Author: Hamzah Nurhamzah

  • Whatsap Siapkan Fitur Pengingat Ulang Tahun Agar Tak Lupa Ucapan

    Whatsap Siapkan Fitur Pengingat Ulang Tahun Agar Tak Lupa Ucapan

    JBNews.id — WhatsApp sedang mengembangkan fitur pengingat ulang tahun yang akan memberi notifikasi kepada pengguna saat kontak mereka berulang tahun. Fitur ini ditemukan dalam versi beta untuk Android 2.26.27.3 oleh WABetaInfo dan masih dalam tahap pengembangan awal.

    Fitur ini memanfaatkan informasi tanggal lahir yang mulai dikumpulkan WhatsApp untuk mematuhi aturan verifikasi usia di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Aturan tersebut mewajibkan platform online memastikan usia penggunanya. Data tanggal lahir ini, menurut laporan, hanya bisa dilihat oleh WhatsApp.

    Screenshot dari WABetaInfo menunjukkan WhatsApp tengah menyiapkan bagian khusus di aplikasi untuk menampilkan daftar ulang tahun yang akan datang. Saat kontak berulang tahun, WhatsApp akan mengirimkan notifikasi di dalam aplikasi sebagai pengingat. Ini berbeda dengan metode manual seperti mencatat di kalender atau mengandalkan ingatan.

    Namun, pengingat ulang tahun hanya akan muncul jika kontak tersebut membagikan tanggal lahirnya dengan WhatsApp. Jika tidak, WhatsApp tidak memiliki data untuk diproses dan notifikasi tidak akan muncul. Dalam tahap pengembangan saat ini, WhatsApp belum memperkenalkan kontrol privasi yang memungkinkan pengguna memilih untuk membagikan tanggal ulang tahunnya dengan kontak lain.

    WABetaInfo belum menemukan opsi untuk memastikan data tanggal lahir hanya bisa dilihat oleh WhatsApp untuk alasan regulasi dan disembunyikan dari kontak. Fitur ini masih dalam tahap pengembangan awal, dan bukan tidak mungkin WhatsApp akan menambahkan pengaturan privasi khusus sebelum dirilis. Belum diketahui kapan fitur ini akan diluncurkan secara resmi.

    WhatsApp baru-baru ini juga memperkenalkan fitur username yang akan diluncurkan akhir tahun ini dan saat ini sudah membuka reservasi. Langkah ini menunjukkan upaya WhatsApp untuk terus menambah fitur terbaru guna meningkatkan pengalaman pengguna.

    WhatsApp uji coba fitur pengingat ulang tahun

    Implikasi dari fitur ini adalah pengguna tidak perlu lagi khawatir lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga dan teman dekat. Bagi pengguna yang sering lupa, fitur ini bisa menjadi solusi praktis. Namun, bagi yang khawatir privasi, kehadiran pengaturan privasi yang jelas akan menjadi kunci sebelum fitur ini dirilis secara luas.

  • UN AI for Good Summit 2026: Ketika Teknologi Berlari Lebih Cepat dari Etika

    UN AI for Good Summit 2026: Ketika Teknologi Berlari Lebih Cepat dari Etika

    JBNews.id — Konferensi AI for Good Summit 2026 yang digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) di Geneva kembali mempertemukan sektor publik dan swasta untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan bagi kemanusiaan. Namun, di tengah idealisme tersebut, kekhawatiran tentang kesenjangan akses dan dominasi korporasi teknologi besar justru mendominasi diskusi.

    Doreen Bogdan-Martin, Sekretaris Jenderal ITU, dalam pidato pembukaannya menegaskan keyakinan bahwa AI yang diterapkan secara bertanggung jawab dapat membantu menyelesaikan masalah paling mendesak umat manusia—dari kelaparan hingga perubahan iklim. “Keyakinan kami bahwa kecerdasan buatan, jika digunakan secara bertanggung jawab, dapat membantu menyelesaikan masalah paling mendesak umat manusia—dari kelaparan hingga penyakit hingga planet yang menghangat. Hari ini, gagasan itu sedang diuji, termasuk oleh tantangan yang dibawa AI itu sendiri,” ujarnya di panggung utama konferensi.

    Acara yang berlangsung di pusat konvensi seluas 106.000 meter persegi di pinggiran distrik bandara Geneva ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Sesi-sesi diskusi diwarnai kekhawatiran bahwa penerapan AI yang tidak terkendali oleh monopoli korporasi sudah mulai memperkuat ketimpangan global dan mengikis hak asasi manusia.

    Giulio Coppi, Pejabat Senior Urusan Kemanusiaan dari kelompok kampanye Access Now, menyuarakan kritik tajam terhadap ketergantungan berlebihan sektor kemanusiaan dan publik pada perusahaan teknologi besar. “Kita seharusnya sudah keluar dari zaman kepolosan,” kata Coppi, menuntut agar organisasi berhenti memperlakukan perusahaan teknologi “sebagai teman terbaik Anda.” Ia menyoroti puluhan tahun kesepakatan rahasia bernilai jutaan dolar yang didanai uang publik. “Anda bahkan tidak bisa menjelaskan apa yang ada di dalam tumpukan teknologi Anda, karena terus berubah,” peringatnya.

    Protes yang lebih keras terjadi ketika aktivis pro-Palestina menyerbu panggung saat pidato utama Chief Technology Officer Amazon, Werner Vogels. Mereka menuding teknologi Amazon digunakan oleh Israel melawan warga Palestina sebelum akhirnya dikeluarkan paksa dari venue.

    Vijay Janapa Reddi, profesor teknik dari Universitas Harvard, menyoroti kesenjangan antara janji dan realitas AI. “Ketika kita berbicara tentang AI, kita menyukai gembar-gembornya, kita menjadi bersemangat. Masalahnya, hal itu tidak pernah benar-benar berhasil dalam praktik,” katanya. Menurut Reddi, kata “baik” terlalu samar untuk dijadikan standar rekayasa. “Ketika Anda seorang insinyur, ‘baik’ tidak berarti apa-apa. Saya tidak bisa membuatkan Anda sesuatu yang ‘baik’. Pesawat yang terbang selama lima menit itu tidak ‘baik’,” tegasnya.

    Sebagian besar perdebatan global tentang AI kini berpusat pada akses: siapa yang bisa menggunakan model, siapa yang bisa membeli chip, dan siapa yang dikecualikan dari ekonomi komputasi. Hal ini menjadi alasan mengapa pemerintahan Trump sempat menerapkan, lalu mencabut, kontrol ekspor pada model AI frontier terkemuka, sementara China dilaporkan mempertimbangkan untuk membatasi model open-weight mereka.

    Pembatasan akses dan pengucilan negara-negara miskin dapat membuat mereka bergantung pada platform dan standar infrastruktur asing. Dalam sesi tentang perangkat keras AI dan kesenjangan digital yang melebar, para pembicara berargumen bahwa komputasi bukan lagi sekadar masalah teknologi, melainkan masalah pembangunan.

