dengan harga di bawah Rp 3,1 juta.

    Implikasi dari peluncuran ini jelas: Realme ingin mendominasi segmen gaming entry-level dengan kombinasi baterai besar dan harga terjangkau. Bagi konsumen yang mencari smartphone tahan lama untuk bermain game tanpa harus merogoh kocek dalam, Realme P4 Series menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.

  • Komdigi Siapkan Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Internet Kencang

    Komdigi Siapkan Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Internet Kencang

    JBNews.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan tambahan spektrum frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk meningkatkan kualitas serta kecepatan layanan internet di Indonesia. Langkah strategis ini memasuki tahap seleksi pengguna dan menjadi fondasi penting dalam percepatan transformasi digital nasional.

    Bagi operator seluler, frekuensi merupakan aset utama untuk menghadirkan layanan telekomunikasi dan akses internet kepada masyarakat. Tanpa tambahan spektrum, kapasitas jaringan akan semakin terbatas di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital.

    Saat ini, proses seleksi penggunaan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz diikuti oleh tiga operator seluler, yakni Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart. Tambahan spektrum tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan jaringan sekaligus memperbesar kapasitas layanan internet di seluruh Indonesia.

    Ilustrasi pengguna internet.

    Karakteristik Frekuensi 700 MHz: Jangkauan Luas untuk Daerah Terpencil

    Frekuensi 700 MHz dikenal sebagai pita frekuensi rendah yang memiliki jangkauan sinyal lebih luas dan kemampuan penetrasi yang lebih baik ke dalam gedung maupun wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, seperti pegunungan, kawasan hutan, hingga daerah terpencil.

    Karakteristik tersebut menjadikan pita 700 MHz sangat ideal untuk memperluas cakupan layanan internet di wilayah pedesaan, kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta daerah yang hingga kini masih mengalami blank spot. Pemerataan akses internet hingga ke pelosok menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong inklusi digital.

    Dalam proses seleksi, Komdigi membuka alokasi frekuensi 700 MHz pada rentang 703-738 MHz untuk uplink yang dipasangkan dengan 758-793 MHz untuk downlink, dengan total lebar pita mencapai 70 MHz.

    Frekuensi 2,6 GHz: Kapasitas Besar untuk Kawasan Padat Penduduk

    Sementara itu, pita frekuensi 2,6 GHz memiliki karakteristik berbeda. Sebagai frekuensi menengah, spektrum ini menawarkan kapasitas yang lebih besar untuk menampung lonjakan trafik data sehingga sangat cocok digunakan di kawasan perkotaan dengan kepadatan pengguna tinggi.

    Frekuensi tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas layanan internet di kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kampus, kawasan industri, hingga permukiman padat penduduk. Dengan kapasitas yang lebih besar, pengguna dapat menikmati kecepatan internet yang lebih tinggi dan koneksi yang lebih stabil untuk berbagai aktivitas digital.

    Komdigi membuka pemanfaatan pita 2,6 GHz pada rentang 2.500-2.690 MHz dengan total lebar pita mencapai 190 MHz.

    Fondasi Pengembangan Jaringan 4G dan 5G

    Kombinasi kedua pita frekuensi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam pengembangan jaringan 4G dan 5G di Indonesia. Frekuensi 700 MHz akan berperan memperluas jangkauan layanan hingga wilayah yang belum terlayani secara optimal, sementara frekuensi 2,6 GHz akan meningkatkan kapasitas jaringan di daerah dengan kebutuhan data yang tinggi sekaligus mempercepat implementasi layanan 5G.

    Selain mengalokasikan spektrum, Komdigi juga menetapkan sejumlah kewajiban bagi operator yang nantinya memenangkan seleksi. Pemenang diwajibkan membangun layanan 4G/LTE di desa dan kelurahan yang telah ditetapkan pemerintah, serta mengimplementasikan jaringan 5G di sejumlah kota dan kabupaten sesuai target yang ditentukan.

    Di sisi lain, operator pemenang juga harus memenuhi berbagai komitmen finansial, mulai dari pembayaran biaya izin awal (up-front fee), Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi radio setiap tahun, hingga jaminan pembayaran selama masa izin penggunaan spektrum berlangsung.

    Langkah Komdigi ini menjadi penting mengingat kualitas internet Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah. Dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, kecepatan dan kualitas koneksi internet di Indonesia masih relatif tertinggal, terutama di wilayah luar perkotaan.

    Dengan tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut, pemerintah berharap kualitas layanan internet nasional dapat meningkat secara signifikan, baik dari sisi pemerataan akses maupun peningkatan kecepatan. Langkah ini sekaligus menjadi salah satu fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital dan memperluas adopsi jaringan 5G di Indonesia.

    Implikasi dari kebijakan ini sangat jelas: masyarakat di daerah terpencil akan mendapatkan akses internet yang lebih merata, sementara pengguna di perkotaan akan menikmati koneksi yang lebih cepat dan stabil. Bagi pelaku bisnis dan industri, peningkatan kualitas internet ini akan membuka peluang baru dalam adopsi layanan digital dan transformasi bisnis.