Author: Hamzah Nurhamzah

  • ATSI Desak Tarif Verifikasi Biometrik SIM Card di Bawah Rp 1.000

    ATSI Desak Tarif Verifikasi Biometrik SIM Card di Bawah Rp 1.000

    JBNews.id — Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) secara resmi mengusulkan agar tarif verifikasi data biometrik untuk registrasi SIM card baru ditetapkan di bawah Rp 1.000 per transaksi. Usulan ini diajukan di tengah kebijakan baru registrasi SIM card yang mewajibkan pencocokan data biometrik wajah melalui database Dukcapil.

    Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir mengungkapkan bahwa saat ini operator seluler seperti Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart dibebani biaya Rp 3.000 untuk satu kali transaksi pencocokan data biometrik. Sementara itu, verifikasi data nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) dikenakan tarif Rp 1.000.

    “Jadi, kami melihat angka ini tidak realistis. Kami berharap tarifnya bisa di bawah Rp 1.000,” ujar Marwan di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

    Data biometrik yang digunakan dalam registrasi ini tersimpan di database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Dalam proses registrasi SIM card biometrik, operator seluler harus meminta verifikasi ke Dukcapil untuk memastikan kecocokan data biometrik yang didaftarkan saat aktivasi nomor HP baru.

    Perbandingan Biaya dengan Negara Lain

    Marwan menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan internal operator seluler, biaya yang realistis untuk verifikasi data NIK dan nomor KK adalah Rp 70, sementara untuk data biometrik senilai Rp 200. Perhitungan ini didasarkan pada analisis biaya modal (capex) dan biaya operasional (opex) yang telah dilakukan secara detail.

    “Kalau kita lihat referensi India itu setengah Rupee atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 98 (verifikasi NIK dan nomor KK). Jadi, kami sudah referensinya. Memang capex dan opex sudah kita hitung,” jelas Marwan.

    Perbandingan dengan India menunjukkan bahwa tarif yang diterapkan di Indonesia saat ini masih jauh lebih tinggi. India menerapkan tarif verifikasi setara Rp 98 untuk data NIK dan KK, sementara Indonesia mematok Rp 1.000 untuk layanan serupa.

    Dampak terhadap Operator Seluler

    Marwan menegaskan bahwa tarif verifikasi yang tinggi akan berdampak langsung pada biaya operasional operator seluler. Hal ini karena setiap aktivasi nomor baru wajib melalui proses biometrik. Di sisi lain, provider juga harus menjaga kualitas jaringan di tengah tingginya kebutuhan akses internet masyarakat.

    Berdasarkan estimasi, penjualan kartu SIM mencapai sekitar 6 juta unit per bulan atau 72 juta per tahun. Jika dihitung dari seluruh operator, total transaksi verifikasi dapat mencapai ratusan juta transaksi setiap tahunnya.

    “Jika tarif terlalu tinggi, tentu akan membebani operasional operator,” ucap Marwan.

    Penting untuk dicatat bahwa biaya verifikasi ini tidak ditanggung oleh konsumen, melainkan oleh operator seluler. Artinya, kenaikan tarif verifikasi akan langsung mempengaruhi beban biaya yang harus ditanggung oleh provider telekomunikasi.

    Dalam situasi tantangan ekonomi saat ini, ATSI menilai tarif Rp 3.000 untuk verifikasi data biometrik tidak realistis. Organisasi ini terus berkoordinasi dengan Dukcapil dan pihak terkait untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

    “Soal pada akhirnya kami mengajukan angka baru, kita lagi koordinasikan karena kami juga memahami Dukcapil, PNBP. Ini tidak ditanggung konsumen tapi operator seluler,” ungkap Marwan.

    Proses Registrasi Biometrik

    Kebijakan registrasi SIM card menggunakan biometrik wajah merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan nomor telepon. Dalam proses ini, operator seluler akan meminta verifikasi ke Dukcapil terkait kecocokan data biometrik yang didaftarkan untuk pengaktifan nomor HP baru.

    Data biometrik yang dimaksud adalah data wajah pengguna yang dicocokkan dengan database kependudukan nasional. Proses ini memastikan bahwa setiap nomor telepon terdaftar dengan identitas yang valid dan terverifikasi.

    Namun, tarif verifikasi yang tinggi menjadi kendala utama bagi operator seluler. Dengan volume transaksi yang besar, selisih tarif sekecil apapun akan berdampak signifikan pada total biaya operasional tahunan.

    ATSI berharap pemerintah dapat mempertimbangkan usulan tarif di bawah Rp 1.000 agar industri telekomunikasi tetap dapat beroperasi secara efisien. Organisasi ini juga mendorong transparansi dalam penetapan tarif PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang menjadi dasar biaya verifikasi data Dukcapil.

    Implikasi bagi Industri Telekomunikasi

    Penetapan tarif verifikasi biometrik yang ideal akan mempengaruhi keberlanjutan bisnis operator seluler di Indonesia. Dengan margin yang tipis, setiap tambahan biaya operasional harus diimbangi dengan efisiensi di sektor lain.

    Marwan menekankan bahwa operator seluler tidak hanya dibebani biaya verifikasi, tetapi juga harus terus berinvestasi dalam infrastruktur jaringan. Kebutuhan akses internet yang terus meningkat menuntut provider untuk menjaga kualitas layanan.

    Sementara itu, video uji ketahanan perangkat terbaru juga menjadi perhatian publik di tengah perkembangan teknologi telekomunikasi.

    Keputusan akhir mengenai tarif verifikasi biometrik ini akan sangat menentukan arah industri telekomunikasi nasional ke depan. ATSI berharap pemerintah dapat mendengarkan masukan dari operator seluler agar kebijakan yang dihasilkan dapat mendukung pertumbuhan sektor telekomunikasi di Indonesia.

    Dengan volume transaksi mencapai 72 juta per tahun, selisih tarif Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per transaksi akan menghasilkan perbedaan biaya tahunan yang sangat signifikan. Oleh karena itu, negosiasi tarif ini menjadi krusial bagi kelangsungan operasional operator seluler.

    ATSI berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Dukcapil dan kementerian terkait demi mencapai kesepakatan yang adil dan realistis. Organisasi ini juga membuka ruang dialog dengan pemerintah untuk membahas skema tarif yang lebih proporsional.

    Di sisi lain, pemerintah melalui Dukcapil juga memiliki pertimbangan tersendiri terkait biaya operasional penyimpanan dan pengelolaan data biometrik nasional. Keseimbangan antara kepentingan operator dan pemerintah menjadi kunci dalam penetapan tarif final.

    Masyarakat pengguna layanan telekomunikasi diharapkan tidak terdampak langsung dari perubahan tarif ini karena biaya verifikasi ditanggung oleh operator seluler. Namun, efisiensi biaya operasional operator pada akhirnya dapat berkontribusi pada stabilitas harga layanan telekomunikasi bagi konsumen.