    “Jika kita mengartikan AI for Good sebagai komputasi untuk semua, kita harus mengakui bahwa ini adalah [soal] infrastruktur pembangunan, bukan sekadar teknologi,” kata Syed Munir Khasru, Ketua Institute for Policy, Advocacy, and Governance. Peserta lain menunjukkan bahwa sebagian besar model bahasa besar masih terstruktur di sekitar bahasa Inggris, sehingga model LLM lokal yang lebih kecil dan berjalan di perangkat keras murah menjadi penting jika AI ingin melayani komunitas di luar pasar terkaya.

    Politik infrastruktur—siapa yang mendapat apa, dan siapa yang mengendalikan apa—menjadi benang merah sepanjang konferensi. Pertanyaannya bukan hanya apakah AI bisa dibuat aman, tetapi apakah dunia di luar poros AS-China-Eropa akan diizinkan untuk membentuk teknologi itu sama sekali.

    Standar Teknis dan Hak Asasi Manusia

    Gilles Thonet, Wakil Sekretaris Jenderal International Electrotechnical Commission, berpendapat bahwa pemikiran tentang hak dan representasi pengguna akhir biasanya bukan ranah diskusi standar. “Secara tradisional, para insinyur mungkin menganggap hak asasi manusia adalah urusan orang lain. Sebenarnya, bukan,” katanya kepada WIRED.

    Anja Kaspersen, Direktur Pengembangan Pasar Global, Teknologi Frontier dan Kritis di IEEE, menunjukkan bahwa keputusan paling konsekuensial tidak dibuat di majelis PBB seperti ini, melainkan tertanam dalam arsitektur tersembunyi, standar teknis, dan pilihan pengadaan. Untuk memperbaikinya, ia berargumen bahwa kita perlu membangun “middleware”—lapisan konektif yang menerjemahkan prinsip-prinsip hak asasi manusia tingkat tinggi menjadi penegakan teknis yang dapat diverifikasi.

    Jeremy Ng, Penasihat AI dan Ekonomi Digital di Bank Dunia, menekankan bahwa penilaian dampak AI harus menjadi alat praktis yang memiliki gigi nyata, bukan sekadar “teater tata kelola” atau latihan mencentang kotak untuk raksasa teknologi.

    Meskipun banyak diskusi, aksi konkret mungkin masih terbatas—dan itulah intinya. Konferensi semacam ini membutuhkan semacam konsensus untuk bergerak maju menuju aksi. PBB mengumumkan pembentukan komisi beranggotakan 44 orang yang dirancang untuk membimbing AI for Good, diketuai bersama oleh Presiden Rwanda Paul Kagame dan CEO Salesforce Marc Benioff.

    “Tidak ada satu pemangku kepentingan pun yang dapat membentuk masa depan AI sendirian,” kata Bogdan-Martin dalam pidato pembukaannya. “Ini membutuhkan pembangun. Ini membutuhkan Anda.”

    Sementara semua pembicaraan berlangsung, di lantai konvensi yang ramai, Tesla Cybertruck dipamerkan berdampingan dengan helikopter penyelamat PBB. Beberapa robot humanoid berlarian di antara stan, menarik perhatian dan tatapan dari peserta manusia. Robot AI itu berlari cukup cepat. Dan tidak sulit untuk berpikir bahwa teknologi sudah berlari lebih cepat dari konsensus untuk mendefinisikan apa arti “baik” itu sendiri.

    Ketimpangan akses terhadap teknologi AI juga menjadi sorotan, terutama terkait dengan pengembangan robotaxi dan kendaraan otonom. Sementara negara maju berlomba mengembangkan teknologi mutakhir, negara berkembang justru terjebak dalam ketergantungan infrastruktur asing. Masalah keselamatan robotaxi juga menjadi perhatian, mengingat potensi bahaya bagi petugas darurat di lapangan.

    Implikasi dari konferensi ini jelas: dunia membutuhkan kerangka tata kelola AI yang inklusif dan dapat diterapkan secara teknis, bukan sekadar janji-janji muluk dari para pemimpin teknologi. Tanpa konsensus yang kuat, risiko ketimpangan digital dan pelanggaran hak asasi manusia akan terus membayangi perkembangan AI di masa depan.

  • Timnas Indonesia Hadir di Captain Tsubasa 2, Kiper Eko Jawato

    Timnas Indonesia Hadir di Captain Tsubasa 2, Kiper Eko Jawato

    JBNews.id — Bandai Namco Entertainment mengonfirmasi kehadiran Timnas Indonesia dalam game terbarunya, Captain Tsubasa 2: World Fighters. Seorang kiper bernama Eko Jawato menjadi pemain pertama yang terungkap melalui trailer resmi yang tayang pada 7 Juli 2026.

    Kabar ini menjadi kejutan besar bagi gamer Tanah Air. Melalui video berdurasi tujuh menit, Eko Jawato tampil sesaat namun menunjukkan aksi impresif. Ia berhasil menangkap tendangan andalan Tsubasa Ozora, yaitu tembakan elang atau īguru shotto, lengkap dengan efek burung Garuda emas di belakangnya.

    Meski demikian, Eko baru menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang terungkap. Berbeda dengan Thailand yang telah membeberkan seluruh skuadnya. Thailand dipastikan menjadi tim kuat dengan pemain seperti Faran, Sakhon, Chana, Somrit, Chalemusri, Tawan, Chawatana, Bunnak, Patara, Napa, dan Wacharapon.

    Bandai Namco Entertainment mengembangkan game ini bersama Tamsoft Corporation. Captain Tsubasa 2: World Fighters akan dirilis pada 28 Agustus 2026 untuk platform PS5, Xbox Series X/S, Nintendo Switch, dan PC.

    Trailer pengenalan negara-negara yang telah tayang mencakup Jepang, Uzbekistan, Thailand, China, Swedia, Arab Saudi, Belanda, Uruguay, Meksiko, Brasil, dan Argentina. Indonesia menjadi salah satu tim yang ditampilkan, menandakan ekspansi besar game ini ke Asia Tenggara.

    Kehadiran Timnas Indonesia di game ini menunjukkan pengakuan global terhadap sepak bola Tanah Air. Langkah ini juga sejalan dengan tren positif timnas esports Indonesia yang berhasil lolos ke ajang internasional.

    Detail Pemain dan Tim

    Timnas Jepang akan diperkuat oleh Tsubasa Ozora sebagai kapten, bersama Shun Nitta, Kojiro Hyuga, Taro Misaki, Hikaru Matsuyama, Shingo Aoi, Makoto Soda, Hiroshi Jito, Ryo Ishizaki, Jun Musigi, dan Genzo Wakabayashi. Sementara itu, Thailand menjadi salah satu tim Asia Tenggara yang paling kuat.

    Eko Jawato menjadi representasi pertama Indonesia. Penampilannya di trailer cukup mengesankan, menunjukkan kemampuannya menghadapi pemain kelas dunia seperti Tsubasa. Efek burung Garuda emas yang muncul saat ia menangkap bola menjadi simbol kebanggaan nasional.

    Implikasi untuk Gamer Indonesia

    Kehadiran Timnas Indonesia di Captain Tsubasa 2: World Fighters membuka peluang baru bagi gamer Tanah Air. Mereka kini bisa memainkan tim favorit dalam game sepak bola legendaris ini. Bandai Namco Entertainment memberikan pengalaman bermain yang autentik dengan karakter-karakter unik.

