Jbnews.id – Pemerintah Kota Sukabumi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penggunaan Stadion Suryakencana (Surken) setelah fasilitas olahraga itu rusak parah pasca digunakan untuk konser musik yang digelar saat hujan, Senin (21/04/2026). Kerusakan berupa lapangan becek, berlumpur, dan dipenuhi sampah berpotensi membebani anggaran daerah karena tidak ada uang jaminan kerusakan dari penyelenggara acara.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyatakan pihaknya sedang melakukan peninjauan dan evaluasi sebelum menentukan langkah lebih lanjut. “Memang kegiatan kemarin berlangsung saat hujan, sehingga lapangan menjadi berlumpur dan berantakan. Saat ini kami akan lakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar Rahmat.
Rahmat mengungkapkan, kerja sama pemakaian stadion selama ini hanya bersifat sewa tanpa disertai uang jaminan kerusakan dari pihak penyelenggara. Mekanisme ini menimbulkan kekhawatiran karena biaya pemulihan fasilitas berpotensi menjadi tanggungan penuh pemerintah daerah.
Keterbatasan Wisata Alam dan Strategi Event Kreatif
Kepala Disporapar menjelaskan, penggunaan stadion untuk kegiatan non-olahraga berkaitan dengan strategi pariwisata daerah. Kota Sukabumi dinilai memiliki keterbatasan dalam mengembangkan pariwisata berbasis sumber daya alam. “Kota ini tidak memiliki banyak potensi wisata berbasis sumber daya alam. Karena itu, kami mengandalkan event-event kreatif untuk mendatangkan pengunjung,” kata Rahmat.
Meski menjadi salah satu strategi, penggunaan fasilitas olahraga utama untuk konser musik dinilai memiliki risiko besar terhadap keberlangsungan dan kualitas fasilitas. Dampak kerusakan yang terjadi pasca acara menjadi bukti nyata dari risiko tersebut.
Opsi Pembangunan Fasilitas Khusus
Atas dasar evaluasi ini, pemerintah daerah mulai mempertimbangkan langkah jangka panjang. Salah satu opsi yang disampaikan Rahmat Sukandar ialah pembangunan fasilitas baru yang secara khusus dapat dipakai untuk kegiatan berskala besar seperti konser musik. Opsi ini dipertimbangkan untuk memisahkan kebutuhan fasilitas olahraga dengan kebutuhan penyelenggaraan event hiburan massal.
Evaluasi yang sedang berlangsung akan menjadi dasar bagi Pemkot Sukabumi untuk merumuskan kebijakan baru terkait penyewaan dan penggunaan Stadion Suryakencana. Tujuannya untuk menemukan titik keseimbangan antara mendorong kegiatan pariwisata kreatif dan menjaga aset publik dari kerusakan yang merugikan.