    Perkembangan lebih lanjut mengenai negosiasi tarif verifikasi biometrik ini akan terus dipantau. Keputusan final diharapkan dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, termasuk operator seluler, pemerintah, dan masyarakat pengguna.

    Untuk informasi lebih lanjut, pembaca dapat mengikuti perkembangan terkini seputar kebijakan telekomunikasi di Indonesia melalui kanal berita teknologi JBNews.id.

    Dalam konteks yang lebih luas, perkembangan teknologi dan regulasi telekomunikasi di Indonesia terus mengalami dinamika. Kebijakan antariksa 2045 juga menjadi salah satu isu strategis yang dibahas di tingkat nasional.

    Sementara itu, inovasi layanan keuangan digital seperti tarik tunai ShopeePay juga menunjukkan perkembangan ekosistem digital yang semakin terintegrasi.

    ATSI berharap dengan adanya koordinasi yang baik antara operator seluler dan pemerintah, tarif verifikasi biometrik dapat ditetapkan pada level yang mendukung pertumbuhan industri telekomunikasi nasional. Keputusan ini akan menjadi preseden penting bagi kebijakan serupa di masa depan.

    Marwan menegaskan bahwa ATSI akan terus memperjuangkan tarif yang realistis dan berkelanjutan bagi industri telekomunikasi. Organisasi ini siap memberikan data dan analisis yang diperlukan untuk mendukung negosiasi dengan pemerintah.

    Dengan pendekatan yang konstruktif, diharapkan solusi terbaik dapat dicapai dalam waktu dekat. Industri telekomunikasi Indonesia membutuhkan kepastian regulasi untuk dapat terus berinvestasi dan berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

    Kesimpulannya, usulan ATSI untuk menurunkan tarif verifikasi biometrik SIM card menjadi di bawah Rp 1.000 merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan industri telekomunikasi. Dengan volume transaksi yang besar, efisiensi biaya verifikasi akan berdampak positif pada operasional operator seluler dan pada akhirnya pada kualitas layanan bagi konsumen.

  • Fitur Duduk Minecraft Hadir Setelah 17 Tahun

    Fitur Duduk Minecraft Hadir Setelah 17 Tahun

    JBNews.id — Mojang akhirnya mengabulkan permintaan klasik para pemain Minecraft: karakter utama, Steve, kini bisa duduk. Fitur yang telah dinantikan selama 17 tahun ini diumumkan melalui sebuah video di YouTube pada 7 Juli 2026.

    Game yang pertama kali dirilis secara teknis pada Mei 2009 ini telah mengalami banyak perubahan. Namun, satu permintaan sederhana dari para pemain—agar Steve bisa duduk—tidak pernah terwujud hingga kini. Pengumuman Mojang pada 7 Juli lalu mengonfirmasi bahwa fitur tersebut akhirnya akan hadir secara resmi.

    Sejarah Panjang Permintaan Fitur Duduk

    Sejak awal kemunculan Minecraft, para pemain telah mencoba berbagai cara untuk membuat karakter mereka duduk. Eksperimen tersebut meliputi mengunduh modifikasi (mod) buatan komunitas, memanfaatkan gerobak tambang, atau menempatkan perahu di dalam struktur kecil yang menyerupai kursi. Beberapa pemain bahkan mencoba menggunakan hewan yang dapat ditunggangi untuk menciptakan ilusi sedang duduk. Namun, tidak ada satu pun metode improvisasi ini yang berhasil memberikan solusi sempurna.

    Permintaan ini menjadi salah satu yang paling vokal di komunitas Minecraft. Selama bertahun-tahun, forum diskusi dan media sosial dipenuhi dengan berbagai ide dan harapan agar Mojang menambahkan fitur dasar ini. Kini, setelah hampir dua dekade, pengembang akhirnya memberikan jawaban.

    Cara Kerja Fitur Baru: Item Bantal

    Mojang mengumumkan bahwa kunci untuk membuat Steve duduk adalah item baru bernama Bantal. Item ini dapat dibuat dengan resep sederhana: menempatkan tiga Lempengan Wol dalam garis horizontal di meja kerajinan. Setelah dibuat, pemain cukup menempatkan Bantal di permukaan datar dan mengkliknya. Karakter pun akan langsung duduk di atas bantal tersebut.

    Untuk memberikan variasi, Mojang mengonfirmasi bahwa Bantal akan tersedia dalam 16 warna berbeda. Hal ini memungkinkan pemain untuk menyesuaikan tampilan tempat duduk sesuai dengan bangunan atau tema yang mereka inginkan.

    Bantal akan ditambahkan secara resmi ke dalam game pada pembaruan kuartal ketiga (Q3) tahun 2026. Namun, bagi pemain yang tidak sabar, mereka yang memainkan versi Java Snapshot, Bedrock Beta, atau Preview Minecraft sudah dapat mencoba fitur ini mulai hari ini.

    Dampak bagi Komunitas Minecraft

    Keputusan Mojang untuk menambahkan fitur duduk ini menunjukkan bahwa pengembang masih mendengarkan masukan dari komunitasnya. Meskipun terlihat sederhana, fitur ini memenuhi salah satu permintaan tertua dalam sejarah game tersebut. Bagi banyak pemain, kemampuan untuk duduk bukan sekadar mekanisme baru, melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang game ini.

    Di sisi lain, pengumuman ini juga membuka peluang bagi kreativitas pemain. Dengan 16 warna Bantal yang tersedia, pemain dapat mendesain area istirahat, ruang tamu, atau bahkan teater di dalam dunia Minecraft mereka dengan lebih realistis.

    Keputusan Mojang untuk menambahkan fitur duduk ini juga sejalan dengan tren pengembangan game yang semakin memperhatikan pengalaman pemain. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pengembang game besar yang merilis pembaruan untuk memenuhi permintaan komunitas yang sudah lama ada. Contohnya adalah Anthropic Buka Pengaman setelah kritik, atau YouTube yang akhirnya mengaktifkan fitur pesan pribadi setelah sembilan tahun.

    Bagi pemain yang telah menantikan fitur ini sejak awal, momen ini bisa menjadi nostalgia tersendiri. Minecraft telah berkembang dari sekadar game kotak-kotak sederhana menjadi fenomena global. Penambahan fitur duduk, meskipun tampak sepele, menjadi simbol bahwa tidak ada permintaan yang terlalu kecil untuk didengar.

    Implikasi bagi Pemain dan Pengembang

    Dari sisi gameplay, fitur ini membuka kemungkinan baru dalam hal roleplay dan desain interior. Pemain yang suka membangun kota atau desa kini dapat menambahkan bangku taman, kursi ruang tamu, atau tempat duduk di area publik dengan lebih mudah. Ini juga bisa menjadi elemen penting bagi server yang berfokus pada interaksi sosial.