    Game ini mendukung multiplayer dan mode turnamen, memungkinkan pemain bersaing secara global. Dengan fitur-fitur canggih, Captain Tsubasa 2: World Fighters menjadi salah satu game paling dinanti tahun ini. Timnas PUBG Mobile Indonesia juga menunjukkan prestasi serupa di kancah esports.

    Bandai Namco Entertainment belum mengungkap detail lengkap skuad Indonesia. Namun, kemunculan Eko Jawato menjadi indikasi positif bahwa lebih banyak pemain akan diumumkan mendekati tanggal rilis.

    Game ini menawarkan grafis 3D yang memukau dengan animasi halus. Setiap karakter memiliki kemampuan unik yang merefleksikan gaya bermain asli. Captain Tsubasa 2: World Fighters diharapkan menjadi sukses besar bagi pengembangnya.

    Bagi penggemar sepak bola dan game, ini adalah momen bersejarah. Indonesia kini diakui di salah satu waralaba game terbesar dunia. Langkah Bandai Namco Entertainment ini menunjukkan potensi besar pasar game Indonesia.

    Dengan rilis pada 28 Agustus 2026, para pemain bisa segera merasakan sensasi bermain sebagai Timnas Indonesia. Game ini tersedia di berbagai platform, memudahkan akses bagi semua kalangan.

    Kehadiran Timnas Indonesia di game ini juga menjadi kebanggaan tersendiri. Eko Jawato, meski hanya kiper, menjadi simbol bahwa Indonesia mampu bersaing di level internasional. Google Gemini Sponsor Resmi Timnas Argentina di Piala Dunia menjadi contoh bagaimana teknologi dan olahraga berkolaborasi.

    Bandai Namco Entertainment berkomitmen menghadirkan pengalaman bermain terbaik. Captain Tsubasa 2: World Fighters akan menjadi game wajib bagi penggemar sepak bola dan anime.

    Dengan segala keunggulannya, game ini layak dinantikan. Timnas Indonesia di dalamnya menjadi daya tarik utama bagi gamer Tanah Air. Mari sambut era baru gaming dengan kebanggaan nasional.

  • Instagram Plus Berbayar Resmi Hadir di Indonesia, Ini Harga dan Fiturnya

    Instagram Plus Berbayar Resmi Hadir di Indonesia, Ini Harga dan Fiturnya

    JBNews.id — Instagram Plus, layanan berlangganan berbayar dari Meta, akhirnya resmi tersedia di Indonesia pada Jumat (10/7/2026). Layanan opsional ini memungkinkan pengguna mengakses 14 fitur eksklusif dengan tarif Rp 17.900 per bulan, menyusul peluncuran WhatsApp Plus sebelumnya.

    Menurut pantauan detikINET, opsi berlangganan Instagram Plus sudah dapat diakses oleh pengguna perangkat Android dan iOS. Syaratnya, aplikasi Instagram harus sudah diperbarui ke versi terbaru. Meta menawarkan masa uji coba gratis selama satu bulan penuh tanpa biaya, sehingga pengguna bisa merasakan seluruh fitur premium sebelum memutuskan untuk berlangganan.

    Tarif Instagram Plus ini sedikit lebih tinggi dibandingkan WhatsApp Plus yang dipatok Rp 13.900 per bulan. Namun, jumlah fitur eksklusif yang ditawarkan jauh lebih banyak. Instagram juga berjanji akan merilis lebih banyak fitur eksklusif dalam beberapa bulan ke depan untuk meningkatkan nilai layanan ini.

    Kehadiran Instagram Plus di Indonesia terjadi di tengah dinamika regulasi platform digital. Sebelumnya, Meta Dituntut Rp25.000 triliun karena dinilai membuat platformnya adiktif. Langkah monetisasi melalui layanan berlangganan ini menjadi strategi baru Meta di tengah tekanan regulasi global.

    Cara Berlangganan Instagram Plus

    Proses berlangganan Instagram Plus cukup sederhana dan dapat dilakukan langsung dari aplikasi. Berikut langkah-langkahnya:

    • Buka aplikasi Instagram di Android atau iPhone
    • Ketuk ikon foto profil di sudut kanan bawah
    • Buka menu Pengaturan dengan mengetuk ikon tiga garis horizontal di sudut kanan atas
    • Gulir ke bawah sampai menemukan opsi Instagram Plus
    • Ikuti petunjuk di layar untuk mulai berlangganan

    Penting untuk dicatat, jika tidak ingin meneruskan langganan, pengguna harus membatalkan langganan Instagram Plus sebelum masa uji coba gratis berakhir. Jika tidak, biaya bulanan akan otomatis dikenakan untuk bulan kedua.

    14 Fitur Eksklusif Instagram Plus

    Berbeda dengan WhatsApp Plus yang lebih fokus pada kustomisasi tampilan, fitur eksklusif Instagram Plus dirancang untuk membantu pengguna mengekspresikan diri dan terhubung lebih dalam dengan teman-temannya. Berikut daftar lengkapnya:

    1. Pratinjau Stories

    Pengguna bisa mengintip Instagram Story lewat preview atau pratinjau mini tanpa muncul di daftar pemirsa. Cukup tekan dan tahan story untuk melihat pratinjau cepat.

    2. Insight Tonton Ulang Story

    Fitur ini memungkinkan pengguna melihat berapa kali story yang diunggah ditonton ulang oleh audiens. Caranya, buka story lalu klik tab ‘jumlah tonton ulang’ di samping daftar orang yang membuka story.

    3. Soroti Story

    Prioritaskan story agar lebih mudah ditemukan teman. Buka story yang sudah diunggah lalu ketuk sorotan. Pengguna dapat menyoroti story sekali setiap tujuh hari.

    4. Kirim Super Hati ke Story

    Buat cerita story teman lebih spesial dengan animasi hati berwarna cerah di layar. Cukup tekan dan tahan tombol Suka saat melihat story untuk mengakses super hati.

    5. Perpanjang Story hingga 48 Jam

    Pelanggan Instagram Plus dapat memperpanjang durasi story dari 24 jam hingga 48 jam. Caranya, cari tab ‘perluas’ di aktivitas story.

    6. Buat Banyak Audiens Story

    Pelanggan dapat membuat daftar audiens lebih banyak, tidak hanya terbatas pada Close friend. Sebelum mengunggah story baru, ketuk tanda panah untuk menemukan tab ‘buat daftar baru’.

    7. Bagikan Story Hanya ke Highlight

    Pengguna bisa langsung mengunggah story ke highlight tanpa membanjiri feed. Sebelum mengunggah story, ketuk tanda panah lalu pilih ‘Bagikan hanya ke sorotan’.

    8. Font Kustom untuk Story

    Instagram Plus menawarkan lebih banyak font untuk caption story. Pilih opsi ‘Lebih banyak font’ untuk mengubah gaya teks di layar.

    9. Font Kustom untuk Bio

    Saat mengedit bio profil Instagram, pengguna bisa memilih font kustom yang disediakan oleh Meta.

