JBNews.id — Hypernet Technologies, perusahaan solusi teknologi informasi di bawah XLSmart, meluncurkan layanan bernama Whooz yang dirancang khusus untuk menghadirkan katalog ekosistem IT siap pakai bagi pelaku usaha menengah ke atas dengan model bisnis Small Medium Enterprise (SME). Layanan ini menawarkan terobosan berupa skema biaya layanan bulanan yang tetap, berbeda dengan pendekatan konvensional yang membebani pengusaha dengan investasi perangkat keras di awal.
Kehadiran Whooz tidak lepas dari fenomena percepatan digitalisasi transaksi di Tanah Air. Merujuk pada data Bank Indonesia, penetrasi QRIS kini telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant yang mayoritas didominasi oleh pelaku usaha. Tingginya adopsi transaksi digital ini berjalan beriringan dengan masifnya penggunaan sistem Point-of-Sales (POS), yang secara langsung menegaskan bahwa infrastruktur IT dan jaringan yang andal kini menjadi urat nadi untuk menjaga kelancaran operasional bisnis harian.
VP Brand & Marketing Hypernet Technologies, Oktaviani Handojo, menjelaskan bahwa peluncuran Whooz menjadi penanda penting perluasan portofolio perusahaan. Selama 19 tahun terakhir, Hypernet memang lebih dikenal berfokus melayani solusi korporasi berskala enterprise.
“Peluncuran Whooz merupakan komitmen nyata dari strategi pemasaran kami untuk menghadirkan ekosistem teknologi terkelola yang ringkas dan bebas kompleksitas IT, di mana seluruh pemeliharaan perangkat dan instalasi dikawal penuh selama 24 jam. Ini adalah perwujudan konkret dari perluasan janji layanan dan tagline korporat utama Hypernet Technologies kepada para pemilik bisnis cabang, yaitu TerimaBeres,” ungkap Oktaviani, dalam keterangan yang diterima JBNews.id, Kamis (30/7/2026).
Ekosistem IT Terintegrasi dalam Satu Pintu
Jika solusi Hypernet sebelumnya lebih bersifat kustomisasi penuh, Whooz hadir dengan pendekatan berbeda. Layanan ini menggabungkan peran System Integrator (SI) dan Internet Service Provider (ISP) ke dalam satu katalog siap pakai. Fokus layanannya mencakup dua vertikal utama: Food & Beverage (F&B) dan Retail yang mendukung kebutuhan operasional kasir POS, koneksi Wi-Fi untuk pengunjung, UPS, hingga perlindungan firewall. Sementara itu, untuk Office dan Service Industry, Whooz menyediakan solusi ruang kerja kolaboratif seperti Microsoft 365, Teams, dan ruang rapat pintar (Smart Board).
Sebagai nilai tambah yang signifikan, Whooz menghadirkan JOKO AI bagi pelanggan paket Whooz Dedicated. Asisten pintar multibahasa ini dapat diakses dengan mudah langsung melalui platform Telegram. Melalui JOKO AI, pelanggan memiliki kendali untuk mengelola otomatisasi jaringan secara mandiri dengan tiga fitur utama: Web Filtering Setting yang berfungsi untuk memblokir situs berisiko dan membatasi akses konten tertentu, QoS/Priority Connection Setting untuk mengatur prioritas koneksi bagi aplikasi penting dan mengoptimalkan bandwidth, serta Internet Traffic Report untuk memantau penggunaan data sekaligus menyajikan laporan lalu lintas internet berkala secara instan.
Model bisnis berbasis langganan bulanan ini menjadi daya tarik utama Whooz. Pelaku usaha SME tidak perlu lagi mengeluarkan modal besar di muka untuk membeli perangkat keras seperti server, router, atau sistem keamanan. Semua kebutuhan IT dikelola oleh Hypernet dalam satu ekosistem, dengan biaya operasional yang dapat diprediksi setiap bulannya. Ini sejalan dengan tren adopsi teknologi yang semakin marak di kalangan bisnis kecil dan menengah.
Langkah Hypernet merambah segmen SME melalui Whooz juga mencerminkan dinamika industri teknologi yang semakin kompetitif. Dengan dukungan penuh dari XLSmart, perusahaan tidak hanya memperluas basis pelanggan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem solusi IT terkelola di Indonesia. Forum kolaborasi teknologi digital seperti yang digelar XLSmart menjadi bukti bahwa sinergi antarperusahaan teknologi semakin penting untuk mendorong adopsi solusi inovatif seperti Whooz.
Bagi para pelaku usaha SME yang selama ini terkendala biaya dan kompleksitas pengelolaan IT, Whooz menawarkan solusi yang ringkas, terjangkau, dan mudah diimplementasikan. Dengan jaminan pemeliharaan 24 jam dan asisten virtual berbasis AI, layanan ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan infrastruktur digital yang andal di tengah percepatan transformasi bisnis di Indonesia.
