Wagub Banten Apresiasi Kesiapan Polda Hadapi May Day 2026

ilustrasi May Day 2026 Banten

Jbnews.id – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan Polda Banten dalam menghadapi peringatan Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2026. Apresiasi disampaikan setelah menyaksikan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar kepolisian.

Dalam siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten, Selasa (21/4/2026), Dimyati menilai simulasi yang dilakukan jajaran kepolisian telah menunjukkan kesiapan penuh. “Kalau kita lihat simulasi, jajaran kepolisian sudah siap menangani kemungkinan hal-hal yang terjadi. Apresiasi kepada Polda Banten yang menyelenggarakan simulasi Sispamkota. Ini sangat penting,” ucap Dimyati.

Ia menjelaskan, Polri telah mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk kesiapan personel, peralatan, dan dukungan anggaran. Menurutnya, tahapan pengamanan yang disimulasikan, mulai dari Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, Penindakan Huru Hara (PHH), hingga penindakan kejahatan, berlangsung profesional.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan, simulasi Sispamkota bertujuan mengamankan perayaan May Day. Latihan ini melibatkan jajaran TNI dan pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk para buruh. “Apakah sifat kegiatannya bakti kesehatan, bakti sosial dan semua kegiatan kemasyarakatan dalam rangka May Day kita amankan. Termasuk salah satunya juga adanya unjuk rasa manakala dilaksanakan di wilayah hukum Polda Banten,” kata Hengki.

Pelatihan ini merupakan wujud kesiapan personel, sarana prasarana, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan, tidak hanya untuk May Day tetapi juga kegiatan mendatang. “Yang paling utama standar operasional prosedur dan melatih kesabaran untuk tidak terprovokasi,” tegas Kapolda Banten.

Simulasi juga mengacu pada pelaksanaan SOP pengamanan unjuk rasa berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009. Latihan mencakup skenario dari situasi aman (hijau), situasi mulai ada provokasi, hingga situasi merah yang anarkis. “Tapi petugas tetap sabar karena memberikan pelayanan dan mengedepankan tim negosiator. Dari Polwan ada Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, PHH Brimob, terakhir penggunaan senjata ketika situasi merah,” papar Hengki.

Wagub Dimyati juga menyoroti pendekatan persuasif yang dijalankan Polda Banten. Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Kapolda Hengki, berbagai permasalahan di Banten dapat ditangani tanpa eskalasi. “Dibawah Pak Hengki, hal-hal yang terjadi di Provinsi Banten tidak krusial, semua bisa ditangani secara persuasif. Alhamdulillah aman,” ucap Dimyati. Ia menambahkan, pemerintah daerah juga merasa aman dari potensi gangguan kerusuhan.

Kapolda Hengki berharap pelatihan ini meningkatkan profesionalisme pengamanan unjuk rasa. Ia juga mengimbau warga Banten tidak mudah percaya pada berita palsu dan memverifikasi informasi melalui nomor 110. “Mari kita jaga Provinsi Banten dengan aman sehingga Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, serta Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota dapat membangun untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Kesiapan aparat ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan, seraya pemerintah fokus pada pembangunan, termasuk pada fasilitas publik seperti tempat ibadah yang baru diresmikan.