    10. Ikon Aplikasi Kustom

    Ubah ikon aplikasi Instagram agar terlihat lebih unik. Caranya, tekan dan tahan logo Instagram di halaman depan aplikasi, lalu pilih satu dari delapan ikon yang ditawarkan.

    11. Sematkan Lebih Banyak Postingan

    Pelanggan Instagram Plus dapat menyematkan hingga enam postingan di profil, tidak hanya tiga seperti sebelumnya.

    12. Unggah Postingan Hanya ke Profil

    Pengguna bisa mengunggah postingan yang hanya muncul di profil tanpa menampilkannya di feed semua follower. Pastikan opsi ‘Posting hanya ke profil’ sudah diaktifkan.

    13. Pratinjau Pesan

    Lihat sekilas pesan Instagram tanpa menandainya sebagai telah dibaca. Cukup tekan dan tahan pesan yang masuk di DM untuk membacanya tanpa mengubah status menjadi ‘seen’.

    14. Pesan dengan Font Kustom

    Buat tampilan percakapan lebih menonjol dengan font kustom di DM. Buka salah satu pesan, ketuk nama akun di bagian atas lalu pilih ‘Kustomisasikan obrolan’. Font ini bisa dilihat oleh semua orang dalam obrolan, termasuk yang tidak berlangganan.

    Kehadiran Instagram Plus ini juga sejalan dengan ekspansi platform ke perangkat lain. Sebelumnya, Instagram Ekspansi ke TV dengan fitur video vertikal dan horizontal, menunjukkan ambisi Meta untuk memperluas ekosistemnya.

    Bagi pengguna yang ingin memaksimalkan pengalaman Instagram, layanan berlangganan ini menawarkan nilai tambah yang signifikan. Dengan harga Rp 17.900 per bulan, setara dengan secangkir kopi, pengguna mendapatkan akses ke belasan fitur yang sebelumnya tidak tersedia.

    Implikasinya, model bisnis freemium ini bisa menjadi sumber pendapatan baru yang stabil bagi Meta di tengah persaingan platform media sosial yang semakin ketat. Bagi pengguna Indonesia, ini berarti opsi kustomisasi dan privasi yang lebih besar dalam menggunakan Instagram.

  • HMD Global Rilis Empat Feature Phone Nokia dengan Asisten AI

    HMD Global Rilis Empat Feature Phone Nokia dengan Asisten AI

    JBNews.id — HMD Global secara diam-diam meluncurkan empat feature phone Nokia terbaru yang dilengkapi dengan tombol khusus asisten AI. Langkah ini menghadirkan teknologi kecerdasan buatan ke segmen ponsel yang selama ini dikenal sebagai ‘ponsel bodoh’, membuka akses baru bagi pengguna yang menginginkan fungsionalitas modern dalam genggaman.

    Keempat perangkat tersebut adalah Nokia 210 4G, Nokia 235 4G 2nd Edition, Nokia 215 4G 2nd Edition, dan Nokia 200 4G. Seluruhnya mengusung desain yang hampir identik dengan keyboard T9 serta tombol akses AI yang terletak di tengah tombol navigasi. Inovasi ini memungkinkan pengguna menjalankan tugas sederhana menggunakan perintah suara, sebuah fitur yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel pintar kelas atas.

    Asisten AI pada feature phone ini ditenagai oleh Sikey AI. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk membuat panggilan telepon, menyalakan senter, memasang alarm dan pengingat, serta membuka kamera hanya dengan perintah suara. HMD Global juga mengklaim bahwa asisten AI ini mampu menjawab pertanyaan sederhana, seperti menampilkan resep masakan atau memberikan contoh kalimat dalam bahasa asing.

    Namun, akses ke asisten AI ini bukanlah layanan gratis. HMD Global menetapkannya sebagai fitur premium. Pengguna dapat menjajal kemampuan AI tersebut selama 180 hari pertama sejak pembelian. Setelah masa percobaan berakhir, pengguna harus membayar biaya berlangganan mulai dari USD 2,99 per tahun untuk terus menikmati fitur ini.

    Selain asisten AI, keempat feature phone ini juga mendukung layanan cloud telephone. Layanan ini memungkinkan pengguna mengecek video terbaru, perkiraan cuaca, berita olahraga, dan konten lainnya tanpa menghabiskan ruang penyimpanan internal ponsel. Pengguna juga dapat melakukan panggilan video dan mengirim pesan suara melalui platform Xpress Chat.

    Dari segi spesifikasi, seluruh perangkat menjalankan sistem operasi S30+ dan didukung baterai berkapasitas 1.450 mAh. Nokia 215 4G 2nd Edition dan Nokia 235 4G 2nd Edition mengusung layar IPS 2,8 inci dengan resolusi QVGA, serta dilengkapi kamera depan dan belakang VGA. Sementara itu, Nokia 210 4G dan Nokia 200 4G hadir dengan layar IPS 2,4 inci beresolusi sama dan kamera belakang 2 MP.

    Fitur kelengkapan lainnya mencakup headphone jack 3,5 mm, radio FM, dan port USB-C untuk pengisian daya. Hingga saat ini, harga dan ketersediaan keempat feature phone Nokia ini di pasar masih dirahasiakan oleh HMD Global.

    Langkah HMD Global ini menunjukkan upaya serius untuk menghidupkan kembali pasar feature phone dengan sentuhan teknologi modern. Integrasi AI pada perangkat sederhana ini bisa menjadi terobosan bagi segmen pengguna yang membutuhkan perangkat komunikasi esensial namun tetap menginginkan bantuan digital. Hal ini juga sejalan dengan diskusi global tentang dampak AI, seperti yang dibahas dalam narasi perlombaan AI yang dapat mempengaruhi kerja sama global.

    Bagi konsumen, kehadiran feature phone dengan AI ini menawarkan alternatif menarik di tengah dominasi ponsel pintar. Dengan harga yang diperkirakan lebih terjangkau dan daya tahan baterai yang lebih lama, perangkat ini bisa menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin mengurangi ketergantungan pada smartphone namun tetap membutuhkan bantuan asisten virtual. Konsep AI for Life yang digaungkan dalam berbagai forum global kini mulai diterjemahkan ke dalam produk yang lebih inklusif.

    Implikasi dari langkah ini cukup signifikan. Jika sukses, HMD Global berpotensi membuka segmen pasar baru yang selama ini terabaikan: pengguna yang menginginkan teknologi AI tanpa kompleksitas ponsel pintar. Ini juga bisa menjadi pukulan bagi produsen feature phone lain yang belum mengadopsi teknologi serupa. Bagi konsumen, pertanyaan besarnya adalah apakah nilai tambah dari asisten AI ini sebanding dengan biaya berlangganan tahunan yang harus dibayarkan.

  • Cari Erling Haaland di Google, Muncul Animasi Viking Row

    Cari Erling Haaland di Google, Muncul Animasi Viking Row

    JBNews.id — Mengetikkan nama Erling Haaland di Google kini memunculkan animasi Viking Row, lengkap dengan efek suara pukulan gendang. Fitur interaktif ini hadir setelah sang bintang sepak bola Norwegia meminta para penggemarnya untuk mencari namanya di mesin pencarian tersebut.