    Bagi Mojang, penambahan fitur ini bisa menjadi strategi untuk mempertahankan basis pemain yang sudah ada. Dengan terus merilis pembaruan yang relevan, mereka memastikan bahwa Minecraft tetap segar dan menarik, bahkan setelah 17 tahun berlalu.

    Keputusan untuk merilis fitur ini terlebih dahulu di versi snapshot dan beta juga memberi kesempatan bagi komunitas untuk memberikan umpan balik sebelum peluncuran resmi. Hal ini menunjukkan bahwa Mojang ingin memastikan fitur Bantal berfungsi dengan baik di berbagai platform sebelum dirilis secara luas.

    Sementara itu, bagi para modder yang selama ini menyediakan solusi alternatif untuk fitur duduk, pengumuman ini mungkin menjadi akhir dari era mereka. Namun, dengan hadirnya fitur resmi, pemain kini tidak perlu lagi mengunduh mod tambahan yang berpotensi membawa risiko keamanan, seperti Poco F8 Ultra yang sempat ludes terjual.

    Ke depannya, Mojang kemungkinan akan terus menambahkan fitur-fitur lain yang diminta oleh komunitas. Dengan momentum ini, banyak pemain berharap agar pengembang juga mempertimbangkan permintaan klasik lainnya, seperti update bioma atau mekanisme baru untuk eksplorasi.

    Fitur duduk di Minecraft adalah contoh nyata bagaimana sebuah permintaan sederhana, jika didukung oleh komunitas yang vokal, bisa terwujud. Ini menjadi pelajaran bagi pengembang game lain bahwa mendengarkan pemain adalah kunci untuk menjaga loyalitas dan relevansi jangka panjang.

    Bagi pemain yang sudah mencoba fitur ini di versi snapshot, mereka bisa langsung merasakan perbedaannya. Tidak perlu lagi trik rumit atau mod eksternal. Cukup buat Bantal, tempatkan di lantai, dan klik. Steve pun duduk.

    Pembaruan Q3 2026 dijadwalkan akan membawa fitur ini ke semua pemain Minecraft di seluruh dunia. Sampai saat itu tiba, para penggemar bisa terus bereksperimen dengan 16 warna Bantal yang tersedia di versi uji coba.

  • Eropa Hadapi Krisis Panas, AC Bukan Solusi Tunggal

    Eropa Hadapi Krisis Panas, AC Bukan Solusi Tunggal

    JBNews.id — Eropa tengah menghadapi gelombang panas ekstrem yang memicu perdebatan sengit soal penggunaan air conditioner (AC). Hanya sekitar 20 persen rumah tangga di Eropa yang memiliki AC, sementara angka kematian akibat panas ekstrem terus meningkat.

    Gelombang panas yang memecahkan rekor pada Juni 2026 menjadi gambaran nyata masa depan yang lebih panas. Di Eropa utara, rumah dan kantor yang dibangun untuk menahan panas selama musim dingin berubah menjadi oven. Laporan Komite Perubahan Iklim Inggris memperingatkan bahwa pada pertengahan abad ini, lebih dari 90 persen rumah yang ada bisa mengalami overheating selama gelombang panas parah.

    Krisis Panas dan Kesenjangan Akses AC

    Kesenjangan akses terhadap AC di Eropa sangat mencolok. Hanya 20 persen warga Eropa yang memiliki AC di rumah, dan angka itu merosot menjadi 4 persen di Inggris. Sebagai perbandingan, sekitar 90 persen rumah tangga di Amerika Serikat memiliki AC, di mana listrik jauh lebih murah.

    Penelitian Nicole Miranda dan rekannya di Universitas Oxford menunjukkan bahwa negara-negara seperti Inggris, Swiss, Norwegia, dan Finlandia bisa mengalami peningkatan paparan panas dan permintaan pendinginan terbesar jika pemanasan global mencapai 2 derajat Celcius di atas level pra-industri.

    “Kita akan membutuhkan lebih banyak pendingin untuk melindungi orang,” kata Miranda, dosen senior teknik dan manajer pengurangan karbon di universitas tersebut. “Pertanyaannya adalah bagaimana menyediakannya dengan cara yang efisien, adil, dan cerdas. Bukan dengan panik membeli AC portabel yang tidak efisien dan boros energi.”

    Paradoks AC: Mendinginkan Ruangan, Memanaskan Bumi

    Air conditioner menyimpan paradoks besar: mesin yang mendinginkan kita juga memanaskan planet. Listrik yang dikonsumsi AC sudah menyumbang sekitar 3 persen emisi gas rumah kaca global, sedikit lebih tinggi dari industri penerbangan.

    “Kami memperkirakan pendinginan akan menjadi salah satu pendorong terbesar pertumbuhan permintaan listrik di seluruh dunia, bersama dengan pusat data,” ujar Fabian Voswinkel, analis kebijakan efisiensi energi di IEA.

    Dengan unit baru yang dipasang di seluruh dunia setiap menitnya, permintaan listrik untuk pendinginan ruangan bisa lebih dari tiga kali lipat pada 2050. Tenaga surya akan membantu mengurangi emisi, tetapi tidak akan membersihkan reputasi buruk AC.

    AC konvensional masih menggunakan refrigeran yang bermasalah. Gas fluorinasi, misalnya, memiliki potensi pemanasan global ribuan kali lebih besar daripada CO2 jika bocor ke atmosfer. Uni Eropa telah memperkenalkan regulasi pada 2024 untuk menghapusnya secara bertahap.

    “Dalam beberapa tahun ke depan, AC dan pompa panas yang menggunakan gas ini bahkan tidak akan bisa dijual di sini,” kata Voswinkel.

    Revolusi Pendingin Tanpa Refrigeran

    Kebuntuan ini mendorong para ilmuwan kembali ke papan gambar. Jawaban mereka terletak pada material yang berubah suhu saat terkena gaya eksternal—bidang yang dikenal sebagai pendinginan solid-state, yang bisa merevolusi cara kita mendinginkan udara.

    Paul Motzki, profesor sistem material pintar di Saarland University Jerman, memimpin konsorsium ilmiah yang didanai Uni Eropa yang fokus pada nikel-titanium. Ketika logam itu diregangkan dan dilepaskan, ia kembali ke bentuk aslinya, menyerap panas dari sekitarnya dan menghasilkan efek pendinginan elastokalorik.

    Dalam praktiknya, teknologi ini bisa digunakan untuk mendinginkan ruangan sebesar 5 hingga 10 derajat Celcius dan, menurut Motzki, melakukannya bahkan lebih efisien daripada sistem AC konvensional saat ini. Tim saat ini sedang menguji prototipe di laboratorium, tetapi berharap dapat menerapkannya di gedung-gedung baru dalam beberapa tahun ke depan.

    “Ini bisa menyebabkan disrupsi, bahkan perubahan paradigma, karena teknologinya sangat berbeda dari sistem pendingin yang sudah mapan,” kata Motzki.

