CATL Kantongi Dua Paten Baru Baterai EV

Ilustrasi paket baterai CATL dengan struktur pengaman benturan baru

JBNews.id, Jakarta — Pemasok baterai kendaraan listrik (EV) asal China, CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Ltd.), mengantongi dua paten baru pada 16 Juni 2026. Paten ini berfokus pada penguatan struktur paket baterai agar mampu menahan benturan saat kecelakaan dan melindungi sistem kelistrikan serta pengelolaan panas di dalamnya.

Laman Carnewschina pada Kamis (18/6) waktu setempat melaporkan, desain baru ini memastikan sistem kelistrikan dan pengelolaan panas tetap terlindungi meski wadah baterai mengalami deformasi akibat tabrakan. Perluasan portofolio hak kekayaan intelektual ini berasal dari alokasi riset perusahaan sebesar 22,147 miliar yuan (sekitar Rp58,38 triliun) yang digunakan sepanjang tahun 2025. Investasi tersebut meningkatkan total portofolio paten historis perusahaan menjadi 25.046 paten.

Dorongan riset dan pengembangan (R&D) ini mendukung optimalisasi langsung infrastruktur baterai elektrolit cair, sebagaimana dijelaskan dalam analisis persaingan pengembangan baterai solid-state. Langkah ini krusial mengingat adopsi massal arsitektur baterai solid-state generasi berikutnya masih terbatas.

Desain Perlindungan Terminal dan Pendingin

Paten pertama menjelaskan desain model utilitas berupa kerangka terminal listrik peredam benturan di dalam casing paket baterai. Struktur penyangga khusus dihubungkan ke masing-masing rumah sel baterai untuk mengalihkan beban dari luar menjauhi jaringan pengumpul arus yang rentan. Dengan mempertahankan jarak bebas yang lebih pendek dibandingkan busbar di sekitarnya, komponen penyangga ini akan lebih dulu menerima deformasi struktural saat terjadi benturan.

Busbar merupakan batang atau rel penghantar listrik yang berfungsi mengumpulkan dan menyalurkan arus listrik dari satu titik ke titik lain. Tata letak ini melindungi titik-titik sambungan yang sensitif, mencegah patahnya terminal, serta menghilangkan risiko korsleting internal yang serius. Desain rekayasa tersebut memberikan penguatan fisik langsung untuk platform kendaraan massal.

Sementara itu, paten invensi kedua berfokus pada perlindungan lokal untuk saluran pendingin cair terintegrasi dengan menambahkan penghalang pertukaran panas multi-zona. Struktur penyangga yang lentur menutupi jalur pendingin aktif, sementara penghalang pelindung yang kaku ditempatkan pada area yang tidak dialiri cairan. Desain ini mengarahkan deformasi dari luar ke area dengan struktur padat sehingga mencegah pecahnya saluran cairan dan memisahkan sirkuit pendingin dari perangkat keras kelistrikan.

Mekanisme perlindungan struktural ini menyebarkan dampak proyektil atau benda yang menghantam secara lokal ke seluruh permukaan bawah wadah baterai. Distribusi perangkat keras tersebut memastikan operasi termal dasar tetap berjalan normal ketika terjadi benturan akibat serpihan jalan dari luar.

Selaras dengan Regulasi dan Kebutuhan Pasar

Peningkatan keselamatan fisik ini sejalan dengan kebijakan regulasi nasional setempat yang ketat, mewajibkan sistem pengendalian tanpa kebakaran dalam kecelakaan kendaraan yang parah. Analisis sebelumnya mengenai realitas baterai solid-state menunjukkan bahwa adopsi massal arsitektur baterai solid-state generasi berikutnya masih terbatas hingga volume produksinya meningkat secara signifikan.

Karena itu, perusahaan harus memaksimalkan ketahanan paket baterai elektrolit cair yang digunakan saat ini sebelum tahun 2030. Iklim regulasi seperti ini membuat terobosan dalam pengendalian fisik menjadi sangat penting bagi platform kendaraan yang sudah ada. Dengan memprioritaskan sistem pertahanan struktural dibandingkan pembaruan perangkat lunak, perusahaan berupaya memenuhi standar keselamatan konsumen yang dibutuhkan saat ini.

Langkah CATL ini juga mendukung ekosistem yang lebih luas, termasuk investasi pada baterai lokal seperti yang dilakukan Toyota dan CATL untuk baterai hybrid. Selain itu, inovasi ini juga relevan dengan pengembangan baterai LFP yang digunakan pada model seperti Hyundai Ioniq V.

Skala Pasar dan Dominasi CATL

Menurut data registrasi bulanan dari China EV DataTracker, CATL mencatat pemasangan baterai sebesar 33,08 GWh pada bulan Mei 2026. Angka ini setara dengan pangsa pasar domestik sebesar 46,7 persen. Data ini menunjukkan semakin lebarnya jarak CATL dibandingkan para pesaing domestik terdekatnya.

BYD berada di posisi kedua dengan volume pemasangan 11,87 GWh. Produsen dalam negeri lainnya, Gotion High-tech dan Calb, berada di posisi berikutnya dengan volume pemasangan masing-masing sebesar 4,44 GWh dan 4,31 GWh. Dominasi pasar ini menunjukkan posisi kuat CATL dalam industri baterai EV global.

Dengan terus berinovasi pada keselamatan struktural, CATL tidak hanya memperkuat posisinya di pasar tetapi juga mendorong standar keselamatan yang lebih tinggi bagi seluruh industri. Hal ini sejalan dengan upaya hilirisasi industri dan target investasi nasional yang lebih besar.

Implikasi dari pengembangan ini bagi konsumen adalah peningkatan keamanan berkendara dengan EV. Sistem perlindungan fisik yang lebih baik mengurangi risiko kebakaran atau kerusakan parah akibat benturan, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap teknologi kendaraan listrik.