    Pantauan detikINET, Jumat (10/7/2026), animasi tersebut juga menyertakan fitur yang menghasilkan suara pukulan gendang. Saat tombol gendang ditekan, akan muncul tujuh animasi orang yang menggunakan jubah Viking, sembari melakukan gerakan mendayung. Namun sayang, efek suara yang keluar hanya dari gendang. Tidak ada teriakan “Ro!” seperti yang sering dilakukan oleh suporter Norwegia di Piala Dunia FIFA 2006.

    Fenomena ini terungkap setelah Haaland memberi tahu di media sosial seperti story Instagram dan kicauannya di X. “Satu hal yang harus dilakukan hari ini… cari nama saya di Google,” tulis Haaland. Permintaan itu pun langsung direspons oleh Google dengan menghadirkan animasi khas yang merujuk pada tradisi dukungan suporter Norwegia.

    Fenomena Viking Row di Piala Dunia 2026

    Di setiap pertandingan Norwegia di Piala Dunia FIFA 2026, ada fenomena menarik dan ikonik. Ribuan pendukung akan duduk secara serempak menirukan gerakan mendayung ala Viking sambil meneriakkan “Ro!” dengan penuh semangat. Kegiatan inilah yang disebut sebagai Viking Row.

    Viking Row pun sukses meramaikan tidak hanya stadion-stadion di Amerika Utara, tetapi juga menguasai media sosial dan memikat perhatian penggemar sepak bola di seluruh dunia. Fenomena ini terjadi di dalam lift di Boston, Time Square, pertandingan bisbol New York Mets, hingga Gedung Parlemen Norwegia.

    Berdasarkan penjelasan FIFA, koreografi yang begitu rapi tersebut tidak berlangsung selama puluhan tahun. Tradisi ini sebenarnya masih sangat baru. Kisahnya bermula pada Desember 2025, ketika Ole Froystad—kini akrab dijuluki Mr Row Row—menciptakan sebuah yel-yel yang terinspirasi dari gerakan mendayung ala Viking.

    “Semuanya berawal dari ide Ole. Lalu kami mengembangkannya bersama-sama. Kami bahkan merekam sebuah lagu berjudul Viking Blood, yang dirilis pada akhir Maret dan menampilkan Viking Row sebagai latar. Kini lagu itu menjadi salah satu lagu paling populer di Norwegia,” jelas anggota dewan kelompok suporter Oljeberget, Torstein Hamran.

    Animasi Google dan Dampak Teknologi Pencarian

    Kehadiran animasi Viking Row di Google menunjukkan bagaimana mesin pencarian kini tidak hanya berfungsi sebagai alat menemukan informasi, tetapi juga sebagai platform hiburan interaktif. Fenomena serupa juga mulai terlihat di berbagai platform digital lainnya, termasuk dalam teknologi AI pencarian yang semakin canggih.

    Di Piala Dunia FIFA 2026, Norwegia tampil ciamik. Negara ini berhasil lolos ke perempat final dan akan bertemu dengan Inggris untuk memperebutkan tiket semifinal. Selama kompetisi, penyerang andalannya, Haaland, telah mencetak tujuh gol. Dua gol terbarunya ketika berhadapan dengan Brasil dan menang dengan skor 2-1.

    Fitur animasi Google ini menjadi salah satu cara untuk merayakan momen kebanggaan nasional Norwegia di panggung sepak bola dunia. Dengan hanya mengetikkan nama Erling Haaland, pengguna di seluruh dunia bisa merasakan semangat Viking Row yang telah menjadi fenomena global.

    Ke depannya, tren teknologi AI dalam dunia pencarian dan hiburan diprediksi akan semakin berkembang. Google sendiri terus berinovasi dengan menghadirkan fitur-fitur interaktif yang membuat pengalaman pencarian lebih menarik dan personal.

    Bagi penggemar sepak bola dan teknologi, momen ini menjadi bukti bagaimana budaya populer dan inovasi digital bisa berpadu secara harmonis. Animasi Viking Row di Google bukan sekadar gimik, tetapi juga representasi dari semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh suporter Norwegia di Piala Dunia 2026.

    Dengan semakin populernya fitur-fitur interaktif di mesin pencarian, tidak menutup kemungkinan akan muncul animasi serupa untuk momen-momen penting lainnya di masa mendatang. Google terus membuktikan diri sebagai pionir dalam menciptakan pengalaman digital yang tak terlupakan.

  • Registrasi SIM Biometrik Wajah Berlaku, Telkomsel Siapkan 465 GraPARI

    Registrasi SIM Biometrik Wajah Berlaku, Telkomsel Siapkan 465 GraPARI

    JBNews.id — Operator seluler Telkomsel telah menyiapkan 465 gerai GraPARI dan hampir 3.000 petugas frontliner untuk melayani registrasi pelanggan menggunakan pemindaian wajah, seiring diterapkannya registrasi SIM card prabayar berbasis data biometrik mulai 1 Juli 2026. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mewajibkan registrasi biometrik wajah untuk memperkuat validasi identitas pelanggan.

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan bahwa perusahaan mendukung penuh implementasi Registrasi Biometrik Nasional. “Telkomsel mendukung implementasi Registrasi Biometrik Nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan identitas digital pelanggan sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital,” kata Abdullah Fahmi kepada detikINET, Jumat (10/7/2026).

    Proses registrasi menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang dipadukan dengan data kependudukan yang berlaku. Mekanisme ini dirancang untuk meminimalkan penyalahgunaan identitas dalam registrasi kartu SIM. “Proses ini membantu mengurangi risiko penyalahgunaan identitas, registrasi tidak sah, maupun berbagai bentuk kejahatan digital seperti scam, phishing, dan fraud,” ucap Abdullah.

    Registrasi pelanggan berbasis biometrik pengenalan wajah (face recognition) untuk nomor seluler prabayar

    Menurut Abdullah, bagi Telkomsel, registrasi biometrik bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman digital yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan. Implementasi dilakukan secara bertahap melalui program percontohan (piloting) yang telah dimulai sejak 2025. Langkah tersebut diambil agar proses registrasi dapat berjalan mudah, konsisten, dan tetap mengedepankan kenyamanan pelanggan.

    Untuk mendukung implementasi di lapangan, Telkomsel menyiapkan 465 GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai titik layanan registrasi biometrik. Operator tersebut juga membekali hampir 3.000 petugas frontliner untuk mendampingi pelanggan selama proses registrasi, termasuk bagi mereka yang memerlukan bantuan saat melakukan verifikasi biometrik. “Hal ini dilakukan untuk memastikan pelanggan memperoleh pengalaman yang mudah, jelas, dan nyaman, termasuk bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan langsung saat melakukan registrasi,” kata Abdullah.

    Tak hanya melalui gerai fisik, Telkomsel juga menyiapkan kanal digital agar pelanggan dapat melakukan registrasi biometrik secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku. “Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat memilih kanal yang paling sesuai dengan kebutuhannya, sembari tetap mendapatkan perlindungan identitas yang lebih kuat,” ungkapnya.