    Startup lain juga berlomba. Mimic Systems yang berbasis di Brooklyn mengembangkan pompa panas berdasarkan bahan semikonduktif. Magnotherm, spin-off dari Technical University of Darmstadt, menggunakan medan magnet di lemari es dan akan menguji prototipe di jaringan supermarket Jerman tahun ini. Barocal dari University of Cambridge bereksperimen dengan kristal plastik fleksibel dan baru-baru ini mengumpulkan dana sebesar USD 10 juta dalam pendanaan awal.

    Motzki mengatakan Eropa jelas berada di garis depan dalam pendinginan solid-state. “Saya melihat peluang besar bagi Eropa untuk mencapai kepemimpinan teknologi hingga mencapai kematangan pasar,” tambahnya. “Tentu saja, ini semua akan sangat bergantung pada modal swasta dan pendanaan publik.”

    Hierarki Pendinginan: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

    Baik peneliti Oxford Miranda maupun analis IEA Voswinkel menyerukan “hierarki pendinginan”: Prioritas harus mencegah bangunan dari overheating sejak awal—melalui pepohonan, naungan, material reflektif, dan ventilasi alami. Pendinginan aktif harus datang kemudian, difokuskan pada tempat-tempat yang paling membutuhkannya, seperti sekolah, bangsal rumah sakit, dan panti jompo.

    Dari Paris, tempatnya berbasis, Voswinkel menunjuk pada satu contoh efisien: Menjelang Olimpiade Musim Panas 2024, kota itu memperluas jaringan pemanas distriknya untuk juga mendistribusikan air sungai yang didinginkan melalui pipa bawah tanah, mendinginkan bangunan publik.

    “Saya pikir gelombang panas ini membuat semakin banyak pembuat kebijakan menyadari bahwa kita harus menghadapi realitas baru ini dan membuat rencana yang baik,” katanya.

    Implikasi untuk Masa Depan

    Pertanyaan sebenarnya bukan hanya apakah teknologi baru ini akan berhasil, tetapi siapa yang akan mengembangkannya dalam skala besar dan seberapa cepat. Sejarah menunjukkan jalannya tidak akan linier. Fotovoltaik surya, misalnya, dimulai dengan terobosan penelitian di Eropa, pindah ke komersialisasi di AS, dan akhirnya diskalakan di Asia melalui rantai pasok yang terintegrasi secara vertikal.

    Pendinginan solid-state bisa mengikuti lintasan serupa. Pasar pendinginan saat ini sudah didominasi oleh konglomerat multinasional seperti Daikin dan Samsung, yang melacak teknologi yang muncul dan siap bergerak cepat.

    Lindsay Rasmussen dari Third Derivative, akselerator iklim-tech yang didirikan oleh Rocky Mountain Institute AS, bekerja dengan startup seperti Mimic Systems dan Magnotherm pada pendinginan generasi berikutnya. Ia menekankan bahwa teknologi pendinginan solid-state masih dalam tahap awal—menjanjikan, tetapi belum terbukti dalam skala besar. Namun, “ruang ini bisa bergerak cepat jika modal dan kemitraan yang tepat tersedia.”

    Realitas yang berisiko terlewatkan: Memasang lebih banyak AC tidak akan, dengan sendirinya, memecahkan masalah overheating Eropa. Banyak kota di Eropa menjebak panas di gedung-gedung yang padat dan jalan-jalan beton, dan tantangannya adalah bagaimana mendinginkannya tanpa mengorbankan estetika yang membuat mereka begitu khas.

  • Gabe Newell Bangun Kapal Rp 14,6 Triliun untuk Ekspedisi Laut Dalam

    Gabe Newell Bangun Kapal Rp 14,6 Triliun untuk Ekspedisi Laut Dalam

    JBNews.id — Bos Valve, Gabe Newell, mengalokasikan dana hingga USD 815 juta atau sekitar Rp 14,6 triliun untuk membangun kapal riset canggih guna mengungkap misteri lautan terdalam di Bumi. Proyek ambisius ini dikerjakan oleh galangan kapal asal Norwegia, VARD, yang telah mengonfirmasi kontrak pembangunan kapal bernama RV11000 pada Mei 2026.

    Kapal RV11000 akan menjadi platform penelitian kelautan terbesar yang pernah dibangun oleh organisasi riset milik Gaben, Inkfish. VARD menyebut kapal ini dirancang untuk mendukung ekspedisi ilmiah ke beberapa titik terdalam dan paling jarang dijelajahi di samudra dunia.

    “RV11000 akan menjadi platform yang dirancang khusus yang mendorong batasan kemampuan penelitian kelautan, memperkuat kemampuan kita untuk mendukung para ilmuwan dan membuka pemahaman baru tentang lautan,” kata pimpinan Inkfish, Stu Buckle, dalam pernyataan resminya, Kamis (9/7/2026).

    Kapal ini memiliki panjang 162 meter dan lebar 28 meter, meningkat secara signifikan dibandingkan pendahulunya, RV6000, yang menelan biaya USD 300 juta dan dijadwalkan meluncur pada 2028. RV11000 dirancang untuk pemetaan dasar laut, pengumpulan sampel, operasi jarak jauh, dan penyelaman hingga kedalaman 11 ribu meter.

    Untuk mendukung misi tersebut, RV11000 dilengkapi sistem peluncur kapal selam, hanggar khusus untuk dua kapal selam berawak, serta peralatan pengangkat khusus yang mampu beroperasi pada kedalaman 15 ribu meter. Salah satu fitur unggulannya adalah instalasi baterai terbesar yang pernah dipasang pada sebuah kapal, memungkinkan operasi tanpa suara hingga 12 jam guna mengurangi kebisingan yang dapat mengganggu pengamatan ilmiah dan kehidupan laut.

    Kapal ini juga dirancang dengan empat penstabil aktif untuk meningkatkan kinerja di laut yang bergelombang, serta dilengkapi laboratorium, bengkel, dan kantor. RV11000 dapat menampung setidaknya 130 ilmuwan dan awak kapal, yang sebagian besar akan memiliki kabin pribadi.

    “Kapal generasi berikutnya ini dibangun berdasarkan desain sebelumnya untuk memberikan kemampuan, fleksibilitas, dan jangkauan yang jauh lebih besar guna mendukung kegiatan ilmiah,” tambah Buckle.

    Proyek ini menjadi sorotan di tengah berbagai aktivitas bisnis Valve lainnya. Sebelumnya, Steam Machine Valve diburu para penimbun sehingga harganya menembus Rp 50 jutaan. Sementara itu, Valve buka reservasi Steam Machine dengan harga mulai Rp 18 jutaan.

