SK Hynix Salip Samsung, Jadi Perusahaan Paling Berharga di Korsel

Ilustrasi modul HBM SK Hynix yang menjadi kunci dominasi perusahaan di era AI

JBNews.id — Dua dekade lalu nyaris bangkrut, SK Hynix kini menyalip Samsung sebagai perusahaan paling berharga di Korea Selatan berkat ledakan tren Kecerdasan Buatan (AI). Saham produsen chip memori ini ditutup di kisaran 2,9 juta won pada Senin lalu, mendongkrak kapitalisasi pasarnya menjadi sekitar USD 1,35 triliun. Pencapaian ini menempatkan SK Hynix tepat di belakang Meta dan Tesla dalam peringkat global.

Lonjakan saham yang belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa minggu terakhir telah melambungkan nilai perusahaan ke tingkat yang fantastis. Jika tidak menghitung saham preferen (preferred shares), angka ini berhasil menempatkan produsen DRAM tersebut sedikit di atas Samsung untuk menduduki posisi puncak di Korea Selatan. Perubahan dramatis ini bahkan menempatkan kedua raksasa teknologi Korsel tersebut tepat di belakang Meta dan Tesla dalam peringkat global.

Tentu saja, pihak Samsung lebih suka jika pengamat menyertakan saham preferen dalam perhitungan. Jika digabungkan, valuasi Samsung akan berada di angka USD 1,5 triliun, menempatkannya tepat di antara Meta dan Tesla.

Dominasi HBM: Bahan Bakar Revolusi AI

Rahasia di balik kebangkitan SK Hynix adalah posisinya sebagai produsen terkemuka modul DRAM yang dibutuhkan untuk memori HBM (High Bandwidth Memory). Memori ini adalah elemen krusial yang dipasangkan pada kartu grafis (GPU) Nvidia untuk menggerakkan pusat data AI raksasa di seluruh dunia.

Saat ini, berbagai perusahaan teknologi sedang berlomba-lomba membangun fasilitas AI. Akibatnya, pesanan DRAM membeludak hingga melampaui kapasitas produksi yang bisa ditangani oleh SK Hynix dan para pesaingnya. Kondisi kelangkaan ini menciptakan ironi di industri teknologi.

Di satu sisi, para produsen PC, konsol game, dan smartphone harus bersusah payah mengamankan pasokan memori di tengah meroketnya harga komponen. Dampak ini bahkan sudah mulai terasa di industri ponsel, di mana Apple Tak Kuasa menahan kenaikan harga. Namun di sisi lain, pabrikan chip memori seperti SK Hynix justru meraup untung besar.

Ilustrasi HBM SK Hynix

Bangkit dari Jurang Kebangkrutan

Pencapaian ini merupakan titik balik yang luar biasa dramatis bagi SK Hynix. Sekadar kilas balik:

  • Pada tahun 2002, perusahaan ini hampir bangkrut dan nyaris diakuisisi oleh pesaingnya, Micron.
  • Selama beberapa tahun setelahnya, nasib perusahaan jatuh ke bawah kendali kreditur.
  • Harga sahamnya sempat tertahan di kisaran 100.000 won selama beberapa tahun terakhir.

Namun, sejak musim panas tahun lalu, sahamnya mulai merangkak naik secara konsisten dan nilainya telah berlipat ganda hingga tiga kali lipat sejak bulan April.

Hujan Bonus Ratusan Ribu Dolar untuk Karyawan

Keuntungan luar biasa ini tidak hanya dinikmati oleh perusahaan, tetapi juga mengalir deras ke kantong para karyawannya. Pada bulan September, SK Hynix resmi menghapus batas maksimal bonus mereka. Rata-rata bonus yang didapat tiap karyawan SK Hynix mencapai USD 477 ribu, dengan total pembayaran bonus mencapai USD 16,9 miliar. Angka ini diperkirakan bisa menembus USD 900 ribu per karyawan pada 2027 mendatang.

Fenomena ini membuat Pekerja Chip Korea ramai-ramai memborong barang mewah. Meski mendulang sukses besar, situasi ini memicu perdebatan di masyarakat Korea Selatan. Sebagian besar publik meyakini bahwa keuntungan durian runtuh tersebut seharusnya ikut dibagikan atau dirasakan oleh masyarakat luas.

Pasalnya, untuk bisa mencapai status dan kesuksesan seperti saat ini, perusahaan sekelas SK Hynix di masa lalu sempat bergantung pada dana talangan yang berasal dari uang pajak rakyat, demikian dikutip dari Techspot, Kamis (25/6/2026).

Dampak dari kelangkaan memori ini juga terasa di berbagai sektor. Produsen ponsel seperti Apple terpaksa menaikkan harga jual produknya. Bahkan, Apple Konfirmasi Kenaikan harga untuk seri terbarunya. Sementara itu, Nothing juga menghentikan produksi CMF Phone 2 Pro akibat Kenaikan Harga RAM yang signifikan.

Bagi para pelaku industri, situasi ini menjadi pengingat bahwa di balik lonjakan permintaan AI, terdapat dampak berantai yang memengaruhi seluruh ekosistem teknologi global. Perusahaan yang mampu mengantisipasi dan beradaptasi dengan cepat, seperti SK Hynix, justru menuai hasil maksimal dari transformasi industri yang sedang berlangsung.