    Latar Belakang Kebijakan

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah pada 1 Juli 2026. Aturan terbaru pengaktifan nomor HP ini bertujuan memperkuat validasi identitas pelanggan. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan praktik penggunaan identitas palsu, penyalahgunaan nomor seluler, hingga berbagai tindak kejahatan digital seperti penipuan, phishing, dan penyebaran spam yang memanfaatkan nomor prabayar.

    Implementasi registrasi biometrik ini merupakan langkah maju dalam pengamanan ekosistem digital nasional. Dengan teknologi pengenalan wajah yang dipadukan data kependudukan, risiko pemalsuan identitas dapat ditekan secara signifikan. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan terpercaya.

    Dampak bagi Pelanggan

    Bagi pelanggan Telkomsel, penerapan registrasi biometrik wajah berarti proses aktivasi nomor baru akan memerlukan verifikasi tatap muka atau melalui kanal digital yang telah disiapkan. Pelanggan yang sudah memiliki nomor aktif tidak perlu melakukan registrasi ulang, kecuali jika melakukan penggantian kartu SIM atau membeli nomor baru.

    Telkomsel memastikan bahwa data biometrik pelanggan akan dikelola sesuai dengan peraturan perlindungan data pribadi yang berlaku. Perusahaan juga telah menyiapkan prosedur penanganan jika terjadi kendala dalam proses registrasi, termasuk bagi pelanggan yang memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi.

    Kebijakan registrasi SIM card ini menghapus validasi menggunakan Kartu Keluarga (KK) yang sebelumnya digunakan. Dengan biometrik wajah, proses validasi menjadi lebih akurat dan sulit dipalsukan. Langkah ini dinilai penting mengingat maraknya kasus penyalahgunaan identitas untuk aktivitas ilegal seperti penipuan online dan penyebaran konten berbahaya.

    Dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai, Telkomsel optimistis dapat menjalankan kebijakan ini dengan lancar. Perusahaan juga terus melakukan sosialisasi kepada pelanggan mengenai tata cara registrasi biometrik, baik melalui gerai fisik maupun kanal digital.

    Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut, Telkomsel menyediakan layanan bantuan melalui GraPARI terdekat atau menghubungi pusat layanan pelanggan. Operator juga mengimbau pelanggan untuk waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan registrasi biometrik dan hanya melakukan registrasi melalui kanal resmi Telkomsel.

  • Pengapalan PC Turun Pertama Kali dalam 2 Tahun Akibat Krisis RAM

    Pengapalan PC Turun Pertama Kali dalam 2 Tahun Akibat Krisis RAM

    JBNews.id — Pengapalan PC global mencatat penurunan pertama dalam dua tahun terakhir. Krisis memori global yang belum mereda menjadi penyebab utama penurunan ini.

    Menurut laporan International Data Corporation (IDC), pengiriman PC pada kuartal kedua 2026 turun hampir 5% menjadi 68,2 juta unit. Angka ini memutus tren pertumbuhan yang bertahan selama sembilan kuartal berturut-turut. Penurunan mulai terjadi pada akhir 2025, ketika kenaikan harga memori berubah menjadi krisis akibat produsen lebih memprioritaskan produksi chip untuk infrastruktur AI.

    IDC memperkirakan krisis ini baru akan berakhir pada tahun 2028. Dampaknya sudah terasa di seluruh rantai pasok, dari produsen hingga konsumen akhir.

    Pendapatan Naik Meski Pengiriman Turun

    Data IDC menunjukkan anomali menarik. Meskipun pengiriman PC menurun, pendapatan produsen justru meningkat. Hal ini terjadi karena vendor menaikkan harga lebih cepat dibandingkan penurunan permintaan.

    “Kisah sebenarnya di sini adalah kesenjangan antara unit dan dolar: pengiriman menurun tapi pendapatan meningkat,” kata peneliti IDC Jitesh Ubrani, dikutip dari Engadget, Jumat (10/7/2026).

    “Para produsen bersiap menghadapi kenaikan harga lebih lanjut hingga tahun 2027,” sambungnya.

    Kondisi ini berdampak langsung pada harga perangkat. Konsumen kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan PC baru. Fenomena serupa juga terjadi di sektor ponsel, di mana ponsel murah mulai menghilang dari pasaran akibat krisis komponen yang sama.

    Proyeksi Penurunan Lebih Tajam

    Ubrani memperingatkan penurunan permintaan bisa lebih tajam menjelang akhir tahun. Persediaan perangkat yang ada makin menipis, sementara konsumen dihadapkan pada kenaikan harga yang lebih tinggi.

    Ia menambahkan kondisi ini dapat menghambat siklus upgrade. Konsumen yang biasanya mengganti PC setiap 3-4 tahun kemungkinan akan menunda pembelian.

    Apple Satu-satunya Vendor yang Tumbuh

    Dari lima vendor PC teratas, hanya satu yang mencatat pertumbuhan: Apple. Pertumbuhan ini berbarengan dengan peluncuran MacBook Neo yang harganya lebih terjangkau.

    Apple mengapalkan 600.000 lebih banyak Mac pada kuartal ini dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kenaikan ini mendongkrak pangsa pasar Apple dari 8,5% menjadi hampir 10%.

    Meskipun demikian, Apple tidak kebal terhadap kenaikan harga RAM. Perusahaan baru-baru ini menaikkan harga MacBook Neo dari USD 600 menjadi USD 700. Produk yang lebih premium mengalami kenaikan lebih besar.

    Grafik berikut menunjukkan pangsa pasar PC global pada Q2 2026:

    Pangsa pasar PC global Q2 2026

    Dampak Krisis RAM bagi Konsumen

    Krisis RAM global telah mengubah lanskap pasar perangkat elektronik. Harga PC dan laptop terus merangkak naik, sementara pilihan produk di segmen entry-level semakin terbatas.

    Konsumen yang ingin upgrade perangkat harus bersiap dengan harga lebih tinggi. Sementara itu, produsen terus berupaya menyesuaikan strategi harga di tengah ketidakpastian pasokan komponen.

    IDC memperkirakan tekanan harga akan berlangsung setidaknya hingga 2028. Ini berarti konsumen mungkin perlu menunda pembelian atau beralih ke produk bekas untuk menghemat biaya.

    Bagi pelaku industri, situasi ini mendorong efisiensi dan inovasi di tengah keterbatasan pasokan. Beberapa produsen mulai mencari alternatif sumber memori atau mengoptimalkan penggunaan komponen yang ada.

    Di sisi lain, pertumbuhan Apple menunjukkan bahwa strategi harga yang tepat dan inovasi produk tetap bisa mendorong penjualan meskipun pasar sedang lesu. MacBook Neo yang lebih terjangkau menjadi bukti bahwa konsumen tetap merespons positif produk dengan nilai tambah jelas.

    Krisis RAM global telah menjadi ujian bagi seluruh ekosistem PC. Produsen, distributor, dan konsumen sama-sama merasakan dampaknya. Yang jelas, harga perangkat elektronik diperkirakan akan terus naik dalam waktu dekat, dan semua pihak harus bersiap menghadapi realitas baru ini.