    Apabila tidak ada kendala, pengiriman RV11000 dijadwalkan pada kuartal pertama tahun 2030. Ini berarti era eksplorasi laut dalam versi nyata Gaben masih beberapa tahun lagi. Proyek ini menunjukkan komitmen Gabe Newell dalam mendanai riset ilmiah skala besar, sejalan dengan minatnya terhadap teknologi dan eksplorasi.

    Bagi penggemar industri game, langkah ini menambah dimensi baru pada profil Gabe Newell yang selama ini dikenal sebagai pendiri Valve, perusahaan di balik platform distribusi game Steam. Valve juga terus mengembangkan ekosistem perangkat kerasnya, termasuk instalasi SteamOS di PC rakitan sendiri yang baru-baru ini dibuka untuk publik.

  • Mastel: Indonesia Jangan Terlambat Lagi Adopsi 6G

    Mastel: Indonesia Jangan Terlambat Lagi Adopsi 6G

    JBNews.id — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mendorong pemerintah agar mulai menyiapkan fondasi pengembangan teknologi 6G sejak sekarang. Organisasi tersebut menilai Indonesia harus belajar dari pengalaman implementasi 5G yang berjalan lebih lambat dibanding sejumlah negara lain. Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno menegaskan bahwa pembahasan mengenai pemanfaatan pita frekuensi 6 GHz dan kesiapan menuju 6G perlu dilakukan jauh sebelum teknologi tersebut hadir secara komersial.

    “Jangan sampai kita terlambat seperti 5G. Karena kalau kita tidak well planned, tahu-tahu lingkungan internasional sudah siap, sementara kita belum,” ujar Sarwoto usai forum diskusi mengenai spektrum 6 GHz dan 6G di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

    Forum yang diinisiasi Mastel tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku industri, hingga mitra internasional. Tujuannya adalah menyusun pandangan bersama mengenai arah pengelolaan spektrum frekuensi yang akan menjadi fondasi layanan 5G Advanced dan 6G di masa depan.

    Kesiapan Ekosistem dan Alokasi Frekuensi

    Menurut Sarwoto, pembahasan saat ini bukan sekadar mengenai teknologi 6G, melainkan bagaimana pemerintah mulai menentukan arah alokasi pita frekuensi. Khususnya spektrum 6 GHz, agar mampu mendukung perkembangan teknologi selanjutnya. “Yang kita bicarakan sekarang terutama adalah bagaimana alokasi frekuensi ke depan bisa menjawab kebutuhan 5G Advanced maupun layanan 6G,” katanya.

    Ia menilai persiapan sejak dini menjadi penting karena pengembangan teknologi telekomunikasi tidak hanya bergantung pada tersedianya frekuensi. Kesiapan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari perangkat, aplikasi, hingga standar internasional, juga menjadi faktor krusial.

    “Percuma kalau frekuensinya ada, tetapi handset-nya belum siap atau aplikasinya belum tersedia. Karena itu ekosistem harus dibangun bersama,” ucap Sarwoto.

    Sarwoto juga menekankan pentingnya Indonesia mengikuti harmonisasi standar global. Menurutnya, pengembangan teknologi telekomunikasi tidak bisa dilakukan secara terpisah karena harus tetap kompatibel dengan ekosistem internasional. Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia Siapkan Satelit LEO yang juga membutuhkan keselarasan standar global.

    Peran Kecerdasan Artifisial dalam 6G

    Ia menambahkan, perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI) juga akan semakin meningkatkan kebutuhan terhadap jaringan telekomunikasi generasi berikutnya. AI, kata dia, bukan hanya akan melahirkan layanan baru, tetapi juga mengubah cara operator mengelola jaringan melalui otomatisasi dan optimasi berbasis kecerdasan buatan.

    Lebih lanjut, Sarwoto mengingatkan bahwa pemerintah perlu mulai melakukan kajian komprehensif mengenai pemanfaatan spektrum. Termasuk menghitung manfaat ekonomi dari setiap kebijakan penataan frekuensi.

    “Pada akhirnya implementasi teknologi selalu berkaitan dengan aspek keekonomian. Karena itu penataan spektrum harus mulai dipersiapkan dari sekarang agar ketika ekosistem siap, Indonesia tidak kembali tertinggal dalam mengadopsi teknologi baru,” pungkasnya.

    Pernyataan Mastel ini muncul di tengah berbagai inisiatif nasional di sektor teknologi. Pemerintah sebelumnya telah menunjukkan komitmen melalui kebijakan antariksa 2045 yang juga membutuhkan infrastruktur telekomunikasi modern. Selain itu, dorongan agar Indonesia menjadi pemain industri satelit global memerlukan fondasi spektrum frekuensi yang matang.

    Implikasi dari keterlambatan adopsi 5G masih terasa hingga kini. Dengan persiapan 6G yang dimulai sekarang, Indonesia berpeluang mengejar ketertinggalan dan bahkan menjadi bagian dari ekosistem global sejak tahap awal pengembangan. Bagi pelaku industri dan pengguna layanan telekomunikasi, keputusan pemerintah dalam alokasi spektrum 6 GHz akan menentukan kualitas dan kecepatan layanan internet di masa depan.

  • Samsung Ungkap Visi AI Personal Jelang Galaxy Unpacked 2026

    Samsung Ungkap Visi AI Personal Jelang Galaxy Unpacked 2026

    JBNews.id — Menjelang gelaran Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026 di London, CEO Samsung Electronics TM Roh mengungkap arah baru pengembangan Galaxy AI yang berfokus pada personalisasi. Dalam surat terbuka, TM Roh menegaskan bahwa masa depan kecerdasan buatan bukan ditentukan oleh siapa yang memiliki AI paling pintar, melainkan AI yang paling memahami penggunanya.

    TM Roh menyatakan bahwa AI kini telah memasuki era agentic AI, yakni teknologi yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat mengambil tindakan atas nama pengguna. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

    “AI tidak perlu berpikir melebihi Anda. AI perlu memahami Anda,” tulis TM Roh dikutip dari laman Newsroom Samsung, Kamis (8/7/2026).

    Menurutnya, pengalaman AI terbaik akan lahir dari perangkat yang paling mengenal penggunanya. Karena itu, Samsung selama bertahun-tahun membangun ekosistem perangkat Galaxy yang saling terhubung, mulai dari smartphone, tablet, smartwatch, TV hingga perangkat rumah pintar melalui SmartThings.

    Samsung menjelaskan setiap perangkat berkontribusi memberikan konteks berbeda mengenai aktivitas pengguna. Galaxy Watch, misalnya, memahami pola tidur dan detak jantung, sementara perangkat rumah tangga pintar mengetahui kebiasaan pengguna di rumah. Semua data tersebut dipadukan untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih personal.

    Contohnya, informasi kualitas tidur dari smartwatch dapat membantu AI menyusun jadwal aktivitas yang lebih sesuai pada hari berikutnya.

