China Post Kerahkan Robot Humanoid untuk Sortir Paket

Robot humanoid Xingdong M7 menyortir paket di fasilitas China Post Guangzhou

JBNews.id – China Post, perusahaan pos milik negara China, mulai menggunakan robot humanoid untuk menyortir paket di pusat pemrosesan surat di Guangzhou. Langkah ini menandai babak baru adopsi robotika di sektor logistik milik pemerintah China.

Berdasarkan laporan People’s Daily, fasilitas tersebut kini dilengkapi robot humanoid yang mampu memproses hingga 1.200 paket per jam. Robot yang digunakan adalah Xingdong M7, buatan perusahaan RobotEra. Unit dasar robot ini tidak berkaki, melainkan berupa torso yang dipasang di atas dudukan statis.

Xingdong M7 memiliki bidang pandang 360 derajat yang terintegrasi dengan 3D LiDAR. Teknologi ini digunakan untuk memandu lengan robot dengan 7 derajat kebebasan dan tangan dengan 12 derajat kebebasan. Robot-robot tersebut ditempatkan di sepanjang ban berjalan yang membawa paket ke arah mereka.

Langkah China Post ini menjadi indikasi kuat kepercayaan otoritas China terhadap industri robotika dalam negeri. Selain robot humanoid, pusat pemrosesan China Post juga dilengkapi lengan robotik dan forklift tak berawak. Fasilitas tersebut memproses rata-rata 6,5 juta paket per hari.

Meskipun demikian, efisiensi robot humanoid dalam menyortir paket masih menjadi pertanyaan. Dalam pengujian serupa oleh perusahaan AS, Figure AI, seorang pekerja magang manusia mampu menyortir 192 paket lebih banyak dibandingkan robot dalam shift 10 jam, meskipun pekerja tersebut mengambil waktu istirahat makan siang dan ke kamar mandi.

China saat ini memproduksi sekitar 90 persen robot humanoid dunia. Robot-robot ini mulai diuji coba di berbagai pabrik dan kios di seluruh negeri. Pada September tahun lalu, China memecahkan rekor jumlah robot industri yang beroperasi secara bersamaan.

Kehadiran robot humanoid di fasilitas milik negara menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah China serius mendorong pengembangan dan penerapan robotika. Sistem AI China yang terus berkembang turut mendukung percepatan adopsi teknologi ini di berbagai sektor.

Meskipun robot humanoid belum sepenuhnya menggantikan tenaga manusia dalam pekerjaan industri berat, kehadiran mereka yang semakin produktif di pabrik-pabrik dunia mulai sulit diabaikan. Anthropic Serukan Moratorium AI Global justru terjadi di tengah semakin masifnya penerapan robotika di China.

Penggunaan robot humanoid di China Post menunjukkan bahwa adopsi teknologi ini tidak hanya terbatas pada sektor swasta, tetapi juga merambah ke badan usaha milik negara. Hal ini berpotensi mempercepat transformasi digital di sektor logistik China secara keseluruhan.

Keputusan China Post menggunakan robot humanoid juga menjadi contoh bagi perusahaan logistik lain di Asia dan dunia. Ke depannya, efisiensi dan produktivitas robot humanoid diharapkan terus meningkat seiring dengan pengembangan teknologi yang lebih canggih.