  • Google Pecahkan Rekor Pencarian Usai Argentina Kalahkan Mesir

    Google Pecahkan Rekor Pencarian Usai Argentina Kalahkan Mesir

    JBNews.id — Google Search mencatat rekor penggunaan tertinggi sepanjang masa pada Selasa (7/7/2026), tepat setelah Argentina mencetak gol kemenangan dramatis melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Lonjakan ini melampaui seluruh periode puncak penggunaan mesin pencari tersebut dalam hampir 28 tahun sejarah perusahaan.

    “Google Search memecahkan semua rekor penggunaan sebelumnya dan mencatatkan rekor penggunaan tertinggi sepanjang sejarah tepat setelah Argentina mencetak gol kemenangan dalam pertandingan kemarin!” ujar SVP Pengetahuan & Informasi Google, Nick Fox, dalam unggahan di platform X.

    Rekor ini didasarkan pada jumlah kueri pencarian per detik yang masuk ke server Google selama pertandingan berlangsung, khususnya sesaat setelah gol ketiga Argentina tercipta. Momen comeback Argentina yang hampir tersingkir menjadi pemicu utama lonjakan pencarian global.

    Argentina, juara bertahan Piala Dunia, sempat tertinggal 2-0 dari Mesir hingga menit ke-79. Namun Lionel Messi dan rekan setimnya sukses membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol hanya dalam waktu 14 menit. Gol penentu kemenangan dicetak pada menit ketiga injury time babak kedua, memicu euforia sekaligus kepanikan pencarian di seluruh dunia.

    Kueri pencarian teratas pasca gol kemenangan Argentina adalah “argentina vs mesir”, di mana sebagian besar pengguna menelusuri hasil akhir pertandingan. Google juga membagikan data global Google Trends yang memperlihatkan daftar kueri lain yang berkontribusi pada rekor tersebut, antara lain: argentina x kolombia, berapa banyak gol piala dunia yang dicetak messi, siapa lagi yang bertanding di piala dunia hari ini, berapa kali argentina menang piala dunia, hingga apakah ini piala dunia terakhir messi.

    Dari daftar tersebut, terlihat minat sangat besar terhadap Lionel Messi. Pemain berusia 39 tahun itu mencetak gol kedua sekaligus assist untuk gol pertama Argentina. Gol Messi tersebut merupakan gol kedelapannya dalam Piala Dunia 2026, memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di turnamen ini.

    Menariknya, banyak pengguna Google mengira Argentina akan berhadapan dengan Kolombia di laga selanjutnya. Namun pada hari yang sama, Swiss berhasil menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti, mengubah peta persaingan di babak perempat final.

    Perjalanan Piala Dunia 2026 masih panjang dengan menyisakan empat pertandingan perempat final, dua semifinal, dan partai puncak grand final. Potensi rekor baru Google Search masih terbuka lebar, terutama jika Argentina kembali tampil dalam laga-laga krusial. Fenomena ini menunjukkan bagaimana peristiwa olahraga global mampu mendorong infrastruktur digital hingga batas maksimalnya.

    Bagi pengguna di Indonesia, momen ini juga menjadi pengingat akan pentingnya koneksi internet yang stabil saat menonton pertandingan besar. Lonjakan trafik pencarian seperti ini bisa menyebabkan perlambatan akses, terutama di platform yang bergantung pada Fitur Terbaru dari mesin pencari.

    Google sendiri terus mengembangkan teknologi untuk mengantisipasi lonjakan trafik serupa. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan raksasa teknologi ini telah merilis sejumlah pembaruan, termasuk Harga Terbaru untuk perangkat Pixel dan kebijakan baru terkait Keamanan Privasi pengguna.

    Data dari Google Trends juga menunjukkan bahwa selain Messi, pemain lain seperti Mohamed Salah dari Mesir juga menjadi topik pencarian populer. Ekspresi kekecewaan Salah setelah kekalahan dramatis tersebut banyak dibagikan di media sosial, menambah dimensi emosional pada pertandingan yang sudah sarat intensitas.

    Fenomena ini bukan pertama kalinya Google Search mencatat rekor akibat peristiwa olahraga. Sebelumnya, final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis juga memicu lonjakan pencarian global. Namun rekor kali ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi karena kombinasi faktor: pertandingan knock-out, aksi comeback dramatis, dan popularitas global Lionel Messi yang masih sangat kuat.

    Bagi para penggemar sepak bola dan pengamat teknologi, momen ini menjadi bukti bagaimana olahraga dan digital saling terkait erat. Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang adu strategi di lapangan, tetapi juga uji ketahanan infrastruktur data global.

    Dengan Argentina melaju ke babak perempat final, publik dunia menanti apakah rekor ini akan kembali terpecahkan. Satu hal yang pasti: setiap tendangan, setiap gol, dan setiap momen dramatis di Piala Dunia 2026 kini juga tercatat dalam sejarah digital Google Search.

  • Alibaba Larang Karyawan Pakai AI Anthropic, Balas Tuduhan Curi Teknologi

    Alibaba Larang Karyawan Pakai AI Anthropic, Balas Tuduhan Curi Teknologi

    JBNews.id — Alibaba, raksasa e-commerce yang didirikan Jack Ma, secara resmi melarang seluruh karyawannya menggunakan produk kecerdasan buatan (AI) milik Anthropic, Claude Code, untuk keperluan pekerjaan mulai 10 Juli 2026. Keputusan ini diambil sebagai buntut dari tuduhan Anthropic yang menuding Alibaba secara ilegal mencuri teknologi AI mereka melalui serangan distilasi besar-besaran.

    Langkah tegas Alibaba ini diungkapkan oleh sumber internal yang mengetahui langsung masalah tersebut, seperti dilaporkan detikINET. Claude Code dari Anthropic kini masuk dalam daftar software berisiko tinggi yang dilarang digunakan di lingkungan perusahaan. Karyawan Alibaba diwajibkan untuk segera melakukan uninstall seluruh model dan produk agen Anthropic dari perangkat kerja mereka.

    Sebagai gantinya, perusahaan mewajibkan para karyawan untuk beralih menggunakan asisten AI buatan mereka sendiri, yakni Qoder. Kebijakan ini menjadi respons langsung atas tuduhan yang dilayangkan Anthropic kepada Senat AS, di mana perusahaan AI asal Amerika Serikat itu menuding Alibaba secara terang-terangan dan ilegal mencoba mengekstrak kemampuan AI miliknya.

    Tuduhan tersebut menyebutkan bahwa Alibaba melancarkan serangan distilasi terbesar yang pernah diketahui terhadap Anthropic. Distilasi sendiri merupakan metode pelatihan AI di mana model yang lebih kecil dan kurang mumpuni dibangun menggunakan keluaran (output) dari model yang sudah ada dan lebih kuat. Praktik ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan AI canggih tanpa harus mengeluarkan biaya riset dan pengembangan yang besar.

    Ketegangan antara kedua perusahaan raksasa teknologi ini semakin memanas setelah Anthropic mengirimkan surat resmi kepada Senat AS. Dalam surat tersebut, Anthropic menuduh Alibaba secara sistematis mengekstrak data dan kemampuan AI mereka. Langkah Alibaba yang melarang penggunaan Claude Code dinilai sebagai bentuk pembalasan diplomatis di tengah persaingan teknologi global yang semakin sengit.