    AI Personal Harus Tetap Aman

    TM Roh juga menekankan bahwa AI personal harus dibangun di atas fondasi keamanan dan transparansi. Menurutnya, semakin banyak AI memahami pengguna, semakin penting perlindungan terhadap data pribadi.

    Samsung mengandalkan Samsung Knox untuk mengamankan perangkat Galaxy sekaligus koneksi antarperangkat dalam ekosistem Galaxy. Perusahaan juga menegaskan bahwa data yang paling sensitif tetap disimpan di perangkat (on-device), sehingga pengguna tetap memiliki kendali atas informasi pribadinya.

    Selain keamanan, Samsung juga menilai desain perangkat memiliki peran penting dalam menghadirkan pengalaman AI yang lebih natural. TM Roh menyebut perangkat foldable membuka kemungkinan baru karena dapat berubah dari ukuran ringkas menjadi layar besar sesuai kebutuhan pengguna.

    Samsung pun berkomitmen terus menghadirkan perangkat lipat yang semakin tipis, ringan, tangguh, dan imersif untuk mendukung pengalaman AI generasi berikutnya.

    Galaxy Unpacked Bakal Jadi Panggung AI Generasi Baru

    TM Roh turut memastikan Galaxy Unpacked 2026 akan menjadi ajang Samsung memperkenalkan langkah berikutnya dalam pengembangan Galaxy AI. Samsung menjanjikan pengalaman AI yang lebih personal, alami, dan terbuka bagi lebih banyak mitra melalui ekosistem yang semakin terintegrasi.

    “Pertanyaan yang akan menentukan era berikutnya bukanlah siapa yang memiliki AI paling cerdas, melainkan siapa yang paling memahami manusia dan mampu mengubah pemahaman tersebut menjadi pengalaman yang dapat dipercaya,” tulis TM Roh.

    Galaxy Unpacked akan digelar pada 22 Juli 2026 di London, Inggris dan disiarkan secara langsung melalui Samsung.com, Samsung Newsroom, serta kanal YouTube Samsung mulai pukul 20.00 WIB.

    Visi AI personal yang diusung Samsung ini sejalan dengan tren industri teknologi global yang semakin mengedepankan pengalaman pengguna yang terpersonalisasi. Dengan pendekatan agentic AI, Samsung berupaya membedakan diri dari kompetitor dengan menekankan pemahaman kontekstual terhadap kebiasaan dan kebutuhan pengguna.

    Bagi pengguna di Indonesia, langkah Samsung ini membuka peluang untuk mendapatkan pengalaman AI yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pengaturan jadwal berdasarkan data kesehatan, hingga rekomendasi aktivitas yang lebih cerdas. Keamanan data melalui Samsung Knox dan penyimpanan on-device juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang peduli privasi.

    Dengan ekosistem perangkat yang saling terhubung, Samsung optimistis dapat menghadirkan AI yang tidak hanya pintar, tetapi juga benar-benar memahami dan membantu pengguna secara personal dan aman.

  • Samsung Konfirmasi Galaxy Z Fold8 Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5

    Samsung Konfirmasi Galaxy Z Fold8 Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5

    JBNews.id — Samsung dan Qualcomm secara resmi mengonfirmasi bahwa Galaxy Z Fold8 akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Konfirmasi ini disampaikan melalui unggahan bersama di media sosial, menandai kolaborasi eksklusif untuk lini ponsel lipat flagship Samsung. Peluncuran resmi perangkat ini dijadwalkan pada 22 Juli 2026 di London, Inggris.

    Dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi kedua perusahaan, wujud perangkat memang belum diperlihatkan secara utuh. Namun, siluet ponsel yang ditampilkan mengarah ke Galaxy Z Fold8. Saat dibuka, perangkat tersebut terlihat memiliki rasio layar mendekati 4:3. Sementara ketika dilipat, desainnya tampak lebih lebar dan pendek dibandingkan Galaxy Z Fold8 Ultra yang sebelumnya ramai dibocorkan.

    Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy: Performa Lebih Tinggi

    Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy merupakan versi khusus hasil kolaborasi Qualcomm dan Samsung. Chip ini membawa peningkatan performa dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5 reguler. Mengutip berbagai sumber, chip ini membawa dua inti Prime Oryon dengan clock speed hingga 4,74 GHz, naik dari 4,61 GHz pada versi standar. Sementara itu, GPU Adreno 840 juga mendapat peningkatan frekuensi dari 1,2 GHz menjadi 1,3 GHz.

    Peningkatan tersebut diharapkan memberikan performa lebih tinggi untuk gaming, pemrosesan AI, multitasking, hingga pengolahan foto dan video. Chipset yang sama sebelumnya telah digunakan pada Galaxy S26 Ultra secara global, serta Galaxy S26 dan Galaxy S26+ di beberapa negara. Dengan chipset ini, Samsung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Fitur Terbaru yang optimal bagi pengguna.

    Chip Samsung Galaxy Z Fold8

    Galaxy Z Fold8 Ultra Juga Pakai Chip yang Sama

    Sejumlah bocoran menyebut Samsung akan menghadirkan dua ponsel lipat bergaya buku, yakni Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra. Keduanya diperkirakan sama-sama menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy agar mampu menghadirkan performa maksimal untuk fitur Galaxy AI, produktivitas, hingga multitasking di layar lipat yang lebih besar. Informasi lebih lanjut mengenai varian ini bisa disimak dalam artikel tentang Spesifikasi Lengkap Galaxy Z Fold8 Ultra.

    Meski demikian, Samsung belum mengungkap spesifikasi resmi maupun daftar perangkat yang akan menggunakan chipset tersebut. Berbeda dengan lini Fold, Galaxy Z Flip8 dikabarkan akan hadir dengan konfigurasi chipset berbeda sesuai wilayah pemasaran. Untuk pasar Eropa dan hampir seluruh Asia, Samsung disebut akan menggunakan Exynos 2600. Sementara wilayah lain bakal memperoleh Galaxy Z Flip8 dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Strategi ini bukan hal baru bagi Samsung yang dalam beberapa tahun terakhir kerap membedakan chipset berdasarkan pasar.

    Galaxy Unpacked Digelar 22 Juli di London

    Samsung Electronics telah resmi mengumumkan Galaxy Unpacked berikutnya akan digelar pada 22 Juli 2026 di London, Inggris. Acara ini diyakini menjadi panggung peluncuran generasi terbaru ponsel lipat Samsung, termasuk Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8. Melalui undangan resmi yang dibagikan kepada media, Samsung menyoroti perpaduan antara Galaxy AI dengan desain perangkat yang semakin inovatif.

    Undangan Galaxy Unpacked

    Perusahaan asal Korea Selatan tersebut menyebut pengalaman AI pada perangkat Galaxy terbaru akan menjadi lebih personal, adaptif, dan intuitif untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna. Acara Galaxy Unpacked akan disiarkan secara langsung pada 22 Juli 2026 pukul 20.00 WIB melalui Samsung.com, Samsung Newsroom, dan kanal YouTube resmi Samsung.

    Pengguna juga dapat melakukan registrasi di situs resmi Samsung Indonesia untuk memperoleh informasi terbaru serta berbagai penawaran menjelang peluncuran, salah satunya Reservation+ yang memberikan cashback Rp 1 juta. Bagi yang penasaran dengan bocoran desain, bisa membaca artikel tentang Desain Lebar Galaxy Z Fold8 yang siap rilis bulan ini.

    Dengan konfirmasi resmi dari Samsung dan Qualcomm, para penggemar teknologi kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai dapur pacu Galaxy Z Fold8. Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy menjanjikan peningkatan performa signifikan yang akan mendukung berbagai fitur canggih, terutama dalam hal kecerdasan buatan dan produktivitas. Peluncuran pada 22 Juli 2026 di London akan menjadi momen penting bagi Samsung untuk menunjukkan inovasi terbaru di segmen ponsel lipat.

  • Ratusan Satelit Starlink Dibakar, Picu Kekhawatiran Lingkungan

    Ratusan Satelit Starlink Dibakar, Picu Kekhawatiran Lingkungan

    JBNews.id — SpaceX secara rutin memensiunkan dan menghancurkan satelit Starlink miliknya. Dokumen terbaru yang diserahkan kepada Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) mengungkap sebanyak 260 satelit telah diturunkan dari orbitnya dalam rentang Desember 2025 hingga Mei 2026.

    Sebagian besar satelit yang dihancurkan merupakan model generasi pertama, tepatnya 176 unit, sementara sisanya adalah generasi yang lebih baru. Dalam periode enam bulan yang sama, SpaceX juga telah menonaktifkan 349 satelit tambahan yang kini menunggu giliran untuk dimusnahkan.

    Proses pemusnahan ini merupakan bagian dari siklus operasional yang disengaja. Satelit Starlink dirancang hanya memiliki umur pakai sekitar lima tahun, sebelum akhirnya digantikan oleh model-model terbaru. Ketika sebuah satelit mencapai akhir masa pakainya dan kehabisan bahan bakar, sistem akan menggunakan sisa propelan untuk menurunkan orbitnya hingga masuk kembali ke atmosfer Bumi. Satelit-satelit ini dirancang agar terbakar dan hancur sepenuhnya selama proses penurunan tersebut.

    Mengingat Starlink kini memiliki lebih dari 10.000 satelit yang mengorbit, perputaran unit telah menjadi rutinitas harian. Membawa rongsokan satelit ini kembali ke Bumi dengan utuh bukanlah pilihan yang realistis maupun ekonomis. Sebagai gambaran, satelit generasi pertama memiliki bobot 259 hingga 294 kg, sementara generasi kedua bisa mencapai 800 hingga 1.250 kg.

    Ambisi Komputasi Orbital dan Pabrik Raksasa

    Rotasi dan penggantian satelit yang konstan ini menunjukkan agresivitas SpaceX dalam memperbarui perangkat keras jaringannya. Perusahaan milik Elon Musk ini tengah mempersiapkan satelit berkapasitas lebih tinggi untuk layanan baru, termasuk Starlink Mobile yang dirancang untuk terkoneksi langsung ke ponsel pintar. Mereka juga berencana meluncurkan satelit komputasi orbital mutakhir berjuluk A1 dengan muatan komputasi sebesar 120 kW.

    Untuk menyokong ekspansi tersebut, SpaceX saat ini tengah membangun fasilitas manufaktur raksasa seluas 1 juta meter persegi demi memproduksi satelit dalam skala masif. Pabrik ini ditargetkan mampu mendukung kapasitas komputasi orbital sekitar 1 Gigawatt per tahun pada akhir 2027. Konstelasi Starlink diproyeksikan akan terus membengkak. SpaceX berencana meluncurkan hingga 42.000 satelit ke orbit rendah Bumi (LEO) dan baru saja mendapat lampu hijau dari FCC pada Januari lalu untuk meluncurkan 7.500 satelit generasi kedua tambahan.

    Ancaman Lingkungan dan Regulasi yang Longgar

    Di balik pencapaian teknologinya, laju pembuangan satelit SpaceX mulai memicu kekhawatiran serius. Meskipun SpaceX mengklaim bahwa satelitnya hancur sepenuhnya tanpa meninggalkan puing antariksa, para peneliti mulai menyalakan alarm tanda bahaya mengenai dampak pembakaran material logam berat secara berulang-ulang terhadap komposisi atmosfer Bumi. Tuntutan untuk melakukan studi lingkungan yang lebih mendalam serta penerapan regulasi yang lebih ketat pun kian menguat.

    Namun, hingga saat ini, industri satelit masih menikmati keistimewaan berupa pembebasan dari tinjauan lingkungan. Secara historis, FCC menghindari penerapan syarat tersebut dengan dalih tidak ingin menghambat perkembangan industri luar angkasa AS. Bukannya memperketat aturan, FCC saat ini justru tengah mempertimbangkan sebuah proposal untuk secara resmi mengecualikan operasi berbasis ruang angkasa dari tinjauan Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional. FCC berargumen bahwa aktivitas orbit tersebut merupakan kegiatan ekstrateritorial yang dampaknya berada sepenuhnya di luar yurisdiksi Amerika Serikat. Keputusan terkait proposal ini dilaporkan masih berstatus belum disetujui.

    Fenomena ini mengingatkan pada isu lingkungan lain yang dampak teknologinya masih terus dikaji. Sementara itu, bencana alam seperti banjir dan longsor juga kerap menimbulkan kerusakan yang memerlukan perhatian serius.

    Implikasinya bagi pembaca: ekspansi masif Starlink membawa konsekuensi lingkungan yang belum sepenuhnya dipahami. Jika tidak ada regulasi ketat, dampak akumulasi logam berat di atmosfer bisa menjadi masalah baru bagi generasi mendatang. Keputusan FCC dalam waktu dekat akan menentukan arah kebijakan ruang angkasa global.

  • Telkomsel dan SiCepat Luncurkan Paket Siap Antar untuk Kurir

    Telkomsel dan SiCepat Luncurkan Paket Siap Antar untuk Kurir

    JBNews.id — Telkomsel bersama SiCepat Ekspres resmi meluncurkan Paket Siap Antar, sebuah solusi konektivitas yang dirancang khusus untuk mendukung operasional kurir dan mitra pengiriman. Paket ini menawarkan kuota internet dengan manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas pengiriman sehari-hari, mulai dari akses aplikasi operasional, navigasi, hingga komunikasi pelanggan.

    Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Telkomsel Ventures sebagai innovation arm Telkomsel dalam mendorong sinergi antara startup portofolio dan unit bisnis Telkomsel untuk menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan operasional industri logistik. Langkah ini juga sejalan dengan upaya Telkomsel untuk terus memperluas ekosistem digitalnya di Indonesia.