    Dikutip dari CNBC, ketentuan layanan Anthropic sendiri sebenarnya telah menetapkan larangan bagi perusahaan-perusahaan China maupun negara-negara musuh lainnya untuk menggunakan model AI mereka. Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan antara perusahaan teknologi AS dan China sudah berlangsung lama, dan baru kini mencapai puncaknya dengan tuduhan pencurian teknologi.

    Pihak Alibaba maupun Anthropic sama-sama menolak memberikan komentar resmi terkait insiden ini. Keheningan dari kedua belah pihak menimbulkan spekulasi bahwa konflik ini mungkin akan berujung pada sengketa hukum internasional yang kompleks, mengingat implikasi serius dari tuduhan pencurian kekayaan intelektual di tingkat global.

    Gelombang Kecaman dan Kode Tersembunyi

    Pelarangan ini muncul di tengah gelombang kecaman online di China terhadap Anthropic. Kemarahan publik dipicu oleh beredarnya unggahan di Reddit dan GitHub yang mengungkapkan adanya kode tersembunyi dalam produk Anthropic yang dirancang khusus untuk mendeteksi apakah pengguna berada di wilayah China. Temuan ini memicu kemarahan netizen China yang menilai Anthropic telah melakukan diskriminasi digital.

    Menurut laporan Financial Times, Anthropic memang tengah bergerak untuk menutup celah yang selama ini memungkinkan perusahaan-perusahaan China untuk mengakali pembatasan dan mengakses Claude melalui negara ketiga. Langkah ini menunjukkan bahwa Anthropic serius dalam menegakkan kebijakan geografis mereka, meskipun sebelumnya banyak perusahaan China yang berhasil menghindari blokade tersebut.

    Financial Times juga melaporkan bahwa grup teknologi finansial China, Ant, memfasilitasi karyawannya dengan akun korporat Claude yang diakses melalui intranet perusahaan, yang terhubung dengan entitas mereka di Singapura. Praktik ini memungkinkan karyawan Ant untuk tetap menggunakan Claude tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan Anthropic.

    Sementara itu, perusahaan induk TikTok, ByteDance, mengambil pendekatan yang berbeda. ByteDance tidak memfasilitasi akses ke Claude secara langsung, namun memulai program reimbursement yang memungkinkan para insinyurnya mengklaim biaya langganan pribadi. Para insinyur tersebut kemudian dapat mengakses layanan itu menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) untuk menyembunyikan lokasi mereka.

    Kasus ini menambah daftar panjang ketegangan antara perusahaan teknologi AS dan China di era persaingan AI global. Sebelumnya, pemerintah AS telah memberlakukan berbagai pembatasan ekspor chip AI canggih ke China, termasuk chip buatan Nvidia. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperlambat kemajuan teknologi AI China yang dinilai mengancam kepentingan keamanan nasional AS.

    Di sisi lain, China juga terus mengembangkan ekosistem AI domestik mereka sendiri. Alibaba dengan Qoder-nya, Baidu dengan Ernie Bot, dan Tencent dengan Hunyuan adalah contoh bagaimana perusahaan-perusahaan China berlomba-lomba menciptakan AI yang dapat bersaing dengan produk-produk AS seperti ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic.

    Implikasi bagi Industri Teknologi Global

    Keputusan Alibaba untuk melarang penggunaan Claude Code dan beralih ke Qoder memiliki implikasi luas bagi industri teknologi global. Pertama, hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada AI asing dapat menjadi risiko bisnis yang serius ketika hubungan geopolitik memburuk. Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mungkin akan mulai mempertimbangkan untuk mengembangkan AI internal mereka sendiri sebagai langkah antisipatif.

    Kedua, konflik ini dapat mempercepat fragmentasi ekosistem AI global. Jika sebelumnya perusahaan-perusahaan teknologi dapat dengan bebas menggunakan model AI dari berbagai negara, kini mereka mungkin akan dipaksa untuk memilih satu kubu. Hal ini dapat menghambat inovasi dan kolaborasi lintas batas yang selama ini menjadi pendorong utama kemajuan AI.

    Ketiga, kasus ini juga menyoroti pentingnya keamanan data dan perlindungan kekayaan intelektual dalam pengembangan AI. Metode distilasi yang dituduhkan kepada Alibaba sebenarnya adalah praktik yang umum dalam industri AI, namun menjadi masalah ketika dilakukan tanpa izin dan melanggar ketentuan layanan. Regulasi yang lebih ketat mungkin akan diperlukan untuk mengatur praktik-praktik semacam ini.

    Bagi para pengguna AI di Indonesia, konflik antara Alibaba dan Anthropic ini menjadi pengingat bahwa teknologi AI tidak terlepas dari dinamika politik dan ekonomi global. Pengguna perlu lebih cermat dalam memilih platform AI yang mereka gunakan, terutama jika platform tersebut berasal dari negara yang memiliki ketegangan geopolitik dengan negara lain.

    Dalam jangka panjang, persaingan antara AI buatan China dan AI buatan AS diprediksi akan semakin sengit. Kedua kubu akan terus berinvestasi besar-besaran dalam riset dan pengembangan AI, serta berusaha merebut pangsa pasar global. Indonesia, sebagai salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara, kemungkinan akan menjadi medan pertempuran utama bagi kedua kubu ini.

    Kasus ini juga menjadi peringatan bagi perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia untuk tidak terlalu bergantung pada satu penyedia AI saja. Diversifikasi pemasok AI dan pengembangan kapasitas AI lokal dapat menjadi strategi yang bijak untuk mengurangi risiko ketergantungan pada pihak asing.

    Seiring dengan perkembangan teknologi AI yang semakin pesat, konflik seperti ini diprediksi akan semakin sering terjadi. Perusahaan-perusahaan teknologi harus siap menghadapi ketidakpastian regulasi dan geopolitik yang dapat mempengaruhi operasional bisnis mereka secara signifikan.

    Bagi para profesional dan pelaku bisnis di Indonesia, penting untuk terus memantau perkembangan regulasi AI di tingkat global dan nasional. Pemahaman yang baik tentang lanskap AI global akan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan strategis.

    Konflik Alibaba vs Anthropic ini juga menunjukkan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi semata, tetapi juga oleh faktor-faktor non-teknis seperti politik, ekonomi, dan hukum. Para pemangku kepentingan di industri AI perlu mempertimbangkan semua aspek ini dalam merumuskan strategi jangka panjang mereka.

    Dengan semakin memanasnya persaingan AI global, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemain yang relevan dengan mengembangkan ekosistem AI yang mandiri dan berdaulat. Pemerintah dan swasta perlu bekerja sama untuk menciptakan regulasi yang mendukung inovasi sekaligus melindungi kepentingan nasional.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital yang saling terhubung, tidak ada negara atau perusahaan yang benar-benar mandiri. Kerja sama internasional tetap diperlukan, namun harus dilakukan dengan tetap menjaga kedaulatan dan keamanan masing-masing pihak.