    Vice President Industrial & Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa, menegaskan bahwa kurir memegang peran penting dalam memastikan kelancaran proses pengiriman hingga paket diterima pelanggan. Karena itu, Telkomsel bersama SiCepat menghadirkan Paket Siap Antar sebagai solusi konektivitas yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan operasional kurir.

    “Kurir memegang peran penting dalam memastikan kelancaran proses pengiriman hingga paket diterima pelanggan. Untuk itu, Telkomsel bersama SiCepat menghadirkan Paket Siap Antar sebagai solusi konektivitas yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan operasional kurir. Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami berharap solusi ini dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja kurir serta mendukung kualitas layanan logistik di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/7/2026).

    Detail Paket dan Cara Akses

    Paket Siap Antar merupakan hasil integrasi layanan konektivitas Telkomsel dengan ekosistem operasional SiCepat yang dirancang khusus bagi kurir dan mitra pengiriman. Paket ini tersedia dalam beberapa pilihan kuota, mulai dari 5 GB hingga 46 GB, dengan masa aktif 2 hingga 30 hari. Mitra SiCepat dapat mengakses paket melalui UMB 168442# atau aplikasi MyTelkomsel.

    Paket ini juga dilengkapi kuota khusus untuk mengakses aplikasi kurir dan WhatsApp sehingga mendukung aktivitas operasional dan komunikasi selama bertugas. Dengan demikian, kurir tidak perlu khawatir kehabisan kuota saat menjalankan tugas pengiriman sehari-hari.

    Telkomsel dan SiCepat luncurkan Paket Siap Antar

    CEO SiCepat Ekspres, Barry Lim, mengatakan kurir dan mitra pengiriman memegang peran penting dalam operasional SiCepat. Karena itu, pihaknya bersama Telkomsel menghadirkan solusi konektivitas yang dirancang untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari.

    “Dengan konektivitas yang andal dan terjangkau, kami berharap para mitra kurir dapat bekerja lebih produktif dan efisien sehingga menghadirkan pengalaman pengiriman yang lebih baik bagi pelanggan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

    Implikasi bagi Industri Logistik

    Ke depan, Telkomsel dan SiCepat akan terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan solusi yang relevan bagi pelaku industri logistik, sekaligus mendukung produktivitas dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi digital. Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi Telkomsel Hadirkan AdTech Solution untuk memperluas jangkauan layanan digitalnya.

    Informasi selengkapnya mengenai layanan SiCepat dapat diakses melalui sicepat.com, sementara ragam solusi digital Telkomsel tersedia di telkomsel.com. Bagi mitra kurir, paket ini menjadi solusi tepat untuk menunjang produktivitas kerja sehari-hari.

    Langkah Telkomsel dan SiCepat ini juga menunjukkan bagaimana sinergi antara operator telekomunikasi dan perusahaan logistik dapat menciptakan nilai tambah bagi ekosistem digital Indonesia. Dengan konektivitas yang andal, diharapkan kualitas layanan logistik nasional semakin meningkat.

    Bagi Anda yang tertarik dengan inovasi digital lainnya, simak juga Telkomsel dan Fola Play Hadirkan Live Streaming Pildun 2026 serta Telkomsel Raih Dua Penghargaan Twimbit Telecom Awards 2026.

  • Bug Windows 11 Habiskan Storage hingga 500GB, Microsoft Rilis Perbaikan

    Bug Windows 11 Habiskan Storage hingga 500GB, Microsoft Rilis Perbaikan

    JBNews.id — Pengguna Windows 11 di seluruh dunia mengeluhkan bug yang memakan ruang penyimpanan sistem hingga 500GB. Microsoft telah merilis pembaruan pada 29 Juni 2026 untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan storage yang hilang.

    Menurut laporan Windows Latest, bug ini berkaitan dengan file ‘CapabilityAccessManager.db-wal’. File database ini digunakan oleh Windows untuk mencatat kemampuan aplikasi dan akses terkait privasi, seperti kamera, mikrofon, lokasi, dan screenshot. Dalam kondisi normal, file WAL (Write-Ahead Logging) memang bisa bertambah besar secara sementara, namun seharusnya tidak mencapai ukuran ratusan gigabyte.

    Beberapa pengguna melaporkan bahwa file tersebut memakan ruang penyimpanan hingga 500GB di perangkat mereka. Pengguna lain mengalami pembengkakan ukuran file berkisar antara 12GB hingga 200GB. Komentar di subreddit TechSupport juga menyebutkan bug ini memakan storage sebesar 70GB, 110GB, dan 200GB. Setelah proses pembersihan, ukuran file ini bisa mengecil menjadi 4GB atau 15GB.

    Untuk mengecek apakah PC Windows 11 Anda terdampak, buka Settings > Storage > Show more categories > System & Reserved. Jika ukuran penyimpanan sistem mencapai ratusan gigabyte, kemungkinan besar perangkat Anda terkena bug ini.

    Microsoft telah mengetahui masalah ini dan merilis perbaikan pada 29 Juni 2026. Pengguna dapat menginstal pembaruan tersebut melalui Settings > Windows Update > Advanced options > Check for optional update, lalu pilih dan instal update untuk Juni 2026.

    Windows Latest menduga ukuran file ini terus bertambah karena Windows 11 terus mencatat peristiwa berulang untuk permintaan akses atau kontrol privasi lainnya. Informasi ini dikutip dari The Verge, Kamis (9/7/2026).

    Bagi pengguna yang mengalami masalah ini, langkah pertama adalah memeriksa ukuran penyimpanan sistem. Jika terdampak, segera instal pembaruan yang dirilis Microsoft. Pembaruan ini diharapkan dapat mengembalikan ruang penyimpanan yang hilang dan mencegah masalah serupa di masa depan.

    Bug ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sistem operasi tetap update terbaru. Microsoft terus merilis pembaruan keamanan dan perbaikan bug secara berkala untuk meningkatkan stabilitas dan keandalan Windows 11.

    Selain itu, Microsoft juga memperpanjang dukungan Windows 10 hingga Oktober 2027, memberikan opsi bagi pengguna yang belum beralih ke Windows 11. Sementara itu, fitur AI Windows 11 kini bisa diproses GPU RTX, menambah daya tarik sistem operasi terbaru Microsoft.

    Bagi pengguna yang mencari perangkat baru, Lenovo IdeaTab Pro Gen 2 resmi hadir di Indonesia dengan harga Rp 8 jutaan, menawarkan pengalaman AI yang mumpuni. Sementara Nvidia RTX Spark resmi sebagai prosesor super untuk PC Windows.

    Implikasinya bagi pengguna Windows 11 adalah pentingnya memantau ruang penyimpanan secara rutin dan selalu menginstal pembaruan sistem. Langkah proaktif ini dapat mencegah kehilangan data dan memastikan kinerja perangkat tetap optimal.